
Cangkir di tangan Han Shuangfu jatuh dan pecah. Sedangkan tetua menatap botol air di tangan Zhuo Xia. Ia berkata dengan suara bergetar, "Nona ... Nona Zhuo ... apa Anda bercanda?"
"Temui keluarga ahli ramuan di Kota Bayangan. Kalian bisa memintanya untuk mengecek," ucap Zhuo Xia. Ia meletakkan botol itu dan pergi untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya.
Han Shuangfu dan tetua saling pandang.
"Kita memiliki ahli ramuan. Aku akan menemuinya," ucap tetua setelah pulih dari keterkejutannya.
Han Shuangfu mengangguk. Meski ia tahu jika Zhuo Xia bukan orang yang suka bercanda, tapi ramuan tingkat tinggi di dalam botol air besar? Jelas saja itu seperti bercanda. Orang kaya mana yang meletakkan ramuan tingkat tinggi di dalam botol biasa?
Ketika tetua sampai di kediaman ahli ramuan, ia langsung memberikan ramuan itu. Awalnya ahli ramuan hanya mengira tetua menyuruhnya mengecek ramuan biasa. Namun, ia sungguh terkejut ketika membuka botol itu.
"Ada apa?" tanya tetua saat melihat ekspresi ahli ramuan.
Ahli ramuan itu terpana sejenak sebelum ia mulai memeriksa ramuan itu di alat kemurnian ramuan.
Tetua menunggu dengan gelisah. Ia melihat jamnya yang menunjukkan pukul setengah 10. Ia berkata pada Han Shuangfu, "Sudah waktunya. Ayo kita temui Zhuo Shiaonian."
Saat Han Shuangfu akan pergi bersama tetua, ahli ramuan itu berteriak, "Nona Muda! Darimana Anda mendapat ramuan ini? Ini adalah ramuan tingkat tinggi dengan kemurnian 95%! Astaga aku tak pernah melihat ramuan seperti ini sebelumnya. Bahkan ini sebotol penuh! Nona, katakan padaku di mana ahli ramuan yang membuat ramuan ini. Izinkan aku bertemu dengannya."
Han Shuangfu mengerutkan kening.
Namun, ahli ramuan itu tak peduli dan terus mengoceh, "Nona, jangan pernah melawan ahli ramuan ini. Kekuatannya lebih mengerikan daripada Zhuo Shiaonian."
"Lebih kuat dari Zhuo Shiaonian?" tenggorokan Han Shuangfu rasanya tercekat.
"Zhuo Shiaonian pernah membuat ramuan paling tinggi dengan kemurnian 80%, tapi itu juga ramuan tingkat menengah. Itu tidak bisa dibandingkan bahkan tidak pantas dibandingkan dengan ramuan tingkat tinggi dengan kemurnian 95%. Nona, Anda pernah meminum ramuan dengan kemurnian 80%. Anda tentu tahu seberapa jauh perbedaan 80% dan 95% itu."
Di luar, penjaga terus mendesak Han Shuangfu untuk pergi ke kediaman Zhuo Shiaonian.
Saat mendengar ini, Han Shuangfu mencibir, "Pergi ke tempat Zhuo Shiaonian? Apa aku akan mengemis padanya sekarang? Dengarkan, aku tak akan menemuinya!"
Mendengar jawaban Han Shuangfu, penjaga menatap tetua seolah minta pertolongan. Namun tanpa diduga, tetua itu tak mengalihkan pandangannya dari botol dan berkata, "Dengarkan Nona."
Han Shuangfu tersadar setelah diam cukup lama. Kini ia ingat jika Ling lah yang memberikannya ramuan itu. Namun apa yang dia lakukan sebelumnya? Dia malah ingin memberikan ramuan tingkat menengah pada Ling. Ia juga ingat saat Liam dan yang lainnya juga memiliki botol air yang sama.
Tidak heran Lin Guxi sangat terkejut saat melihat botol air itu.
Dia merasa Ling hanyalah orang biasa. Namun orang biasa mana yang memiliki ramuan tingkat tinggi seperti itu? Kemudian ia mengambil ponselnya dan memanggil Ling.
