Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Menangkap dalam Satu Menit


__ADS_3

Hari seleksi Kota Bayangan semakin dekat. Seleksi ini dilakukan untuk mendapat peringkat di Kota Bayangan. Seleksi ini dilakukan dengan cara pelelangan. Maka semakin banyak kamu mendapat barang, semakin tinggi pula peringkat kamu. Dengan cara itu pula perusahaan bisa bergabung di Kota Bayangan.


"Tuan Muda Chen, Zhao Ran sudah sadar. Lukanya juga sudah menghilang dalam satu malam berkat ramuanmu," lapor Yu Bin.


"Baiklah. Amankan dia kembali ke Keluarga Zhao. Jangan sampai ada yang tahu dia masih hidup. Katakan padanya suatu saat aku akan menemuinya di Kota Bayangan," jawab Ling.


"Jangan katakan identitasku," ucap Ling terakhir kali sebelum panggilan berakhir.


Ia kembali memeriksa dokumen Chen Company. Ia harus menyiapkan hal yang diperlukan untuk lelang. Ia juga harus menyiapkan dana yang besar.


Dana dari Keluarga Yu dan Keluarga Zhuo saja belum cukup. Kali ini ia sekaligus ingin menangkap Han atas kejahatannya. Dalam lelang kali ini, ia memastikan Han akan tertangkap. Karena cukup sulit menangkapnya. Ia harus memancing Han keluar.


Untungnya ia sudah mendapatkan guci. Kualitas ramuannya semakin baik. Ia menyuruh Keluarga Zhuo menjualnya ke Kota Bayangan. Hal ini juga membantu Keluarga Zhuo mendapatkan kembali tempat di Kota Bayangan.


"Tuan Muda, teman-teman Anda ada di bawah," ucap paman Qian dari luar.


"Baik, Paman. Suruh mereka menunggu di taman belakang," jawab Ling.


Ia membereskan dokumen dan segera ke taman belakang.


Kediaman Chen terlihat sangat asri. Sekarang hanya ada beberapa penjaga dan pelayan di sini karena kebanyakan sudah keluar. Ling melihat tiga temannya bermain bersama Chester.


Chester yang melihat Ling datang, langsung melompat ke pelukan Ling.


"Apa kau ingin bermain? Bermainlah bersama mereka, aku sibuk," ucap Ling mengangkat Chester tepat di depan wajahnya.


Chester hanya diam. Dia menjilati jari Ling yang mengangkatnya.


"Baiklah, baiklah," ucap Ling. Dia menidurkan Chester di lengannya dan mengusap kepalanya.


"Apakah kalian sudah berlatih?" tanya Ling.


"Kami sudah berlatih selama enam hari dalam seminggu. Biarkan kami libur hari ini Ling," ucap Yuan.


"Kau boleh libur seminggu jika kau bisa memenangkan tantanganku," ucap Ling santai.


"Benarkah?" tanya Yuan dan Liam bersamaan.


"Tentu saja," jawab Ling.


"Cepat katakan tantangannya," ucap Liam. Selain ingin libur, ia juga ingin melatih kekuatannya. Selama ini, ia hanya berlatih tanpa melawan siapapun.

__ADS_1


"Kalian harus bisa menangkap Chester dalam lima menit," ucap Ling. Dia sudah menurunkan Chester.


"Lima menit? Ah aku bisa menangkapnya dalam satu menit jika aku mau," ucap Yuan percaya diri.


Ling hanya tersenyum tipis. Ia tahu kucing ini kekuatannya luar biasa. Kecepatannya berbeda dari kucing pada umumnya. Maka dari itu ia sekaligus ingin menguji kucing dan temannya.


"Kalian bisa berbaris," ucap Ling.


Liam, Yuan segera berbaris. Karena ini untuk latihan, Su Wen Ai mau tidak mau juga ikut. Ia berbaris di tengah dua pria.


"Chester kalau kau sampai ditangkap oleh mereka, aku tak mau merawatmu lagi," ucap Ling dingin. Bulu Chester sedikit menegang. Ia segera mengambil posisi.


"Mulai!" teriak Ling.


Ling memegang timer.


04.56


Chester berlari sekencang mungkin. Ia seolah mengerti bahwa Ling mengancamnya. Ia benar-benar cepat hingga mereka hanya bisa melihat bayangannya.


Liam, Yuan, dan Su Wen Ai segera berlari. Mereka membuat strategi untuk mengepung Chester dari segala arah. Namun Chester lebih cerdik. Ia melompat ke pohon, melewati bunga-bunga, dan mengelilingi taman belakang. Ia malah membuat tiga orang itu berkeliling.


