
"Nona ingin kembali ke Kota Bayangan bersama Tuan Muda Shi," jawab Long Yan. Ia tidak berani berbohong di depan Ling.
"Kembali ke Kota Bayangan? Yu Na Bi ini sepertinya lumayan. Baiklah, jika aku bertemu dengannya nanti, aku tidak akan memarahinya," ucap Yuan memasukkan ponsel ke sakunya.
Long Yang melirik Yuan dan berkata dengan hati-hati, "Tuan Muda, Nonaku berada di level tiga."
"Aku bisa mengalahkannya jika aku mau. Kau setuju, kan Ling?" tanya Yuan.
Ling menuangkan secangkir teh untuknya. Ia mengangguk santai.
"Aku harus pergi sekarang. Kalian berdua jaga lah Weiheng. Kalian paham?" Ling melihat notifikasi di ponselnya.
"Jangan khawatir, serahkan padaku! Siapa pun yang tidak takut mati, datang saja padaku!" ucap Yuan percaya diri.
Ling juga percaya dengan kemampuan Yuan. Bahkan tingkat keenam belum tentu bisa menyentuhnya. Dia melambai ke arah mereka dan pergi.
"Ling akan ke mana?" tanya Weiheng.
"Dia? Kau akan tahu nanti. Sekarang bawalah kami ke perjamuan itu, Weiheng. Kami belum pernah datang ke jamuan seperti itu," jawab Yuan.
Jun Ye Li melirik Yuan. Matanya sedikit berkedut. Padahal hampir seluruh anak bangsawan di akademi mengundang mereka ke perjamuan, tapi mereka hampir selalu menolak. Sekarang dia mengatakan jika dia tak pernah pergi ke jamuan?
Hanya Jun Ye Li yang mengetahui ini. Sedangkan pelayan di sana tidak. Jadi, mereka menggeleng saat mendengar ucapan Yuan.
*
Saat Yu Zhong sedang menunggu dengan cemas, tiba-tiba atmosfer di sekitarnya berubah. Ia mengangkat kepala dan melihat sekelompok orang muncul. Yang paling menonjol adalah pemuda di depan yang kelihatan malas dan cuek. Dia menggunakan pakaian kasual biasa, tapi ia tetap terlihat tampan dan elegan.
"Anda pasti Tuan Muda Chen. Saya tak menyangka Anda datang ke tempat kecil kami. Saya adalah kepala keluarga Yu, Yu Zhong," ucap Yu Zhong segera menyambutnya dengan ucapan menjilat.
"Tuan Muda Chen, Anda pasti lelah. Masuklah dulu. Kami telah menyiapkan jamuan Saya adalah manajer Keluarga Yu," ucap pria paruh baya di sampingnya dengan lembut.
Ling berjalan sambil memasukkan satu tangan ke saku. Matanya menatap orang-orang Yu Zhong dan menilai mereka. Akhirnya, tatapannya mendarat pada pria tua di belakang, "Semua bisa dibicarakan. Ayo masuk."
Ling berjalan dengan dipandu pria paruh baya.
*
__ADS_1
"Tuan, dia baru saja menatapku. Aku hampir tidak bisa bernapas," ucap seorang tetua kepada Yu Zhong.
Yu Zhong hanya tersenyum, "Aku baru saja menerima kabar jika Tuan Muda Chen ini telah memonopoli seluruh bisnis di wilayah utara. Ia juga sedang merenovasi gedung. Namun, itu adalah reruntuhan kuno yang tidak bisa disentuh siapa pun. Tapi saat dia merenovasinya, tak ada yang mengatakan apa pun!"
"Melihat situasi sekarang, sepertinya Tuan Muda Chen akan menjadi pemimpin hebat di sini," ucap seorang tetua lainnya.
"Benar. Jangan sampai kita menyinggungnya. Selama kita bisa mengikatnya, keluarga kita pasti bisa lebih maju lagi," jawab Yu Zhong.
"Hmm ... tapi ada yang aneh. Mengapa Tuan Muda Chen tiba-tiba datang? Padahal keluarga kita rata-rata dan sudah tidak membayar pajak selama bertahun-tahun," ucap tetua.
"Mengapa harus dipikirkan? Selama dia memilih datang ke keluarga kita, kita harus memperlakukannya dengan baik," jawab Yu Zhong tersenyum.
*
Mereka tiba di aula perjamuan. Yang datang hari ini tidak hanya Keluarga Yu, tapi juga kepala keluarga yang ada di sekitar sana. Bo Jie mengenalkan Ling pada para kepala keluarga itu.
Saat Yu Zhong ingin menyusul Ling, ia melihat Weiheng di ujung aula perjamuan, "Dia datang ke acara jamuan? Apa yang dia pikirkan? Katakan pada Nyonya agar membawanya pergi. Kalau tidak, jika Yu Na Bi keluar, akan terjadi masalah."
"Baik," tetua mengangguk.
Setelah mendengar ucapan tetua, Nyonya Yu menghampiri Weiheng.
