Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tempat Aslinya Jauh Lebih Buruk


__ADS_3

Zhuo Xia berbalik melirik Ling. Ia berkata dengan santai, "Dan ... jangan pedulikan masalah luar negeri lagi. Jika tidak, akan repot jika aku ikut campur dalam urusanmu."


Wu Shao berhenti berjalan. Ia membeku sejenak. Ia marah, sangat marah, tapi ia tetap tak bisa melakukan apa pun.


Ia pun lanjut berjalan keluar.


Ia melirik orang di sampingnya, "Chen Ling? Dia orangnya Zhuo Xia? Selidiki seluruh informasi tentangnya."


Pria berbaju hitam di sampingnya mengangguk dan segera mundur.


*


Orang-orang yang tersisa di Keluarga Bo semakin takut karena Wu Shao pergi. Saat Han Sese masuk, ia terkejut mendengar ucapan Bo Yushen.


"Ini tidak mungkin, kan?" Bo Yushen sangat terpukul dengan kejadian ini. Ia selalu menjadi orang yang menonjol di Keluarga Bo. Yang mengimbanginya hanyalah Bo Shin dan Bo Minghao. Ia juga merasa beruntung karena Wu Shao dan Tuan Yao menerimanya sebagai murid. Namun, sampai putra Bo Minghao, Ling, datang, posisinya tergeser telak. Bakatnya dalam ramuan tak dapat dibandingkan dengan Ling.


Namun, ia masih memiliki Wu Shao yang bisa menghancurkan Ling. Ia mulai merasa tenang saat itu. Tapi, baru saja ia tenang sejenak, Zhuo Xia muncul? Wu Shao bahkan takut padanya?


Tetua pertama diam-diam melirik mereka. Ia tak menyangka rahasia Ling begitu banyak. Ia berkata dengan hati-hati, "Tuan Muda Chen, pergilah ke pulau itu. Aku telah menyuruh orang menyiapkan petanya untukmu. Dan juga para penjaga telah disiapkan untukmu."


Para penjaga yang sebelumnya menolak Ling, mereka mulai bimbang.


"Aku tidak butuh mereka. Tetua pertama, aku akan tetap memilih wilayah utara, tapi apa aku boleh meminta satu permintaan?" ucap Ling.


Kaki tetua pertama bergetar saat Zhuo Xia menatapnya dingin. Ia tidak fokus jadi dia bertanya, "Apa? Tuan Muda Chen, coba katakan lagi."


Sedangkan yang lainnya tak percaya dengan pilihan Ling. Dia diberi pulau yang kaya akan sumberdaya, tapi ia tetap memilih tanah gersang?


"Kubilang ... aku ingin wilayah utara. Aku tak ingin pulau itu, tapi aku punya permintaan kecil. Di masa depan, tanah ini akan menjadi milikku. Apa pun yang akan terjadi kedepannya, Keluarga Bo tak berhak mengambil wilayah itu kembali," jawab Ling tersenyum pada tetua pertama.


"Itu hanya tanah gersang. Keluarga Bo tidak ada yang menginginkannya. Tuan Muda Chen, jika Anda ingin kami memberikan sesuatu kepadamu, pergilah ke pulau itu," jawab tetua pertama sambil mencuri pandang ke arah Zhuo Xia. Mana mungkin ia memberikan wilayah utara pada Ling di depan Zhuo Xia.


"Tetua pertama, Tuan Muda Chen sudah bilang ia ingin tanah itu. Lagipula, wilayahnya sangat besar. Seharusnya itu setimpal," ucap Bo Yushen mencoba tersenyum pada Ling.


Tetua pertama hanya menatap Bo Yushen. Ia tahu jika Bo Yushen menargetkan Ling. Kemudian, ia melirik Zhuo Xia. Ia ingin melihat tanggapannya.


Zhuo Xia mengerutkan kening saat Ling mengangguk padanya. Walau ia masih bingung, ia tetap mengangguk pada tetua pertama, "Baik, tuliskan secara resmi jika tanah itu akan tetap menjadi miliknya, bagaimanapun keadaannya nanti."


"Apa kau yakin?" tanya tetua pertama. Ia akan memberi stempel di surat yang telah dia buat.