*
Ling sedang mengetik di komputernya saat menerima panggilan. Ia mengambil earphone dan memakainya kemudian menjawab, "Apa?"
"Kakak ipar ... botol air yang kau berikan ...," Han Shuangfu tak bisa menyelesaikan kalimatnya.
Ling menyadari jika Han Shuangfu telah tahu tentang botol itu. Jadi ia hanya menjawab, "Itu adalah ramuan tingkat tinggi. Gunakan dengan baik. Aku masih memiliki beberapa ramuan lagi. Aku punya urusan, jika kau tidak ingin bicara lagi aku akan menutup panggilan."
Han Shuangfu pun mematikan panggilan karena tak ingin mengganggu Ling.
Seseorang mengetuk pintu Ling. Kemudian ia berkata, "Masuk."
Itu adalah Lin Guxi.
__ADS_1
Mengetahui maksud Lin Guxi, Ling melepaskan earphone dan berkata, "Apa bahan obatnya sudah dikirim?"
"Bahan obatnya sudah sampai di Kota Urban. Berikan aku alamat spesifiknya," jawab Lin Guxi.
"Alamatnya di kediaman Keluarga Yu," jawab Ling.
Saat Lin Guxi ingin mengatakan sesuatu lagi, ponsel di sakunya berdering. Ia melihat nama pemanggil yang ternyata adalah orang yang tidak berhubungan baik dengan Lin Tian.
Ia ingin keluar ruangan, tapi melihat Ling ia merasa segan. Jadi dia tetap berada di ruangan itu.
"Halo?" ucap Lin Guxi.
"Kau benar-benar menarik kembali semua bahan obat yang akan dikirim ke Asosiasi Dewa Ramuan? Apa kau sudah gila?" ucap orang itu.
"Aku tahu batasan," jawab Lin Guxi sambil melirik Ling yang ekspresinya tidak berubah.
"Kau tahu batasan? Kau bilang kau tahu batasan? Apa kau tahu apa akibatnya menyinggung Asosiasi Dewa Ramuan? Jika kau tidak takut mati, tapi aku takut. Kau malah lebih percaya pada ahli ramuan yang kau temukan di jalanan. Jika kau tetap percaya pada ahli ramuan jalanan itu maka aku akan melenyapkannya," ucap orang itu dengan nada emosi.
Lin Guxi hanya diam dan mematikan panggilan sepihak.
Ling terkekeh saat mendengar ini. Ia berkata, "Kau ingin membunuh ahli ramuan jalanan itu?"
"Tentu saja tidak!" jawab Lin Guxi refleks. Sama saja ia mengantarkan nyawanya jika menyinggung Ling.
Ling tertawa kecil. Ia melihat kembali ke komputernya.
"Berikan daftar ramuan yang kau mau ke Liam," ucap Ling.
Ling memiringkan kepalanya. Ia berpikir sejenak kemudian berkata, "Sekitar 30%."
Mendengar ini, Lin Guxi gemetar.
"Apa menurutmu terlalu tinggi?" tanya Ling heran.
"Tidak! Menurutku itu terlalu rendah," Lin Guxi buru-buru menjawab.
"Kau pikir 30% itu rendah?" tanya Ling heran.
Mendengar ini, Lin Guxi tertawa pahit. Ia berkata, "Tuan Muda Chen, saat orang-orang melakukan kesepakatan dengan Asosiasi Dewa Ramuan, mereka hanya mendapat keuntungan 50%."
"50%? Itu sangat merugikan," ucap Ling. Sedangkan Lin Guxi tetap tersenyum pahit.
Kini Ling memikirkan untuk menaikkan harga ramuan.
*
Sedangkan di luar negeri, seorang pria tua yang berdiri di depan Lin Tian terlihat sangat marah. Ia sangat ingin meninju Lin Tian, tapi ia sadar akan kekuatannya.
"Semua bahan obat telah sampai di Kota Urban. Lihatlah apa yang akan terjadi nanti. Kalian sendirilah yang akan menjadi penyebab kehancuran Keluarga Lin," ucap pria itu kemudian pergi.
Saat ia sampai di depan pintu, ia menelepon Zhuo Shiaonian.
"Maaf, Nona. Ini diluar kehendakku," ucap pria itu dengan tulus.
