
Ling sedang berada di rak bahan obat. Hanya ada dia sendiri di sini. Ia melihat banyak bahan obat langka yang berumur ribuan tahun. Ia juga melihat bahan obat yang mungkin bisa memulihkan ingatannya. Ia segera teringat sesuatu.
"Liam!" panggil Ling. Liam sedang berada di rak ramuan sekarang.
"Ada apa?" tanya Liam sambil mengintip dari celah rak. Rak ramuan dan rak bahan obat berdekatan.
"Aku sudah menemukan satu bahan yang kurang untuk ramuan pemulihan. Besok bawa saja bahan obat yang ada pada Kakekmu. Aku akan membuat ramuan itu sendiri," jelas Ling.
"Tidak, Ling. Kakekku sudah bilang ia akan membuatnya untuk membalas budimu. Jika kau yang membuatnya, dia pasti kecewa," ucap Liam menolak. Ia ingat perkataan kakeknya.
Ling berjalan mendekatinya. Ia mengeluarkan kertas yang sudah dia siapkan tadi. "Baiklah. Kalau begitu belikan ini saja sebagai gantinya."
Setelah membaca isi kertas, Liam sedikit bingung. "Apa ini?" Liam sedikit membeku melihat kertas itu. Matanya tak bisa beralih.
Bagaimana dia harus menjelaskannya? Tulisan itu terlihat sangat indah. Bagian tegas dan halusnya terlihat sangat jelas. Seperti diukir dengan hati-hati selama berhari-hari.
Ling kembali berjalan ke rak bahan obat. "Itu tanaman obat."
Tujuan Ling sekarang adalah membuat ramuan tingkat tinggi sebanyak-banyaknya. Namun, bahan yang ia tulis itu mahal dan sulit untuk didapatkan. Dengan kekuatan keluarga Zhuo yang mendominasi bisnis ramuan di Kota Urban, akan lebih mudah jika mendapatkan itu.
Sebenarnya, Ling bisa saja menemukan semua itu di rak bahan obat di depannya. Namun ia tak ingin menukar bintang untuk bahan obat semua. Ia juga ingin menukar dengan senjata dan buku pelatihan. Mungkin juga ia akan menukar dengan beberapa aksesoris.
"Baiklah," Liam tersenyum. Ling pasti memiliki rahasia dihidupnya, ia tak akan menyelidiki itu. Ia menekan kegembiraan dihatinya. Karena Ling meminta bantuannya, apakah itu berarti Ling sudah mempercayainya?
"Apakah ini tulisan tanganmu?" tanya Liam masih belum bisa mengalihkan pandangannya dari kertas.
Tulisan itu benar-benar indah. Ia kemudian mengingat bagaimana guru mereka memuji gaya tulisan Wuzhou. Ia bahkan diberikan hadiah untuk itu. Ia pernah mendengar bahwa tulisan yang indah dapat mempengaruhi nilai.
Sejak saat itu, kepala sekolah mereka menempelkan tulisan Wuzhou di mading. Liam telah melihatnya sebelumnya dan menurutnya itu memang indah.
Namun tidak seindah tulisan Ling!
__ADS_1
"Ya itu tulisan tanganku, tapi aku menulisnya agak berantakan karena tanganku kaku sudah lama tidak menulis," jawab Ling sambil mengambil beberapa bahan obat.
"Apakah kau berlatih menulis? Bukankah guru bahasa mengatakan bahwa kau sangat susah untuk dididik? Bahkan ia sudah menyerah. Jika ia tahu kau bisa menulis dengan indah begini, dia pasti tidak akan menyerah," ucap Liam.
Ling berjalan ke bahan obat paling depan. Ia kembali mengambil beberapa. "Apakah itu penting?"
"Tentu saja penting! Lihat Wuzhou. Bukan hanya nilai akademiknya yang bagus, tapi kemampuan menulisnya juga. Jika kau menunjukkan kemampuan menulismu, kau pasti tidak akan diremehkan," jawab Liam panjang lebar.
"Begitukah?" tanya Ling acuh. Ia keluar dari bagian rak obat dan menuju rak buku pelatihan.
*
Yu Bin mengerahkan seluruh penjaga keluarganya untuk mencari pencuri obat Zhuo Xia. Ia menyebarkan mereka ke semua arena pelatihan.
Kini ia memasuki ruangan pembagian hadiah. "Semua angkat tangan!" ucap Yu Bin sambil membawa banyak penjaga. Para penjaga itu berbaju hitam, bertubuh tinggi dan kekar. Tak hanya pria, ada juga penjaga wanita.
Para siswa yang terkejut otomatis angkat tangan.
