Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Sangat Sulit Dipercaya


__ADS_3

Chen Wu adalah paman Ling. Ia adalah orang yang menjunjung nilai-nilai kebaikan. Jadi, saat mendengar kabar bahwa Wuzhou dikurung oleh Ling, ia menjadi sangat marah.


Poinnya di sini adalah menurut para pemegang saham, proposal Wuzhou sangat berguna untuk Chen Company. Ketika mereka tahu Chen Qi menolak proposal itu, mereka tidak akan tinggal diam. Apalagi alasan menolak Wuzhou adalah karena Ling. Bagaimana bisa mereka membuang berlian demi seseorang yang bodoh?


Ling mengetukkan jarinya di meja. Ia menyunggingkan senyum iblisnya. "Liam aku butuh bantuanmu," ucapnya santai.


"Apa itu?" tanya Liam hati-hati. Ia melihat mood Ling sedang tidak baik.


"Karena aku yang memulainya, maka aku yang akan menyelesaikannya," ucap Ling yang tak dimengerti Liam.


*


Sudah satu jam sejak kepergian Liam. Ling sedang menyusun bahan obat yang diberikan oleh Keluarga Zhuo. Bahan obat ini terlihat langka dan mahal. Ia juga memisahkan bahan obat yang akan digunakan untuk membuat ramuan pemulihan.


Ia mulai duduk bersila untuk berkonsentrasi sebentar. Ia perlu menetralkan pikiran-pikiran di otaknya. Setelah santai, ia mulai membuat ramuan pemulihan.


Karena peralatan di sini sangat terbatas, Keluarga Chen juga tak mempunyai laboratorium, Ling hanya menggunakan alat seadanya. Guci yang ia cari pun belum didapatkan. Mungkin hasil dari ramuan ini juga akan kurang maksimal.


Setelah beberapa jam, Ling selesai memurnikan ramuan. Ia menggoyang-goyangkan ramuan yang ada di botol kecil itu, menatapnya intens. Kemudian ia memejamkan mata dan dalam sekali teguk, ia menghabiskan semuanya.


Efek ramuan itu mulai bekerja. Ia merasakan sakit kepala yang luar biasa. Ia bahkan sudah menjatuhkan botol itu hingga pecah. Ia tak peduli keadaan lagi, kepalanya sangat sakit.


Ingatan-ingatan samar mulai terangkai jelas. Ia dapat melihat sesuatu yang selama ini mengganjal di hatinya. Walau masih ada beberapa hal yang buram, akhirnya ia mengerti sedikit setelah meminum ramuan itu.


Setelah beberapa menit, efek ramuannya perlahan menghilang. Ia menundukkan kepala dan menyeringai seram.


*


Keesokan harinya.


Ling sedang berada di sekolah. Ia melirik tajam Yuan di sampingnya yang sedang mencatat. Merasa ada yang memperhatikannya, Yuan menoleh.


"Apa?" tanyanya pada Ling.


"Apa?" tanya Ling balik.

__ADS_1


Yuan menaikkan bahu. Ia kembali mendengarkan guru dan mencatat. Jika bukan karena tatapan tajam Ling, ia juga tidak mau belajar. Dia ingin bersantai dan main game.


Dua mata pelajaran terakhir sudah berakhir. Sebelum mereka pulang, seorang asisten guru membagikan hasil kertas ujian.


Ini adalah ujian yang dilakukan dua minggu lalu oleh Ling yang asli. Ia mengambil kertas itu dengan santai dan melihat nilainya. Hasilnya sangat tidak enak dilihat. Dia kembali meletakkan kertas dan membuang muka.


"Hahaha! Ling, kau mendapat nol? Kau bahkan lebih rendah dariku," ucap Yuan saat mengintip nilai Ling.


Ling meliriknya datar. Ia mengulurkan tangan dan mengambil kertas Yuan. "Sepuluh dari seratus?"


Yuan mengerucutkan bibir. Ling lebih buruk darinya tapi ketika mengatakan itu, ia terlihat seperti mendapat nilai sempurna. Apalagi sikap santainya.


"Sepuluh bukan nilai yang kecil. Aku sudah mendapat nilai sepuluh sebanyak tujuh kali," jawab Yuan menjelaskan.


Saat ingin menjelaskan lagi, sosok cantik datang ke meja mereka. Walau masih tujuh belas tahun, tapi wajahnya terlihat dewasa. Dia meletakkan kertas tes kimia, kemudian berjalan pergi tanpa melihat mereka.