Ling tidak sabar dengan gerakan lambat tetua pertama. Ia menekan tangan tetua agar surat itu segera terstempel.


"Terimakasih, para tetua, atas tanah yang begitu luas ini. Ayahku akan segera kembali. Dia pasti marah jika tahu aku memilih tanah ini. Aku akan pergi dulu," Ling tersenyum dan melambai kepada mereka. Zhuo Xia juga pergi bersamanya.


Kau tahu ayahmu akan marah? batin tetua ketujuh.


Setelah kepergian mereka, orang-orang di Keluarga Bo segera sadar. Tetua pertama berkata pada Bo Yushen, "Tuan Muda, lebih baik simpan beberapa rencana yang telah Anda buat. Jika Anda membuat masalah, Nona Zhuo pasti tak akan melepaskan Anda."


"Aku tidak mengerti apa yang tetua katakan. Memangnya siapa dia? Dan Chen Ling itu, dia hanya orang bodoh yang menginginkan tanah luas," jawab Bo Yushen dengan nada penuh ejekan.


"Siapa dia? Anda tidak tahu dia?" tetua pertama menatap Bo Yushen.


"Dia dari Keluarga Zhuo, kan? Aku belum pernah melihatnya, jadi aku tidak tahu siapa dia," jawab Bo Yushen.


Tetua pertama menjawab, "Tapi, Anda lihat sendiri jika Tuan Muda Wu tak berani melawannya, kan? Seharusnya Anda tahu apa artinya ini. Walau aku tak bisa memperkirakan kekuatannya, tapi dia pernah memukul mundur tiga keluarga besar di luar negeri."


Barulah saat itu Bo Yushen terkejut, "Dia sekuat itu?"

__ADS_1


"Karena itu kubilang jangan menyinggungnya. Anda sangat pintar, seharusnya Anda sudah mengerti," jawab tetua pertama.


*


Ling telah keluar dari Pulau Bo. Jadi, dia tidak tahu jika Bo Minghao telah kembali dan mengamuk besar.


Saat ini, mereka sudah tiba di wilayah utara. Saat jet tempur mereka mendarat, mereka semua mengernyit.


Ini adalah tempat yang sunyi dan kosong. Bahkan tidak ada petugas pertahanan dan keamanan di sini. Tidak ada juga perbatasan dan sumber daya. Jika bukan karena Ling, Keluarga Bo tak akan mengingat wilayah ini.


Zhuo Kira dan yang lainnya juga bingung, "Tempat ini ... benar-benar kosong melompong. Lebih buruk dari yang kupikirkan. Nona, apa Anda tak akan membujuk Tuan Muda Chen?"


Zhuo Xia hanya meliriknya dan lanjut berjalan di belakang Ling. Ia juga tak menduga wilayah ini benar-benar buruk.


Zhuo Kira dan dua lainnya saling pandang. Mereka tak bicara lagi.


Sepanjang perjalanan, mereka hanya bertemu orang biasa. Bukannya mereka meremehkan orang biasa, tapi ... bagaimana Tuan Muda Chen mereka bisa berkembang jika hidup di lingkungan orang biasa?


Namun, mereka tak ingin ikut campur dengan keputusan Ling dan Zhuo Xia.


*


Walau wilayah ini terlupakan, ini tetap saja milik Keluarga Bo. Di sini juga ditempatkan seorang manajer.


Manajer itu bernama Bo Jie. Ia sudah bertahun-tahun berada di sini. Saat ini, ia sedang duduk di tamannya sendiri. Di samping rumahnya, ada gedung tinggi yang terbengkalai. Dulu sekali, wilayah ini memang makmur dan sejahtera. Namun, setelah diabaikan bertahun-tahun, wilayah ini kehilangan kejayaannya.


"Manajer, ada kabar dari keluarga utama. Mereka mengatakan jika seorang pemuda akan mengambil alih wilayah kita," ucap seseorang dengan bersemangat.


"Kapan mereka akan datang?" tanya Bo Jie dingin.


"Mengapa aku harus senang? Setelah bertahun-tahun, akhirnya seseorang akan mengambil alih wilayah ini. Takutnya dia orang yang dibuang oleh Keluarga Bo. Untuk bertahan hidup saja kita kesusahan. Kita tidak memiliki sumber pemasukan uang dan harus meminta perlindungan pada penjaga Keluarga Song. Apa kita masih harus menghidupinya?" jawab Bo Jie.


