
Pada saat Su Hua datang, Zhuo Xia telah selesai berdiskusi dengan kepala suku. Jadi, penjaga memperbolehkan Su Hua masuk.
"Su Hua, apa kau tidak menghormati Nona Zhuo Shiaonian tadi?" tanya kepala suku dengan ekspresi lega saat melihat Su Hua baik-baik saja.
"Kakek sudah tahu?" tanya Su Hua sambil menghela napas. Ia berpikir jika Su Qiu dan yang lainnya sudah melaporkan hal ini.
Melihat sikap Su Hua yang santai, ia tahu jika Su Hua memiliki alasan sendiri. Ia hanya berkata, "Su Hua, aku tidak tahu kenapa kau terlihat tidak suka dengan Nona Zhuo Shiaonian. Namun, ia telah bersedia datang ke suku kita dan menolong banyak orang. Selain itu, Ayahmu juga masih membutuhkannya untuk merawatnya. Jadi mengapa tadi kau sangat marah padanya?"
"Kakek, Su Qiu lebih dulu tidak menghormati Tuan Muda Chen," ucap Su Hua dengan nada tinggi.
"Tuan Muda Chen? Kau jelas-jelas membenci mereka tadi malam. Namun pagi ini kau malah mengatur tempat penginapan mereka untuk satu malam. Bahkan kali ini kau tidak menghormati Nona Zhuo Shiaonian karena Tuan Muda Chen? Apa itu pantas untuk orang biasa sepertinya?" Ketua Su sangat bingung. Ia benar-benar tidak berdaya saat berhadapan dengan cucunya.
Awalnya, Zhuo Shiaonian dan Bo Hongyun juga ingin berteman baik dengannya. Namun, ia menolak mentah-mentah dan tidak membiarkan mereka tinggal di rumah utama. Saat itu, Ketua Su hanya diam karena ia tahu bagaimana sifat cucunya.
Namun ternyata hal yang tidak pernah ia pikir akan terjadi malah terjadi. Cucunya benar-benar mengingkari janjinya sendiri untuk tidak berurusan dengan orang biasa.
Su Hua tertawa kecil. Ia menatap kakeknya dan berkata, "Orang biasa? Kakek benar-benar mengatakan jika mereka adalah orang biasa?"
Su Hua menghela napas. Bagaimana mungkin orang biasa bisa duduk dengan santai sambil makan ikan dan apel saat ada bahaya yang jelas di depan mata mereka? Sebelumnya, ia juga berpikir jika mereka adalah orang biasa. Namun saat ia melihat kenyataannya, ia mendapat tamparan keras.
Orang biasa bisa dengan mudah menghancurkan monster yang selama ini menyerang suku mereka? Belum lagi ramuan yang ada di botol minum Liam. Jika orang seperti mereka di katakan sebagai orang biasa, lalu apa sebutan untuk suku mereka? Sampah? Tidak berguna?
Setelah memikirkan ini, Su Hua menatap kakeknya dengan serius. Ia berkata, "Kakek, aku ingin mengatakan sesuatu padamu tentang kejadian malam itu, tapi aku tidak punya kesempatan. Malam itu saat kami ingin kembali, kami bertemu monster itu."
Ekspresi kepala suku langsung berubah. Ia segera menarik tangan Su Hua dan melihatnya dari atas sampai bawah. Ia bertanya, "Bertemu monster? Apa itu benar? Lalu bagaimana kau bisa kembali tanpa cedera?"
"Tentu saja ada yang menyelamatkanku. Kakek coba tebak siapa yang menyelamatkan aku dan Su Hao," ucap Su Hua dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Kudengar, Tuan Muda Zhuo dengan mudah menjatuhkan Su Qiu. Apa dia benar-benar sekuat itu?" tanya kepala suku saat mengingat laporan Su Qiu dan yang lainnya.
Saat ia melihat keramaian, ia ingin bertanya tentang ini pada Su Hua. Namun saat ia melihat Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu, ia berpikir jika mereka membantu Liam. Jadi saat Su Hua ada di sini, dia bertanya.
Ia bertanya itu untuk mengetahui jika Liam benar-benar kuat. Namun ia tak menyangka jika Su Hua menggeleng sedikit. Ia berkata, "Aku akui Liam memang sangat kuat. Namun bukan dia yang mengalahkan monster itu malam itu."
"Jadi ...," ketua suku membuka mulutnya lebar.
"Apa Kakek tahu siapa itu? Tuan Muda Chen! Anda pasti juga tahu jika 3 orang lainnya menghormatinya. Itu karena hal ini. Su Hao juga tahu tentang ini, jika Kakek tidak percaya, tanya saja padanya," jawab Su Hua yang membuat kakeknya sangat terkejut.
