Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Menjadi Satu-satunya yang Malu


__ADS_3

"Lihatlah, maka Anda akan bisa tidur nyenyak malam ini," ucap Gao Feng. Ia tak ingin hanya dirinya sendiri yang terkejut. Ia tak mau menjadi satu-satunya yang malu.


"Tuan, aku hanya bisa tidur nyenyak jika Anda tak ikut campur dalam masalah ini," jawab tetua. Ia tetap membaca dokumen itu untuk menghargai Gao Feng.


Awalnya, ia hanya membaca dengan asal. Namun, semakin dia membaca, ekspresinya semakin serius. Semakin lama, wajahnya pucat dan tangannya gemetar memegang dokumen itu.


Gao Feng dengan santai meminum tehnya. Melihat ekspresi tetua, ia berpikir, apakah ia seperti ini tadi di depan Ling? Sungguh memalukan. Sekarang ia yakin, tanpa senjata nuklir, Keluarga Gao akan tetap baik-baik saja.


Tetua selesai membaca. Ia menatap Gao Feng dan bertanya, "Tuan, siapa yang memberikan informasi ini?"


Gao Feng tersenyum, "Chen Ling, orang yang Anda suruh agar tak aku lindungi."


Tetua semakin tidak percaya.


Kemudian, Gao Feng menambahkan, "Tetua, setelah kupikirkan kembali, sepertinya kekuatan kita saat ini tidak cukup untuk melawan Keluarga Zhuo. Bagaimana kalau aku tak melindungi Ling lagi dan tunduk dengan Keluarga Zhuo?"


"Jangan!" seru tetua itu.


Gao Feng tersenyum tipis.


Tetua berkata dengan semangat, "Tuan, kapan semua ini akan dilaksanakan? Saya tidak sabar melihat ekspresi kaget mereka."


"Aku tidak tahu. Aku harus menunggu Ling," jawab Gao Feng.


Tetua tetap tersenyum.


Tadinya ia masuk ruangan dengan wajah muram. Namun, saat ia keluar, wajahnya cerah kembali. Sebelumnya ia tak memiliki selera makan, tapi sekarang ia bisa makan dengan baik bahkan tidur dengan nyenyak.


Nyonya Gao juga mengalami hal yang sama. Ia yang awalnya selalu khawatir, kini ia juga terlihat lebih gembira. Bahkan, ia sempat berkumpul dengan wanita lain dari keluarga besar.


"Nyonya Gao, kau terlihat sangat gembira? Bukankah kau memiliki konflik dengan Keluarga Zhuo?" tanya salah satu wanita.


Nyonya Gao tersenyum dan mengelus rambutnya, "Tentu saja. Tuan Gao bilang, mereka yang akan memohon pada kami."

__ADS_1


Wanita-wanita lain hanya saling pandang.


*


Kediaman Keluarga Chen.


"Chen Kai, bukankah menurutmu itu lucu? Tadi saat aku bertemu dengan Nyonya Gao, ia berkata jika orang-orang dari Keluarga Zhuo akan memohon padanya. Aku pikir dia sangat gila," ucap Nyonya Chen.


Chen Kai meletakkan sumpit dan mengangkat alis, "Apa dia benar-benar mengatakan itu?"


Nyonya Chen mengangguk, "Sepertinya dia mengatakan itu untuk menghibur dirinya sendiri."


Chen Kai tenggelam dalam pikirannya. Menurutnya Nyonya Gao agak aneh. Padahal Chen Kai tahu sendiri jika Keluarga Gao tak akan mampu menghadapi Keluarga Zhuo.


Namun, orang-orang ini pasti tak menyangka jika ucapan Nyonya Gao benar, termasuk Gao Yu Xi yang tidak tahu sama sekali.


*


Melihat ini, Gao Yu Xi malah ketakutan.


"Apa Ayah ingin ... memukulku?" tanya Gao Yu Xi.


Gao Feng mengangkat tangan kanannya. Secara otomatis, Gao Yu Xi menutup matanya. Namun, setelah beberapa detik menunggu, ia tak merasakan rasa sakit sama sekali.


Ia pun membuka mata dan melihat Gao Feng menepuk pundaknya, "Kau benar-benar anak yang baik."


"Hah?" Gao Yu Xi bingung.


"Kau benar-benar beruntung," ucap Gao Feng yang semakin membuat Gao Yu Xi bingung.


Gao Feng tahu jika Ling bisa membuat kesepakatan ini dengan siapa saja, tetapi Ling memilihnya. Ini pasti karena Gao Yu Xi.


"Baiklah, lupakan ini. Kau akan pergi ke akademi, kan? Aku akan mengantarmu dan berjumpa dengan Ling," ucap Gao Feng. Ia meninggalkan Gao Yu Xi yang masih kebingungan.

__ADS_1


*


Anak dan ayah itu tiba di akademi. Sebelum mereka sampai di kamar Jun Ye Li, mereka berpapasan dengan Bai Chengsi dan operator akademi.


Meski orang-orang tahu jika Gao Feng berselisih dengan Keluarga Zhuo, tapi hanya sedikit orang yang menjauhi mereka. Operator akademi pun berhenti dan mencoba mengobrol dengan Gao Feng.


Mau tak mau, Gao Feng menyuruh Gao Yu Xi pergi lebih dulu.


"Tuan Gao, mengapa Anda melakukan itu? Keluarga Zhuo pasti akan mengincar kalian," ucap Bai Chengsi yang tahu jika Gao Feng lah yang membebaskan Ling.


"Aku tahu," jawab Gao Feng tersenyum. Saat ini ia benar-benar tidak takut.


Mendengar ini, operator akademi menghela napas, "Tuan Gao, meskipun Chen Ling jenius, tapi ia tak pernah memakai otaknya. Bahkan ia nekad datang ke kantor penegakan hukum. Namun, apa akhirnya? Dia ditahan di sana."


Saat ini, Gao Feng tak tahan mendengar orang menghina Ling. Jadi, ia hanya tersenyum dan mengalihkan pembicaraan, "Aku lihat kalian terburu-buru. Apa ada masalah?"


Bai Chengsi segera teralihkan. Ia menjawab, "Kemarin, komputer di sekolah dikendalikan dari jarak jauh. Orang yang mengendalikan ini mengatakan jika bos mereka ada di akademi. Kami sedang mencari siapa bos ini."


Bai Chengsi sangat tertarik dengan masalah ini. Sayangnya, tidak ada informasi apa pun tentang bos ini setelah mereka menyelidiki seharian.


Gao Feng merasa jantungnya berhenti, "Mengendalikan komputer dari jarak jauh?"


Bukankah Ling mengendalikan komputernya kemarin?


"Apa mungkin bos itu adalah Chen Ling?" ucap Gao Feng memandang Bai Chengsi.


Ekspresi Bai Chengsi berubah, "Tuan Gao, jangan bercanda. Chen Ling tak bisa dibandingkan dengan bos itu."


Setelah ia selesai bicara, ia merasa ia agak kasar. Jadi, ia meminta maaf, "Maaf, Tuan Gao."


Bai Chengsi terlanjur tidak suka dengan Ling. Jadi, ia tidak suka jika bos yang ia idolakan malah disamakan dengan Ling yang biasa saja.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan mengurus sesuatu dulu," ucap Gao Feng. Jika Bai Chengsi tak mempercayainya, maka itu tidak masalah. Tujuan ia datang ke sini untuk bertemu dengan Ling, bukan meyakinkan orang lain.

__ADS_1


__ADS_2