Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kau Selalu Sombong


__ADS_3

Ling sedang berada di laboratorium privasi ramuan. Ia sudah mengunci kembali pintunya. Tidak ada siapapun di sini. Saat pertama kali masuk, aroma tanaman obat langsung menguar. Ling bisa merasakan jika banyak tanaman obat langka di sini.


Ia sudah berkonsultasi dengan A Shui. Ia akan meningkatkan kekuatannya lagi. Jadi dia di sini hari ini untuk membuat ramuan lain.


Tidak lama setelah Ling masuk ke laboratorium, seorang pria memegang sesuatu di tangannya. Ia mengepalkan tangan erat sambil fokus dengan suara yang ada di earphone nya.


"Dia sudah masuk. Kamera pengintai di sini juga sudah kami retas. Kau dapat masuk dan menjalankan misi dengan tenang. Kau tidak perlu khawatir tentang keselamatanmu," ucap orang di dalam telepon.


Awalnya pria itu sedikit ragu. Namun ia mengingat kembali apa yang telah dilakukan oleh Ling. Ia pun membulatkan tekad.


"Baiklah," ia menjawab orang di telepon.


"Siapa suruh kau mengganggu keluargaku," ucap pria itu. Ia menuju ke laboratorium dan mengeluarkan kartu akses.


Sedangkan di laboratorium, Ling sedang membuat ramuan dengan tenang. Tangannya cekatan dan cepat. Jika ada seseorang di dekatnya sekarang, mereka pasti akan terpana melihat ini.


Ketika dia masih sibuk dengan ramuannya, ponselnya berdering. Itu adalah telepon masuk dari sebuah nomor.


Ia meletakkan ramuannya. Kemudian mengangkat panggilan itu. Dalam panggilan itu, ia mendengar sebuah rekaman yang diputar memang untuknya.


"Apa kau yakin itu adalah dia? Apa dia memang berada di sana untuk membuat eksperimen?" tanya salah satu orang. Suaranya sengaja disamarkan jadi tidak ada yang tahu dia itu siapa.


"Benar. Dia yang mengatakan padaku sendiri. Jadi hal itu tidak mungkin salah," jawab orang yang lain.


Ling menekan keterkejutannya.


Ia sangat mengenal suara ini.


Itu adalah suara Mo Xiayi.


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu? Bukankah kau selalu diawasi olehnya?" tanya seseorang yang suaranya disamarkan.


"Dia akan segera menikah dengan orang besar. Apakah kalian tidak takut jika ia bertambah kuat? Aku adalah orang yang paling dia percaya. Selain mempercayaiku, kalian bisa mempercayai siapa lagi?" tanya Mo Xiayi. Nadanya sedikit angkuh. Namun ia mengatakan itu dengan tenang.


"Baik. Jika begitu, aku akan memenuhi janjiku," jawab orang itu lagi. Percakapan mereka berhenti sampai disitu.


Sebelum rekaman berakhir, ada suara lagi yang terdengar, "Selama ini kau selalu sombong, bukan? Kau begitu percaya diri bahwa anggotamu sangat bisa dipercaya. Namun sekarang, orang yang paling kau percaya malah menghianatimu."


Rekaman itu berakhir. Ling menundukkan kepalanya. Tangannya mengepal erat. Bahkan sampai berdarah. Matanya sekarang memerah. Namun dia harus tetap tenang.

__ADS_1


Ia hanya perlu menenangkan diri sekarang.


Aura dingin di sekitarnya sangat pekat. Bahkan lebih parah saat Mo Xiayi meragukannya. Ling tahu rekaman itu sengaja dibuat untuk menghancurkan hubungan mereka.


Namun itu benar-benar suara Mo Xiayi.


Dia selalu berpikir bahwa Mo Xiayi akan selalu setia padanya bahkan jika semua orang menghianatinya. Mereka tumbuh dan berkembang bersama. Mereka sudah biasa berada dalam keadaan hidup dan mati.


Bahkan ia memberitahunya tentang ia terlahir kembali.


Namun ia lagi-lagi menghancurkan kepercayaan itu.


Kepercayaan Ling diinjak tanpa ampun.


Mata Ling semakin memerah. Darah sudah merembes di atas meja. Tangannya masih mengepal erat.


Kini pandangannya sedikit kabur.


Pria yang sudah masuk, melihat Ling sedikit lengah. Ia dengan segera menekan tombol timer di bom itu. Namun setelah selesai, tangannya ditarik seseorang.