Mendengar ini, penjaga itu mulai berpikir keras, "Benar juga, tapi karena ia bisa mendapat sebuah wilayah, seharusnya ia bukan orang biasa di keluarga utama."


"Benar sekali. Kudengar mereka menugaskan tim penjaga. Setidaknya, kita tidak harus bergantung pada penjaga Keluarga Song lagi," jawab Bo Jie dengan mata berbinar.


Tiba-tiba, ada lagi yang datang melapor, "Manajer Bo, seseorang yang mengaku bernama Tuan Muda Chen ingin menemui Anda."


"Pas sekali. Ayo kita sambut pemuda itu," jawab Bo Jie.


Mereka bergegas ke aula depan.


Walau disebut aula depan, jaraknya tidak jauh. Dia pun hanya kepala pelayan di daerah terpencil. Ia hanya berada di level dua dan sudah dianggap ahli di sini. Namun, kondisinya bisa saja lebih buruk daripada orang biasa yang ada di sana.


*


Semua yang ada di rumah itu sudah usang.


Ling dan yang lainnya berdiri di halaman. Pandangan mereka mengedar ke sekeliling. Mereka semua mengerutkan kening. Ling berpikir khayalannya sudah cukup buruk tentang tempat ini, tapi ia tidak menyangka tempat aslinya jauh lebih buruk.


"Rumah ini jauh lebih buruk daripada rumah kepala desaku. Mengapa bisa ada wilayah seperti ini? Padahal saat aku mengecek tempat ini, dulunya ini adalah wilayah paling makmur di luar negeri," ucap Luo Qianzhou.


Ling duduk di kursi. Ia mengetuk meja dan mulai berpikir. Sedangkan Zhuo Xia tetap tenang. Ia pernah melihat situasi yang lebih buruk dari ini. Jadi ia tak terlalu banyak berpikir.


Saat Bo Jie sampai, ia langsung merasakan aura luar biasa dari dua orang yang duduk di sana. Ia langsung mengenali Ling.


"Anda pasti Tuan Muda. Aku ingin tahu di mana penjaga yang Anda bawa," ucap Bo Jie sambil membungkuk. Setelah itu matanya melihat sekitar. Seharusnya satu tim terdiri dari 20 atau 30 penjaga, kan? Mengapa ia tak melihat satu pun?

__ADS_1


Ling tersenyum tipis, "Aku hanya membawa dua penjaga. Zhan Yu dan Luo Qianzhou. Sedangkan para penjaga lainnya tak ingin ikut denganku, jadi kami hanya bertiga. Dan empat lainnya adalah temanku."


"Kalian hanya bertiga?" ekspresi Bo Jie langsung berubah.


Melihat ekspresinya, Zhuo Xia mengepalkan tangannya. Ling meliriknya dan melepaskan kepalannya.


Kemudian ia menuangkan teh untuknya, "Mengapa manajer? Apa ada yang salah?"


"Tidak. Hanya saja, Tuan Muda baru saja datang dan tidak tahu banyak tentang tempat ini. Karena Tuan Muda telah di sini, aku akan langsung menyerahkan semuanya pada Anda," jawab Bo Jie lembut.


"Tadinya aku ingin menunggu dua hari lagi, tapi karena kau tak keberatan, aku akan langsung mengambil alih," ucap Ling tertawa kecil.


Bo Jie tersenyum tipis, "Aku sudah menyuruh seseorang menyiapkan kamar untuk Tuan Muda. Sedangkan untuk teman Tuan Muda, kami tak memiliki kamar tambahan di sini."


"Tidak apa-apa. Kami punya tempat sendiri. Manajer bisa menyerahkan barang-barang yang diperlukan pada Zhan Yu," jawab Ling santai.


Bo Jie tidak ragu sama sekali. Ia langsung menyerahkan semua barang kepada Zhan Yu. Ia berkata, "Tuan Muda, besok adalah waktunya untuk menagih hutang, uang sewa, dan pajak. Dulu aku harus bekerja keras agar orang-orang itu mau membayar. Sekarang, aku serahkan masalah ini kepada Anda."


