Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Menjatuhkan Mereka Dalam Beberapa Tahun


__ADS_3

Setelah keluar dari laboratorium Lingxi, ia melihat mobil Bo Shin terparkir di depan. Dia ditemani oleh beberapa bawahan.


"Apa kau sudah menemukan informasinya?" tanya Ling sambil berjalan ke arahnya. Ia meminta Bo Shin untuk menangani beberapa urusan tentang orang luar negeri. Selain dia, Ling tidak bisa percaya orang lain lagi kecuali orang yang memang memiliki hubungan dengannya. Bo Shin adalah pengecualian di Keluarga Bo. Selain berbakat, ia juga bisa diandalkan.


"Sudah, Tuan Muda," jawab Bo Shin. Ia mengeluarkan tumpukan dokumen dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Ling.


"Aku masih menyelidiki alasan orang-orang ini datang ke Kota Bayangan. Namun, aku menemukan jika tujuan Zhuo Shiaonian sebenarnya bukan Kota Bayangan, melainkan Kota Urban," ucap Bo Shin menjelaskan.


"Kota Urban?" gumam Ling bingung. Ia mengulurkan tangan dan mulai membolak-balik dokumen.


Kemudian, ponselnya berdering. Ia melihat nama penelepon dan mengangkatnya. Tangan satu lagi masih tetap membolak-balikkan dokumen.


"Apa kau sudah membersihkan kekacauan di distrik A-1?" tanya Zhuo Xia dari seberang telepon. Ia duduk bersandar sambil menatap ke luar jendela. Ia tetap anggun dan elegan seperti biasanya.


"Hmm," gumam Ling singkat.


Zhuo Xia tidak terkejut dengan jawaban ini. Dia kembali berbicara, "Mengapa masih ada yang tersisa? Bunuh saja mereka semua."


Kini Zhuo Xia menegakkan tubuhnya. Matanya yang hitam terlihat dingin. Bagaimanapun, ia sudah membunuh semua orang yang menyentuh keluarganya. Jadi, ia tidak terima jika masih ada yang hidup


"Beberapa orang tetap hidup untuk memberi pelajaran pada yang lainnya. Aku ingin memberitahu mereka, jika siapapun yang berani datang dan mengganggu Kota Bayangan, maka mereka akan berakhir seperti itu," jawab Ling. Ia selesai membolak-balikkan dokumennya.


Suasana hati Zhuo Xia sedikit membaik setelah mendengar jawaban ini.


"Baiklah, Xia. Kau masih memiliki hutang padaku. Sampai jumpa lain waktu. Aku akan mengurus beberapa masalah terlebih dahulu," ucap Ling. Ia menyerahkan dokumen itu kepada Bo Shin. Ling masih harus menyelesaikan masalah Bronze Company.


"Aku akan menyuruh seseorang menghubungimu. Kau akan memiliki tugas lain," ucap Ling.

__ADS_1


"Baik, Tuan Muda," jawab Bo Shin hormat. Setelah mendengar jawaban ini, Ling pun pergi.


"Nona, mengapa Tuan Muda tidak membaca informasimu?" tanya salah satu penjaga wanita di belakang Bo Shin.


"Tidak membaca? Bukankah dia sudah selesai membolak-balikkan dokumen?" tanya Bo Shin heran.


"Bukankah dia hanya membolak-balikkan dokumen? Bagaimana itu bisa disebut membaca?" tanya penjaga wanita itu yang masih heran.


Mendengar ini, Bo Shin hanya tersenyum dan tidak menjawab.


*


Di distrik B-1 di Kota Bayangan.


Ini adalah wilayah paling besar di distrik B-1. Biasanya, ini tidak dibuka untuk umum. Namun hari ini mereka sengaja membukanya untuk menarik pedagang dari luar negeri. Semua manajer ada di sini bahkan ada juga dari distrik A-1.


Yang paling sulit dipercaya adalah Bronze Company satu-satunya yang bisa bekerjasama dengan orang dari luar negeri. Paman Cai Hao ada di sini untuk menyambut mereka semua. Ketika dia datang, dia langsung diincar oleh banyak orang.


