Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Mereka Sangat Santai


__ADS_3

Di Akademi Ramuan Lu.


"Tuan, pasukan sudah siap menyerang Akademi Ramuan Bo," ucap salah satu bawahan Lu Zhong.


"Saat ini mereka sangat santai. Tidak ada persiapan dari mereka. Jadi kita bisa dengan mudah merebut akademi itu," ucap bawahan Lu Zhong yang lain.


"Kita juga bisa mengambil semua stok ramuan dan bahan obat. Mereka sangat kaya," ucap bawahan Lu Zhong yang lain.


"Bagus sekali. Bagus sekali," jawab Lu Zhong yang sangat puas dengan laporan bawahannya. Ia tersenyum puas karena sebentar lagi ia akan mendapat semua kekayaan di akademi itu.


"Besok pagi, segera sandera semua murid dan guru. Ambil semua bahan obat dan ramuan. Jangan biarkan satu orang pun kabur," perintah Lu Zhong dengan senyum liciknya.


Di Akademi Ramuan Bo sendiri, yang dipikir sangat santai, sebenarnya mereka sudah merasakan gejolak ini. Apalagi sejak Ling tidak datang lagi ke sini.


Zhuo Yang tidak mengenal relasi Ling di Kota Bayangan. Jadi, dia hanya bisa menelepon Tuan Tua Zhuo. Saat ini, Tuan Tua Zhuo menelepon Paman Qian.


Akhirnya Paman Qian lah tempat Zhuo Yang berkonsultasi.


"Aku merasa tidak tenang akhir-akhir ini. Sepertinya banyak mata yang mengawasi akademi ini dari berbagai sisi," ucap Zhuo Yang melaporkan kekhawatirannya.


Zhuo Yang mengenali Paman Qian. Dia adalah orang yang membawa dan menyiapkan segala fasilitas. Dia yang menyusun serta menyuruh pekerja untuk bekerja dengan teratur.


Dia sangat ahli dalam memberi perintah.


"Apakah masih ada penjaga dari Keluarga Chen?" tanya Paman Qian. Ia juga merasa was-was saat ini.


"Masih ada. Chen Tian selalu berjaga di luar, tapi ia tak pernah menemukan apa pun," jawab Zhuo Yang. Chen Tian adalah pimpinan penjaga Keluarga Chen.


"Jika begitu, aku akan meminta bantuan pada Keluarga Bo," ucap Paman Qian. Saat ini, ia belum tahu tentang kabar menghilangnya Bo Minghao dan Chen Lin. Jika dia tahu, mungkin keadaannya tak akan sesantai ini.


"Apakah Tuan Muda memiliki relasi lain? Tolong hubungi Zhuo Liam untuk datang ke sini. Aku butuh bantuannya," ucap Zhuo Yang lagi.


"Baik," ucap Paman Qian. Ia beranjak pergi dari akademi menuju kediaman Keluarga Bo.

__ADS_1


Di tengah perjalanan, Paman Qian menelepon A Shui. Ia tahu A Shui orang yang hebat dan ia berteman baik dengan Ling. Jika Ling tidak ada di sini, sepertinya A Shui bisa membantu.


Paman Qian sempat bertukar nomor dengan A Shui. Jadi dia bisa menghubunginya sekarang.


"Nona A Shui? Apakah Anda memiliki kesibukan?" tanya Paman Qian ragu-ragu. Sebenarnya ia takut mengganggu A Shui.


"Tidak, Paman. Apa ada masalah?" tanya A Shui santai.


"Apa kau bisa membantuku untuk melindungi akademi ramuan milik Tuan Muda? Dia tidak ada di sini sekarang dan aku merasa akan ada kekuatan besar yang menyerang akademinya. Saat ini Tuan Muda belum juga keluar dari wilayah kultivasi di universitas. Kau pasti sudah tahu hal itu," jelas Paman Qian dengan detail.


"Baik, Paman. Aku akan segera bergerak," jawab A Shui. Ia memutuskan panggilan.


Paman Qian memegang ponselnya dengan tangan bergetar. Perasaanya semakin tidak enak saat ia akan tiba di rumah Keluarga Bo.


Sejak ia mengurus fasilitas dan bahan-bahan di akademi ramuan, ia tidak lagi tinggal di Keluarga Bo. Ia tinggal di rumah Keluarga Chen dan merawat Chen Qi.


Jadi ia tidak tahu lagi apa yang terjadi di rumah Keluarga Bo.


