
"Chen Company, 10 miliar," ucap Yuan Ming mengangkat papan bulat. Bukan hanya Chen Lin dan Chen Wu yang terkejut, semua orang yang hadir dan menonton juga sangat terkejut.
Sedangkan Lu Yan di tempatnya sudah panik.
"Tuan, Chen Company membeli 10 miliar," ucap Lu Yan khawatir.
"Ulur waktu. Aku akan mentransfer 15 miliar," ucap Tuan Yuan.
Setelah mendengarnya, Lu Yan menaikkan sedikit harga sambil menunggu transferan Han. Ia berteriak, "Lu Company, 11 miliar."
Tawaran Lu Yan segera dipatahkan kembali oleh Yuan Ming. Bagaimanapun ini lelang terakhir dan Ling menginginkan ramuan itu. Hanya tersisa beberapa detik lagi.
"Chen Company, 20 miliar," teriak Yuan Ming.
Han geram saat menonton ini. Dia menelepon seorang bawahannya.
"Jalankan rencana B," ucapnya.
Han masih memiliki banyak uang dari pasar saham. Saat ini keadaan sudah genting. Ia berubah pikiran dan segera mentransfer 50 miliar.
Transfer : 79%
Brak!
Saat itu masuk sekelompok pasukan berseragam yang memegang senjata. Satu orang di depan segera menuju komputernya dan membatalkan transfer.
"Kau tertangkap," ucap Ling menodongkan pistol.
Pada saat bersamaan, suara dari video yang ditonton oleh Han terdengar.
"Lu Company melakukan kecurangan. Mereka akan di blacklist dari Kota Bayangan," ucap MC tampan.
"Selamat, Chen Company menduduki peringkat pertama dunia," lanjut MC tampan berbicara. Sorak sorai terdengar menggema.
Han segera mengambil pistol di kantongnya. Namun gerakannya terlihat oleh Yu Bin. Akhirnya ia tak bisa bergerak dan hanya mengangkat tangan.
Ling mengotak-atik komputer Han. Ia melihat history pasar sahamnya dan segera mencetak bukti transaksi.
Total yang didapat Han dalam beberapa jam ini adalah 200 miliar. Jumlah ini bisa membeli sebuah kota kecil. Jumlah ini juga cukup besar untuk memasuki Kota Bayangan.
Saat itu ponselnya berdering, "Aku mendapat informasi bahwa anggota Pegasus menanam bom di lelang bawah tanah. Letaknya tepat di kamar tempat keluargamu duduk. Jaga dirimu. Aku akan segera sampai. Saat itu aku akan menjinakkan bom."
Ling menggenggam erat ponselnya. Ternyata Han pandai membuat bom. Berani sekali dia bermain bom di depan Ling.
"Amankan dia," ucap Ling kepada Yu Bin. Ia segera melesat pergi ke lelang bawah tanah.
*
Saat ini, Mo Xiayi sedang bersiap untuk rapat tahunan dengan Majalah Meili. Ia berada di ruang make up. Tepat saat itu pula ponselnya berdering. Masuk sebuah video yang selama ini ia cari untuk menunjukkan titik terang.
Itu adalah video konferensi pers di Lu Company. Seorang pria muda yang tampan bicara dengan lantang dan berani.
__ADS_1
Tatapan, gerakan, cara bicara, semua mirip dengan orang di ingatannya.
Awalnya ia tak berani menyelidiki orang ini lagi. Namun ia mengambil celah saat Zhuo Xia pergi ke Kota Bayangan.
"Ubah jadwal," ucapnya pada penata rias.
Penata rias itu semakin bingung. Lagi lagi Mo Xiayi mengubah jadwal. Padahal rapat tinggal beberapa jam lagi. Dan ada beberapa orang yang sudah hadir.
Saat itu, ponsel Mo Xiayi kembali berdering. Masuk sebuah pesan singkat.
[Bom. Lelang bawah tanah.]
Wajahnya pucat. Ia segera melesat pergi.
*
Ling sudah sampai di ruang bawah tanah. Ia segera menjatuhkan penjaga yang memblokir jalannya. Ia menuju kamar Keluarga Chen.
Di sana mereka sedang bersorak gembira karena kemenangan mereka. Namun Ling melihat Lu Company sudah menghilang. Ia mengepalkan tangannya.
Ling mencari letak bom seperti yang dikatakan Zhuo Xia. Saat itu, bom tepat berada di bawah kaki ibunya.
"Ada apa Ling?" tanya Chen Lin khawatir.
"Keluar! Kalian semua keluar secepat mungkin! Pergi jauh dari sini! Ada bom di sini!" seru Ling.
