
Keesokan harinya, Zhuo Xia tidak muncul. Selain kepala suku, tidak ada yang tahu ke mana ia pergi.
Melihat Ling memegang belati dan melihat betapa bergunanya belati dari Han Shuangfu, Su Hua hanya diam. Ia tak memberitahu pada Han Shuangfu jika belati itu hanya digunakan untuk memotong apel.
Sekarang, kepala suku mengumpulkan hampir seluruh warga.
Ia melihat ke arah Ling yang berdiri di belakang kerumunan. Ia juga melihat Zhuo Shiaonian dan Bo Hongyun yang dikelilingi oleh banyak orang. Kemudian, kepala suku melihat ke arah Su Hao.
Kali ini Su Hao berdiri di belakang Ling, bukan bersama Zhuo Shiaonian. Hal ini membuat kepala suku sangat terkejut. Ia tahu bagaimana watak Su Hao.
Setelah itu, kepala suku menyampaikan sesuatu pada seluruh orang. Nada bicaranya sangat santai, "Aku memanggil semua orang ke sini karena ingin mengumumkan hal penting. Kita semua tahu jika tempat rahasia kita tidak bisa dibuka selama 19 tahun. Kita juga telah mengasingkan diri dari dunia luar selama 19 tahun. Namun tadi malam aku mendapat kabar dari Nona Zhuo, bahwa tempat rahasia kita sudah bisa dibuka."
Saat mengucapkan kalimat terakhirnya, kepala suku bergetar. Kini seluruh penduduk hening. Zhuo Shiaonian juga menatap kepala suku. Sedangkan penduduk desa masih hening untuk waktu yang lama, sebelum mereka benar-benar meledak.
Ling masih menatap kepala suku dan berpikir.
"Ling, apa maksudnya tempat rahasia mereka? Apa itu sama dengan wilayah kultivasi? Mengapa itu tidak dapat dibuka selama 19 tahun ini?" tanya Yuan dengan berbisik. Liam di sebelahnya juga bingung.
Su Wen Ai yang berdiri di sebelah Ling, menatap tajam ke arah kepala suku. Ia berkata dengan nada mengejek, "Membuka tempat rahasia? Cih, mereka bahkan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mereka dengan santai menggunakan orang yang masih hidup sebagai korban."
Suaranya sengaja tidak di pelankan, jadi orang yang berdiri di dekatnya dengar.
__ADS_1
"Mengorbankan orang yang masih hidup?" tanya Yuan bingung saat mendengar pernyataan Su Wen Ai.
Liam juga tercengang. Ia tiba-tiba tersentak, "Tunggu sebentar. Su Wen Ai, bagaimana kau bisa tahu?"
Namun Su Wen Ai dengan cepat mengembalikan ekspresinya. Ia menjawab, "Aku membacanya dari buku."
Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi saling memandang dengan kaget. Su Wen Ai ... nama keluarganya juga sama. Yang paling penting Zhuo Xia menunjukknya langsung agar ia datang ke sini. Sebelumnya mereka tidak mengerti mengapa Zhuo Xia membawa empat orang biasa. Namun setelah mendengar pernyataan Su Wen Ai, mereka menjadi mengerti.
"Menurut Nona Zhuo Xia, jika ada yang ingin masuk, maka kekuatan mereka tidak boleh rendah. Selain itu jika orang luar ingin masuk, maka mereka harus memberi kontribusi yang paling besar untuk suku kita. Aku akan mengumumkan daftar namanya dalam tiga hari," ucap kepala suku. Penduduk desa di sana hanya diam menatapnya. Mereka menganggap daftar ini sangat penting, termasuk Zhuo Shiaonian dan Bo Hongyun.
Setelah selesai membuat pengumuman, kepala suku masuk ke ruang kerjanya. Ia melihat kembali daftar yang tergeletak di meja begitu saja. Ia menatap daftar untuk waktu yang lama.
Saat ini, Su Qiu mengetuk pintu dan masuk. Ia membaca secarik kertas yang masih ada di tangan kepala suku. Ia langsung meledak saat melihat isinya.
