Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kakak Seperguruan Chen


__ADS_3

"Hey! Kita satu tim!" teriak seseorang muncul dari kegelapan. Setelah itu muncul juga beberapa orang lagi.


Itu adalah Yu Bin dan tim Area A.


"Tuan Muda Chen, kami di sini diperintahkan oleh Nona Zhuo," ucap Yu Bin menjelaskan.


Setelah itu, Ling langsung melempar pria yang tadi hampir dia tikam. Kemudian dia menelepon seseorang.


"Halo?" jawab orang di seberang telepon.


"Untuk apa orang-orang ini? Mereka akan menggangu misiku," tanya Ling langsung ke inti masalah. Nada suaranya sedikit tidak suka.


Orang tersebut tertawa kecil.


"Apa kau tidak suka? Mereka juga sedang menjalankan misi. Aku harap kau membantu mereka. Mungkin mereka juga bisa membantumu sedikit," jawab orang itu.


Yu Bin dan pasukannya heran mendengar ini. Mereka tahu betul itu adalah suara komandan mereka, Zhuo Xia. Namun apakah benar itu Zhuo Xia? Beberapa hari ini mereka mencoba menelepon Zhuo Xia tapi tak pernah mendapat jawaban. Sedangkan dalam satu deringan, Zhuo Xia langsung mengangkat telepon Ling.


"Mereka terlalu lemah," ucap Ling menatap orang-orang di depannya. Orang-orang itu sudah ingin maju menyerang Ling, tapi Yu Bin menahannya.


"Kalau begitu kau bisa sekalian melatih mereka. Aku sudah memberitahu Yu Bin untuk menuruti perintahmu," jawab Zhuo Xia.


Setelah itu telepon terputus.


"Cepat katakan! Apa misi kalian?" tanya Ling ketus.


"Misi kami mengambil ...," Yu Bin ingin menjawab, tapi dipotong oleh ketua area A.


"Jangan katakan padanya, Nona. Ini sangat rahasia," ucap ketua itu.


"Apa kau tidak mendengarkan ucapan komandan? Sekarang setiap perkataan Tuan Muda Chen adalah perintah militer. Kau berani melawan perintah militer?" ucap Yu Bin sedikit kesal.


"Tuan Muda Chen, kami ingin mengambil dokumen yang berisi daftar nama anggota Pegasus," ucap Yu Bin segera.


"Baiklah. Ayo masuk," jawab Ling.


"Nona Yu, kita tidak pernah ke sini. Kita tidak tahu arah dan ruangannya," ucap ketua.


"Percaya saja pada Tuan Muda Chen," ucap Yu Bin. Ia segera ikut menyelinap bersama Ling.


Ling membuka pintu dan menghindari jebakan yang disiapkan. Ia harus mencari tombol kontrol jebakan-jebakan ini.

__ADS_1


Ia mengambil beberapa batu kecil. Ia menghancurkan CCTV yang terletak di berbagai sudut. Di ujung ruangan, ia melihat tombol kontrol jebakan.


"Tunggu di sini. Aku akan mengurus jebakan ini," ucap Ling dengan suara rendah. Dengan segera, ia melompati semua rintangan. Beberapa sangat berbahaya jika dilewati banyak orang. Sebenarnya dia bisa saja mengebom tempat ini secara langsung. Namun memikirkan dokumen itu, ia mengurungkan niat.


Klik!


Jebakan hilang. Mereka bisa berjalan dengan santai tanpa CCTV dan tanpa jebakan. Anggota area A yang tadi meremehkan Ling sekarang menatapnya kagum. Ling bisa memimpin jalan mereka walau dalam kegelapan. Seseorang yang bisa melihat di saat gelap pasti pernah mendapat pelatihan militer.


Mereka tiba di lorong panjang. Sepertinya ini dibangun di bawah tanah. Saat sudah melewati lorong, mereka masih harus menuruni tangga. Hingga akhirnya mereka tiba disebuah pintu besar.


Perlindungan di sini hanya bisa menahan pasukan biasa. Untuk Ling dan anggota area A, sangat mudah untuk menerobos masuk.


Ketua area A segera maju untuk membobol pertahanan markas ini. Ia biasa dalam hal teknis. Dia hanya butuh beberapa menit untuk menghancurkan ini.


"Arrrgghhhh ...," terdengar teriakan kesakitan dari arah kanan.


"Dasar pencuri!" teriak orang lainnya.


"Arrrgghhhh ...," kali ini mereka semakin mendengar suara cambukan.


Setelah itu, suara mereda. Saat melihat sekeliling, Ling menyadari ada seseorang datang.


