Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Masuk ke Akademi Sangat Mudah


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Tuan Yao.


Guru Cai tak menjawab. Ia menunjuk ke arah Ling dan menatap tajam tetua pertama, "Mengapa kau berbohong padaku?"


"Tuan Cai, bagaimana mungkin aku berbohong?" tetua pertama terperanjat.


Tuan Yao tahu sifat temannya. Ia melihat ke arah yang ditunjuk Guru Cai. Di sana ada Ling yang bersandar di pohon dan kelihatannya sedang menelepon seseorang.


"Cai, apa maksud ...," sebelum Tuan Yao selesai bicara, Guru Cai berlari menghampiri Ling.


Ling sedang menelepon A Shui. Zhan Yu berdiri tak jauh darinya.


Awalnya ia ingin melakukan panggilan video, tapi karena A Shui sedang dalam misi, ia tak ingin mempersulitnya. Saat Ling melihat Guru Cai berjalan ke arahnya, Ling berhenti sejenak.


Lalu, ia berkata, "A Shui, tak peduli itu Mo Xiayi atau bukan. Selidiki lebih dulu apakah Keluarga Bo memiliki hubungan dengan Keluarga Chen di masa lalu. Aku ada urusan, jadi aku akan menutup panggilan."


A Shui tak bergerak. Ia menjawab datar, "Baik, setelah aku selesai, aku akan segera menemuimu."


Tepat saat ia menutup panggilan, Guru Cai mendorong Zhan Yu yang menghalanginya, "Chen Ling! Jangan kabur!"


Ling berbalik dan menghela napas. Saat berhadapan dengan Guru Cai, ia tersenyum lebar, "Guru, mengapa Anda datang ke Pulau Bo?"


"Kau sudah mengajukan libur? Bagaimana bisa ada murid sepertimu? Masuk ke Akademi Bintang itu tidak mudah. Kenapa kau sia-siakan?" ucap Guru Cai memelototinya.


Ling meletakkan tangan di belakang kepala, "Sebenarnya ... masuk ke akademi sangat mudah."


Guru Cai tak bisa membalas ucapan Ling.


Tetua pertama dan yang lainnya masih mengikuti Guru Cai. Bo Yushen terkejut saat melihat Ling, "Ternyata Tuan Muda Chen berasal dari Akademi Bintang? Pantas saja. Tapi bukankah belum libur? Mengapa Anda tiba-tiba kembali ke Keluarga Bo?"


Tetua pertama juga terkejut saat mengetahui Ling bersekolah di Akademi Bintang.


"Guruku sudah setuju. Guru Cai, Anda bisa bertanya padanya jika tidak percaya," ucap Ling tersenyum pada Guru Cai.

__ADS_1


"Kau masih berani menyebut Guru Sheng?" Guru Cai melengos.


Ling sangat tenang. Ia memasukkan ponsel dan berkata, "Guru Cai, tetua pertama, tetua ketujuh, sepertinya kalian masih memiliki urusan. Baiklah aku tidak akan mengganggu lagi."


Sebelum Guru Cai sempat bicara, Ling sudah melarikan diri.


Namun, karena memikirkan Keluarga Bo, Guru Cai tak mengejar Ling. Ia berkata, "Ayo pergi ke ruang ramuan."


Sebelum itu, tetua pertama tak bisa menahan rasa penasarannya, "Tuan Cai, apa Anda kenal Tuan Muda Chen?"


Guru Cai mengangkat alisnya, "Apa maksudmu Tuan Muda Chen? Bukankah dia dari Keluarga Bo?"


Tetua pertama langsung merasa canggung.


Di mata mereka, Tuan Muda Bo hanyalah julukan untuk Bo Yushen. Ling hanya pendatang baru. Bahkan Tuan Tua tak ingin memberitahunya jika dia kembali.


Guru Cai memang telah menduga hal ini, tapi ia tak mengatakan apa pun tentang Ling. Ia berkata dengan tegas, "Ayo pergi!"