"Su Hua, jangan bercanda dengan Kakek saat ini," ucap kepala suku. Ia memegang lengan Su Hua karena sangat syok dengan kabar ini. Bagaimana itu bisa Ling?
Namun ingatan samar tiba-tiba muncul. Ia pernah mendengar Han Shuangfu memanggilnya kakak ipar. Jadi dia sedikit menjaga sifatnya di depan Ling, tapi Ling adalah yang paling lemah di antara mereka bertiga. Saat naik gunung, ia bisa merasakan tiga orang lainnya memiliki energi kultivasi. Sedangkan ia tidak bisa merasakan energi Ling.
"Kakek, tidak mungkin aku bercanda denganmu. Orang-orang itu tidak sesederhana yang kita pikirkan. Yang paling penting, tidak mungkin orang-orang yang dekat dengan Nona Zhuo adalah orang biasa. Bukankah Kakek belum pernah mendengar tentang Nona Zhuo? Desa kita terisolasi dan kita sulit menerima berita dari luar," ucap Su Hua sambil tersenyum terpaksa.
Melihat Zhuo Shiaonian yang selalu melakukan sebotol kecil ramuan seperti harta karun, jadi ia merasa seperti mimpi saat meminum ramuan dari Liam.
"Aku akan memikirkan hal ini lebih dulu," ucap kepala suku. Ia terduduk lemas.
*
Di sisi lain.
Tidak ada yang tahu ke mana perginya Zhuo Xia. Saat ini, Ling masuk ke kamar sementaranya yang ada di kediaman kepala suku. Han Shuangfu mengikuti Liam dan yang lainnya masuk. Dia melihat Su Wen Ai sedang duduk di dekat jendela sambil melihat keluar. Ia ditemani oleh Yuan yang berbicara dengan semangat. Sedangkan Ling duduk tak jauh dari Su Wen Ai dan sedang bermain ponsel.
Saat melihat Liam masuk, mereka bersikeras untuk mengajaknya bertanding game.
__ADS_1
"Kakak Ipar, temanmu itu sangat terampil. Kau bahkan tidak bisa menemukan orang dengan kecepatan seperti itu dalam pasukan Kakak Xia. Di mana kau bertemu dengannya?" tanya Han Shuangfu sambil duduk di dekat Ling.
Bai Xiaoqi yang tertarik juga duduk di dekat mereka.
Ling meletakkan ponselnya. Ia menjawab, "Kau mungkin tidak tahu. Aku adalah orang yang tak berguna di Kota Urban. Aku juga pernah bertarung dengan Liam."
Bai Xiaoqi yang sedang meminum tehnya, hampir saja menyemburkan tehnya kembali. Dia melihat Ling dari ujung kepala sampai ujung kaki, bagaimana mungkin dia adalah orang yang tidak berguna?
Liam yang mendengar ini, melotot. Bagaimana itu bisa disebut pertarungan? Itu jelas pembantaian sepihak.
"Oh benar," ucap Ling teringat sesuatu. Ia mengeluarkan pisau belati dari sakunya.
"Terimakasih atas senjatamu," ucap Ling sambil mengulurkan tangan.
"Tidak, tidak," ucap Han Shuangfu sambil melambaikan tangannya.
"Lagipula itu adalah senjata Bai Xiaoqi, bukan senjataku. Selain itu, tempat ini sangat berbahaya. Jika kau membawanya, kami tidak akan khawatir lagi," jawab Han Shuangfu melanjutkan.
"Aku punya senjataku sendiri. Dan pasti senjata ini akan sangat penting bagimu," ucap Ling sambil menggelengkan kepala. Ia kembali mengulurkan tangan dan menyerahkan pisau itu.
"Itu penting bagiku, tapi lebih penting lagi keselamatanmu. Walau senjata itu tidak sebagus milik Kakak Xia, setidaknya itu cukup. Kau tidak tahu apa yang kami temukan tadi malam. Jika bukan karena Kakak Xia dan Shuangfu, mungkin aku juga akan kesulitan," jawab Bai Xiaoqi.
"Benar. Simpan saja senjata ini untukmu. Jika kau bertemu dengan yang kami temui tadi malam, itu akan sangat berbahaya," ucap Han Shuangfu menambahkan.
Liam yang sedang bermain kartu, melempar kartu terakhir dengan semangat. Begitu juga Su Wen Ai, ia tak kalah semangat seperti Liam.
Apa mereka pikir mereka juga tidak bertemu sesuatu tadi malam.
__ADS_1
Mereka hanya tersenyum kikuk. Ling menatap mereka bertiga. Kemudian, ia menyimpan kembali senjata itu di sakunya.