
Di sisi lain, Ling telah memasuki laboratorium Keluarga Xiao. Ia juga mengenakan jas laboratorium putih yang mirip dengan milik mereka. Ia melihat botol kecil yang disegel di dalam es.
"Ini KKR-9?" tanya Ling.
"Benar. Rumus molekulnya terlalu sulit untuk dipahami. Aku bahkan meminta bantuan A Shui. Superkomputer tidak secerdas dia," jawab Lingxi menghela napas.
"A Shui memang selalu berbakat," bahkan Ling juga menghela napas. Untungnya mereka tidak anti-manusia. Jika tidak, dunia ini sudah lama hancur.
Ling datang ke sini hanya untuk melihat hasil KKR-9. Sebenarnya ia tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang virus, tetapi dalam hal menekan kelangsungan hidup virus, katanya ia adalah yang terbaik kedua.
"Baiklah, itu saja. Aku akan kembali dulu. Kau bisa bernegoisasi dengan Zhuo Nan untuk sisanya," ucap Ling. Ia melirik Zhuo Xia yang masih berdiri di pintu.
Lingxi memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya dan ekspresinya berubah serius.
Setelah Ling pergi, beberapa orang di laboratorium yang tidak mengenal Ling bertanya kepada orang di sekitar mereka, "Siapa pemuda itu tadi?"
Salah satu orang yang pernah ikut meneliti dengan Ling di Keluarga Bo tertawa kecil. Ia menjawab, "Apa kau tahu? KKR-9 pertama kali diusulkan olehnya, Tuan Muda Chen. Setahun lalu, ia mengatakan hal ini pada kami. Lalu, mengapa dia datang menemui kita di sini? Mungkin dia berpikir selama ini kita hanya bermain-main dengan Nona Muda."
Setelah mendengar jawaban ini, para peneliti saling memandang dengan tidak percaya. Mereka melihat ke arah KKR-9, kemudian ke arah Ling.
*
Sejak Ling bertemu Zhuo Xia di sini, Ling tidak pernah berpikir untuk kembali ke gunung Tuan Shangxuan. Tuan Shangxuan pun sepertinya tahu jika Zhuo Xia ada di sini. Karena baru saja ia mengirim pesan pada Ling agar tidak menemuinya kembali.
Zhuo Xia juga memiliki motif tersembunyi untuk datang ke sini. Sekarang semua urusannya hampir selesai. Ia hanya tinggal menunggu Ling pergi.
Zhuo Nan dan yang lainnya juga tidak mengikutinya beberapa hari ini. Sebaliknya, mereka sangat sibuk kesana kemari untuk membantu Zhuo Xia menyelesaikan sisanya.
Sedangkan Long Hua tidak memiliki tugas apapun sekarang. Walaupun tetua ingin dia berlatih keras, tetapi Zhuo Xia dan Zhuo Nan kelihatannya tidak akan menempatkannya di posisi penting.
Namun, Long Hua terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini. Jadi, ia tidak menyadari rencana itu.
Hari ini, ia melihat Ling sedang berbicara dengan orang asing luar pintu. Kelihatannya ia memang ingin sembunyi-sembunyi. Tampilan belakang orang itu masih berantakan seperti sebelumnya. Long Hua mengenalinya. Ia adalah orang yang mengobrol dengan Ling di balkon malam itu.
Dari ekor matanya, ia melihat Zhuo Nan dan tetua Xiao berjalan mendekat. Dia sedikit mengerutkan kening.
__ADS_1
"Zhuo Nan," mata Long Hua terlihat dingin ketika dia melihat tetua Xiao.
Kemudian, ia lanjut berbicara kepada Zhuo Nan, "Kita datang ke Keluarga Xiao atas hal-hal yang bersifat sangat rahasia. Walaupun aku tahu bahwa kau, Nona Zhuo, dan yang lainnya sangat mempercayai pemuda itu, kau harus tetap waspada terhadap orang lain."
Dia melihat ke arah Ling.
Zhuo Nan juga melihat ke arah Ling. Namun, ia melihat sosok lain bersamanya. Ia hanya melirik Long Hua sekilas, tidak mengatakan apapun, dan pergi meninggalkannya. Ia benar-benar tak bisa tetap di sini.
Tindakan Zhuo Nan membuat Long Hua mengerutkan kening. Namun, ia tak mengatakan apa-apa dan hanya melihat tetua Xiao. Ia berkata, "Tetua, aku minta maaf. Zhuo Nan ...."
"Tidak apa-apa, Tuan Long," jawab tetua Xiao dan tersenyum tipis.
"Aku hanya penasaran, apakah Anda sebenarnya tidak suka dengan Nona Muda kami," lanjut tetua Xiao berbicara.