Ling mengangguk dan tersenyum, "Aku akan tiba tepat waktu besok."


Setelah Ling pergi, Bo Jie memasang wajah kesal, "Dia bahkan tak punya penjaga. Berani sekali seorang putra terlantar bersikap seperti Tuan Muda di depanku! Karena dia sombong, aku akan mendukung kesombongannya!"


"Tapi, manajer, mengapa Anda langsung menyerahkan semuanya? Orang-orang itu sulit sekali membayar hutang. Kita saja harus meminjam beberapa penjaga Keluarga Song agar mereka mau membayar. Lalu mengapa sekarang Anda memberikannya padanya?" tanya bawahan Bo Jie yang kebingungan.


Bo Jie menjawab dengan tenang, "Ini namanya memberi tempat bagi orang sombong! Bukankah dia Tuan Muda yang kuat? Aku akan melihat bagaimana dia akan menangani masalah ini besok."


"Ah, pemilik bar itu sulit dihadapi. Ia juga memiliki beberapa penjaga," ucap bawahan itu akhirnya mengerti.


"Bawa semua padanya, terutama semua buku hutang yang tebal itu," ucap Bo Jie.


Bawahan itu segera mengerti dan mengambil buku hutang dari tahun ke tahun.


"Kau Zhan Yu, kan? Manajer menyuruhku memberikan barang-barang ini pada Tuan Muda Chen," ucap penjaga menemui Zhan Yu. Karena ia tak sekuat Zhan Yu, ia tak bisa merasakan energi kultivasi Zhan Yu. Jadi, ia menganggap Zhan Yu hanya orang biasa. Karena itu, ia memerintah Zhan Yu dengan santai.


"Baik, berikan padaku," ucap Zhan Yu.


Saat Zhan Yu mengulurkan tangan, penjaga itu menarik tangannya kembali. Ia tersenyum tipis pada Zhan Yu, "Oh, maaf, ini adalah rahasia Keluarga Bo. Orang biasa tak diizinkan menyentuhnya. Aku sendiri yang harus memberikan ini pada Tuan Muda Chen."


Mendengar ini, Zhuo Nan yang ada di sana, mengerutkan kening. Rahasia Keluarga Bo macam apa yang ada di tempat buruk seperti ini? Ia bahkan tak malu mengatakan itu dan menarik tangannya kembali?


Namun, Zhan Yu hanya tersenyum. Ia berkata dengan lembut, "Baik, masuklah. Jangan sampai aku lebih dulu bergerak."


Zhan Yu membukakan pintu untuk penjaga itu. Ia tak terlihat marah sama sekali. Ia kembali duduk dengan Zhuo Nan dan yang lainnya.


Ekspresi penjaga itu langsung berubah serius saat menemui Ling. Tak peduli apa yang dilakukan Bo Jie, Ling tetaplah tuannya. Ia harus menghormatinya. Ia meletakkan banyak buku tebal di atas meja dan membungkuk hormat, "Tuan Muda Chen, ini adalah catatan yang Anda minta."


Ling mengambil satu buku dan membolak-balikkannya. Setelah sampai di halaman terakhir, ia meletakkan buku yang telah ia bolak-balik dan mengambil buku lain. Begitu seterusnya sampai buku terakhir.


Penjaga itu menatapnya heran. Saat ia kembali ke Bo Jie, ia segera melapor.


Bawahan Bo Jie berkomentar, "Menurut Anda apa yang dia lakukan? Padahal ia hanya membalikkan buku itu, tapi ia segera meminta penjaga untuk menyimpannya. Tidak mungkin ia sudah selesai membaca buku hutang yang tebal itu begitu cepat, kan?"


Bo Jie seolah mengerti dengan kondisi ini, "Itu normal bagi anak muda sepertinya. Di usianya sekarang, ia hanya memikirkan keuntungan. Oh, ya, apa kau sudah memberitahu orang-orang di bar itu?"


Bawahan itu mengangguk, "Tentu saja. Setiap tahun, menagih ke bar itu adalah hal yang paling menegangkan. Kita harus mengerahkan banyak tenaga agar mereka mau membayar."


"Bagus. Tahun ini, kita hanya akan menonton bagaimana Tuan Muda yang terhormat itu menangani masalah ini," ucap Bo Jie tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2