Saat mereka tiba di ruang ramuan, Guru Cai menyuruh mereka menunggu di luar. Mereka semua dengan patuh mengikuti perintah.


"Baik, siapkan perjamuannya. Pemimpin mereka Kapten Ming, kan? Tuan Tua terluka parah kali ini. Jika bukan karena mereka, kita tidak bisa melindungi pulau. Kita harus berterimakasih pada mereka."


*


Di kediaman Ling.


Ia mengeluarkan beberapa bahan herbal dari tasnya. Zhan Yu yang penasaran bertanya, "Tuan Muda, apa yang akan Anda lakukan?"


"Membuat ramuan," jawan Ling santai.


Zhan Yu diam untuk waktu yang lama.


Setelah itu ia kembali bicara, "Aku dengar dari Angling, ada dua tamu di Keluarga Bo. Selain itu, Tuan Tua juga sudah kembali. Sepertinya tetua pertama sengaja tidak memberitahu Anda."

__ADS_1


Ling hanya mendengarkan. Ia membuat ramuan tingkat menengah dengan santai. Saat Bo Angling datang, ia memberikan ramuan itu padanya.


"Terimakasih, Kakak Chen. Kakek sudah kembali. Kakak Chen, apa kau ingin ikut denganku?" tanya Bo Angling.


"Tidak. Angling ingatlah untuk meminum semua ramuan ini. Kau ingat ucapanmu sebelumnya, kan?" ucap Ling.


"Tentu saja. Aku, Bo Angling, ingin menjadi seperti Kakak Chen!" jawab Bo Angling dengan ekspresi serius.


"Pintar. Segera pergi," ucap Ling. Ia merebahkan diri di kursi rotan.


*


Saat Bo Angling tiba, Tuan Tua Bo memperlakukannya dengan sangat baik. Ia tahu Bo Angling berbakat.


Walau ia masih muda, Bo Angling juga paham jika tetua pertama sengaja tidak memberitahu Ling. Jadi, dia agak tidak senang saat menatap mereka.


Saat Bo Angling tiba, Tuan Yao dan Guru Cai telah selesai membuat ramuan. Kali ini mereka sangat beruntung. Mereka berhasil membuat sebotol ramuan tingkat tinggi.


Namun ketika Tuan Tua meminum ramuan itu, kondisinya tak juga membaik.


"Aku tak bisa menyembuhkan penyakit Tuan Tua. Lima organnya rusak dan dia tak bisa menyerap ramuan ini. Kami hanya bisa membantunya bertahan selama sebulan," ucap Tuan Yao. Guru Cai juga tidak membantah.


Memangnya siapa yang bisa hidup lama setelah banyak organnya yang rusak? Untungnya Tuan Tua sangat kuat.


"Sebulan?" Bo Angling tertegun.


Kali ini ia tak langsung bicara. Ia mengirim pesan pada Ling.


[Kakak Chen, apa kau bisa menyelamatkan Kakek Bo?]


Sebelum menerima pesan ini, Ling benar-benar tak ingin peduli dengan keadaan Tuan Tua Bo. Ia punya alasan sendiri untuk kembali ke Keluarga Bo.


Namun, tak peduli orang macam apa Tuan Tua Bo, tangan Ling juga sudah kotor dengan darah. Tuan Tua Bo adalah satu-satunya yang memiliki akses bebas. Mungkin ia bisa sedikit membantu.

__ADS_1


Ling menelepon Bo Angling, "Berikan ponselnya ke tetua ketujuh."


"Tetua, aku bisa menyelamatkan Tuan Tua Bo, tapi bayarannya 100.000 koin," ucap Ling. Saat menyelamatkan Nyonya Bai, mereka malah memberikan 100.000 dari 10.000 yang dia minta. Jadi menurut Ling, tak terlalu berlebihan saat mengatakan nominal itu.


__ADS_2