Para pasukan itu terbiasa menerima perintah singkat. Mereka refleks menyatu dengan dinding hitam.


"Buang dia! Sudah tidak berguna!" seorang pria yang memakai pakaian hitam membawa seseorang yang pingsan. Tubuhnya berlumuran darah.


Setelah itu, Ketua area A kembali mencoba membobol pertahanan.


Ling memeriksa orang pingsan itu. Ia tahu itu adalah Zhao Ran. Ia adalah cucu dari gurunya, Tuan Tua Zhao. Dulu, Zhao Ran sangat mengidolakannya. Ia juga anak yang cerdas dan berbakat. Ling yakin ia tak mungkin menjadi penjahat dan membantu Pegasus. Ia pasti sedang berada di bawah tekanan.


Ling mencari apa yang dicuri Zhao Ran. Ia menemukan sarung tangan transparan. Di dalamnya terdapat ruangan yang bisa menyimpan benda-benda. Hanya perguruan ramuan mereka yang memiliki sarung tangan ini. Jadi hanya mereka juga yang tahu benda ini.


"Kakak seperguruan Chen. Ibu ...," lirih Zhao Ran sebelum benar-benar pingsan.


Ling tertegun. Bahkan dalam pingsannya dia masih memikirkan Ling. Ling menemukan dokumen yang dicari Yu Bin di dalam sarung tangan. Zhao Ran pasti dendam kepada mereka dan mencuri dokumen rahasia. Setelah itu ia berkata, "Tinggalkan markas dalam satu menit. Masuk ke mobil militer dalam satu detik. Bawa dia dan segera beri penolongan pertama."


"Dia adalah penjahat. Dia yang membantu Keluarga Lu membuat ramuan. Kita juga belum menemukan dokumen," ucap ketua area A.


Timer menyala.


00.57

__ADS_1


"Jika kau ingin mati dan terkubur di sini, tidak perlu keluar," ucap Ling.


Ia melepaskan Zhao Ran dan berjalan ke arah pintu. Ia menanamkan granat yang sebelumnya ia bawa. Para pasukan pun memilih mempercayai Ling dan segera keluar. Mereka juga membawa Zhao Ran.


Ia bicara lewat ponsel mini Yu Bin kepada pasukan yang ada di dalam mobil, "Tunggu di depan pintu masuk. Buka pintu mobil dalam satu detik."


Setelah mengatakan itu, ia memberi tanda X di granat yang dia tanam. Kemudian berlari menaiki tangga dan menyusuri lorong.


00.05


Ling sampai di depan pintu masuk.


"Ayo Tuan Muda Chen," teriak ketua area A yang semakin mengangumi Ling.


00.01


00.00


Bom!


Rumah itu hancur berkeping-keping. Ledakan yang terjadi di bawah tanah begitu kuat hingga menggetarkan tanah di jalan itu.


Mobil militer itu melesat pergi.


*


Sehari setelah ledakan, penduduk setempat mulai melapor kepada pihak polisi. Banyak media yang datang ke tempat kejadian dan membawakan berita.


Mo Xiayi sedang berada di ruang make up. sekarang. Ia akan segera mengadakan pemotretan. Ia sedang membaca berita-berita di Kota Urban. Hingga ia berhenti di suatu berita ledakan.


Dalam video itu, seorang reporter menceritakan kejadian ledakan yang diperkirakan terjadi di tengah malam. Ledakan itu berasal dari bawah tanah. Mereka tak menemukan jejak apapun. Setelah itu, mereka hanya merekam tempat kejadian agar publik dapat menilai sendiri.


Saat melihat satu cuplikan, dia menghentikan video. Ia merasa dingin menusuk tulangnya.


"Apa jadwalku setelah pemotretan?" tanya Mo Xiayi. Nada suaranya begitu dingin.


"Anda harus menghadiri rapat tahunan dengan Majalah Meili," jawab seorang penata rias. Saat mendengar suara dingin Mo Xiayi, ia pikir ia membuat kesalahan. Ternyata tidak.


"Ubah semua jadwal. Aku akan pergi untuk urusan penting hari ini," ucap Mo Xiayi. Ia sudah bangkit dan mengambil tas kecilnya. Kemudian pergi.


Sang penata rias masih linglung. Ia tahu, saat Mo Xiayi datang ke Kota Urban, manajernya sudah mengurangi jadwal. Dan sekarang ia minta mengubah jadwal. Namun ia tahu manajer Mo Xiayi tak akan protes. Sekarang penata rias sadar jika identitas Mo Xiayi tak hanya seorang selebritis biasa.

__ADS_1


__ADS_2