*
Ling sama sekali tidak tahu jika Long Hua membicarakannya. Ia masih terus mengobrol dengan Lingxi.
"Kapan kau akan kembali? Aku dengar dari orang-orang Asosiasi Dewa Ramuan jika Kakek Chen berada di sana. Apakah ada hal yang terkait dengan ini?" tanya Lingxi yang tiba-tiba teringat hal itu.
Lingxi memang sedang meneliti virus. Ia setelah mendengar ini dari Bo Xue Ning dan yang lainnya. Dia juga tahu jika Ling memiliki hubungan dengan Keluarga Chen. Karena itu, ia tidak mengerti mengapa Chen Qi memilih tinggal di Asosiasi Dewa Ramuan.
Sudah hampir setahun.
*
Setelah Ling kembali ke luar negeri, ia mencari informasi tentang Long Hua.
Saat ini, ia sedang membolak-balik informasi itu di ruang belajar. Ketika ia membaca keseluruhan informasi itu, ia tercengang. Ini adalah pertama kalinya dia benar-benar melihat wajah Long Hua dan hal-hal tentang dirinya.
Ini adalah informasi yang sangat biasa. Dalam foto ini, wajahnya sedikit lebih muda daripada Long Hua yang sekarang. Dan ini hanya berisi informasi umum.
Tangan Ling bertumpu di atas meja. Saat ini, pandangan matanya meredup.
Tetua Zhuo juga berada di ruang belajar. Saat ia melihat bahwa Ling sedang mencari informasi tentang Long Hua, ia terkejut.
__ADS_1
Ia dengan cepat berkata, "Tuan Muda Chen, dia adalah penjaga rahasia yang telah menjalani pelatihan khusus di pulau itu. Dia terpilih tahun lalu dan sudah berpartisipasi dalam kompetisi seleksi hidup mati. Awalnya, Nona Zhuo tidak ingin dia datang ke kediaman, tetapi setelah melihat jika dia telah menjalani pelatihan khusus hidup mati, Nona Zhuo tak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya tidak mengizinkannya mendekati kediaman."
Ling merasa aneh dalam hatinya. Ia meletakkan dokumen informasi itu dan merespon ringan, tanpa berkata apapun.
Dia mengenal pria ini.
Mungkin karena Ling telah mengenalnya sejak lama.
Tetua tidak memperhatikan ekspresi aneh Ling. Ia tetap menunjukkan dirinya yang bersemangat di depan Ling.
Ling memijat pelipisnya dan berkata, "Tetua, aku akan keluar sebentar."
Barulah saat itu tetua merasa ada yang salah dengan Ling. Namun, ketika ia membuka mulutnya, ia tak memiliki kesempatan untuk mengatakan apapun.
*
Saat Ling turun, Zhuo Xia kebetulan masuk. Melihat Ling seperti ini, ia berhenti dan berkata, "Kemana kau akan pergi?"
"Aku akan mencari Kakek. Dia berada di Asosiasi Dewa Ramuan. Aku khawatir padanya," jawab Ling dengan malas.
Ling tidak kelihatan berbeda dari sebelumnya, tetapi ada sesuatu yang salah. Zhuo Xia mengerutkan kening saat melihatnya pergi.
Ia tidak mengikuti Ling dan naik ke atas.
Saat itu, tetua masih kebingungan mengapa Ling pergi. Ketika Zhuo Xia masuk, ia langsung berbalik, "Nona Muda ...."
Zhuo Xia melihat sebuah dokumen yang diletakkan di atas meja. Matanya menjadi gelap dan atmosfer di ruang belajar langsung berubah drastis.
Tetua tidak berani berbicara lagi. Setelah beberapa saat, ia mendengar Zhuo Xia bertanya, "Apa yang baru saja dia lihat?"
Tetua Zhuo tahu yang dimaksud Zhuo Xia adalah Ling. Jadi, dia segera menceritakannya.
Ketika mendengar ceritanya, Zhuo Xia perlahan mengencangkan cengkramannya pada kertas itu. Ia menatapnya, "Long Hua ini ... suruh seseorang untuk memberikan semua informasi tentangnya."
Bukan karena Zhuo Xia tidak curiga jika ada alasan lain mengapa ledakan itu terjadi sepuluh tahun yang lalu. Namun, seluruh pulau telah diledakkan dan hanya orang-orang itu yang tersisa. Dia tidak bisa menemukan apapun lagi.
__ADS_1
Jadi, saat ia bertemu Long Hua, ia tahu jika dia juga salah satu dari orang-orang itu. Ia juga salah satu yang diselamatkan oleh orang itu dengan nyawanya. Saat itu, ia tak mengatakan apa-apa.
Namun, tindakan Ling memberitahunya jika masalah ini tidak sesederhana itu.