__ADS_1
Zhuo Shiaonian menjawab dengan tenang, "Tidak apa. Lin Guxi mencari ahli ramuan itu ke Kota Urban, kan? Jangan khawatirkan hal ini lagi."
"Nona ...," ucapan pria itu terhenti.
"Ayo kita bergerak sekarang," ucap Zhuo Shiaonian. Kemudian, panggilan itu mati.
Orang dari Keluarga Lin yang ada di sana sangat terkejut.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa ini akhir dari Keluarga Lin?" tanya salah satu dari mereka. Sekarang Asosiasi Dewa Ramuan jelas telah berselisih dengan mereka. Jika kabar ini tersebar maka tidak akan ada lagi yang mau bekerjasama dengan mereka.
Saat itu terjadi keluarga Lin akan hancur.
"Tidak," jawab Lin Tian tenang.
"Aku dengar, Lin Guxi telah menemui ahli ramuan. Ia hanya menginginkan 30% keuntungan," lanjut Lin Tian.
"Apa Anda percaya padanya? Lin Guxi pasti telah dijebak," ucap salah satu orang di Keluarga Lin.
Kali ini, Lin Tian tak menjawab.
*
Di kediaman Zhuo Shiaonian, penjaga memberitahunya jika Keluarga Han dan Keluarga Lin tak akan menemuinya.
Ia mencibir, "Tidak apa jika mereka tidak akan datang. Katakan pada para tetua jika kita tak akan pernah bekerjasama lagi dengan mereka. Aku ingin lihat apa yang akan terjadi pada mereka karena tidak punya ramuan."
Tetua tiba. Ia melihat wajah marah Zhuo Shiaonian. Ia pun bertanya dan penjagalah yang menjawab.
Mendengar jawaban ini, ia berkata, "Nona, Anda adalah penerus Asosiasi Dewa Ramuan. Anda sudah membuat keputusan yang tepat. Meskipun Keluarga Han dan Keluarga Lin mempunyai ahli ramuan, tapi itu tidak sehebat dari Asosiasi Dewa Ramuan. Sekarang biarkan mereka merasakan akibatnya."
Zhuo Shiaonian menyeruput tehnya dan tersenyum tipis.
*
Han Shuangfu telah memberitahu Bai Xiaoqi jika Ling memberi mereka sebotol besar ramuan tingkat tinggi.
"Nona, apa yang terjadi dengan Nona Han? Tidak baik untuk berselisih dengan Zhuo Shiaonian sekarang. Kalian adalah saudara, mohon bujuk dia. Jangan sampai Keluarga Han hancur karena hal ini," ucap tetua Keluarga Bai.
Bai Xiaoqi tertawa dan menjawab, "Tetua, katakan pada Kakek jika kita tidak perlu menemui Asosiasi Dewa Ramuan.
Suara di ujung telepon terdiam.
"Nona ... Nona jangan bercanda. Keluarga lain saja sudah menjauhi kita karena Keluarga Han berselisih dengan Asosiasi Dewa Ramuan," ucap tetua itu. Padahal ia ingin Bai Xiaoqi membujuk Han Shuangfu, tapi malah ia mengatakan hal yang tak pernah ia bayangkan.
"Aku tidak bercanda. Aku tidak peduli jika mereka menjauhi kita karena berselisih dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Karena saat kita di puncak nanti, mereka akan memanfaatkan kita," jawab Bai Xiaoqi tersenyum sambil melihat botol air di tangannya.
"Nona, apa maksud Anda?" tetua itu bingung. Apa maksudnya jika mereka akan dimanfaatkan? Mereka tak berhubungan lagi dengan Asosiasi Dewa Ramuan jadi mereka bukan apa-apa. Mengapa Bai Xiaoqi sangat percaya diri?
Bai Xiaoqi menggenggam erat botol air di tangannya. Ia kembali bicara, "Tetua, katakan pada Ayah untuk segera datang ke Kota Bayangan. Aku ingin menunjukkan sesuatu padanya."
"Apa itu?" tanya tetua gelisah.
"Ramuan tingkat tinggi dengan kemurnian 95%. Apa kau percaya?" jawab Bai Xiaoqi tenang.
__ADS_1