Ling menatapnya intens. Ia adalah Su Wen Ai, asisten guru yang ditempatkan di kelas mereka. Ia adalah seorang jenius dengan peringkat ketiga di sekolah.


"Dia sudah pergi," ucap Ling yang menyadarkan lamunan Yuan.


Ling mengabaikannya. Ia membereskan buku dan alat tulisnya. Kemudian bangkit dari kursi dan keluar kelas.


Saat tahu Ling sudah pergi, ia buru-buru membereskan buku-bukunya dan mengejar Ling.


"Di mana Liam?" tanya Yuan merasa ada yang aneh saat tidak ada Liam. Biasanya Liam akan dengan patuh berdiri di samping Ling. Hanya karena kelas mereka terpisah, mereka baru bisa menemui Liam saat di kantin atau ketika pulang sekolah.


Ling melangkahkan kaki dengan ringan, "Aku akan menemukannya."


*


Di sebuah restoran tak jauh dari sekolah.


"Liam, ada apa kau mencariku?" tanya Chen Wu. Ia sudah menghabiskan setengah kopinya, tapi orang di depannya masih saja tak mengatakan apapun.


Liam mengangkat kepalanya dan tersenyum, "Paman, sebenarnya bukan aku yang mencarimu."

__ADS_1


"Lalu siapa?" tanya Chen Wu sambil mengangkat alis.


Tiba-tiba, pintu ruangan mereka terbuka. Seorang pria tampan memasuki ruangan. Dengan satu tangan di saku celana dan juga tatapan yang malas, orang itu menatap Chen Wu dalam.


"Aku yang mencarimu, Paman," ucap Ling.


Chen Wu menatap balik orang di depannya dengan heran.


Keluarga Chen adalah salah satu bangsawan di Kota Urban. Meskipun mereka bukan yang menonjol, tapi mereka mengelola Chen Company dengan baik. Mereka tidak menyangka akan memiliki generasi yang bodoh dan tidak mengerti apapun.


Tidak masalah jika dia hanya bodoh, tapi dia juga sombong. Ia merasa percaya diri untuk bersaing dengan Wuzhou. Bahkan mencelakainya.


Sangat memalukan!


Masyarakat kelas atas tak ada yang ingin berteman dengannya. Bagaimanapun mereka lebih suka berteman dengan Wuzhou.


Setidaknya itulah yang dipikirkan Chen Wu. Namun, pemuda di depannya ini tampak berbeda.


Ia duduk di depan Chen Wu dengan santai. Tasnya diletakkan di samping. Ia duduk bersandar, tatapannya yang malas memberinya kesan tenang. Namun di sisi lain kehadirannya juga meluap-luap, sehingga Chen Wu tak bisa mengalihkan pandangan darinya.


Chen Wu telah bertemu banyak orang di dunia bisnis. Namun ia tak pernah merasakan aura seperti itu. Aura alami itu menonjol dari dirinya. Itu adalah aura yang tak bisa disembunyikan.


Dia segera menepis pikiran buruknya tentang Ling.


"Paman, aku sudah mengubah isi proposal Wuzhou," ucap Ling setelah melihat Chen Wu sadar dari lamunannya. Ia dengan santai mengeluarkan setumpuk dokumen dari tasnya. Kemudian mendorongnya pada Chen Wu sambil memasang wajah tanpa ekspresi.


Apakah dia mengubah proposalnya? Jika di masa lalu, Chen Wu akan memarahi Ling habis-habisan karena hal ini. Namun sekarang sedikit berbeda. Ia melihat dua orang yang berdiri di belakang Ling.


Salah satunya adalah Tuan Muda Zhuo, dari Keluarga Zhuo. Ia tak mengenali orang lain di sebelahnya. Namun dilihat dari pakaiannya, itu bukan buatan desainer manapun.


Chen Wu berpikir keras. Bukankah rumor mengatakan jika tidak ada yang ingin berteman dengan Ling? Mengapa ahli waris seperti Liam ingin berteman dengannya?


Bahkan Liam menuangkan teh untuk Ling seolah dia adalah pelayannya. Sedangkan Ling hanya duduk santai sambil mengaitkan tangannya di atas meja. Dia sangat tenang saat melakukannya.


Sangat sulit dipercaya.

__ADS_1


Bukankah Liam berada di pihak Wuzhou beberapa waktu lalu? Bagaimana bisa dia sekarang menjadi pengikut Ling?


__ADS_2