Mereka tahu jika bisa kerjasama dengan luar negeri maka keuntungannya akan lebih besar. Bronze Company sangat beruntung karena mereka berhasil menarik perhatian pedagang luar negeri dan bisa bekerjasama dengan mereka.


Sekarang, Paman Cai Hao sedang menyambut para tamu. Ia mengenakan pakaian formal.


Saat Cai Hao datang, ia melihat hampir semua berubah. Ia melihat pamannya dikelilingi oleh beberapa direktur Bronze Company. Mereka semua terlihat sangat sopan.


Cai Hao mengepalkan tangannya. Ini adalah perusahaan yang dibangun dan dikembangkan oleh ayahnya. Namun sekarang malah jatuh ke tangan orang lain.


"Tuan Cai, jangan marah pada mereka. Kita masih memiliki kerjasama dengan Chen Company. Dengan kemampuan Anda, kita pasti bisa menjatuhkan mereka dalam beberapa tahun," ucap salah satu karyawan yang ikut dengan Cai Hao.

__ADS_1


Meski gedung Chen Company sudah diledakkan, tapi Ling masih hidup. Mereka yang memiliki kepercayaan pada Ling yakin jika Chen Company akan bisa bangkit lagi.


Cai Hao menarik napas dalam-dalam mencoba meredakan emosinya. Ia menjawab, "Aku tahu."


Kemudian, seseorang menepuk bahunya.


Saat ia berbalik, ia melihat dua orang tak jauh dari dirinya.


Orang pertama yang dilihatnya adalah Mei Mengyi. Namun saat ia melihat orang kedua, ia sangat terkejut.


"Mengapa kau sangat terkejut?" tanya Ling. Ia menatap Cai Hao dengan mata hitam dan jernihnya.


"Tuan ... Tuan Muda Chen ... Anda di sini?" tanya Cai Hao terbata. Meski ia tidak tahu sekuat apa Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya, tapi ia tahu jika banyak orang yang berbaris ingin bertemu dengan Ling. Jadi, ia tak menyangka jika Ling berada di sini sekarang.


"Aku adalah orang yang membawa Chen Company ke Kota Bayangan. Tentu saja aku yang bertanggungjawab atas hal ini. Bronze Company sudah berkembang sampai ke tahap ini. Meski ada beberapa wilayah yang tidak bisa kau miliki, tetap saja ini termasuk tanggung jawabku. Aku tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja," ucap Ling. Ia menunduk dan tersenyum miring.


Ia tidak pernah lupa saat Chen Company diledakkan. Ia juga tidak pernah lupa saat melihat Paman Qian memegang bahan peledak untuk membalas dendam. Dan wajah seluruh karyawan Chen Company yang menangis, ia tak akan pernah bisa melupakan hal itu.


Chen Company adalah tempat mereka semua pulang. Karena itu, dia berjanji akan membangunnya kembali.


"Presdir Cai, bukankah dia keponakanmu?" tanya salah satu orang memakai jubah biru di sebelah Paman Cai Hao.


"Dia pikir dia bisa bekerjasama dengan orang luar negeri jika datang ke sini," ucap Paman Cai Hao sambil menggelengkan kepala.


Setelah itu, ia menghampiri Cai Hao. Ia berkata, "Cai Hao, aku sudah bersamamu sejak kecil. Aku tahu bagaimana sifatmu. Kau sudah dewasa, jika kau meminta maaf sekarang, aku pasti akan memaafkanmu. Kau juga masih bisa menjadi bagian dari Bronze Company, asalkan kau berjanji tidak akan bekerjasama dengan Chen Company lagi. Bagaimana, apa kau setuju?"


"Minta maaf? Aku tidak bersalah. Aku tidak licik sepertimu," jawab Cai Hao ketus.

__ADS_1


Pebisnis lain yang melihat ini hanya menggelengkan kepala. Bagi mereka, Cai Hao sangat tidak sopan. Lagipula di mata mereka, Cai Hao bukan siapa-siapa lagi. Ia hanya pemuda yang sudah jatuh miskin.


__ADS_2