Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Aku Akan Menang


__ADS_3

Totalnya 200 batu yang akan dipotong. Batu di bagian depan adalah milik para master terkenal. Sedangkan batu yang dipertaruhkan orang-orang diletakkan di bagian belakang.


Kualitas batu tahun ini lumayan. Rata-rata adalah level 4 ke atas. Bahkan Tuan Luo mendapat level 6. Semua orang memberi selamat padanya.


Padahal dulu batu level 6 pernah memenangkan kejuaraan.


"Kau lihat itu? Mengapa batu Tuan Muda Chen diletakkan di belakang batu Chen Kai? Apa petugas sengaja melakukan ini?" tanya Zhuo Kira.


"Mereka benar-benar ... apa mereka sengaja ingin mempermalukan kakak ipar?" Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu juga protes. Mereka jadi muram saat memikirkan ini.


"Kakak Xia, kenapa kau tak bertindak?" tanya Bai Xiaoqi saat melihat Zhuo Xia tetap tenang.


"Aku akan menang," jawab Zhuo Xia lembut.


"Setelah bertemu Ling, kau memang menjadi gila," ujar Han Shuangfu. Zhuo Xia hanya menatapnya datar.


Saat ini, giliran mereka memotong batu Cheng Rui. Batu Cheng Rui diletakkan ketiga paling akhir, batu Chen Kai kedua paling akhir, dan batu Ling di paling akhir.


Saat dipotong, isinya adalah batu berwarna putih. Melihat ini, wajah semua orang pucat. Mereka berpikir Cheng Rui hanya ikut untuk meramaikan acara. Tak diduga ia mendapat batu level 8! Ini adalah kejadian langka.

__ADS_1


Setelah keributan karena batu Cheng Rui, kini batu Chen Kai yang akan dipotong. Ahli pemotong batu tersebut dengan hati-hati mengambil batunya dan memotongnya perlahan.


Tak lama, ia melihat giok berwarna hijau. Ia tersenyum puas dan mengumumkan, "Giok level 8, giok level tinggi!"


Semua orang melihat Chen Kai dengan iri dan kagum. Mereka sama sekali tak terkejut karena Chen Kai yang mendapatkannya.


"Sepertinya akan ada dua juara tahun ini," ucap Tuan Luo menghela napas.


Chen Kai melirik Ling. Kemudian ia berkata di depan semua orang, "Chen Ling, apa kau masih ingin bersaing denganku? Karena kita teman, tidak apa jika kau menyerah."


Semua orang menganggap Ling memalukan karena ingin bersaing dengan Chen Kai.


Ahli itu memotong menjadi dua. Tak ada warna apa pun di dalamnya.


"Huh," Zhuo Ai menghela napas berat.


Penonton lain justru tak terkejut. Mereka akan terkejut jika ada warna hijau di dalamnya.


Ling menyipitkan matanya. Kemudian ia menunjuk satu tempat, "Potong di sini."

__ADS_1


"Tidak apa Chen Ling. Judi batu memang tidak mudah. Sepertinya kau tidak tahu jika para master di sini berlatih bertahun-tahun untuk judi batu. Kau belum pernah mempelajarinya, kan? Apalagi di kotamu tak ada hal seperti ini. Jangan terlalu dipikirkan," ucap Chen Kai sambil tersenyum.


Namun, saat ia selesai bicara, ahli pemotong batu itu telah memotong sesuai tempat yang ditunjuk Ling. Ia berseru, "Warna hijau?!"


Chen Kai membeku. Ia tak mempedulikan Ling lagi dan menatap ke layar penilaian.


Ahli pemotong batu itu sudah sering berinteraksi dengan batu. Ia merasa batu ini level tinggi. Ekspresinya semakin serius saat ia melanjutkan pemotongan.


Sepotong batu giok warna hijau utuh telah dipotong. Di bawah sinar matahari, seperti ada gas yang mengalir di dalamnya, membuat mata siapa saja yang melihatnya menyipit karena silaunya.


Ahli batu itu meletakkan batu di alat penilaian dengan hati-hati.


Semua orang menatap layar.


Han Shuangfu melihat kata yang tertera di layar. Ia menjatuhkan gelas tehnya.


Hanya ada dua kata di sana.


[Level Sepuluh]

__ADS_1


__ADS_2