"Nyonya, bukankah itu Weiheng? Tapi di mana Yu Na Bi? Biasanya mereka bersama, kan?" ucap seorang wanita sambil menahan tawanya. Wanita-wanita lainnya juga menahan tawa mereka.
Yu Na Bi adalah kebanggaan di Keluarga Yu. Saat ada kejadian seperti itu, orang-orang langsung bergosip tentangnya.
Nyonya Yu berkata pada Weiheng dengan ekspresi dingin, "Weiheng, mereka berdua adalah temanmu, kan?"
Weiheng berdiri, "Nyonya Yu."
Melihat Weiheng berdiri, Yuan dan Jun Ye Li ikut berdiri.
Nyonya Yu melirik mereka berdua dengan lembut. Saat ia menggeser pandangannya, ia melihat Long Yan. Tatapannya menjadi semakin dingin, tapi ia hanya berkata, "Baiklah, kalian duduk saja lagi. Lagipula ini pertama kalinya kalian datang ke acara jamuan."
Sedangkan wanita-wanita di sana menutup mulut mereka menahan tawa, "Nyonya Yu, Tuan Muda Shi ini memang tampan. Tak heran Nona Yu tak bisa melepaskannya. Dua temannya juga tidak jelek."
"Cukup. Kau sudah selesai?" Nyonya Yu menatap mereka dingin.
__ADS_1
Para wanita di sana tak berani mengatakan apa pun lagi. Mereka masih sedikit takut pada Nyonya Yu.
Mereka membahas hal lain, "Aku dengar Tuan Yu bertemu dengan Tuan Muda Chen. Katanya dia sangat kuat, bahkan Jenderal Qiu takut padanya."
"Siapa yang bilang? Ah, sayang sekali kita tidak bisa melihatnya," jawab salah satu orang.
Long Yan tiba-tiba teringat Ling. Ia ingat jika Weiheng mengatakan temannya adalah Tuan Muda Chen. Ia bertanya pada Weiheng, "Tuan Muda Shi, teman Anda yang baru saja pergi juga bernama Tuan Muda Chen, kan? Apa yang dimaksud mereka adalah dia?"
"Sudahlah, Long Yan. Jangan bicarakan hal aneh. Walau Ling kuat, ia tidak berasal dari luar negeri. Aku tidak tahu kapan dia datang ke luar negeri, tapi setidaknya baru beberapa bulan. Mana mungkin ia bisa mengenal Jenderal Qiu dalam waktu sesingkat itu," jawab Weiheng.
Long Yan kembali menjawab, "Benar juga. Aku dengar dia adalah Tuan Muda Chen dari Keluarga Bo."
Weiheng langsung melotot. Ia langsung mengingat jika Ling memiliki hubungan dengan Bo Minghao, "Seingatku ... Ling berasal dari Keluarga Bo di Kota Bayangan."
Namun saat memikirkannya lagi, ia merasa itu tidan mungkin. Ia menggeleng, "Ah, tidak mungkin. Pikiranku terlalu jauh."
Yuan hanya memakan kue sambil tersenyum. Sedangkan Jun Ye Li tidak tahu banyak, jadi dia hanya diam.
"Pfft ...," tiba-tiba para wanita itu tertawa.
"Nyonya Yu, sepertinya menantu Anda ini halu. Dia pikir seperti apa Tuan Muda Chen? Dia mengatakan ia berteman dengan Tuan Muda Chen? Apa dia pikir Keluarga Bo di tempat lain bisa dibandingkan dengan Keluarga Bo di luar negeri?" ucap salah satu wanita.
Nyonya Yu juga sedikit malu. Ia menatap Weiheng dingin, "Weiheng, jangan bicara seperti itu lagi lain kali. Jika Tuan Muda Chen mendengar ini, nyawamu bisa melayang. Pergilah dari sini. Jika Tuan Muda Chen tersinggung dengan ucapanmu, tak ada yang bisa menyelamatkanmu."
"Ayo pergi," ucap Weiheng. Ia tidak masalah jika dia dihina, tapi dia tak ingin mempermalukan teman-temannya.
Namun, Yuan tidak bergerak. Ia tersenyum pada Nyonya Yu, "Jika kami mengenal Tuan Muda Chen, apa Nyonya Yu tak akan mengusir kami?"
"Kenal Tuan Muda Chen? Jangan konyol! Pergilah sebelum aku bertindak lebih jauh!" ucap Nyonya Yu menahan emosinya.
"Yuan, tenanglah. Ayo kita pergi," ucap Weiheng. Bagaimanapun, ini bukan wilayah mereka. Walau Weiheng marah, ia tak ingin Yuan mencari masalah di sini. Apalagi saat ini tidak ada Ling yang biasanya mengendalikan situasi.
Weiheng menarik tangan mereka berdua.
Namun, suara yang tidak asing terdengar dari belakang mereka, "Aku baru saja datang. Kenapa kalian bertiga langsung pergi?"
Nyonya Yu berbalik dan melihat sosok pemuda.
__ADS_1