
"Dokter Yang, Dokter Yang, dia sudah bangun! Pangeran tidur sudah bangun!" teriak seseorang.
Ling hanya merasakan sakit di kepala dan sekujur tubuhnya. Itu adalah rasa sakit yang sangat tidak nyaman. Namun, ia sudah terbiasa dengan rasa sakit yang seperti ini. Hanya sajak, kali ini ia mendengar suara yang tidak dikenalnya.
Ia memaksa untuk membuka mata dan ia bisa merasakan cahaya yang sangat silau.
Ling menutupi matanya dengan tangannya. Ia tidak tahu mengapa, tapi tangannya terlalu kaku. Butuh waktu lama agar ia bisa melihat dengan jelas. Sekarang otaknya merespon dengan sangat lambat. Setelah beberapa lama, ia akhirnya melihat seorang wanita mengenakan seragam perawat putih di depannya.
Saat perawat itu melihatnya, ia tak bisa menyembunyikan keterkejutan di wajahnya. Kemudian, ia buru-buru berlari keluar dan berteriak, "Keajaiban! Ini keajaiban!"
Tubuh Ling terasa sangat kaku.
Setelah beberapa saat, akhirnya ia mulai bisa berpikir. Orang baru di laboratorium? Ia mengerutkan keningnya.
Namun detik berikutnya, ia melihat tirai yang setengah terbuka dan sinar matahari yang terik. Tangannya yang tadi menutupi matanya berhenti. Ling menyipitkan matanya.
Tidak, sinar matahari tidak bisa terlihat di laboratorium bawah tanah.
Memikirkan hal ini, ia segera turun dari tempat tidur. Tak ada sepasang sendal di bawah tempat tidur, tapi ia tidak keberatan. Ia turun dari tempat tidur tanpa alas kaki. Ia membuka tirai dan melihat gedung-gedung tinggi di luar dengan tatapan bingung. Selain orang-orang di bawah, ada juga perawat, dokter, pasien, dan anggota keluarga pasien.
Semuanya terlihat tidak nyata.
Gerakan Ling menjadi lebih jelas. Perlahan, ia menundukkan kepala dan melihat tangannya. Tangannya terlihat kapalan seolah ia telah memegang pistol selama bertahun-tahun.
Namun, ini tidak benar. Ia telah berada di laboratorium selama bertahun-tahun dan lebih sering menyentuh bom. Ia belum pernah menyentuh pistol sebelumnya.
Ling pun berjalan ke kamar mandi untuk melihat dirinya di cermin.
Ia terlihat sangat pucat, mungkin karena ia sudah lama tidak terkena matahari. Bibirnya juga sangat pucat. Mungkin karena ia baru bangun tidur dan rambutnya sangat berantakan.
Ia mengenakan pakaian rumah sakit.
Klik.
Pintu di luar terbuka.
Kemudian, beberapa dokter dan perawat masuk. Pemimpinnya adalah seorang wanita langsing dan cantik berjas putih. Sepertinya ia sangat terkenal di rumah sakit karena para dokter senior di sekitarnya terlihat sangat sopan padanya.
Bahkan, para perawat pria di sampingnya terlihat terlalu berlebihan. Dari awal hingga akhir, mereka memandang wanita itu dengan penuh kekaguman.
"Kau sudah bangun?" awalnya Yang Zhiwen tidak percaya dengan ucapan perawat, tetapi saat ia melihat ranjang rumah sakit yang kosong, kini ia percaya.
Si tampan sudah tidur di ICU selama 3 tahun. Bahkan, Yang Zhiwen yang seorang ahli juga hampir menyerah padanya. Ia tak berharap jika dia akan benar-benar bangun suatu saat.
Para dokter senior di sekitarnya juga terheran-heran, "Dokter Yang, Anda benar-benar hebat. Ini bisa dianggap sebagai keajaiban, kan?"
Yang Zhiwen mengeluarkan pena dan mulai bertanya pada perawat yang merawat Ling.
Saat itu, pintu kamar mandi terbuka.
Yang Zhiwen mendengar seorang dokter magang di sampingnya menarik napas dalam-dalam. Yang Zhiwen yang tadi serius menulis kondisi Ling setelah bangun, mau tidak mau mengikuti arah pandang dokter magang itu.
Sambil melihatnya, tangannya yang sedang menulis juga berhenti.
Saat pemuda itu masih dalam kondisi vegetatif, orang-orang di rumah sakit ini menertawakannya dan menjulukinya pangeran tidur. Yang Zhiwen juga menyadari ia memang sangat tampan, tapi ia tidak bersemangat. Banyak pria tampan yang mengejar Yang Zhiwen, jadi ia tidak terlalu memperhatikan mereka.
__ADS_1
Namun, ketika pemuda itu bangun, ia bisa mengerti makna sesungguhnya kata 'tampan'.
