
Chen Lin dan Yuan Ming telah berada di kantor perdagangan yang ada di distrik A-1. Bo Minghao sengaja membawakan penjaga dari Keluarga Bo untuk menjaga Chen Lin.
Ia hanya takut para petugas yang ada di sana menolak Chen Company mentah-mentah.
"Seharusnya satu jam lagi akan selesai," ucap Chen Lin sambil menunggu dengan gugup. Distrik A-1 bukan lagi tempat yang bisa diremehkan. Jika mereka berhasil masuk, mereka dapat dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan hebat lainnya.
Jika mereka sudah menjadi bagian di sini, posisi mereka sudah cukup tinggi.
"Kita akan menunggu lagi," jawab Yuan Ming. Ia juga sangat gugup. Ia memang berasal dari Kota Bayangan sebelumnya. Meski ia memang bermimpi masuk ke distrik A-1, tetap saja ia anggap itu sebagai mimpi belaka.
"Mengapa kita harus menunggu lagi? Kita sudah menunggu selama dua jam. Tidak perlu menunggu lagi, aku akan mengatakannya pada mereka," ucap penjaga Keluarga Bo yang sudah tidak sabar. Selama ia bekerja pada Keluarga Bo, mereka selalu diperlakukan dengan hormat. Tidak ada yang berani membuat mereka menunggu. Namun berani sekali orang di kantor ini.
"Tenang. Tidak apa, biar saja begini," jawab Chen Lin buru-buru. Ia takut para penjaga ini akan mengamuk.
"Aku akan menunggu sepuluh menit lagi. Jika tidak, aku akan menghancurkan kantor ini," ucap penjaga itu. Ia mendatangi resepsionis yang ada di sana. Ia mengabaikan perkataan Chen Lin.
Resepsionis itu langsung mengenalnya. Ia tahu mereka adalah penjaga dari Keluarga Bo. Mereka memiliki ciri khas di bajunya.
"Ba-baik Tuan," jawab resepsionis itu gugup. Ia segera menelepon penanggungjawab yang mengerjakan proposal Chen Company.
Saat mendengar telepon dari resepsionis, penanggungjawab itu langsung merinding. Ia memang sengaja memperlama proses ini agar ia bisa bersantai. Ia tidak menyangka jika yang datang adalah salah satu bagian dari Keluarga Bo.
Lima menit kemudian, urusan Chen Company telah selesai. Petugas di sana langsung menyiapkannya dalam beberapa menit. Mereka tidak ingin mendapat amukan dari penjaga Keluarga Bo.
*
Suasana di akademi sangat ramai hari ini.
Para guru telah diseleksi dan didapat guru yang cukup. Jadi mulai saat ini, mereka telah masuk kelas dan mulai belajar ramuan.
Sedangkan di akademi lain, keadaannya lebih sepi. Di sini hanya ada beberapa guru dan murid yang bertahan.
Ini adalah akademi milik Keluarga Lu.
Brak!
__ADS_1
"Bagaimana mereka bisa menampung banyak murid seperti itu?" tanya pimpinan akademi, Lu Zhong.
"Dari awal akademi itu memang sudah luas. Namun penerusnya menambah fasilitas dan bangunan lain. Jadi mereka memang memiliki tempat untuk membuat itu semua, Tuan," jawab salah satu bawahannya.
"Sialan! Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, aku ingin semua muridku kembali!" ucap Lu Zhong sambil kembali menggebrak meja.
Saat ia mendengar semua laporan dari bawahannya, ia tak bisa menahan emosi. Bagaimana tidak? Hampir semua guru dan murid pindah ke akademi milik Keluarga Bo.
Penerus Keluarga Bo itu sangat menjengkelkan.
"Kami akan melaksanakannya, Tuan," jawab bawahannya. Mereka segera pergi dan menyiapkan rencana.
Lu Zhong masih diam di ruang kerjanya. Ia menggoyangkan ramuan yang akhir-akhir ini sedang ia teliti. Ini adalah ramuan yang tak sengaja ia dapat dari seseorang.
Walau ia belum pernah melihat ramuan seperti itu, tapi ia yakin jika ramuan itu bukan ramuan biasa. Dan benar saja apa yang dipikirkannya. Itu adalah ramuan yang satu tetesnya saja sangat berbahaya.
