Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kau Akan Dikutuk


__ADS_3

Mo Xiayi berjalan menjauhi Zhuo Xia dengan tubuh gemetar. Ia masih tak mengerti apa yang dikatakan Zhuo Xia. Dia tak ada di tempat kejadian saat Ling meledakkan diri. Namun mengapa malah dia yang menyebabkan Ling seperti ini?


Ia berjalan menuju Ling yang memang sudah menunggunya. Ling melemparkan sebuah cincin dimensi. Ia berkata dengan santai, "Berikan itu pada Dokter."


Mo Xiayi menangkapnya. Kemudian ia menatap lekat ke arah Ling. Wajahnya yang biasanya cantik terlihat suram kali ini. Ia bertanya dengan ragu, "Raja, apa benar kau meledakkan diri begitu saja? Apa yang sebenarnya terjadi?"


Ling menunduk hingga Mo Xiayi tak dapat melihat kilatan jahat dari mata Ling. Ia berkata, "Mengapa kau bertanya?"


"Karena aku percaya kau tak mungkin melakukan itu," jawab Mo Xiayi.


"Kau yakin ingin tahu?" tanya Ling. Dia menyilangkan tangannya dan menyembunyikan kepalannya. Mo Xiayi hanya mengangguk.


"Ada seseorang yang mengkhianatiku. Apa kau percaya jika aku sebutkan siapa orangnya?" tanya Ling lagi.


Ling hanya menyeringai jahat. Ia menatap Mo Xiayi dengan tatapan tak bersahabat. Kemudian ia lanjut berbicara, "Bagaimana jika aku mengatakan bahwa yang mengkhianatiku adalah orang yang selalu kau percaya?"


"Tidak mungkin!" Mo Xiayi refleks menjawab.


"Ling, jangan bercanda padaku!" ucap Mo Xiayi lagi.


Senyum Ling terlihat semakin dingin. Ia mengalihkan pandangannya dari Mo Xiayi. Kemudian dia menjawab sambil tertawa kecil, "Baiklah, aku memang bercanda padamu."


Kemudian Ling beranjak pergi. Saat jarak mereka dua meter, Ling berhenti. Ia berbicara tanpa menoleh lagi, "Bersiaplah untuk pulang ke Kota Bayangan."


Mo Xiayi masih membeku di tempatnya. Pikirannya kosong sekarang. Ia menatap punggung Ling yang terus menjauh tak percaya.


Mo Xiayi tahu, jika dia kembali sekarang, hubungan mereka pasti renggang. Namun Ling tak memberinya kesempatan untuk berbicara. Jadi masalah ini pasti sulit untuk diselesaikan.


Zhuo Xia yang melihat ini dari kejauhan sangat marah. Ia mendengar semuanya walaupun jarak mereka cukup jauh.


"Sialan!" Zhuo Xia mengumpat kesal. Ia kembali mendatangi Mo Xiayi yang masih diam di tempat.


"Kembali ke Kota Bayangan!" ucap Zhuo Xia ketus.

__ADS_1


Mo Xiayi semakin menunduk. Sekarang Zhuo Xia di sini. Ia tak mungkin bertemu Ling lagi. Kini ia sadar mengapa Zhuo Xia selalu melarangnya untuk menyelidiki Ling. Karena dia tak ingin mereka bertemu.


Mo Xiayi berjalan perlahan menjauhi pelabuhan. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada A Shui.


Dengan segera, A Shui membalas.


[Aku tidak seperti kau. Aku selalu percaya pada Raja.]


Mo Xiayi tersenyum getir saat membaca ini. Tawa kecilnya terlihat menyedihkan. Ia pun menyetir mobilnya dan melesat pergi.


*


Mereka sampai di pulau saat sore hari. Suasana pulau sangat ramai. Ternyata di sini menjadi pusat oleh-oleh dari Kota Urban dan Kota Bayangan. Terlihat banyak turis asing yang berlalu lalang.


Saat Ling sampai, pemandu mereka segera mengenalinya. Ia membawa mereka ke sebuah rumah yang telah disiapkan khusus untuk pemilik pulau.


"Apakah ada restoran enak di sini?" tanya Ling santai. Ia duduk bersandar di sofa.


"Kami akan segera menyiapkan makanan," lanjutnya berbicara.


Ling hanya mengangguk. Saat itu ia berjalan ke dekat jendela dan menerawang jauh ke hutan.


"Kau ingin naik level?" tanya Zhuo Xia yang tiba-tiba hadir.


