
Kediaman Keluarga Zhuo.
"Ayah, bahan obat dan ramuan adalah sumber kehidupan kita. Jika kita memberikannya secara gratis, apalagi yang menjadi bisnis kita? Mengapa Ayah menuruti kata-kata dari seorang bocah berusia 17 tahun? Memang kita bekerjasama dengan Chen Company, tapi bukan berarti Ayah harus menuruti semua perkataannya," ucap Zhuo Fan protes.
Ia tak setuju saat ayahnya tiba-tiba ingin membuka pengobatan gratis.
Para petinggi di Keluarga Zhuo juga menyetujui itu. Salah satu orang berkata, "Tuan Tua Zhuo, Anda harus memikirkan hal ini lagi. Kita sudah bukan bagian dari Kota Bayangan lagi. Melakukan hal ini memiliki resiko yang besar."
Tuan Tua Zhuo mencengkram erat penanya. Sekarang sedikit keraguan muncul di hatinya. Dia merasa sangat bimbang. Ia percaya pada Ling, tapi memang melakukan hal ini memiliki resiko yang besar.
"Kakek," panggil Liam.
Ia baru saja pulang sekolah dan masih memakai seragam. Ia melihat banyak petinggi di sana. Ia tahu mereka sedang membahas hal penting.
Sebelum ia pergi ke kamar, ia memberikan pada kakeknya plakat kayu yang membuatnya berpikir sepanjang hari.
"Ling memberikan ini untukmu," ucap Liam sambil memberikan plakat kayu. Setelah itu, Liam pergi ke kamarnya.
Tuan Tua Zhuo menerima benda itu. Ia mengamati dengan teliti setiap ukiran yang dipahat dengan hati-hati itu.
"Baiklah, kita akan ...,"
Prang!
Pena yang dipegang Tuan Tua Zhuo jatuh. Kata-katanya terhenti dan dia membeku sejenak.
Ia menatap lekat plakat kayu itu lagi. Kemudian berkata dengan tegas, "Baiklah, kita akan membuka pengobatan gratis dan segera mengadakan konferensi pers. Tidak ada penolakan lagi."
Setelah itu, Tuan Tua Zhuo masuk ke ruang kerjanya.
Orang-orang yang ada di ruang tamu hanya menghela napas pasrah. Mereka tadi melihat perubahan ekspresi yang kontras dari Tuan Tua Zhuo. Meskipun masih tetap tidak setuju, mereka tidak dapat membantah ucapan Tuan Tua Zhuo.
"Ayah menjadi semakin aneh. Dia juga semakin dekat dengan bocah itu," ucap Zhuo Fan.
Awalnya ia sangat mengagumi Ling karena kemampuannya. Ia juga sudah melihat perubahan pada anaknya. Namun hal ini membuatnya sedikit khawatir.
"Sudahlah mari kita cari reporter. Kita akan segera membuka konferensi pers," ucap Zhuo Fan melanjutkan.
Keesokan harinya.
Walau memiliki waktu sempit, Keluarga Zhuo tetap berhasil mengundang awak media dan melakukan konferensi pers. Mereka juga mengundang beberapa perusahaan besar.
Ini adalah pertama kalinya Keluarga Zhuo keluar ke permukaan.
Lu Yan juga datang ke konferensi pers ini.
Ketika dia tahu bahwa mereka mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan tentang pembukaan pengobatan gratis, dia hampir saja tertawa sampai menangis. Kegelisahan yang sejak kemarin dia alami kini hilang dalam sekejap.
__ADS_1
"Tuan Tua Zhuo," panggil Lu Yan saat melihat Tuan Tua Zhuo akan pergi.
"Kalian memang hebat karena berani membuka pengobatan secara gratis. Namun bekerjasama dengan Chen Company mungkin adalah keputusan yang akan paling Anda sesali," ucap Lu Yan.
"Menyesal?" Tuan Tua Zhuo mengangkat alis.
"Tidak. Ini adalah keputusan yang paling baik yang pernah aku ambil," jawab Tuan Tua Zhuo sambil terkekeh. Ia kemudian berjalan pergi meninggalkan Lu Yan.
Ia melihat plakat kayu yang sejak tadi dibawanya. Ukiran naga di kayu itu terlihat rumit. Itu pasti dibuat dengan hati-hati. Dan jika lebih melihat detailnya lagi, mereka juga akan melihat sebuah nama.
Ling X.
*
Lu Yan kembali ke Kediaman Lu dengan wajah suram. Ia melihat Wuzhou dan ibunya sedang duduk di sofa.
"Apakah sudah ada kabar dari Tuan Han?" tanya Lu Yan. Ia duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di bahu Wuzhou.
"Belum," jawab Wuzhou sambil menggeleng.
