Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Candaan yang dianggap Serius


__ADS_3

"Tuan, apa yang diberikan penipu itu?" tanya kepala pelayan.


Dokter dari Asosiasi Dewa Ramuan itu menggeleng. Ia menatap ramuan di depannya dengan tidak percaya, "Ini ... ini bukan ramuan palsu."


"Tidak palsu? Ternyata penipu itu masih memiliki hati," jawab kepala pelayan sedikit terkejut.


Namun, dokter itu kembali berkata, "Ini ... sebotol ramuan tingkat tinggi!"


Setelah ia mengatakan itu, keadaan menjadi hening. Kepala pelayan juga berhenti memanggilnya penipu.


Ramuan tingkat tinggi sangat langka. Bahkan Asosiasi Dewa Ramuan hanya memiliki beberapa ratus botol setiap tahun. Bisa dikatakan ramuan tingkat tinggi tak ternilai harganya. Harganya bisa mencapai 10.000 - 50.000 koin.


Darimana ia mendapat ramuan itu?


Saat ini, wanita berwajah pucat berangsur-angsur bangun. Ia segera berdiri dan membungkuk kepada dokter, "Tuan, keterampilan medis Anda semakin baik. Saat aku bangun kali ini, kepalaku tidak lagi sakit dan tubuhku terasa lebih baik."


Setelah berbicara, ia menyadari tak ada yang merespon.


"Apa aku mengatakan hal yang salah?" wanita itu kebingungan.


"Nyonya, bukan aku yang menyelamatkan Anda tadi. Itu adalah seorang master," jawab dokter itu dengan malu.


Mendengar penjelasan putrinya, wanita itu semakin mengerti. Ia bertanya, "Bisakah kita menemukan Tuan Muda Wei?"


"Wei? Saya belum pernah mendengar tentang nama Keluarga Wei," jawab kepala pelayan. Ia juga sudah berpikir keras, tapi tetap tidak tahu Keluarga Wei di luar negeri.


Dokter itu berkata dengan ragu-ragu, "Sepertinya dia murid dari seorang Guru Besar di luar negeri. Kalau tidak, mana mungkin ia bisa memberikan ramuan tingkat tinggi dengan begitu santai."


"Apa pun itu, kami harus berterimakasih padanya. Dia memberimu nomor kartunya, kan?" tanya wanita itu pada putrinya.

__ADS_1


"Ya, Ibu," jawab putrinya.


*


Ling tidak tahu jika candaannya dianggap serius. Jika itu di Kota Bayangan atau Kota Urban, orang akan tahu ia bercanda saat menyebut nama Wei Hu. Namun, ini di luar negeri. Jadi mereka percaya begitu saja.


Saat ia berjalan ke asrama, ponselnya berdering. Ia melihat ada notifikasi 100.000 koin ditransferkan ke kartunya, "Cih, kalian cukup cepat."


Ling meletakkan ponselnya dan mengeluarkan bahan ramuan. Setelah itu ia akan pergi ke ruang ramuan akademi.


Dalam perjalanan, Gao Feng meneleponnya, "Tuan Muda Chen, apa Anda tahu siapa bos itu?"


Ling terdiam sesaat. Kemudian ia menjawab, "Aku baru saja datang ke luar negeri. Jadi aku tidak tahu."


Gao Feng mematikan panggilan dengan kecewa.


[Lakukan itu.]


Ling jarang mengirim pesan. Jadi, A Shui sangat tertarik dengan pesan itu. Ia pun log-in kembali ke forum akademi.


Ada banyak komentar terbaru di sini.


[Sepertinya itu hanya drama yang dilakukan oleh operator akademi.]


[Dia saja bisa mengontrol forum kita. Seberapa kuat bos nya?]


[Apa kalian tidak memikirkannya? Jika ada bos di akademi yang begitu kuat, bagaimana mungkin kita tidak mengetahuinya?]


A Shui awalnya hanya ingin membaca. Namun, terbesit ide di benaknya. Ia tersenyum dan mengetik di keyboard.

__ADS_1


Ketikannya ini mengejutkan semua orang.


*


Bai Chengsi adalah orang yang paling tertarik dengan gosip-gosip para murid. Sebelum pulang, ia melihat-lihat berita di ruang komputer akademi. Saat ia akan pulang, notifikasi muncul.


Seseorang dengan ID merah muncul di postingan teratas.


[Baik, Rajaku.]


Postingan ini kembali menggemparkan akademi. Mereka dengan cepat menebak jika orang yang disebut 'Raja' adalah 'bos' yang selama ini mereka cari. Ia bisa mengontrol forum dan membuat ID merahnya sendiri. Padahal, operator akademi sudah membuat aturan agar semua ID menjadi biru. Operator pun segera menyelidiki ini, tapi mereka tak menemukan apa pun.


Bai Chengsi tak segera pulang. Ia menatap lekat-lekat postingan itu, "Raja?"


Setelah beberapa saat, ia menelepon seseorang, "Periksa apakah ada seseorang bernama Raja."


"Raja? Nama ini seperti tidak asing," jawab orang di telepon.


"Kau tahu?" tanya Bai Chengsi semangat.


"Aku pernah mendengar nama ini sebelumnya, tapi aku lupa di mana. Aku akan melakukan yang terbaik dalam penyelidikan ini," jawab orang itu dengan nada bersalah.


Bai Chengsi pun menutup panggilan.


Baru saja akan melangkah, kepala pelayan meneleponnya, "Apa? Ibuku pingsan lagi?"


"Nyonya baik-baik saja sekarang. Ia diselamatkan oleh seorang master," jawab kepala pelayan.


Bai Chengsi langsung merasa lega, "Kalau begitu jaga Ibuku. Aku dalam perjalanan pulang."

__ADS_1


__ADS_2