Sebenarnya Yuan Ming agak tidak setuju saat Yu Bin membawa banyak penjaga. Namun setelah ia mendengar lebih detail tentang kondisi Zhuo Xia, ia pun mengizinkan.
Penjaga pria mulai memeriksa pria, penjaga wanita mulai memeriksa wanita. Para siswa mulai merasa gugup. Mereka bahkan tidak tahu apa yang terjadi.
Kondisi tubuh Zhuo Xia semakin lemah. Yu Bin tidak memanggil dokter karena ia berpikir akan menemukan pencurinya sekarang. Namun nyatanya setelah beberapa menit memeriksa, ia tak menemukan apapun.
"Cari yang benar!" ucap Yu Bin frustasi. Ia yang paling tahu bagaimana keadaan Zhuo Xia jika penyakitnya kambuh, karena itu ia sangat khawatir.
Ling berjalan mendekatinya. "Apa kalian kehilangan sesuatu?" tanya Ling.
"Kami kehilangan sebuah obat. Obat itu berada di botol hijau mint. Kami benar-benar membutuhkan obat itu. Keadaan sudah darurat," jawab Yu Bin.
"Siapa yang sakit? Biarkan aku memeriksanya," ucap Ling.
__ADS_1
Yu Bin menatap Ling heran. Ia juga tahu Ling adalah pemenang pada tes ramuan, tapi ia tidak yakin Ling bisa menjadi seorang dokter.
"Bawa aku sekarang. Keadaan sudah darurat," ucap Ling semakin dalam.
Melihat Ling bersikeras, Yu Bin segera memimpin jalan. Ling mengikuti di belakangnya. Walau ia belum sepenuhnya percaya pada Ling, tapi keadaan Zhuo Xia semakin memburuk. Untuk memanggil dokter lain, akan butuh waktu lama.
Mereka sampai di ruangan Yuan Ming. Yu Bin dan Ling segera masuk. Ling melihat seorang wanita yang biasanya cantik dan anggun, kini terbaring lemah dan pucat. Ia segera mendekati Zhuo Xia.
"Keluar," ucap Ling. Dia sedikit mengernyit saat melihat keadaan Zhuo Xia.
"Tapi," Yu Bin ingin menolak. Namun ia melihat Zhuo Xia mengangguk, jadi ia keluar. Lagipula, Yu Bin masih bisa mengawasi dari jendela.
Ling mulai duduk di sebelah Zhuo Xia. Liontin giok kunonya terasa menghangat. Ia mengabaikan itu dulu. Ia memegang tangan Zhuo Xia dan memeriksa nadinya. Matanya terpejam, dahinya sedikit mengerut.
Kini ia mengecek mata, lidah, dan suhu Zhuo Xia. Ia menatap wanita itu dalam. Saat Zhuo Xia menatapnya balik, liontin giok kunonya terasa panas. Ia pun mengalihkan pandangan.
"Minum ini dulu," ucap Ling memberi ramuan merah pada Zhuo Xia.
Zhuo Xia segera meminum itu. Setelah itu, ia merasakan ringan di tubuhnya. Sakit yang sejak tadi dia rasakan, perlahan menghilang. Ia menghela napas pelan.
"Jangan lagi minum obat seperti biasa. Obat itu tidak menyembuhkan dan membuat kecanduan," ucap Ling kembali memeriksa nadi Zhuo Xia.
Zhuo Xia tersenyum. "Kalau begitu, apakah kau akan menjadi dokter pribadiku?" tanya Zhuo Xia. Ia menatap dalam Ling.
Ling segera melepas tangannya. Ia tak menjawab. Ia memilih mengeluarkan kertas dan pena dari saku dimensi. Ia mulai menulis sesuatu di sana.
Setelah selesai menulis, ia memberikan kertas itu pada Zhuo Xia. "Minum ramuan ini setiap hari. Ini akan membantu menghilangkan penyakitmu perlahan. Memang akan butuh waktu lama untuk sembuh," ucap Ling menjelaskan.
Zhuo Xia menerima catatan itu. "Aku tidak akan bisa sembuh lagi," ucapnya dengan tersenyum miris.
"Kau bisa!" Ling reflek berteriak karena merasa tidak terima dengan perkataan Zhuo Xia barusan. Bagaimanapun ia adalah seorang dokter, bukan?
__ADS_1
Zhuo Xia membaca kertas itu. Ia menatap lekat tulisan Ling, kemudian tersenyum. Siapapun yang melihatnya akan tahu senyum itu terlihat begitu sepi dan menyedihkan.
Ling pergi meninggalkan ruangan. Sebelum itu ia berbalik sebentar. "Maafkan tunanganku karena harus membuatmu menderita sebentar."