
Liam, Yuan, dan Su Wen Ai datang ke alamat yang diberikan oleh Ling.
"Sial! Bukankah ini Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya?" Liam terkejut.
"Sepertinya benar. Weiheng dan Wenhua pernah menunjukkan gambar pulau ini padaku. Katanya tidak sembarangan orang bisa masuk ke sini. Mereka memiliki sinar inframerah berteknologi tinggi yang bisa menembus tubuh," jawab Yuan.
"Selama orang itu tidak diizinkan masuk, maka mereka akan dipotong menjadi beberapa bagian," lanjut Yuan berbicara.
"Tidak mungkin Ling membohongi kita," ucap Liam. Dia mengeluarkan ponsel dan mengklik sebuah lokasi. Itu memang Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Su Wen Ai juga telah melihat lokasi itu di ponselnya.
Mereka bertiga pun berjalan ke titik lokasi sambil mengobrol. Tidak ada hambatan sama sekali. Jalan mereka terasa sangat lancar.
Yuan juga mengakses situs web khusus. Web itu tidak bisa dibuka oleh orang biasa. Bagi orang biasa, internet hanyalah media biasa. Namun sebenarnya banyak transaksi dan informasi gelap di sana.
"Gila! Bom besar 2 dikeluarkan," ucap Yuan saat melihat pesan dari Ling.
Mereka bertiga sudah sampai di perbatasan pulau. Liam dan Su Wen Ai saling pandang.
Kemudian, Su Wen Ai berkata, "Ling mengetahui semuanya. Dan A Shui itu ... bukankah kita pernah bertemu dengannya sebelumnya di rumah Ling? Apa mungkin Ling adalah Raja Legendaris? Penampilan Raja Legendaris itu seperti familiar."
Ada banyak hal yang tidak bisa dianalisis oleh Liam dan Yuan, tapi Su Wen Ai bisa melakukannya. Namun, Ling tidak pernah menyembunyikan apapun dari mereka.
Mendengar perkataan Su Wen Ai, Yuan tercengang. Sedangkan Liam menatap ke arahnya dan bicara, "Wen Ai, kau dulunya memang murid jenius di Sekolah Menengah Guxian. Meskipun pemikiranmu ini luar biasa, tapi akulah yang tumbuh bersama Ling. Walau ia memang sudah banyak berubah, tetap saja dulunya ia terkenal sebagai sampai di Kota Urban. Raja Legendaris telah terkenal sejak lama. Dari yang aku dengar dia sudah berada di level 9. Bagaimana mungkin itu adalah Ling?"
Yuan mengangguk setuju. Ia berkata, "Itu benar. Aku dan Ling telah menjadi teman sekelas selama beberapa tahun. Aku tahu dia dengan baik."
"Ngomong-ngomong di mana Ling? Mengapa dia tidak ada sejak tadi?" tanya Liam sambil melihat sekeliling.
Setelah mereka selesai bicara, sekelompok orang datang. Mereka memandang Liam dan tiga orang lainnya.
"Darimana asal 3 orang bodoh ini? Apa kalian tidak tahu jika ini adalah wilayah Raja Legendaris?" tanya salah satu penjaga.
"Sejak kapan Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya bebas untuk dimasuki? Tidak ada yang berani menentang peraturan Raja Legendaris. Jika kau berani mengatakan apa pun tentang Raja Legendaris, kau akan mati," ucap penjaga lainnya.
"Kau ...," Liam sudah memegang senjatanya.
Su Wen Ai menahannya.
"Tenang. Kita di sini untuk mencari Ling, bukan untuk mencari masalah," ucap Su Wen Ai.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, muncul A Shui dan sekelompok orang di belakangnya. Orang yang memimpin mereka adalah pria berjubah hitam.
"Ling ... Ling? Mengapa kau memakai pakaian seperti ini?" tanya Liam tercengang. Ini memang wajah Ling, tapi jubah dan auranya, ia tak mungkin salah.
Ia pernah melihat siaran langsung. Saat Raja Legendaris keluar, ia juga memakai jubah seperti ini. Meski ingatannya tidak terlalu baik, tapi ia memiliki kesan yang baik untuk hal-hal luar biasa.
Penjaga-penjaga yang ada di sana juga tersadar. Mereka tahu A Shui, tapi tidak dengan Ling.
"Nona A Shui, aku tidak tahu darimana asal mereka. Sepertinya mereka ingin berbuat onar," ucap salah satu penjaga sambil menangkupkan tangannya.
Ling tidak peduli dengan penjaga itu. Ia melirik A Shui dan berkata, "Ayo pergi ke Keluarga Chen di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya."
Ling melihat ke arah Liam dan teman-temannya yang lain. Kini ia tak ingin lagi menyembunyikan hal ini. Ia juga telah lebih kuat dari sebelumnya, jadi ia tidak akan takut apa pun.
Ling sudah berjalan lebih dulu. Namun Liam dan yang lainnya masih membeku. Mereka bahkan tidak mengikuti Ling.
"Itu ... Ling?" tanya Yuan yang masih linglung.
"Sepertinya iya. Aku melihat Nona A Shui mengikuti di belakangnya," jawab Liam yang juga tercengang.
Meskipun Su Wen Ai telah memikirkan hal ini, ia tetap saja terkejut saat tahu kebenarannya. Raja Legendaris dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya adalah orang hebat, sangat berbeda dengan orang biasa. Itu bisa dilihat dari bom besar 2 yang ada padanya.