Lu Yan menghela napas kasar. Beberapa hari sejak konferensi pers, Tuan Han tidak bisa dihubungi. Ia berpikir Tuan Han kabur dari masalah ini.
"Aku sudah bilang jangan meremehkan Chen Ling. Namun kau tidak mendengarkan kata-kataku," ucap nyonya Lu sambil memainkan ponselnya.
"Ibu!" teriak Lu Yan. Dia sudah bangkit dari bahu Wuzhou.
Nyonya Lu hanya mengangkat bahu acuh.
"Lu Yan!" seru Wuzhou.
"Tuan Han sudah menghubungi kita," lanjutnya bicara.
"Ayo kita ke kamar," ajak Lu Yan. Mereka berdua pun berjalan menaiki tangga dan meninggalkan nyonya Lu.
Di kamar Lu Yan.
"Tuan Han. Ternyata Tuan Yuan bekerjasama dengan Chen Company," ucap Wuzhou memberi informasi.
"Yuan Ming bekerjasama dengan Chen Company?" tanya pria itu. Dia memutar kursi kerjanya dan memunculkan wajahnya di video.
"Benar. Chen Company juga bekerjasama dengan Keluarga Zhuo dan Keluarga Yu. Hal ini tidak menguntungkan untuk Lu Company. Harga saham menjadi sedikit turun," ucap Lu Yan.
Tuan Han tersenyum meremehkan. Terlihat kilatan tajam dari matanya. Dia berkata, "Aku sudah menyembunyikan diri selama 15 tahun. Sepertinya orang-orang mulai melupakanku."
Mata tajamnya menatap dua orang dalam video.
"Berikan aku rincian tentang Lu Company. Aku akan menganalisis dan mencari pemecahan masalah untuk ini. Dan lupakan tentang Proyek L. Kalian akan ditertawai oleh orang dari Kota Bayangan karena hal itu," ucap Tuan Han.
__ADS_1
Wuzhou dan Lu Yan tersenyum canggung. Bagaimanapun Wuzhou adalah pelopor Proyek L.
Mereka pikir itu adalah ide paling luar biasa. Mereka dengan percaya diri menyebarkan itu ke seluruh Kota Urban. Bahkan mereka memperlihatkan proyek itu pada Yuan Ming.
Saat memikirkannya kembali, ia rasa Yuan Ming pantas untuk meremehkan ajakan kerjasamanya. Saat ini dia sangat malu.
"Tidak apa. Kau tetap pintar. Aku sudah lama tidak menerima murid. Semua orang yang pernah menjadi muridku sudah sukses di Kota Bayangan," ucap Tuan Han sambil tersenyum tipis.
Setelah itu, Wuzhou tersenyum bahagia.
"Terimakasih, Tuan. Aku pasti akan melakukan yang terbaik," ucapnya.
"Jangan mengecewakanku," ucap Tuan Han terkekeh sebelum akhirnya mematikan panggilan video.
Saat itu, Wuzhou langsung membuka browser dan masuk ke situs web khusus untuk Kota Bayangan.
Lu Yan di sampingnya terkejut.
"Darimana kamu mendapatkan akses?" tanya Lu Yan.
Orang-orang penting dan berpengaruh di Kota Bayangan jarang menyebarkan informasi pribadi ke publik. Jika pun ada, itu hanya sedikit informasi. Mereka memiliki situs web khusus yang bisa diakses jika memiliki akun khusus pula.
Di situs web khusus ini, mereka dapat menemukan informasi yang tidak dapat ditemukan di situs web publik. Misalnya Han.
Saat mereka membuka situs web publik, mereka hanya menemukan sedikit informasi tentangnya. Namun saat membuka situs web khusus, langsung muncul judul yang mengejutkan mereka.
'Ekonom Paling Hebat, Han'.
Lu Yan menutup mulutnya karena terkejut dan senang.
"Dia ... dia adalah orang yang sangat hebat. Kita sangat beruntung," ucap Lu Yan.
"Benar. Tidak sia-sia aku membeli akun khusus ini," ucap Wuzhou. Jarinya gemetar karena gembira.
Setelah beberapa saat, ia kembali mengetik di keyboard.
'Ling X'.
Namun artikel atau informasi yang muncul bukan tentangnya. Mereka tidak dapat menemukan 'Ling X'. Hanya ada iklan dan beberapa artikel aneh.
"Mengapa tidak ada informasi tentang Ling X? Bukankah menurut Tuan Yuan dia sangat hebat?" tanya Wuzhou heran.
"Aku tidak tahu," jawab Lu Yan.
"Mungkin saja orang ini hanya orang biasa dan tidak sehebat Tuan Han," ucap Lu Yan melanjutkan.
Ekonom paling hebat, bukankah itu sangat luar biasa?
__ADS_1