Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Bukan Tentang Percaya atau Tidak


__ADS_3

Sopir itu mengenal Chen Kai. Ia pun turun untuk bernegosiasi dengannya.


Sesaat kemudian, ia kembali dan mengetuk pintu mobil, "Nona, Tuan Muda Chen ingin menemui Anda."


Zhuo Xia meliriknya, "Mengapa ia tak mengatakannya sendiri?"


Saat itu, sopir langsung merasakan hawa dingin. Ia teringat tentang rumor Zhuo Xia yang pernah didengarnya.


"Xia, keluarlah dan lihat apa yang akan dia katakan," ucap Ling menepuk bahu Zhuo Xia.


Tindakan Ling ini dilihat jelas oleh sopir baru. Sopir itu diam-diam menggelengkan kepalanya. Dari info yang dia tahu, tak ada yang bisa mengatur keputusan Zhuo Xia. Bahkan Nyonya Tua saja dilawan olehnya.


Namun, tanpa diduga, Zhuo Xia bergerak.


Zhuo Xia menatap Ling untuk memastikan jika dia tidak bercanda. Setelah itu, ia menyerahkan dokumen dan keluar.


"Cepat, saya sibuk," ucap Zhuo Xia di depan Chen Kai.


Chen Kai menatap Zhuo Xia di depannya, jadi ia juga bisa melihat ada Ling di dalam mobil. Ia menekan rasa iri dan cemburu di hatinya.


"Nona Zhuo, saya tahu Anda tertarik dengan wilayah selatan. Selama Anda berjanji tidak ikut campur dalam urusan saya dan Chen Ling, saya akan membantu Anda mendapatkan wilayah itu. Bagaimana?" Chen Kai menjelaskan tujuannya.


Kilatan tajam melintas dari mata Zhuo Xia. Namun, saat ia mengangkat kepala, ekspresinya kembali ke normal. Ia menjawab, "Aku tidak butuh bantuanmu, tapi aku berjanji tidak akan ikut campur dalam urusanmu."


"Anda tak peduli dengan hidup dan matinya?" tanya Chen Kai.


Zhuo Xia menatapnya dalam, "Tentu saja."


"Baik, saya harap Anda menepati janji," ucap Chen Kai. Ia tak menyangka Zhuo Xia akan langsung setuju. Padahal ia sudah menyiapkan rencana-rencana cadangan.


Zhuo Kira bisa mendengar pembicaraan mereka. Sekarang ia merasa sangat marah.


*


Saat mereka tiba di kediaman, ada Lin Guxi di sana.


"Tuan Muda Lin?" sapa Zhuo Kira agak bingung. Setahunya, Lin Guxi dan keluarganya adalah netral. Lalu, mengapa mereka di sini?


Saat memikirkan itu, tiba-tiba ia teringat masalah Ling. Ia berkata, "Tuan Muda, menurut Anda, apa yang salah dengan Nona? Sepertinya ia juga tidak menipu Tuan Muda Chen. Tapi, jika ia tak melakukan apa pun, bagaimana nasib Tuan Muda Chen?"


Lin Guxi mengangkat alisnya, "Apa kau sedang berbicara tentang Tuan Muda Chen Ling?"


"Anda kenal Tuan Muda Chen juga?" Zhuo Kira bingung. Tapi sebenarnya Zhuo Kira lebih bingung mengapa Lin Guxi memanggil Ling 'Tuan Muda'.


Lin Guxi tersenyum, "Kalau begitu jangan ragukan keputusan Nona Zhuo."


Lin Guxi tenggelam dalam pikirannya.


Ia memikirkan Ling yang bahkan ditakuti oleh Zhuo Shiaonian. Mungkin saja Zhuo Xia memang mengatakan ia tak peduli dengan Ling. Tapi, ia mengatakan itu karena tahu sekuat apa Ling sebenarnya. Ling sama sekali tak butuh bantuan Zhuo Xia. Zhuo Shiaonian saja dia kalahkan, apalagi hanya Chen Kai. Dari kebiasaan Ling saat menyelesaikan masalah, pasti akan ada pertumpahan darah di luar negeri.


Zhuo Xia memang tak akan peduli, tapi ia juga tak mencegah Ling bertindak.


Chen Kai ingin menyentuhnya? Pulau Bintang saja bisa dia hancurkan sendirian. Apa dia bosan hidup?


Lin Guxi menghela napas.

__ADS_1


*


Di ruang kerja lantai atas.


"Kau benar-benar tak peduli? Kalau begitu, banyak orang yang akan berakhir kali ini," ucap Ling. Ia menatap Zhuo Xia heran.