Saat berita kematiannya menyebar, seluruh orang dan pejabat tinggi mengikat pita putih di pergelangan tangan mereka.
*
Ling berjalan ke arah rumah itu.
"Kau siapa? Pergi dari rumah Keluarga Chen kami. Jika tidak, kau akan merasakan akibatnya," ucap penjaga yang ada di sana.
Ling mengabaikannya dan tetap berjalan ke pintu. Saat penjaga itu ingin menghentikannya, ia dilempar oleh Murong Qi.
Ling memakai topengnya dan berjalan menuju aula Keluarga Chen.
"Apakah Raja pernah datang ke rumah Keluarga Chen?" tanya Murong Qi heran saat melihat Ling berjalan dengan lancar.
A Shui membenarkan kacamatanya dan hanya diam.
Di aula, penjagaan lebih ketat lagi.
__ADS_1
"Apa kau memiliki banyak nyawa? Kau sangat berani menerobos masuk ke kediaman Keluarga Chen," ucap penjaga yang ada di sana. Mereka melihat Ling dengan tatapan jijik.
"Katakan pada Tuan Tua Chen mu jika ada orang yang bernama Chen Ling ingin bertemu dengannya," ucap Ling sambil mencengkram leher penjaga itu.
*
Tuan Tua Chen sedang mengadakan pertemuan dengan ahli sihir. Saat ia mendengar laporan dari bawahannya, wajahnya memerah karena marah.
"Chen Ling? Bukankah Ahli Sihir Agung mengatakan jika dia sudah mati?" tanya Tuan Tua Chen sambil melirik ahli sihir di sebelahnya.
"Chen Ling pasti memalsukan kematiannya," ucap ahli sihir di sebelahnya.
"Pergi dan katakan padanya bahwa sejak dia melarikan diri dari rumah, Keluarga Chen sudah tidak menganggapnya lagi. Karena dia tak ingin menderita lagi untuk Namgung, maka dia tidak seharusnya kembali," ucap Tuan Tua Chen dengan nada penuh ejekan.
Setelah mendengar perintah Tuan Tua Chen, penjaga itu segera pergi. Selama ia bekerja di Keluarga Chen, ia belum pernah mendengar tentang Tuan Muda lain selain Chen Namgung. Jadi, dia secara alami menganggap Ling hanya pendatang yang memanfaatkan Keluarga Chen.
"Tuan Tua Chen, ada apa?" tanya pria paruh baya di sebelah Tuan Tua Chen.
"Tidak apa. Dia hanyalah anak buangan. Padahal ia lahir di rahim yang sama seperti Chen Namgung, tapi sifatnya sangat berbeda," jawab Tuan Tua Chen yang jijik jika menyebut nama Ling.
Pria paruh baya di sebelah Tuan Tua Chen hanya mengangguk. Ia juga hanya tahu Chen Namgung yang ada di sini. Ia tidak tahu jika Chen Namgung memiliki saudara lain.
Tak lama setelah itu, penjaga itu kembali melapor, "Tuan Tua, orang yang mengaku sebagai Tuan Muda Chen tidak mau pergi. Selain itu, ia malah menyuruh pasukannya untuk mengusir semua penjaga kita."
Melihat wajah penjaga itu yang memar, Tuan Tua Chen menggebrak meja. Ia benar-benar sangat marah sekarang.
"Kurang ajar! Dia benar-benar kelewatan," ucap Tuan Tua Chu bergetar karena sangat marah. Ia berjalan menuju pintu.
Di depan pintu, ia melihat seorang pria berjubah hitam sedang membelakangi dirinya. Di sekitar pria itu, banyak penjaganya yang terkapar. Ia segera berkata, "Chen Ling! Kau masih memiliki wajah untuk kembali!"
Saat mendengar Tuan Tua Chen memanggil namanya, tangan Ling bergetar. Ia pun berbalik dan melihat Tuan Tua Chen dengan mata hitamnya yang tajam.
"Kau pikir kau siapa? Apa menurutmu aku tidak mengenalmu? Aku tidak mengusirmu sebelumnya dari Keluarga Chen karena kau sudah mati. Namun sekarang, semua Keluarga Chen dengarkan! Chen Ling diusir dari Keluarga Chen!" ucap Tuan Tua Chen. Ia merasa Ling hanya pembawa sial bagi Chen Namgung.
"Tunggu! Tuan Tua Chen, apa kau akan mengusirnya dari Keluarga Chen?" tanya pria paruh baya yang ada di sebelah Tuan Tua Chen.
"Dia hanya sampah. Jika dia terus dibiarkan, maka ia akan menjadi aib Keluarga Chen," ucap Tuan Tua Chen. Ia sudah menyiapkan daftar nama Keluarga Chen.
"Kau yakin? Apa kau tidak akan menyesal?" tanya pria paruh baya itu sambil memelototi Tuan Tua Chen.
__ADS_1
"Menyesal? Dia hanya kutukan di keluarga ini. Aku tidak akan pernah menyesal karena mengusirnya. Jika Chen Namgung sudah berhasil merebut Organisasi Tempur, kita akan merayakannya," ucap Tuan Tua Chen sambil mencoret nama Ling daru daftar nama Keluarga Chen.
Pria paruh baya itu kaget. Ia kembali berkata, "Tuan Tua Chen, apa kau tidak tahu? Nama Raja Legendaris pemimpin Organisasi Tempur adalah Chen Ling!"