Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Malaikat Maut


__ADS_3

"Kakak Pertama, apa kau tidak ingin menyerah? Kau masih sempat jika ingin menyerah sekarang," ucap Bo Hongyun yang sudah bersiap di posisinya.


"Tuan Muda Hongyun, jangan pedulikan tentang dia. Dia sudah sangat sombong sekarang," ucap pimpinan ketua menambahkan.


Pertandingan ini disiarkan secara langsung. Para penonton yang bertugas menjadi juri. Jadi jika ada kecurangan, mereka pasti akan terkena sanksi sosial.


Semua orang yang melihat siaran langsung sudah tahu jika dia adalah anak dari Bo Minghao. Mereka juga berpikir Ling hanya memanfaatkan ayahnya untuk mendapat fasilitas pelatihan. Jadi saat ini mereka semua menganggap remeh Ling.


"Ayo mulai!" ucap wasit untuk kedua kalinya.


Ling mengangkat tangannya dan mengambil kuda-kuda. Ia menyeringai ke arah Bo Hongyun. Kemudian, ia bicara, "Ayo mulai permainan ini!"


Tanpa basa-basi lagi, Bo Hongyun menyerang Ling lebih dulu. Ia mengeluarkan seluruh energinya untuk menjatuhkan Ling. Pukulan-pukulannya sangat cepat. Jika orang yang melihat ini bukan seorang kultivator, bagi mereka Bo Hongyun sudah tidak ada di pertarungan karena sangat cepat.


Namun kecepatan Bo Hongyun kalah dengan Ling. Dengan gerakan lentur, Ling menghindari seluruh gerakan Bo Hongyun. Bagi Ling hal ini sangat mudah. Ia bahkan bisa menjatuhkan Bo Hongyun sekarang juga. Namun ia masih ingin bermain.


Matanya berbinar menghindari semua serangan Bo Hongyun. Ling menjadikan Bo Hongyun sebagai ajang latihannya. Sudah lama ia tak bertarung dengan orang yang cukup kuat. Bo Hongyun memang berbakat jadi kultivasinya tidak rendah.


Ling cukup bersemangat. Ia belum membalas serangan Bo Hongyun. Sedangkan orang yang melihat pertarungan mereka hanya menganggap Ling lemah tak bisa membalas. Padahal jika Ling benar-benar lemah, ia tak akan bisa menghindari serangan Bo Hongyun.


Panggung itu tetap bergetar. Ling terus bergerak lihai menghindari serangan Bo Hongyun. Ia tak menggunakan kultivasinya karena tak ingin mereka tahu. Ia hanya menggunakan kekuatan fisiknya.


"Kakak Pertama, jika kau tak mampu membalas, jangan lagi anggap dirimu sebagai anak Tuan Besar Bo," ucap Bo Hongyun yang hanya dapat didengar oleh mereka.


Ia berhasil menangkap tangan Ling. Ia membungkukkan badan dan kembali berkata, "Aku memiliki kultivasi, sedangkan kau tidak. Apa kau sadar kau sedang menghadapi malaikat mautmu?"


Ling menyeringai melihat ini. Ia menatap sekilas ke arah kamera. Melihat ini, semua orang tahu mengapa Ling adalah anak Bo Minghao. Cara mereka menatap benar-benar mirip.


A Shui tersenyum tipis.


Di tempatnya, A Shui mengetikkan serangkaian angka. Saat ini ia membuat setiap orang yang memilki ponsel atau televisi dapat melihat siaran langsung. Walau mereka sedang melihat acara lain atau sedang membuka media sosial, kini semua layar mereka berganti menjadi siaran langsung.

__ADS_1


Di dalam keheningan itu, Ling membalikkan keadaan.


Ia menarik tangan Bo Hongyun, kemudian membantingnya ke lantai. Belum sempat Bo Hongyun bangun, Ling menariknya lagi kemudian melemparnya hingga menabrak dinding. Lemparan itu sangat kuat sehingga dinding retak.


Bo Hongyun batuk darah. Ia menahan tubuhnya dengan satu tangan. Dengan pandangannya yang sudah sedikit buram, ia melihat Ling mendatanginya.


"Apa kau pikir sangat hebat karena sudah menjadi seorang kultivator?" tanya Ling sambil berjalan. Siaran langsung itu segera menyorot ke arah mereka berdua.


Bo Hongyun tetap mencoba bangkit. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk kembali menyerang Ling.


Namun, hanya dnegan menggunakan jari telunjuk, Ling kembali mendorong Bo Hongyun ke dinding. Kali ini dinding itu hancur. Jika tak ada semua reruntuhan, mungkin mereka bisa mendengar suara tulang Bo Hongyun yang patah.


