
"Mulai saat ini, Chen Ling akan menjadi Tuan Muda Pertama. Aku harap kalian bisa akrab dengannya," ucap Bo Minghao masih dengan tersenyum. Namun nada bicaranya sudah berubah ketika melihat tatapan Bo Hongyun.
Bo Hongyun tetap menatap Ling dengan merendahkan. Selama ini ia selalu menjadi kebanggaan Keluarga Bo. Semua orang menghormatinya. Ia mendapatkan tempat seperti itu karena kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Namun hanya karena Bo Minghao ingin anaknya menjadi yang pertama, ia harus menyerahkan tempat. Bukankah tidak adil?
"Aku akan melakukan yang terbaik," jawab Bo Hongyun sambil menunduk. Dalam hati ia merutuki Ling. Karena kehadiran Ling, kerja kerasnya selama ini sia-sia.
Para tetua yang sudah hadir dan pimpinan tetua, merasa kasihan terhadap Bo Hongyun. Mereka memasang wajah kusut saat melihat Ling. Kemudian pimpinan tetua kembali berkata, "Tuan Besar Bo, aku berpikir Anda ini keterlaluan. Selama ini Bo Hongyunlah yang selalu membawa nama baik Keluarga Bo. Mengapa Anda dengan teganya memberi tempat Bo Hongyun kepada Chen Ling? Sepertinya Anda salah menggunakan kekuasaan."
Suasana semakin menegangkan.
Bo Minghao hanya menatap mereka dengan tenang. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Ling. Lalu ia menyeringai tipis.
Para tetua membeku melihat ini.
Namun Ling sebaliknya. Ia menyilangkan tangan dan berdiri dengan santai.
Kemudian Bo Minghao teringat perkataan Chen Lin bahwa Ling tak terlalu peduli dengan gelar sebagai tuan muda ini. Dan juga tak ada yang bisa memaksanya melakukan sesuatu. Dia akan melakukan hal yang dia mau.
Awalnya Bo Minghao sedikit tidak percaya dengan hal ini. Gelar tuan muda dari Keluarga Bo merupakan gelar yang sangat agung. Jika seseorang menolaknya, akan dianggap gila.
Namun ia percaya setelah melihat sendiri. Ling tak terlalu peduli dengan Keluarga Bo.
"Salah menggunakan kekuasaan? Bukankah kalian telah kuberi kebebasan untuk memakai slot milikku selama bertahun-tahun? Aku menyerahkan itu pada kalian dengan baik, jadi kalian harusnya dengan tahu diri mengembalikan itu dengan baik pula. Apa kalian sudah terlena dengan hal itu? Apa kalian pikir aku lemah karena selama ini hanya diam?" Bo Minghao melontarkan pertanyaan bertubi-tubi pada mereka. Setiap pertanyaan itu sangat telak. Para tetua terdiam dan tak berani bergerak. Suara dingin Bo Minghao menjalar ke tubuh mereka.
Sebenarnya Bo Minghao tak ingin menghina orang-orang ini di depan Ling dan Chen Lin. Apalagi kehadiran mereka harusnya menjadi hal yang membahagiakan. Namun Bo Minghao tak tahan melihat mereka dihina seperti itu.
Saat ini mereka semua ditekan oleh Bo Minghao. Memang benar, bagaimanapun Bo Minghao masih yang terkuat dalam keluarga ini.
"Dia harus segera melakukan upacara. Kalian mau atau tidak. Suka atau tidak," ucap Bo Minghao tegas tanpa bantahan.
__ADS_1
Bo Hongyun mengepalkan tangannya erat. Ia mendengus napas kasar. Namun ia tetap mempertahankan ekspresi tenangnya. Apa ia harus menyerah sekarang karena ia bukan anak dari Bo Minghao? Apa ia harus mengalah karena garis keturunannya lebih rendah?
"Hongyun, kau harus melepas gelar sebagai Tuan Muda Pertama," ucap Bo Minghao yang melihat Bo Hongyun hanya menatap tajam ke arah Ling.
"Mengapa? Anda ingin aku mundur begitu saja hanya karena dia putramu?" tanya Bo Hongyun dengan nada menyedihkan.
"Ah ... tapi sudahlah .... Tentu saja aku akan memberikan gelar ini pada putra Anda," ucap Bo Hongyun dengan sinis.
Bo Minghao merasa emosi mendengar jawaban Bo Hongyun. Apa maksudnya memberikan? Itu memang gelar milik Ling. Apa selama ini ia menganggap itu miliknya hingga ia lupa diri?
Ling sedikit bergerak saat melihat Bo Minghao semakin emosi. Ia bergerak karena Chen Lin terlihat khawatir dengan suaminya. Jadi Ling menghentikan Bo Minghao.
