Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Membuktikan Kemampuanmu


__ADS_3

Kepulangan Ling disambut gembira oleh seluruh mahasiswa. Ia memang perwakilan paling tepat. Sebelum Ling sampai tadi, sudah banyak wartawan dan media yang berkumpul ingin meliput dirinya.


"Maaf, aku tidak ingin diwawancara," ucap Ling pada Rektor Xiang.


"Baiklah. Pergilah beristirahat," jawab Rektor Xiang yang sudah mengerti sifat Ling.


Sebelum Ling melangkah, ia bertanya, "Rektor, apakah Anda memiliki potongan kertas coklat kusam yang selalu dicari oleh keluarga besar?"


Rektor Xiang sangat terkejut dengan pertanyaan Ling yang terlalu tiba-tiba.


"Darimana kau tahu hal itu?" tanya Rektor Xiang heran.


"Aku mewarisinya dari Keluarga Bo," jawab Ling apa adanya.


"Namun, Rektor, apakah potongan kertas itu sudah ada sejak dulu? Mengapa dulu aku tidak mengetahuinya?" tanya Ling penasaran.


"Potongan kertas itu sudah diwarisi sejak dulu oleh leluhur. Setiap keluarga menyembunyikannya dengan baik dan tak pernah membicarakannya. Sebenarnya para keluarga sudah berpikir jika itu adalah peta harta karun. Namun mereka tak terlalu peduli dengan harta karun yang tidak terlalu jelas. Hampir setahun yang lalu, sebuah rahasia terbongkar. Ternyata potongan kertas itu memang menyembunyikan harta karun," jelas Rektor Xiang.


"Jadi apa isi harta karun itu?" tanya Ling lagi.


"Tidak ada yang tahu. Namun itu adalah hal yang luar biasa," jawab Rektor Xiang. Terlihat sedikit binar di matanya.


"Apa kau menginginkannya?" tanya Rektor Xiang menatap Ling.


"Iya," jawab Ling tanpa basa-basi.


"Jika kau ingin, aku akan memberikannya padamu sebagai hadiah. Namun kau harus membuktikan kemampuanmu pada tetua keluargaku. Meski itu adalah hak warisku, tetap saja mereka harus tahu," ucap Rektor Xiang memberi syarat.


"Aku akan membuktikannya," jawab Ling tegas.


"Aku percaya padamu. Kalau begitu, datanglah ke acara kultivasi tahunan. Di sana, para mahasiswa akan diberi sumber daya secara gratis. Jika kau bisa masuk dan mengambil banyak sumber daya, tetua keluargaku akan yakin denganmu," jelas Rektor Xiang yang hanya dijawab anggukan oleh Ling.


*


Ling berjalan ke asramanya. Ia memasuki lorong menuju kamar yang terlihat sangat sepi. Ia sedikit heran tapi tetap masuk ke kamar.


Ia memainkan ponselnya mengecek pesan dari Paman Qian yang mengatakan bahwa A Shui sudah tiba. Ia pun mempercepat langkah.


Saat tiba di kamar, Ling melihat ketiga temannya sedang bermain game di komputer. Mereka sangat berisik dan tak menyadari kehadiran Ling.


Ling pun mengemasi beberapa barang dan senjatanya.


"Ling, kau selalu mengagumkan," ucap Su Wen Ai memuji Ling. Ia meninggalkan gamenya.


"Apa? Di mana Ling?" tanya Yuan yang masih sibuk bermain game. Sedangkan Liam juga sudah meninggalkan gamenya.


"Apa rencanamu selanjutnya? Kami sudah berlatih selama ini. Kami pikir kami cukup kuat untuk membantumu," ucap Liam.


"Yah, benar. Su Wen Ai tak membiarkan kami beristirahat," ucap Yuan lesu karena ia kalah dalam game.

__ADS_1


"Kalian tetap latihan. Kalian harus menghadiri acara kultivasi tahunan," ucap Ling sambil membereskan barang-barangnya.


"Acara kultivasi tahunan? Aku dengar itu berisi sumber daya yang melimpah," ucap Liam antusias.


"Kalau begitu kita harus masuk ke sana," ucap Yuan yang kini sudah tidak lesu.


"Di mana si kembar?" tanya Ling setelah bersiap pergi.


"Sepertinya mereka masuk kelas," jawab Su Wen Ai.


"Kau ingin ke mana?" tanya Su Wen Ai melanjutkan.


"Aku akan pulang untuk beberapa hari. Kalian jaga si kembar," ucap Ling berlalu pergi. Ia meninggalkan kebingungan pada mereka bertiga.


*


[Raja, Keluarga Zhao diserang.]


