
Markas Pegasus yang berada di Kota Bayangan cukup besar. Mereka sangat berani membuat markas di daerah yang cukup terbuka. Bahkan daerah ini termasuk dalam daerah elit. Jika Ling ingin menghancurkan markas ini, ia harus berhati-hati karena tidak bisa menarik perhatian.
"Lompat," perintah Ling.
Mereka berempat melompat. Saat ini mereka mendapat arahan dari A Shui. Sebelumnya mereka sudah berdiskusi tentang hal ini.
"Ke sebelah kanan," ucap A Shui yang menggema di telinga mereka.
"Tidak ada penjaga di pintu satu. Nyonya Zhao berada di sana. Sebaiknya segera berikan ramuan penolong," ucap A Shui masih memberi arahan. Ucapannya jelas dan tegas. Ia memang benar orang terlatih dari Organisasi Tempur.
"Zhao Ran berada di pintu lima. Dia hampir mati. Keluarga Zhao yang lain berada di kamar empat. Keadaan mereka tak jauh beda dengan Zhao Ran," ucap A Shui lagi. Kali ini suaranya terdengar lebih serius.
"Bawa ramuan ini dan selamatkan Zhao Ran. Bawa Keluarga Zhao yang lain keluar. Su Wen Ai, datang kembali ke sini untuk membawa Nyonya Zhao. Jika kalian sudah berhasil keluar, segera menjauh dan hapus jejak," ucap Ling sambil melempar sebotol ramuan merah.
"A Shui, pimpin mereka. Aku akan membereskan hal yang lain," ucap Ling lagi. Ia mengusap lembut topeng yang dipakainya.
Ia dengan santai menuju pintu satu.
Saat membuka pintu, Ling melihat seorang wanita paruh baya sedang duduk meringkuk. Tubuhnya bergetar kedinginan. Pakaian sudah sangat acak-acakan.
Ling sungguh terkejut. Bibi yang selama ini dilihatnya selalu anggun dan berwibawa, sekarang keadaannya sangat jauh berbeda.
"Bibi," Ling menghampiri Nyonya Zhao. Saat mendengar ada yang memanggilnya, Nyonya Zhao mengangkat kepala. Pandangannya sedikit buram. Ia tak dapat melihat jelas siapa yang ada di depannya.
"Zhao Ran sudah menunggumu. Ayo, minum ini, Bibi," ucap Ling. Ia sudah berjongkok dan membuka ramuan. Ia dengan perlahan meminumkannya pada Nyonya Zhao.
Nyonya Zhao hanya patuh. Ia tak dapat bergerak atau berkata apapun lagi.
Saat ini, keadaan Nyonya Zhao membaik. Tubuhnya berhenti bergetar dan pandangannya sudah lebih jelas. Ia menatap ke arah Ling dengan lekat.
"Kau siapa, Nak?" tanya Nyonya Zhao dengan suara parau.
__ADS_1
Belum sempat Ling menjawab, langkah kaki terdengar. Su Wen Ai memasuki ruangan dan bersiap membawa Nyonya Zhao.
"Hati-hati," ucap Ling. Ia membawa Nyonya Zhao dengan pelan. Kemudian menyerahkannya dengan Su Wen Ai.
Su Wen Ai melihat, Ling sangat hati-hati terhadap Nyonya Zhao. Walau ia tak tahu apa hubungan Ling dengan Keluarga Zhao, tapi ia mengerti jika Ling tidak akan mengungkapkannya. Lagipula, Ling pasti akan memberitahu mereka suatu saat nanti.
Setelah memastikan Su Wen Ai dan Nyonya Zhao pergi, Ling bergerak lebih jauh.
"Kamar A memiliki keamanan tingkat tinggi. Sepertinya banyak rahasia tersembunyi di sana," ucap A Shui yang sudah selesai memberikan arahan pada ketiga teman Ling.
"Cih terlalu banyak celah," ucap Ling santai. Ia membuka pintu kamar itu dengan mudah. Mungkin bagi orang-orang, ini adalah keamanan tingkat tinggi, tapi bagi Ling, ini adalah hal kecil.
Ia memasuki kamar bernuansa kayu. Di seluruh sudut ruangan terdapat patung kuda bersayap. Ling berdecak saat melihat patung itu. Dengan satu lambaian tangan, ia menghancurkan patung yang ada di keempat sudut.