"Memang sudah waktunya membersihkan luar negeri. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan," jawab Zhuo Xia. Ia mengecek dokumen-dokumen di komputernya.


Ling bersandar di jendela dan tersenyum, "Baiklah kalau begitu."


*


Keesokan harinya.


Ling kembali ke akademi. Saat tiba, ia melihat Guru Sheng terburu-buru.


"Kenapa kau masih berkeliaran?" tanya Guru Sheng.


"Apa aku tak boleh keluar?" tanya Ling tersenyum.


Guru Sheng tambah cemas melihat Ling masih bisa tersenyum. Ia berkata, "Kau masih bisa tersenyum? Apa kau tak tahu berita yang sedang tersebar? Itu berita tentangmu. Sekarang, beberapa keluarga di luar negeri menargetkanmu!"


"Menargetkanku?" Ling sedikit ingin tertawa. Semalaman ia membuat ramuan jadi tak terlalu memperhatikan masalah ini. Sepertinya Chen Kai telah bergerak. Untung dia sudah mulai. Ling hanya takut ia tak bertindak.


"Apa isi berita itu?" Ling penasaran. Jika Chen Kai hanya akting, sama saja itu hal yang sia-sia.


Guru Sheng tak tahu harus bagaimana menghadapi Ling yang terlalu santai. Ia menjawab, "Lupakan. Ketua akademi mencariku."


Melihat kepergian Guru Sheng, Ling mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan ke Bo Shin.


*


Guru Sheng dan yang lainnya tiba di aula pertemuan akademi. Yang datang hari ini tidak hanya dari akademi, tapi juga para kepala keluarga.


"Dia adalah muridku. Aku berhak melindunginya dan aku yakin dia bukan orang seperti itu! Apa pun itu, aku percaya pada muridku!" ucap Guru Sheng dengan lantang di depan podium.


"Ini bukan tentang percaya atau tidak. Lihat! Kebenarannya sudah ada di depanmu!" ucap salah satu kepala keluarga melemparkan banyak foto.


"Apa pendapatmu tentang ini? Bagaimana dia bisa mengenal orang-orang misterius ini?" tanya kepala keluarga itu.


Guru ramuan menjawab dengan lembut, "Memangnya kenapa? Dia sangat kuat. Apa dia tak bisa mengenal banyak orang? Kalian terlalu lemah sehingga iri dengan Chen Ling yang begitu kuat."


"Guru ramuan, kau salah. Tidak hanya Ling yang berkuasa di akademi, tapi juga Nona Zhuo Shiaonian. Menurutmu siapa yang lebih lemah di antara mereka berdua? Latar belakangnya juga tidak jelas. Bagaimana ia bisa naik ke level enam dalam waktu sesingkat itu? Selain itu ia berasal dari seberang pulau. Apa kau tahu tempat itu? Itu adalah tempat asal Pegasus. Pikirkan sudah berapa banyak yang mati di tangan mereka. Chen Ling ini memiliki niat jahat. Ia tak bisa dibiarkan hidup!" salah satu direktur akademi angkat bicara.


"Latar belakangnya tidak jelas? Chen Ling berasal dari Keluarga Chen kami! Ia keluarga sah!" jawab Chen Zhi.


"Karena kau berkata begitu, apa berarti dia memang dari Keluarga Chen? Tuan Chen, aku sarankan kau jangan ikut campur dalam masalah ini. Jika tidak, Keluarga Chen kalian akan semakin jatuh!" ejek seorang pria paruh baya. Ia tertawa terbahak-bahak.


"Berhenti berdebat! Selama Chen Ling berasal dari akademi kami, aku akan tetap mendukungnya. Kalian bisa pergi," ucap kepala akademi. Ia berdiri dan menatap semua orang yang ada di aula.


Kemudian, ia keluar ruangan.


"Ada apa dengan kepala akademi? Padahal kita menasehati hal baik," ucap salah satu direktur akademi.


"Sepertinya Chen Ling memiliki kemampuan untuk membuat kepala akademi mempercayainya," jawab kepala keluarga lain.

__ADS_1


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" yang lainnya bertanya.


"Kita harus memboikot semuanya. Kita tak perlu memberi donasi lagi pada akademi ini. Mari kita lihat apakah mereka bisa bertahan tanpa kita," jawab kepala keluarga lain.


Chen Kai menonton adegan ini sambil tersenyum.


Internet di luar negeri tak terlalu dikembangkan, tapi Chen Kai telah belajar cara menyebarkan berita hoax di internet.


"Tuan Muda, cara Anda memang efektif. Sebagian keluarga percaya dan sebagian lagi tidak," ucap pria berbaju hitam di sampingnya.


Chen Kai tersenyum, "Nona Mei tidak melakukan apa pun, kan?"