Ini bisa dibilang racun berkedok ramuan.
"Pemberi racun ini pasti seorang ahli ramuan hebat. Namun apa tujuannya memberikan ini padaku?" tanya Lu Zhong pada dirinya sendiri.
Tadi ia sudah meneliti racun ini.
Dia tidak pernah melihat racun jenis ini sebelumnya. Bahkan dari semua racun uang pernah dia lihat, ini adalah yang paling mematikan.
Yang membuat heran adalah alasan orang itu memberikannya padanya. Bahkan ia memberinya secara gratis bahkan tanpa memberitahu siapa dirinya.
Pasti orang ini memiliki tujuan yang sama.
"Menarik ...," gumam Lu Zhong.
*
Di dalam penjara, di kamar Shi Xiaofei.
Ia duduk berdua bersama Bo Hongyun. Saat ini, Bo Hongyun sudah sedikit mengerti ramuan. Karena ia memang berbakat, ia lebih cepat tanggap saat Shi Xiaofei menjelaskan.
__ADS_1
Sedangkan Shi Xiaofei sendiri belum dapat bagaimana teknik yang digunakan untuk mencampurkan ramuan biru langit. Ia sudah diberitahu oleh Keluarga Shi, jika dalam seminggu ia tak bisa membuatnya, ia akan dihukum dan dicambuk.
"Kau sudah memberikan racun itu pada Lu Zhong?" tanya Shi Xiaofei. Ia berhenti meneliti ramuan karena ia sudah sangat lelah.
"Sudah, Guru," jawab Bo Hongyun dengan sopan.
"Apa menurutmu dia tahu untuk apa racun itu?" tanya Shi Xiaofei lagi.
"Menurutku dia salah paham, Guru. Bolehkah aku bercerita?" tanya Bo Hongyun meminta persetujuan.
"Lanjutkan," jawab Shi Xiaofei santai. Ia meminum beberapa ramuan pengembali energi.
"Aku dengar akademi milik Keluarga Lu sedang mengalami kemunduran. Hal itu disebabkan oleh akademi yang dibangun oleh anak haram Keluarga Bo, tepatnya kakak sepupuku. Dalam akademi itu merekrut guru dan murid. Setiap minggu, para guru akan mendapat ramuan tingkat menengah. Sedangkan para murid akan mendapatkan ramuan tingkat rendah," jelas Bo Hongyun berdasarkan apa yang dia tahu.
"Setiap minggu mendapat ramuan? Darimana ia mendapat ramuan sebanyak itu?" tanya Shi Xiaofei penasaran. Jika memang dia seorang ahli ramuan, memberikan ramuan secara gratis dalam jumlah besar juga merugikan dirinya sendiri.
Bukan hanya uang, tapi energi yang dikeluarkan lebih berharga.
"Aku tidak tahu, Guru. Padahal dia adalah orang biasa, tapi dialah yang mengalahkanku sampai menjadi seperti ini. Dan sekarang ia membuat akademi ramuannya mengguncang distrik A-1," jawab Bo Hongyun.
"Jika begitu, dia bukan orang biasa, bodoh!" ucap Shi Xiaofei sambil memukul kepala Bo Hongyun dengan akar obat.
"Maaf, Guru," ucap Bo Hongyun sopan.
Shi Xiaofei tidak bicara lagi. Ia melamun memikirkan darimana Ling bisa mendapat ramuan sebanyak itu.
Jika hal ini diamati lebih dalam lagi, sebenarnya Ling sangat untung. Selain ia akan cepat membuat muridnya menjadi kuat, ia juga akan memiliki banyak ahli ramuan.
Ahli ramuan bukanlah hal yang mudah untuk direkrut.
"Di mana dia sekarang?" tanya Shi Xiaofei setelah sekian lama diam.
"Sepertinya dia sudah mati. Ia masuk ke dalam wilayah kultivasi di Universitas Internasional Kota Bayangan, tapi sudah lebih dari tujuh hari dia tidak keluar juga," jawab Bo Hongyun.
"Ah ... aku pikir dia sehebat itu," jawab Shi Xiaofei.
__ADS_1