Setelah itu, Ling menggeledah kamar. Ia mencari dokumen yang menurutnya penting. Namun ia meninggalkan barang-barang yang ada di sana, bahkan yang mahal sekalipun.
"Daftar kontrak kerja? Bagus. Ternyata banyak keluarga besar yang masih bergabung dengan organisasi ini. Aku akan memberantas kalian satu persatu," gumam Ling pelan. Ia memasukkan dokumen itu.
Saat ini, para penjaga sudah jatuh. Mereka tak membunuhnya. Bagaimanapun, para penjaga ini adalah yang terbaik. Jika dijatuhkan juga hanya bertahan beberapa menit. Maka dari itu, mereka harus melakukan misi dengan cepat.
"Berjalan lewat jalur belakang. Banyak rintangan tapi itu yang paling aman," ucap A Shui melanjutkan.
Dengan arahan A Shui, Ling berjalan ke jalur belakang. Saat ia berdiri di depan pintu, mata orang biasa hanya akan melihat udara kosong. Namun, dengan penglihatan Ling yang tajam, ia bahkan bisa melihat rintangan yang tidak diaktifkan.
Dengan gerakan yang cepat, ia menghindari rintangan-rintangan itu. A Shui hanya bisa tertegun melihat aksi Ling lewat layar laptop. Sudah lama ia tak melihat Ling membawa misi dengannya. Saat ini saat melihatnya lagi, ia merasa seperti kembali ke masa lalu.
"Ayo, pergi," ucap Ling santai kepada ketiga temannya.
Mereka berjalan menjauhi markas dengan langkah santai. Dalam jarak satu kilometer, mereka mendengar suara sirine mobil.
*
__ADS_1
Ling tidak kembali ke asrama. Ia memilih kembali ke rumah Keluarga Chen.
Saat ia sampai di depan kamar, ia melihat seseorang duduk di dekat jendela. Sosoknya anggun dan dingin. Namun ia membuat orang ingin mendekatinya.
"Kau sudah kembali," ucap Ling membuka percakapan. Ia dengan tenang masuk dan berbaring di kasurnya.
"Kau dari mana?" tanya Zhuo Xia dingin. Meski begitu, terasa sedikit kehangatan di dalamnya.
"Bermain," jawab Ling singkat. Ia memejamkan matanya untuk mendapat sedikit ketenangan.
"Apa yang kau lakukan akhir-akhir ini?" tanya Zhuo Xia lagi. Nadanya penuh intimidasi.
"Apa yang kau pedulikan?" tanya Ling. Ia sudah bangkit dan menghela napas. Ia tak bisa terus menerus melawan Zhuo Xia.
"Aku mempedulikan kau," jawab Zhuo Xia santai seolah hal itu sudah biasa baginya.
Ling hanya bisa mendesah pelan. Ia cukup lelah sekarang. Jadi ia tak ingin berdebat lebih jauh dengan Ling.
"Raja!" teriak seseorang dari luar. Itu adalah Lingxi.
Ketika dia masuk, dia sangat terkejut melihat Zhuo Xia. Apalagi saat ia menyebut kata Raja dengan sangat kuat.
"Mengapa dia bisa ada di sini?" tanya Zhuo Xia. Ekspresinya sama sekali tak bisa dibaca.
"Dia temanku," jawab Ling mencoba tetap tenang. Namun tetap saja ia tahu jika Zhuo Xia pasti mengenal Lingxi.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Zhuo Xia lagi. Ia memiliki banyak pertanyaan untuk Ling setelah ia kembali. Karena ia belum memiliki informasi apapun tentangnya.
"Apa urusannya denganmu?" tanya Lingxi. Ia tak mengenal Zhuo Xia. Jadi dia cukup berani membela Ling dari Zhuo Xia yang sangat mendominasi.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Zhuo Xia lagi. Ia mengabaikan Lingxi dan tatapannya hanya untuk Ling.
__ADS_1
"Baik, jika kau tak ingin memberitahu, aku akan mencaritahu sendiri," ucap Zhuo Xia dingin. Lingxi sampai merinding dibuatnya.
"Aku sarankan kau untuk lebih banyak bermain dengan Chester," ucap Zhuo Xia sebelum benar-benar pergi dari kamar Ling.