"Mengusir mereka? Kau ingin aku mengusir mereka? Apa kau sangat berani untuk melakukan hal itu? Apa kau lupa bagaimana Liam bisa melukaimu kemarin? Apa kau sangat percaya diri sekarang untuk mengusir mereka? Su Qiu, gunakan otakmu dengan baik. Kau tidak bisa mengusik mereka. Jika kau berniat mengusik mereka, jangan harap kau masih bisa hidup sekarang," jelas kepala suku saat tahu Su Qiu melihat daftar nama itu.
Su Qiu membeku. Ia bertanya dengan gemetar, "Memangnya kontribusi apa yang sudah mereka lakukan?"
"Kontribusi apa? Apa kau tidak lihat jika Su Hua dan Su Hao menghormati mereka? Apa kau tidak memikirkannya mengapa mereka bisa menghormati mereka? Yang paling penting lagi, Nona Zhuo membantu kita untuk membuka tempat rahasia. Apa menurutmu kontribusi ini cukup? Jika kau tidak percaya, Nona Zhuo akan kembali sore nanti. Jika memang kau tidak percaya, kau bisa mencarinya dan menemuinya," jawab kepala suku sambil menggelengkan kepala melihat sifat Su Qiu.
Saat mendengar nama Zhuo Xia, Su Qiu tidak mengatakan apa pun. Meskipun belum pernah bertemu Zhuo Xia secara langsung, tapi Su Qiu telah mendengar kehebatannya. Bahkan Zhuo Shiaonian menghormatinya. Jadi ia masih waras jika disuruh meminta penjelasan Zhuo Xia.
__ADS_1
Dia pergi dari ruangan kepala suku.
Melihat kepergian Su Qiu, penjaga yang ada di sana menggelengkan kepalanya. Salah satunya mencibir, "Ia diberi banyak ramuan oleh Nona Zhuo Shiaonian, kan?"
Penjaga lainnya mengangguk. Mereka berpikir Su Qiu sangat keras kepala. Ia hanya tahu bagaimana menindas yang lemah dan takut pada yang kuat.
Sekarang Su Qiu berada di kediaman Zhuo Shiaonian untuk melaporkan hal ini. Awalnya ekspresi Zhuo Shiaonian tidak berubah. Ia tetap tersenyum hangat.
Namun setelah Su Qiu pergi, wajahnya menjadi dingin.
"Nona, Keluarga Su ini sangat tidak tahu malu. Anda telah melakukan banyak hal untuk mereka. Apa mereka buta? Tidak bisakah mereka melihatnya? Bahkan empat orang itu mengatakan jika mereka memberi banyak kontribusi untuk Keluarga Su. Apa yang diberikan oleh mereka? Hanya karena bisa mengalahkan Su Qiu?" ucap Bo Hongyun dengan marah. Meski begitu, ia hanya bisa berbicara di belakang karena ia tahu bagaimana Ling.
Zhuo Shiaonian tidak terlihat baik-baik saja. Ia mencengkram erat gelas di tangannya. Kilatan dingin di matanya seperti bisa membekukan sesuatu. Kemudian ia menarik napas dalam dan berkata, "Aku akan membuat mereka bersujud dan memohon padaku."
*
Pada waktu bersamaan.
Di kediaman Su Hua.
Su Hua melihat ibunya berlarian dengan cepat. Ia menghampiri Su Hua dan berkata, "Su Hua, panggil ... panggil Kakekmu. Ayahmu ... itu ...."
__ADS_1
Suaranya bergetar. Ia tak bisa menyelesaikan kalimatnya.
Setelah mendengar ini, Su Hua langsung masuk ke kamar ayahnya. Saat ia membuka pintu, ayahnya yang biasa koma dan hanya bisa terbaring di kasur, kini seluruh kulitnya membusuk. Tangan dan kakinya diikat dengan rantai. Namun sekarang semua rantai itu audah hancur.