Ling menatapnya. Matanya sangat hitam pekat sekarang. Ia berkata masih dengan keadaan tenang, "Siapa yang menyuruhmu?"


Laboratorium terbakar.


*


Liam, Yuan, dan Su Wen Ai sudah berkumpul sejak satu jam lalu. Ling sudah menyuruh Liam untuk menunggunya di depan laboratorium setelah satu jam. Kini ia sedang dalam perjalanan.


"Liam, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Profesor Zhao yang juga berjalan ke arah laboratorium.


"Aku sedang menunggu Ling, Profesor," jawab Liam sopan.


"Chen Ling? Bagaimana ia bisa memiliki akses? Dan juga apa yang dia lakukan di sana?" tanya Profesor Zhao heran.


Liam tak menjawabnya. Ia tak mungkin memberitahu Profesor Zhao tentang urusan Ling.


"Bukankah Tuan Muda Bo juga ada di sana?" tanya Profesor Zhao saat teringat tujuannya datang ke sini. Ia sudah diberitahu jika tuan muda itu akan datang ke sini.


"Tuan Muda Bo?" tanya Liam bingung. Belum sempat penasarannya terjawab, suara ledakan terdengar.

__ADS_1


Liam berhenti seketika. Tubuhnya membeku dengan segera. Ia menatap kosong ke arah bangunan itu. Ia menunggu seseorang keluar.


Namun orang yang dia harapkan tak keluar. Hatinya seperti meloncat keluar. Tanpa berpikir panjang, ia segera masuk ke laboratorium.


"Liam! Apa yang akan kau lakukan?" teriak Profesor Zhao setelah menyadari keadaan ini.


"Astaga! Bukankah Tuan Muda Bo ada di dalam?" Profesor Zhao segera teringat. Sesaat setelah itu, sekelompok mahasiswa lain datang.


"Cepat masuk dan selamatkan Tuan Muda Bo," ucap Profesor Zhao. Ia juga ikut masuk ke dalam laboratorium. Ruangan itu benar-benar hancur.


"Liam! Kau harus segera keluar!" ucap Profesor Zhao yang sudah dekat dengan Liam.


Liam sudah menemukan Ling. Ia segera mengangkat Ling.


"Jika kalian hanya ingin menyelamatkan Tuan Muda Bo, maka jangan campuri urusanku jika aku ingin menyelematkan Ling," ucap Liam dengan tenang. Namun wajahnya sangat gelap.


Profesor Zhao tidak sempat memikirkan Liam dan Ling. Baginya, saat ini Tuan Muda Bo sangat penting. Keluarga Bo merupakan keluarga besar di Kota Bayangan. Dia tak bisa menanggung akibatnya jika salah satu anggota keluarga mereka terluka di sini.


Apalagi ia tahu jika keadaannya tak memungkinkan untuk melawan Keluarga Bo. Ledakan itu berasal di laboratorium ramuan. Selama ini ia yang bertanggungjawab dengan laboratorium itu. Jika terjadi sesuatu, maka ia juga yang harus bertanggungjawab.


Yuan dan Su Wen Ai juga mendengar suara ledakan ini. Mereka segera bergegas menghampiri laboratorium. Saat ini mereka melihat Ling sudah dibawa oleh Liam. Dia tidak terluka sedikitpun.


Namun ia tak sadarkan diri.


Mereka tak punya pilihan lain. Mereka segera membawa Ling ke rumah sakit. Saat ini Liam sudah menghubungi Yuan Ming. Ia tahu Ling memiliki relasi yang hebat. Namun ia hanya bisa menghubungi Ling sekarang.


Bo Yunxing juga dibawa ke rumah sakit yang sama. Saat ini Keluarga Bo sudah tiba menggunakan helikopter.


"Cepat bawa dokter!" ucap Nyonya Tua Bo frustasi.


Para dokter segera menangani Bo Yunxing. Mereka tentu tahu dengan Keluarga Bo. Sedangkan mereka tidak tahu menahu tentang Ling. Jadi mereka mengabaikan dia.


"Panggil dokter," ucap Su Wen Ai dingin pada satu perawat yang ada di sana. Ia yang biasanya tenang juga bisa merasakan jika keadaan Ling tidak baik-baik saja.


Perawat itu hanya diam ketakutan. Ia tak tahu harus melayani siapa lebih dulu.


"Panggil dokter," ucap Su Wen Ai semakin dingin. Kini ia sudah mengangkat senjatanya.


***

__ADS_1


Author masih memiliki kesibukan. Jadi kemungkinan besok up nya akan telat🥰✌️


__ADS_2