
Penjaga Ketua Aula yang melihat Ling bisa merebut senjata nuklir itu dengan mudah, ia merasa terkejut. Apalagi ketika Ling mengatakan hal seperti itu dengan santai, ia lupa bagaimana caranya merasa takut. Dalam pikirannya, ia terus menerus mencerna ucapan Ling.
"Menggunakan apa yang ku buat untuk berurusan denganku? Itu ... senjata nuklir terbaru itu ...," Ketua Aula awalnya merasa sangat percaya diri. Dengan senjata ini di tangannya, bahkan Wu Shao akan lebih rendah darinya. Namun, kata-kata Ling langsung menghancurkan seluruh kepercayaan dirinya.
Ling menatapnya dengan tenang, "Walaupun aku dan Zhuo Shiaonian tidak berhubungan baik, tapi aku tidak pernah berpikir untuk memiliki konflik denganmu. Lalu, mengapa kau ingin berurusan dengan Keluarga Chen ku?"
"Sejujurnya, Kota Bayangan bagaikan daging di mata setiap orang di luar negeri. Siapa yang tidak menginginkannya? Namun, Chen Ling, meskipun begitu kau tetap tidak bisa menyentuhku. Tuan Muda Wu dan Tabib Agung tidak akan mengizinkanmu membunuhku," ucap Ketua Aula. Walau ia tahu ia tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri dari Ling, ia percaya diri dengan sumber daya yang dia miliki di luar negeri. Jika dia bisa berpikir, Tabib Agung pasti tidak akan membiarkan siapapun menyentuhnya di wilayahnya.
"Jangan khawatir. Aku akan menunggu di sini sampai Tabib Agung dan orang-orang yang mendukungmu datang. Aku ingin melihat, apakah orang yang ingin kusentuh dapat disentuh atau tidak," Ling bahkan lebih tenang darinya.
"Bawa ibuku keluar," ucap Ling memandang penjaga di samping Ketua Aula.
Penjaga itu mengenali Ling. Jadi, ia takut padanya. Tanpa mengatakan apapun, ia masuk dan langsung membawa Chen Lin keluar.
Setelah melihat Ling, Chen Lin ingin mengatakan sesuatu. Namun, saat ia melihat Chen Qi berdiri di sebelahnya dan tidak terlihat sehat, ekspresinya langsung berubah. Ia lupa apa yang ingin dia bicarakan dengan Ling.
Ling melepaskan rantai berkawat dari leher Ketua Aula. Ketua Aula segera menghindar dan menatap Ling dengan dingin. Sedangkan dua penjaga yang tersisa saling pandang.
Ketua Aula menyeka darah dari lehernya dan mencibir, "Sekarang, Keluarga Bo, Keluarga Cheng, Keluarga Bai, dan bahkan wilayah gersang yang baru muncul di utara, siapa yang tidak menginginkan sumber daya di tanganku? Chen Ling ini seperti anak tikus yang tidak takut pada harimau. Hubungi mereka satu persatu dan sebut namaku!"
*
__ADS_1
Pada saat yang sama, Jenderal Qiu dan yang lainnya juga sudah mendengar berita tentang kembalinya Ling.
"Di mana dia sekarang?" tanya Jenderal Qiu. Ia meletakkan dokumen di tangannya dan segera menyiapkan jet tempur untuk bertemu secara langsung dengan Ling.
Di seluruh dunia luar, hanya Jenderal Qiu yang tahu bahwa Ling pergi untuk belajar dengan Tuan Shangxuan. Bakat Ling sudah sangat menakutkan. Sekarang, ia telah berada di bawah pengawasan Tuan Shangxuan selama setahun. Jenderal Qiu bahkan tidak berani membayangkan betapa menakutkannya dia.
Ada desas-desus jika pencapaian Zhuo Shiaonian tahun ini terlalu luar biasa. Itu yang membuat Ling tidak berani keluar dan bertemu siapapun.
Tentu saja, Jenderal Qiu membantah habis seluruh pernyataan ini.
"Di Asosiasi Dewa Ramuan," jawab bawahannya.
Jenderal Qiu berhenti dan merasa agak bingung, "Asosiasi Dewa Ramuan? Mengapa Tuan Muda Chen berada di Asosiasi Dewa Ramuan? Apakah rumor tentang Tuan Muda Chen yang berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan itu benar? Jika benar, mereka itu menakutkan."
*
Keluarga Cheng adalah yang pertama tiba.
Setelah melihat Cheng Lan, mata Ketua Aula berbinar. Ia segera maju dan menatap Ling yang memunggunginya. Ekspresinya dingin.
Ia berkata, "Kapten Cheng, Anda datang pada waktu yang tepat. Dia adalah orangnya. Dia masuk ke Asosiasi Dewa Ramuan kami tanpa izin. Bahkan, ia melukai orang-orangku dan menghancurkan barang-barangku. Keluarga Cheng dan tim penegak hukum tidak akan membiarkan ini, kan?"
__ADS_1
Cheng Lan datang bersama tetua Cheng.
Ketua Aula ini memiliki setengah dari bahan obat di luar negeri. Bahkan jika Keluarga Cheng memiliki lebih banyak batu berharga, mereka tetap bersedia bertukar sumber daya dengan Ketua Aula.
Ketua Aula mengetahui ini. Namun, ia tidak terlalu memiliki harapan besar dengan Keluarga Bai. Ini karena Ling sedikit memiliki hubungan dengan mereka. Ketua Aula tidak ingin gegabah membiarkan Keluarga Bai datang hanya untuk menghinanya. Jadi, dia hanya mengundang Keluarga Cheng. Keluarga Cheng juga merupakan keluarga yang berdiri di puncak piramida luar negeri.
Walau ia memiliki setengah dari bahan obat di luar negeri, Keluarga Cheng mungkin telah mengendalikan 90% dari batu di luar negeri. Tak ada cara untuk membandingkan keduanya.
"Ketua Aula, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Cheng Lan dan tetua Keluarga Cheng mengerutkan kening. Mereka melihat ke belakang dan hanya bisa melihat punggung orang itu. Untuk beberapa alasan, mereka merasa sedikit tidak asing.
"Begini, orang itu mengancam akan membunuhku demi dua orang biasa dari Kota Bayangan. Kapten Cheng, Anda harus menegakkan keadilan untukku," ucap Ketua Aula mengarang cerita.
Ia memandang Chen Qi dan Chen Lin.
Mereka berdua belum pernah mendengar tentang Keluarga Cheng. Orang dengan posisi tertinggi di Asosiasi Dewa Ramuan adalah Tabib Agung. Namun, saat mereka melihat bahwa Ketua Aula sangat menghormati Keluarga Cheng, mereka merasa semakin pahit.
Tidak apa jika mereka hanya harus melawan Asosiasi Dewa Ramuan, tapi mengapa harus ditambah dengan Keluarga Cheng?
Ketua Aula menyadari perubahan ekspresi Chen Qi dan Chen Lin. Ia menjadi lebih arogan dan berkata, "Apakah kalian tahu siapa Keluarga Cheng? Mereka adalah tim yang mengontrol hukum di luar negeri. Adapun orang-orang seperti kalian yang yang menyebabkan keributan, hanya ada satu kata yang cocok untuk kalian, yaitu mati! Benar, kan Kapten Cheng?"
Ia bertanya pada Cheng Lan.
__ADS_1
Namun, Cheng Lan kali ini mengabaikannya. Sebaliknya, ia tiba-tiba mengenali punggung belakang Ling. Matanya langsung membelalak, "Tuan Muda Chen? Apakah itu Anda?"