"Berita dari badan intelijen ini sangat berguna. Padahal ini hanya berita kecil bagi mereka, tapi orang-orang luar negeri sangat mempedulikan hal ini. Kali ini mari kita lihat bagaimana Chen Ling akan melarikan diri," ucap Chen Kai melihat komputernya.


Ia tak tahu saat ini Mei Mengyi sedang menelepon Ling.


"Raja, aku hampir mati karena terus tertawa. Jika Chen Kai tahu badan intelijen itu adalah milikmu, apa dia akan tetap melakukan ini?" ucap Mei Mengyi dengan tawanya yang tidak bisa berhenti.


"Ya, dia melakukan itu karena dia tidak tahu. Tapi ... sepertinya dugaan A Shui benar. Keluarga Chen memang tidak sederhana. Gulungan itu pasti ada hubungannya dengan Chen Kai," jawab Ling.


Mei Mengyi mulai tenang, "Kalau kau menggunakan Tuan Chen untuk menghancurkannya, ia masih bisa melakukan hal lain. Ia pasti memiliki seorang pendukung yang kuat. Jika tidak, dengan otak kecilnya, mana mungkin dia bisa memikirkan ide seperti itu."


"Chen Ling, ketua akademi memintamu untuk datang ke aula pertemuan," ucap teman sekamar Ling dengan hati-hati.


"Aula pertemuan?" inilah yang ditunggu Ling.


Ling memasukkan tangannya ke saku. Ia berjalan perlahan menuju aula pertemuan dan tersenyum dingin.


"Ling, kau di sini," ketika Gao Feng melihatnya, ia segera berdiri untuk memberi Ling tempat duduk. Tuan Chen juga menghampirinya untuk memastikan Ling baik-baik saja.


"Baiklah, bagus sekali kau ada di sini, Chen Ling. Katakan, kau memilih pergi dari luar negeri atau tinggal di penjara selama sisa hidupmu?" kata Chen Kai langsung ke intinya.


"Tuan Muda Chen, jangan membuat pilihan seperti itu. Bagaimana jika nanti dia kembali? Biarkan saja dia di penjara," ucap Tuan Zhuo berdiri.


"Benar sekali," orang yang mendukungnya juga berdiri.


Raut wajah Chen Zhi dan Gao Feng muram.


Namun, Ling tersenyum sedikit, "Banyak sekali yang ingin aku masuk penjara. Bukankah luar negeri memiliki aturan? Katakan, mengapa aku harus dipenjara? Apa karena ... aku terlalu kuat?"


Gao Yu Xi yang ada di samping Gao Feng terkekeh.


"Kau masih mau mengelak? Siapa yang tidak tahu jika latar belakangmu tidak jelas dan kau memiliki hubungan dengan Pegasus? Kau masih percaya diri mengatakan kau begitu kuat? Jangan pikir karena kau orang luar, maka kau bebas di sini. Kau dari Keluarga Chen di Kota Urban, kan? Bagaimana bisa keluarga biasa di Kota Urban memiliki seseorang sepertimu? Konyol!" ucap Chen Kai sambil berdiri.


"Banyak juga hal yang terjadi sejak kau datang ke sini. Salah satunya kau menghancurkan keturunan paling luar biasa dari Keluarga Zhuo, yaitu Zhuo Hu. Tidak hanya itu, kau juga berani mengacaukan tim penegak hukum. Apa kau masih bisa mengelak sekarang? Akui saja jika tujuanmu adalah menghancurkan orang-orang di sini," lanjut Chen Kai berbicara.


Kepala Keluarga Zhuo juga ikut berdiri, "Kepala akademi, aku tahu kau ingin melindungi muridmu, tapi aku juga akan menuntaskan masalah putraku sampai akhir."


Sekarang ia tak takut lagi dengan Ling karena tak ada Mei Mengyi di belakangnya.


"Mengapa kau begitu yakin jika latar belakangku tidak jelas?" ucap Ling menopang dagunya. Ia tetap tersenyum santai.


Chen Kai menjawab dengan nada penuh ejekan, "Lebih baik kau mengaku saja. Kalaupun kau menjelaskan asal usulmu, itu tak akan berguna lagi. Tak peduli darimana asalmu, hanya akan ada satu hasil hari ini!"


Tepat setelah Chen Kai selesai bicara, terdengar suara dingin dari luar.

__ADS_1


"Aku baru tahu ternyata putraku, putra Bo Minghao, asal usulnya tidak jelas. Sekarang aku ingin lihat siapa yang berani menyentuh putraku di depanku!" ucap Bo Minghao berjalan masuk ke aula pertemuan.


__ADS_2