Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Mirip Seperti Orang Hebat


__ADS_3

Di gedung konferensi.


Semua kepala keluarga, dari keluarga besar maupun kecil, serta para tetua dan orang-orang penting, mereka telah tiba. Mereka saling berdiskusi satu sama lain.


Akhirnya, Keluarga Cheng dan Keluarga Bai sebagai penanggungjawab, mereka mengumumkan, "Saya pikir semua orang di sini telah mendengar tentang senjata tingkat tinggi yang mengancam kita. Senjata itu tak memiliki rasa lelah dan tak membutuhkan energi kultivasi. Senjata itu juga bisa melakukan serangan tak terbatas."


Ekspresi para kepala keluarga berubah.


Cheng Rui juga berbicara, "Perwakilan senjata ini, Ahli Bom Mei, telah tiba di luar negeri."


"Memangnya mengapa kalau dia di luar negeri? Apa dia memiliki status di sini? Dia hanya orang biasa. Jika dia berani sombong, kami dapat menghancurkannya dengan satu jari," ucap salah satu perwakilan keluarga.


"Mereka sudah ada di sini. Sejak malam, jalan menuju bandara ditutup. Menurutmu siapa yang bisa mendominasi seperti itu? Tuan Lin, beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi," ucap Cheng Rui.


Lin Tian mengangguk dan berdiri. Dia melihat semua orang dan menjawab sambil tersenyum, "Kita semua tidak bisa mengalahkan binatang mutan Pulau Bintang, kan? Mereka tidak bisa terbunuh, kan?"


"Benar sekali. Bisnis kami kacau karena hal ini. Untungnya seorang ahli mau membantu menghancurkan mereka," ucap kepala keluarga yang terlihat sangat emosi saat membahas binatang mutan.


Lin Tian kembali bicara, "Tahukah Anda jika orang yang menghancurkan binatang mutan itu adalah orang-orang Ahli Bom Mei? Mereka sangat gila. Bahkan jika kalian menyentuh mereka dan tak meninggalkan jejak, mereka tetap bisa menghancurkan kalian berkeping-keping. Lalu apa kalian tahu apa yang dilakukan oleh Tuan Pulau Bintang? Dia malah meminta maaf pada Tuan Muda."


Gila! Siapa orang itu?


Ekspresi mereka berubah, "Lalu ... Nona Cheng ... apa yang harus kita lakukan?"

__ADS_1


Ini juga pertama kalinya Cheng Rui mendengar hal ini dari Lin Tian. Ia sedikit terkejut.


Setelah berpikir beberapa lama, ia menjawab, "Walau dia kuat, keluarga-keluarga di sini juga tidak lemah. Jika kita semua bertarung, mereka bukan tandingan kita. Namun, akhirnya tetap akan terjadi situasi kalah-kalah. Apalagi mereka datang kali ini untuk berdamai. Dengan kata lain, mereka akan memberi kita senjata. Inilah alasanku meminta kalian semua datang. Jika kalian ingin senjata, maka jangan menyinggungnya."


"Kami yang akan menyambut Ahli Bom Mei dengan jamuan tingkat tertinggi," ucap penanggungjawab Keluarga Bai sambil tersenyum.


Suasana langsung berubah. Mereka awalnya takut pada Mei Mengyi. Ternyata menurut Cheng Rui, Mei Mengyi akan memberi mereka senjata. Asalkan mereka berhubungan baik dengannya, pasti mereka akan mendapat senjata atau pun bom. Mendapatkan itu tentu akan langsung mengubah status mereka di luar negeri.


Sekarang, mereka semua ingin berteman dengan Mei Mengyi.


Jika Asosiasi Dewa Ramuan tak dapat disinggung karena ramuannya, maka Mei Mengyi tak dapat disinggung karena bom dan senjatanya.


Semua kepala keluarga hampir memikirkan hal yang sama, kecuali Gao Feng. Ia menyeringai. Pasti orang-orang di sini tak akan menyangka jika dia memiliki banyak senjata dan bom seperti yang mereka idamkan.


Tetua yang memikirkan ini juga tercengang.


Gao Feng pun segera menelepon Ling untuk memberitahukan hal ini.


"Tuan Muda, namamu mirip seperti orang hebat," ucap Gao Feng saat Ling mengangkat panggilannya.


Ling yang mendengar ini bingung. Namun, ia tak menanggapi.


Sekarang, Gao Feng membicarakan hal serius, "Tuan Muda Chen, kita telah memiliki barang itu. Selanjutnya bagaimana? Apa kita akan menjualnya?"

__ADS_1


"Tidak. Ahli Bom Mei akan berada di sini besok. Anda tak perlu melakukan apa pun. Temui saja dia," jawab Ling sambil bersandar di kursi.


"Tapi aku tak mengenalnya," jawab Gao Feng.


"Tidak apa-apa. Dengarkan aku saja," jawab Ling terkekeh.


Mereka berbicara cukup lama. Setelah itu, Ling mematikan panggilan.


Gao Feng tiba-tiba teringat. Ia tahu nama Mei Mengyi dari Cheng Rui, lalu ... bagaimana Ling bisa tahu? Sial! Apakah memang dia orangnya?


Gao Feng melirik tetua Chen dan berbicara dengan suara pelan, "Tetua, Tuan Muda itu memiliki nama yang sama dengan Chen Ling. Ia juga berasal dari Kota Bayangan. Apa menurutmu mereka orang yang sama?"


"Kepala Keluarga Gao, aku benar-benar curiga Anda ini memang gila. Lihatlah siapa Tuan Muda itu? Dan berapa umur Chen Ling? Bagaimana mungkin mereka bisa jadi orang yang sama?" ucap tetua Chen dengan suara pelan juga.


Namun, ada yang tidak dikatakan tetua Chen. Tuan Muda itu terdengar sangat kuat karena bisa menghancurkan binatang mutan. Sedangkan Ling terlihat keren dan sedikit pemalu. Jelas mereka bukan orang yang sama. Lagipula, Keluarga Gao tak akan terpuruk seperti ini jika mereka orang yang sama.


Gao Feng pun tak curiga lagi setelah mendengar penjelasan tetua. Mereka berdua pulang.


Gao Feng pulang dengan hati riang sambil bersenandung santai, sedangkan tetua Chen menelepon Chen Zhi sambil menangis karena melihat hal itu, "Tuan, sepertinya Kepala Keluarga Gao benar-benar gila!"


Malam itu, semua keluarga kalang kabut.


Mereka mempersiapkan antisipasi pertemuan dengan Mei Mengyi besok.

__ADS_1


__ADS_2