03.49


02.00


Liam dan Yuan kembali mengulang strategi yang sama. Liam mengejar Chester dari kanan sedangkan Yuan dari arah kiri.


Gerakan Chester melambat, ia hampir berhenti saat Liam dan Yuan semakin dekat.


Bruk!


Chester melompat ke pelukan Ling. Sedangkan Liam dan Yuan bertabrakan.


00.00


"Gagal!" ucap Ling.


"Inikah namanya menangkap dalam satu menit?" ucap Ling melirik Yuan. Sedangkan Yuan masih mencoba mengatur napas.


"Kalian harus lari dua jam tanpa berhenti," ucap Ling memberi hukuman.

__ADS_1


Liam dan Yuan duduk. Napas mereka memburu. Sedangkan Su Wen Ai menertawakan mereka. Ia tahu ia belum bisa mengalahkan Chester. Jadi dia memilih menyimpan tenaganya.


Ling melempar ramuan pada mereka berdua. Setelah meminumnya, mereka menjadi lebih baik.


"Bagus sekali Chester. Kau layak menjadi peliharaanku," ucap Ling mengelus kepala Chester. Chester hanya menggeliat manja.


Saat mereka berbaring santai di bawah pohon, tiba-tiba sekelompok pria berseragam biru mendatangi mereka.


"Angkat tangan!" teriak salah satu pemimpin polisi. Mereka bersepuluh menodongkan senjata kepada mereka berempat.


"Kami akan menangkap Chen Ling karena ia terlibat dengan ledakan satu hari yang lalu. Siapa yang bernama Ling?" ucap pemimpin polisi itu. Ia tak menyangka bahwa empat anak di depannya sama sekali tidak takut dan tidak mengangkat tangan.


"Apa kau memiliki bukti?" tanya Liam mencoba mengecoh mereka.


"Kami mendapat laporan dari seorang sopir taksi bahwa kau pergi ke tempat itu," jawab pemimpin polisi.


"Lalu apa kau mempunyai surat perintah penangkapan?" tanya Yuan ikut mengecoh.


"Jika kau mau surat, datang ke kantor polisi. Aku akan membuat surat itu sampai kau puas," jawab pemimpin itu mulai emosi. Ia masih belum tahu yang mana Chen Ling karena ia tak melihat foto sebelumnya.


"Siapa Chen Ling?" tanya pemimpin kesal.


"Aku!" ucap Ling, Liam, dan Yuan secara bersamaan.


"Persetan! Tangkap semua pemuda itu!" teriak pemimpin marah.


Sembilan orang bawahannya mulai maju. Namun saat melihat Ling juga maju, mereka sedikit bergetar. Tatapan Ling sangat menakutkan.


"Kami masih di bawah umur? Apa perlu menodongkan senjata?" tanya Ling. Chester sudah melotot marah ke arah para polisi.


Pemimpin polisi segera tersadar. Ia menyuruh bawahannya untuk menurunkan senjata. Memang benar mereka masih di bawah umur. Namun atasan mereka memerintahkan untuk melakukan apa saja jika Chen Ling tidak mau dibawa.


"Kau tidak tahu yang mana Chen Ling. Namun kau begitu percaya diri untuk menangkapnya. Apa kau tidak pernah diajarkan untuk mengenal musuhmu terlebih dahulu?" ucap Ling telak.


Pemimpin polisi itu berang.


"Tangkap mereka bertiga!" ucap pemimpin polisi.


"Tunggu!" ucap Ling yang kembali menghentikan langkah mereka. Ia sadar polisi ini adalah tim elit. Ia tidak menyangka musuhnya sampai mengirim tim elit untuk menangkapnya. Dia bisa saja mengalahkan mereka, tapi teman-temannya belum tentu bisa. Lagipula mereka membawa jumlah. Ia tak ingin merugikan orang yang tidak bersalah.


"Kami akan pergi denganmu. Aku harap kalian tidak menggunakan kekerasan lagi. Aku ingatkan jika kalian lupa bahwa kami masih di bawah umur," ucap Ling. Para polisi itu segera mundur. Mereka bertiga berjalan setelah tangan mereka di borgol.

__ADS_1


Sebelum pergi, Ling mengangguk pada Su Wen Ai. Ia tahu Su Wen Ai akan tetap tenang walau keadaan ricuh begini.


__ADS_2