Ling hanya mengangguk. Ia tak membalikkan badan dan hanya menatap keluar. Setenang apapun dia kelihatannya, sebenarnya ia tetap penasaran dengan Zhuo Xia.


"Pergilah ke hutan itu bersama teman-temanmu. Aku akan membawa anak-anak Chen Liu ke markas pelatihan yang sudah disiapkan," ucap Zhuo Xia lagi. Kemudian ia pergi ke kamarnya.


Ketika di kamar, Yu Bin melihat Zhuo Xia yang sejak tadi menghela napas.


"Kapan kita pergi, Xia?" tanya Yu Bin.


"Nona, keluarga Anda melakukan panggilan video bersama dengan Keluarga Bo," ucap Ketua Dai yang tiba-tiba masuk. Karena panik, ia bahkan tak mengetuk terlebih dahulu.

__ADS_1


"Baiklah," ucap Zhuo Xia. Ia mengikuti ke tempat yang dituju oleh Ketua Dai.


Semua orang di panggilan video dari Keluarga Zhuo menunduk hormat saat melihat Zhuo Xia. Keluarga Bo yang melihat ini sangat bingung. Padahal Zhuo Xia hanya wanita biasa.


Namun ini pertama kalinya mereka bertemu dengan Zhuo Xia. Zhuo Xia memang sangat anggun. Walau ia terlihat sangat cuek, tapi ia begitu memesona. Mereka akan terus melihatnya tanpa berbicara jika tidak ingat tujuan mereka.


"Xia, mengapa kau mengusir Tuan Muda Bo?" tanya kakek Zhuo Xia secara langsung. Ia tak ingin berdebat lagi dengan Zhuo Xia. Dia benar-benar keras kepala.


"Aku sudah menyuruhnya pergi, tapi dia tetap tinggal. Jadi aku mengusirnya saja, daripada aku membunuhnya. Aku sudah bilang tidak ingin melakukan perjodohan ini," jawab Zhuo Xia santai. Ia bersandar di kursi dan menatap tajam orang-orang di video. Selama perjalanan hidupnya selalu dipenuhi dengan darah. Jadi tidak ada bedanya jika dia hanya membunuh satu orang lagi.


Walau jarak mereka jauh, Keluarga Zhuo dan Keluarga Bo dapat merasakan aura dinginnya. Mereka baru kali ini melihat seorang wanita yang memiliki aura begitu mendominasi.


"Perjodohan ini sudah dilakukan sejak lama. Kau tidak bisa menolaknya begitu saja," ucap Tuan Tua Bo angkat bicara.


"Tentu saja aku bisa menolaknya? Kalian pikir Tuan Muda Bo kalian itu layak untukku?" tanya Zhuo Xia ketus. Ia dikenal sebagai komandan tertinggi di Kota Bayangan. Walau hanya pasukan militer yang tahu hal ini, tetap saja dia orang yang sangat penting. Bahkan pemerintahan di Kota Bayangan tak bernai berbuat macam-macam padanya.


Ketua Dai pun menyetujui ucapan Zhuo Xia. Tuan Muda Bo itu memang tak cocok untuknya. Walau katanya ia paling berbakat diantara anak Keluarga Bo lainnya, itu saja tidak cukup untuk disandingkan oleh wanita berdarah dingin.


"Kau akan dikutuk jika menolak perjodohan ini!" Tuan Tua Bo semakin berang. Ia tak mempedulikan lagi apa yang akan dipikirkan oleh semua orang.


"Jalan hidupku sudah ditakdirkan. Dikutuk atau tidak itu bukan urusanmu!" setelah mengatakan hal itu, dia mematikan panggilan video.


Zhuo Xia tiba-tiba berubah pucat dalam sekejap.


"Apa stok obat masih ada?" tanya Zhuo Xia pada Yu Bin.


"Nona, orang dari Kota Bayangan itu berkata kau harus kembali. Mereka tidak dapat mengirim obat lebih lanjut. Kau harus mendapat perawatan intensif," jawab Yu Bin.


"Aku ingin obat dari resep Ling," ucap Zhuo Xia.


"Kita juga sudah kehabisan," jawab Yu Bin lagi. Ia khawatir melihat Zhuo Xia yang semakin pucat.


"Baiklah, aku akan bertahan sebentar lagi," ucap Zhuo Xia. Ia menggenggam erat dua cincin yang selalu dia bawa di lehernya.

__ADS_1


__ADS_2