Keadaan semakin hening. Bo Hongyun sudah pingsan dan mengeluarkan banyak darah.


Siaran langsung itu tetap berjalan. Semua orang melihat jelas bagaimana cara Ling menjatuhkan Bo Hongyun.


Namun bukankah aneh jika Bo Hongyun yang merupakan seorang kultivator malah kalah dengan orang biasa? Sebenarnya seberapa hebat Ling?


A Shui, Mei Mengyi, dan Lingxi tidak terlalu terkejut dengan ini. Mereka tahu Ling akan menang. Namun tetap saja cara Ling menjatuhkan lawan itu sangat menakjubkan.


[Raja!]


[Raja sangat hebat!]


Pesan A Shui berjalan di atas video siaran langsung. Saat ini banyak yang mengikuti jejaknya. Kebanyakan dari mereka juga mengetik "Raja".


Zhuo Xia sudah hadir sejak tadi. Ia menyilangkan tangan dan melihat ke arah Ling. Wajahnya dingin. Namun senyumnya terlihat hangat.


Ia sudah lama tidak bertemu dengan Ling.


Zhuo Xia datang ke sini karena melihat cahaya itu juga. Ia sudah mendapat informasi jika Ling masuk ke dalam Keluarga Bo. Jadi ia sudah memperkirakan itu adalah ulah Ling.

__ADS_1


Kakek Zhuo Xia juga datang untuk melihat hal ini. Ia menatap Ling dengan mata membulat. Ia selalu berpikir jika Zhuo Xia berubah karena seorang bocah. Padahal bocah itu adalah orang biasa yang menjatuhkan kultivator dengan kekuatan fisik.


Namun yang lebih membuat terkejut adalah dia tahu jika Ling memiliki kultivasi dalam tubuhnya.


Dan itu level 9.


Kakek Zhuo Xia melirik ke arah Zhuo Xia yang tetap tenang. Sekarang ia mengerti jika apapun yang dilakukan Zhuo Xia pasti hal yang benar. Termasuk memilih seseorang untuk menempati hatinya.


Bo Minghao hampir pingsan melihat ini. Untungnya ia ditahan oleh Chen Lin. Namun ia semakin ingin pingsan saat melihat Zhuo Xia dan Kakeknya hadir.


Keluarga Zhuo adalah orang-orang besar di Kota Bayangan. Untuk Bo Minghao, ia berada di bawah mereka. Jadi Bo Minghao sangat menghormati mereka.


Selain karena mereka adalah orang besar, ia tahu riwayat Zhuo Xia. Ia pernah mendapat informasi jika Zhuo Xia adalah komandan tertinggi di Kota Bayangan. Sangat sedikit orang yang mengetahui hal ini.


"Nona Zhuo, Tuan Tua Zhuo," ucap Bo Minghao sambil menghampiri mereka. Senyumnya sangat merekah.


"Mari masuk ke ruang jamuan," ucap Bo Minghao. Ia menunduk hormat.


"Tidak perlu. Aku akan tetap di sini," jawab Zhuo Xia dengan nada dingin.


Bo Minghao selalu hebat di mata orang lain. Namun saat berhadapan dengan Zhuo Xia, ia merasa dirinya terbanting sangat jauh. Ia merasa sedikit malu.


"Tuan Tua Bo, mari ikuti aku," ucap Bo Minghao masih menunduk hormat. Ia tak ingin memaksa Zhuo Xia. Jika dia inginpun dia tak akan bisa. Jadi ia hanya bisa mengantar sendiri Kakek Zhuo Xia.


Setelah mengantar Kakek Zhuo Xia, Bo Minghao masuk ke dalam ruangan dengan membawa Chen Lin. Ia merangkul Ling dan menghadapi kamera dengan percaya diri.


Kemudian ia berkata dengan tegas, "Bo Hongyun memfitnah anakku berbuat curang di depan media. Ia juga sengaja memanggil media untuk mempermalukan anakku. Tindakannya sangat tidak terpuji. Dia akan mendapat hukuman yang setimpal."


Ling mengangkat alisnya. Ia pikir Bo Minghao begitu pintar. Kemudian ia bicara pelan, "Aku pikir Anda begitu pintar. Namun tidak apa. Usahamu untuk melindungiku dan Ibuku cukup lumayan."


Bo Minghao membelalakkan mata.

__ADS_1


Namun Ling tak peduli. Dengan mata tajamnya, ia menatap kamera. Kemudian senyum tipisnya merekah. Sebenarnya ini senyum biasa saja. Namun orang-orang yang melihatnya merasa takut.


Ling berkata dengan tenang dan dingin, "Tangkap Bo Hongyun dan para wartawan palsu ini. Masukkan mereka ke dalam penjara."


__ADS_2