Setiap detail di wajahnya terukir dengan indah. Cara dia memandang mereka, membuatnya tak bisa berpaling.
"Baguslah Anda sudah bangun. Apakah ada rasa tidak nyaman di tubuh Anda? Dan juga, apakah Anda ingat kontak keluarga Anda? Aku akan memberitahu mereka untuk menjemput Anda," tanya Yang Zhiwen dengan lembut.
Ling meliriknya. Ia tidak tahu persis situasi saat ini. Jadi, ia tidak berbicara dan hanya menggelengkan kepalanya.
Beberapa dokter merasa gembira karena orang yang telah koma selama 3 tahun sudah bangun. Mereka tidak bertanya apa-apa lagi dan pergi ke kantor dengan penuh semangat untuk mempelajari sesuatu.
Sedangkan perawat itu sangat bersemangat dan ia ingin mengambil foto untuk diposting di sosial media. Namun, saat ia akan menekan tombol, ia melihat kilatan tajam depannya. Dan ponselnya diambil.
Perawat itu terkejut saat ia melihat pemuda di depannya mengambil ponselnya. Pemuda itu berkata dengan suara sedikit serak, "Maaf, aku tidak suka difoto."
Ingatan Ling tentang masa lalunya agak kabur. Bukannya ia tidak bisa mengingatnya sepenuhnya, tapi setiap ia berusaha mengingat, tubuhnya akan semakin lemah. Anggota tubuhnya juga masih kaku. Walau tidak terlalu terlihat, tapi setiap ia bergerak membutuhkan banyak tenaga.
Yang Zhiwen mengatakan, hal itu terjadi karena ia tidur terlalu lama. Jadi, ia masih harus memulihkan diri.
"Apakah Anda yang menyelamatkanku?" tanya Ling.
"Bukan aku yang menyelamatkanmu. Yang menyelamatkanmu adalah teman sekelasku. Ia adalah seorang dokter yang sangat terkenal. Ia menemukanmu di tepi laut. Aku menyelamatkanmu ... hanya karena kondisimu cocok untuk proyek penelitianku," jawab Yang Zhiwen jujur.
"Terima kasih," ucap Ling.
*
Sudah dua hari sejak Ling bangun dan ia sudah berpartisipasi dalam sesi pemulihan kesehatan. Ia tahu jika ia telah tertidur selama beberapa tahun dan telah menghabiskan banyak biaya. Semua biaya ini dibayar oleh Yang Zhiwen. Ia sedang memikirkan cara untuk mengembalikan uang itu dan penasaran apakah negara di sini akan membeli desain senjata api.
"Tuan Chen? Tuan Chen?" perawat di sampingnya melihat Ling melamun. Jadi, ia melambaikan tangan di depannya.
"Apakah Anda dengar apa yang kukatakan?" tanya perawat itu sambil mengemasi peralatan medisnya.
"Apa?" tanya Ling. Ia mencoba untuk duduk dengan posisi yang lebih nyaman.
Melihat Ling tidak mendengarnya, perawat itu sama sekali tidak terkejut. Beberapa hari ini, ia sudah memahami karakter Tuan Chen ini. Ia suka melamun dan responnya lambat. Jadi, ia pun kembali berkata, "Apakah Anda menyadari bahwa Dokter Yang memperlakukan Anda dengan sangat berbeda?"
"Tidak," jawab Ling melihat ke luar jendela.
"Dokter Yang lulus dari Kota Bayangan. Anda tahu Universitas Internasional Kota Bayangan, kan? Ia berasal dari lembaga penelitian di sana, tapi ia kembali setelah menyelesaikan studinya. Semua pria di rumah sakit kami sangat menyukainya. Aku akan memberitahu Anda sebuah rahasia. Aku pernah melihat beberapa pria tampan menunggu Dokter Yang, tapi ia tidak mempedulikan siapapun. Ia sangat dingin. Apakah Anda tidak menyadari bahwa ia banyak berbicara denganmu? Ia datang mengunjungimu setiap hari atau sebelum pulang kerja ...," perawat itu terus bergosip.
Ling menyelanya, "Karena aku pasiennya."
Perawat itu menghela napas saat menyadari tatapan Ling sepertinya tidak memiliki perasaan pada Yang Zhiwen.
Namun, Ling kembali berpikir keras. Universitas Internasional Kota Bayangan ... nama yang terasa tidak asing.
*
Ling turun ke bawah bersama seorang perawat. Ia berniat untuk berjalan selama 1 atau 2 jam dan menikmati matahari.
Mereka berjalan sebentar dan duduk di kursi.
Ling bersandar di kursinya, memegang pena dan selembar kertas. Tak ada papan gambar, jadi ia meletakkan selembar kertas di pangkuannya. Ia masih mengenakan pakaian rumah sakit.