Ling berada di depan gerbang rumah Keluarga Chen saat membaca pesan itu. Ia segera masuk dan menuju ke kamar. Ia mengabaikan sapaan para penjaga dan Paman Qian. Ia sangat terburu-buru.


"Raja, yang menyerang mereka adalah Pegasus. Awalnya mereka mengadakan konferensi pers untuk penyerahan kekuasaan. Namun ternyata mereka diserang diam-diam dari belakang. Saat ini, konferensi pers yang disiarkan secara langsung itu kacau," jelas A Shui menunjukkan video di laptopnya.


"Kau membawa barangku?" tanya Ling.


"Ini, Raja," ucap A Shui. Ia membuka tasnya dan mengeluarkan topeng serta jubah.


Ini adalah pakaian khas Ling X.


"Selamat datang kembali, Raja," ucap A Shui sambil membungkuk. Tubuhnya sedikit bergetar karena sudah terlalu lama ia tak melihat sosok Ling seperti ini.


"Hubungi Mei Mengyi," ucap Ling.


"Ia akan segera datang. Dia akan membawa jet tempur terbarunya," jawab A Shui yang sudah lebih dulu menghubungi Mei Mengyi. Ia paham akan tindakan-tindakan Ling selanjutnya.


"Panggil juga Wei Lang dan Lingxi," ucap Ling lagi.


Ia menunggu Mei Mengyi dan tetap memperhatikan kekacauan di siaran langsung itu. Sedangkan A Shui menghubungi Wei Lang dan Lingxi.


*


Zhao Ran diikat di pilar kediaman Keluarga Zhao. Tubuh dan wajahnya penuh luka. Di sebelahnya, terbaring Nyonya Zhao yang memang sudah sakit-sakitan. Sedangkan di sebelah Nyonya Zhao, Tuan Tua Zhao berlutut pasrah.


"Aku akan membalaskan dendam ini," gumam Zhao Ran sambil menggertakkan gigi. Ia meronta keras saat diikat.


"Zhao Du! Kau penghianat!" teriak Zhao Ran pada Zhao Du yang ada di depannya.


Zhao Du adalah cucu tertua di Keluarga Zhao. Ia masuk ke kubu musuh karena iri dengan Zhao Ran yang dijadikan pewaris. Ia tidak terima jika ia disingkirkan. Jadi ia mengacaukan acara konferensi pers pembagian kekuasaan itu.


"Kau berbakat, kan? Sini lawan aku," ucap Zhao Du sinis sambil menyeringai. Satu tamparan mendarat ke wajah Zhao Ran.

__ADS_1


Bugh!


Dengan kakinya yang bebas, Zhao Ran menendang perut Zhao Du hingga terpental jauh.


Zhao Du mendarat di tanah. Tenaga Zhao Ran tetap kuat meski ia terluka. Dengan emosi memuncak, ia menyeka darah di hidungnya dan mendatangi Zhao Ran.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Ia menendang Zhao Ran tanpa ampun. Padahal sejak tadi ia sudah menyiksa Zhao Ran dengan kejam. Bahkan ia tega menyiksa kakek dan bibinya yang lemah.


"Ayo melawan!" ucap Zhao Du yang kini memberi tamparan ke wajah Zhao Ran.


"Tidak akan ada yang menyelamatkanmu," ucap Zhao Du. Ia begitu percaya diri. Ia sudah membayar mahal ke Pegasus untuk hari ini. Ia juga sudah mengeluarkan banyak dana untuk membuat anggota keluarga yang lain mendukungnya.


Sekarang, setiap anggota keluarga yang tidak bergabung dengannya sudah terluka parah. Sedangkan anggota keluarga yang lain begitu puas menyiksa mereka.


Siaran langsung masih juga berjalan. Saat ini para media menyorot kekejaman kubu musuh Keluarga Zhao.


Namun sekarang A Shui sudah mengambil alih siaran langsung itu. Ia tinggal menunggu waktu sampai pasukan Ling sampai.


Zhao Du masih menyiksa Zhao Ran dengan kejam. Ia tertawa puas.


Sampai akhirnya suara jet tempur berderu.


Zhao Du mendongak ke atas dan melihat sosok bertopeng melompat.


***


Halo semua readers tercinta❤️


Author ingin mengucapkan banyak terimakasih pada kalian yang selalu mendukung author🥰


Terimakasih karena kalian selalu menunggu cerita author walau beberapa minggu lalu up sehari sekali🙏😇


Terimakasih karena sudah mengerti dengan kesibukan author🤗


Di bulan baru ini, author akan usahakan up dua bab perhari😇😇


Semoga kalian sehat selalu, murah rezeki, dan selalu semangat menjalani hari🤗🥰


Stay safe, stay healthy❤️


Ttd,


Author dengan logo Cherry di usernamenya🍒

__ADS_1


__ADS_2