Ia berjalan pelan dan menangkap tangan Bo Minghao. Tak ada yang melihat ini karena gerakannya sangat cepat. Bo Minghao melirik Ling dengan kaget. Tadi ia sangat emosi hingga mengeluarkan seluruh kekuatannya. Namun Ling dapat menahannya dengan satu tangan?
Selama ini tak ada yang dapat menahan amarahnya.
"Kapan akan dimulai?" tanya Ling yang akhirnya bersuara.
"Memulai persyaratan upacara," jawab Ling lagi. Ia sudah melepaskan genggamannya pada lengan Bo Minghao.
"Besok," ucap pimpinan tetua secara langsung. Ia tak ingin Ling kabur dari masalah ini. Jadi secepatnya ia akan memulai upacara.
Namun ia lebih dulu melihat ke arah Bo Minghao. Saat ekspresi Bo Minghao tak terlihat keberatan, ia menghela napas lega.
"Kakak Pertama, apa kau serius?" tanya Bo Hongyun. Ia terlihat menahan tawanya.
"Aku dengar kau berasal dari Kota Urban. Sepertinya itu kota terpencil. Jadi mungkin kau tidak tahu bagaimana syarat upacara Keluarga Bo," ucap Bo Hongyun lagi. Ia tersenyum mengejek.
"Kau belum cukup kuat. Kau seharusnya berlatih lebih dulu. Apa kau yakin tidak ingin mempertimbangkannya Kakak Pertama?" ucapan Bo Hongyun terdengar simpati kepada Ling. Padahal ia mengejek Ling yang tidak punya kemampuan.
Para tetua malah semakin kesal. Salah satu tetua berkata, "Tuan Muda Hongyun, dia merebut tempatmu. Jangan lagi pedulikan dia."
__ADS_1
Para murid yang hadir juga ikut kesal. Selama ini Bo Hongyunlah yang menjadi panutan mereka. Bo Hongyun jenius dikalangan mereka. Jadi wajah jika mereka marah karena ada yang akan menggeser tempatnya.
"Kakak Hongyun, abaikan saja dia. Dia tak pantas berada di dalam Keluarga Bo," ucap salah satu murid wanita. Ia terlihat paling berani di antara yang lain.
Ketidaksukaan terlihat jelas diantara mereka. Posisi Ling saat ini seperti dipojokkan. Dia seperti penjahat karena memanfaatkan kekuatan ayahnya untuk menempati posisi tinggi.
"Suah, tidak apa," ucap Bo Hongyun dengan suara getir.
"Aku dengar Kakak Pertama berhasil masuk ke Universitas Internasional Kota Bayangan. Dia pasti cukup hebat di kampungnya," ujar Bo Hongyun lagi.
"Namun aku ingin tahu Kakak Pertama mendapat posisi ke berapa saat masuk ke ruangan rahasia?" tanya Bo Hongyun mencoba semakin menindas Ling.
Mendengar pernyataan Bo Hongyun, yang lain semakin menatap sinis ke arah Ling. Bagaimana mungkin seorang dari kampung bisa masuk ke Universitas Internasional Kota Bayangan? Bo Minghao pasti telah membantunya lagi.
Kemudian salah satu murid menyahut, "Kakak Hongyun mencapai peringkat ke-50 dalam misi itu. Dia menjadi yang terbaik dalam sejarah."
"Bahkan hanya sedikit dari orang di Keluarga Bo yang bisa masuk peringkat ke-300. Kakak Hongyun adalah yang terbaik," ucap salah satu siswa lagi.
"Hongyun memang yang terbaik. Dia masuk ke Universitas Internasional Kota Bayangan dengan kemampuannya. Dia selalu berprestasi dan mendapat peringkat tinggi. Bisakah kau bayangkan betapa hebatnya dia?" tanya pimpinan tetua yang dimaksudkan untuk merendahkan Ling.
"Pimpinan tetua, Hongyun, apa kalian tahu bahwa ada pemecah rekor yang mendapat peringkat satu dengan poin 300 juta?" tanya Bo Minghao masih dengan senyum tenangnya.
"Tentu saja aku tahu. Darimana dia berasal. Apakah dari Keluarga Zhuo atau Keluarga Zhao?" tanya pimpinan tetua percaya diri.
"Aku tidak tahu tentang itu. Tidak mungkin Kakak Pertama, kan?" tanya Bo Hongyun masih saja menghina Ling.
Bo Minghao tersenyum. Ia menjawab dengan santai, "Itu memang Chen Ling."
"Dia selalu merendahkan diri. Ia tak pernah memamerkan prestasinya. Jika kau tidak percaya kau bisa melihat nama dan fotonya tergantung di museum universitas. Bahkan ia sudah membuat cetak telapak tangan," ucap Bo Minghao lagi yang semakin membuat mereka terkejut.
Kesombongan mereka hancur seketika.
__ADS_1