Ia mendengar seseorang memanggil nama perawat itu, tapi ia tidak menoleh dan terus menggambar dengan posisi menunduk.
__ADS_1
"Dia adalah pemuda yang diselamatkan Dokter Yang?" pria berbaju biru itu melirik Ling dan mengerutkan kening.
"Ya, Tuan Muda Zhao," jawab perawat itu. Ia adalah perawat yang sudah 2 tahun bersama Yang Zhiwen. Jadi, ia mengenal pria berbaju biru itu.
Zhao Jing berasal dari keluarga Zhao yang mendominasi bahan obat di ibukota.
"Siapa dia? Dia sudah bangun, tapi masih belum pergi?" Zhao Jing heran.
"Tuan Chen tidak memiliki keluarga. Aku melihat tangannya yang penuh kapalan. Sudah lebih dari dua tahun dan tidak menghilang. Seharusnya, ia bukan berasal dari keluarga kaya," jawab perawat itu.
Perawat itu berpikir jika Ling selalu bekerja keras sehingga tangannya begitu kapalan. Namun, perawat itu tidak tahu bahwa kapalan juga bisa muncul jika seseorang terbiasa memegang senjata.
"Ternyata begitu," Zhao Jing mengangguk dan tidak tertarik lagi dengan masalah Ling. Ia pun masuk ke rumah sakit untuk mencari Yang Zhiwen.
Ling menyadari jika pendengarannya sangat bagus. Namun, saat ia mendengar percakapan mereka, ia tidak punya pendapat.
Ia melirik perawat itu dan bertanya, "Apakah kau sudah mengirim gambar yang kuberikan kemarin?"
"Tentu saja," jawab perawat itu.
"Tapi, apakah itu?" tanyanya sambil melihat gambar Ling.
Ini terlihat aneh. Jelas Tuan Chen ini hanya memiliki selembar kertas dan pena, ia bahkan tidak memiliki penggaris. Namun, garis-garis yang dibuatnya tampak seolah-olah telah diukur. Garis-garis itu sangat teratur dan tidak terlihat seperti gambar tangan. Jika ada yang mengatakan itu dicetak dari komputer, orang pasti akan percaya.
"Hanya sebuah gambar yang bagus," Ling tersenyum dan menyimpan kertasnya.
Ia telah menyuruh perawat untuk mengirim desain senjata api ke rumah lelang yang berada di sini. Seharusnya, penilai profesional yang ada di sana tahu apa yang dia rancang. Kini, uang pertamanya akan datang dan sudah waktunya ia akan meninggalkan rumah sakit.
Saat mereka berjalan, mereka menabrak Yang Zhiwen dan Zhao Jing.
Ketika melihat Ling, Yang Zhiwen bertanya, "Apa yang Anda rasakan hari ini?"
"Jauh lebih baik. Seharusnya aku bisa pulih sepenuhnya dalam beberapa hari," ucap Ling.
"Baik. Aku akan melakukan pemeriksaan seluruh tubuhmu besok. Bukankah Anda mengatakan jika Anda telah melupakan sesuatu? Aku dan para dokter lain sedang mencari cara untuk membantumu pulih," ucap Yang Zhiwen.
"Tidak perlu," jawab Ling menggelengkan kepalanya. Ia merasa ada sesuatu yang menunggunya. Jika ia bisa berjalan lebih cepat, ia akan melakukannya.
"Oh, benar, Dokter Yang. Berikan aku nomor kartumu dan aku akan mentransfer biaya pengobatan kepadamu," ucap Ling teringat masalah ini.
"Tak perlu terburu-buru seperti itu," jawab Yang Zhiwen.
Ia memandang Ling dan tidak berpikir bahwa dia adalah tipe orang yang akan mengembalikan uangnya. Angka pengobatan itu sangat mengerikan. Keluarga biasa tidak akan pernah mampu membayarnya. Selain itu, ia juga punya alasan sendiri untuk merawatnya
Namun, Yang Zhiwen bukan tandingan Ling. Akhirnya, ia memberikan nomor kartunya padanya.
Setelah Ling menerima nomor kartu itu, ia berbalik menuju lift. Namun, tidak diduga ada sosok berpakaian hitam di sana.
"Permisi, Nona," ucap Ling santai.
Ia mendengar suara dingin menjawabnya, "Tidak."
Itu hanya satu kata, tapi Ling merasa gugup.
Ia mengangkat kepalanya dan melihat sosok wanita yang tingginya sedikit di bawahnya. Ia sangat kurus, tapi wajahnya tetap elegan. Itu adalah wajah yang tidak bisa dilupakan oleh siapapun. Para perawat sering mengatakan bahwa Yang Zhiwen sangat cantik, tetapi Ling merasa bahwa Yang Zhiwen bahkan tidak memiliki sepersepuluh kecantikan wanita di depannya.
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukanmu," ucap wanita itu.