Ada yang aneh dengan rumah ini.


Paman Qian tetap berjalan lurus. Walau ia penasaran dengan apa yang terjadi, ia tetap berjalan menuju ruang kerja pimpinan tetua. Ia sudah hapal dengan rumah ini, jadi dia bisa berjalan tanpa pemandu.


Di dalam rumah juga aneh. Tidak ada pelayan ataupun anggota keluarga yang lain. Rumah ini terasa sangat sepi.


Paman Qian tiba di depan pintu ruang kerja pimpinan tetua. Pintunya terbuka lebar, jadi dia bisa melihat pimpinan tetua yang sedang duduk sambil menopang dagu. Wajahnya terlihat sangat putus asa.


"Tetua, ada apa ini?" tanya Paman Qian yang semakin merasa tidak enak.


Pimpinan tetua sendiri terkejut melihat Paman Qian. Padahal ia sengaja tak memberitahu Keluarga Chen tentang hilangnya Chen Lin. Ia takut jika Keluarga Bo akan dianggap tidak becus menjaga anggota keluarganya sendiri.


"Ada apa Anda ke sini?" tanya pimpinan tetua berusaha mengontrol ekspresi terkejutnya.


"Di mana semua orang? Mengapa rumah ini sangat sepi?" tanya Paman Qian yang tahu memang ada yang tidak beres dengan rumah ini.

__ADS_1


"Mereka sedang berlatih," jawab pimpinan tetua berbohong.


"Ada apa Anda datang ke sini?" tanya pimpinan tetua langsung mengalihkan pembicaraan. Ia masih belum ingin memberitahu keadaan yang sebenarnya. Jika mereka memang tidak bisa menemukan Bo Minghao dan Chen Lin, mungkin saat itu mereka akan meminta bantuan.


"Akademi ramuan Tuan Muda sedang tidak aman. Apa boleh beberapa penjaga Keluarga Bo di bawa ke sana?" tanya Paman Qian langsung ke inti walau ia masih penasaran.


"Tidak aman bagaimana? Aku lihat akademi itu semakin berkembang," jawab pimpinan tetua.


"Sejak kepergian Taun Muda, seperti ada kekuatan besar yang ingin merebut akademinya. Aku tidak ingin saat ia kembali, akademinya malah hancur," jelas Paman Qian lagi.


"Jadi, apa boleh aku membawa beberapa penjaga Keluarga Bo?" lanjut Paman Qian bertanya.


Pimpinan tetua sangat bingung saat ini. Ia tidak mungkin menyerahkan penjaga Keluarga Bo begitu saja. Mereka masih harus mencari Bo Minghao dan Chen Lin. Dan hal itu membutuhkan banyak pasukan agar mereka cepat ditemukan.


Jika ia tidak memberikan pasukan, maka akademi akan dipertaruhkan, jika memang apa yang dikatakan Paman Qian akan terjadi. Namun jika ia memberikan pasukan, ia tidak dapat menemukan Bo Minghao dan Chen Lin.


Jika ia tidak bisa menemukan Bo Minghao dan Chen Lin secepatnya, ia takut berita ini akan cepat tersebar. Jika berita ini tersebar, keseimbangan Keluarga Bo akan terganggu. Mereka akan diserang oleh banyak keluarga besar yang memang sudah menginginkan Keluarga Bo.


Apalagi Ling belum kembali saat ini.


Saat seperti ini, pimpinan tetua rasanya sangat membutuhkan Ling. Biasanya Ling akan dengan mudah menyelesaikan masalah. Meski ia sedikit membencinya, ia tetap pewaris yang diakui.


Jadi saat ini ia hanya bisa mengharapkan Bo Shin.


"Bagaimana tetua?" tanya Paman Qian yang menyadarkan lamunan pimpinan tetua.


"Ah ...," pimpinan tetua sedikit terkejut. Ia kembali memikirkan masalah ini sejenak dan mengambil keputusan.


"Baik. Aku akan mengirim beberapa penjaga malam ini," jawab pimpinan tetua.


Paman Qian menghela napas lega. Setidaknya dia sudah mendapat dukungan kali ini.


Sedangkan pimpinan tetua menghela napas pasrah. Semoga keputusannya tidak salah untuk membantu akademi ramuan milik Ling. Lagipula, ia juga akan memanggil beberapa bantuan lagi.

__ADS_1


__ADS_2