Yuan Ming yang memiliki kesadaran lebih baik, segera membawa orang-orang itu keluar. Ia juga memperingatkan kepada Wei Company. Mereka berlari secara bergerombol ke arah pintu masuk.
Timer bom mulai memerah.
Ling mencoba menenangkan diri. Dan berusaha menjinakkan bom. Ketika itu, ponselnya berdering lagi.
"Satu bom di kamar Wei Company," ucap Zhuo Xia singkat. Secepat mungkin Ling menjinakkan bom. Ini sudah sangat genting. Ia biasanya tenang. Namun ia tahu bom ini sangat berbahaya. Apalagi masih banyak orang tak bersalah di dalam sini.
00.05
"Tuan Muda Chen, pintu masuk terkunci. Kita terjebak!" teriak Yuan Ming. Ia dan beberapa orang sudah berusaha sekuat mungkin mendobraknya tapi tetap tak bisa.
00.00
Tak terdengar suara ledakan. Ling segera menuju kamar Wei Company.
"Terus berusaha!" teriak Ling.
00.30
Ling menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Ia tahu bom ini baru saja diaktifkan saat ia selesai menjinakkan bom. Ia harus menemukan orang yang mengontrol bom ini.
Sekelabat bayangan hitam melesat pergi menghindari tatapan Ling. Sayangnya dia kalah cepat. Ia tertangkap oleh Ling.
"Kau cukup cepat! Namun kau masih lambat!" ucap orang itu menyeringai dan menjatuhkan remahan remote control di depan Ling. Ling yang sudah sangat geram, dengan sekuat tenaga memukul orang itu sampai pingsan.
__ADS_1
00.15
Ling kembali menjinakkan bom. Ia masih mendengar dobrakan-dobrakan pintu. Saat itu ponselnya kembali berdering.
"Bom terakhir di Lu Company. Aku hampir sampai," ucap Zhuo Xia. Ling memejamkan mata dan menggeleng cepat. Tiba-tiba kepalanya diserang rasa sakit. Teriakan orang, suara dobrakan, dan suara timer bom bercampur menjadi satu.
Brak!
Pintu berhasil terbuka dari luar. Pintu itu didobrak oleh seorang wanita cantik. Ia segera menghindari gerombolan dan berlari mencari Ling.
00.05
Wanita itu segera menjinakkan bom. Ia tahu Ling sedang kesakitan sekarang. Ia mengeluarkan cokelat dari kantongnya dan memberinya pada Ling.
00.00
Tak terdengar suara ledakan.
Ling yang sudah sadar segera berlari ke kamar Lu Company. Ia masih tak mempedulikan wanita itu. Ia sudah mengunyah habis cokelatnya.
00.05
"Sial!" Ling mengumpat.
Tangannya bergerak cepat hampir terlihat seperti bayangan hitam. Wanita di sampingnya berdiri dengan santai dan menunggu Ling selesai.
00.03
Suara timer bom semakin kencang. Ling menggertakkan gigi dan mempercepat gerakannya. Untungnya dia sudah berada di tingkat ke delapan. Kultivasinya sangat membantu kecepatannya saat ini.
00.00
Tak terdengar suara ledakan. Ling bernapas lega. Ia menyeka keringat yang membasahi pipinya.
Ia mendongakkan kepala dan menatap wanita di depannya. Tatapannya sulit diartikan. Wanita di depannya balas menatap Ling.
Ling bangkit dan turun dari kamar Lu Company. Ia akan menuju pintu masuk yang sudah hancur. Namun lengannya ditahan oleh wanita itu.
Wanita itu menatap lekat wajah Ling. Wajahnya berubah. Tubuhnya berubah. Mata, mulut, bibir, segalanya berubah. Namun ia tak melihat bahwa ini hasil operasi plastik.
Sifat, tatapan, dan gerakan Ling sama. Apalagi gayanya saat menjinakkan bom. Ling juga begitu saja menerima cokelat darinya.
"Raja," ucap Mo Xiayi lirih.
"Ya, aku masih hidup," jawab Ling menghela napas pelan.
Saat itu, pasukan bersenjata Yu Bin masuk. Zhuo Xia keluar dari gerombolan itu. Ia berjalan ke arah Ling dan Mo Xiayi.
Tatapannya sedingin es saat melihat dua orang di depannya. Ia sedikit menunduk melihat tangan Mo Xiayi menahan tangan Ling. Auranya semakin bertambah gelap. Ia berjalan lurus ke arah Mo Xiayi.
Namun lengannya ditahan oleh Ling.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Zhuo Xia dingin dan datar.