
Ling menghentikan langkahnya. Apakah yang dimaksud dengan Bos Chen ... adalah dia? Su Wen Ai sepertinya mengerti pikiran Ling. Ia hanya menatap Ling.
"Jika kau bisa, datangkan dia padaku. Orang lain mungkin takut padanya, tapi aku tidak!" ucap senior itu. Saat ia bicara, ia mengangkat kakinya dan menendang murid baru.
Ling mengencangkan tutup botol dan melemparnya.
Lutut para senior itu terkena botol. Seketika, mereka jatuh ke tanah dengan mulut mendarat lebih dulu.
Ling berjalan perlahan dan mengambil botolnya. Kemudian, ia menatap para senior itu dengan santai, "Maaf, tanganku terpeleset."
Saat melihat Ling, murid baru yang ditendang tadi berseru dengan heboh, "Bos!"
Para senior yang jatuh karena botol juga saling tatap. Mereka tak berani melakukan apa pun pada Ling. Dia adalah orang yang berani menyinggung Bai Chengsi, pasti dia monster.
Sebelumnya, mereka tidak takut dengan Ling. Setelah melihat sendiri jika sebuah botol dapat menjatuhkan mereka, mereka tak bisa berkata apa pun lagi. Para senior itu pun pergi dengan rasa malu.
Murid baru lainnya mulai mengelilingi Ling, "Bos!"
"Tunggu! Jangan panggil aku bos lagi lain kali," ucap Ling.
"Jika kau tak mengizinkan kami memanggilmu Bos, lalu kami harus memanggil apa? Kau adalah Bos kami," ucap seorang murid yang memandang Ling dengan semangat.
Liam tersenyum dan menatap mereka, "Kami bukan gangster. Jadi, kalian bisa memanggil nama saja. Jika kalian tak berani memanggil namanya, kalian bisa memanggilnya Tuan Muda Chen atau Tuan saja."
"Baiklah, Tuan Muda Chen! Kami akan selalu mendengarkan perintahmu mulai sekarang," ucap mereka bersemangat.
*
Keesokan harinya, di kediaman keluarga Chen.
Chen Zhi belum kembali, tapi tetua Chen ingat dengan senjata yang diberikan Ling. Ia pun membawanya ke departemen senjata. Walau ia tak memiliki banyak harapan, tapi ia sedikit berharap karena itu sangat mirip.
Saat ia kembali ke ruang kerja, ada panggilan dari departemen senjata. Orang yang menelepon adalah tetua di departemen senjata. Namun, tetua Chen merasa aneh karena orang tua itu sudah jarang muncul.
__ADS_1
"Tetua, ada apa? Apa Anda memiliki senjata baru?" tanya tetua Chen.
"Tidak," jawab tetua departemen senjata. Terdengar sedikit getar di suaranya. Ia menarik napas dalam.
"Darimana Anda mendapat senjata itu?" tanya tetua departemen senjata.
"Senjata apa?" tanya tetua Chen bingung.
"Senjata yang Anda bawa tadi pagi. Saya sudah menyuruh seseorang untuk mencobanya. Hasilnya, senjata ini sangat kuat hingga aku tak bisa memperkirakan kekuatannya. Apa Anda punya waktu? Jika Anda punya waktu, datanglah ke sini untuk melihatnya sendiri," jelas tetua departemen senjata.
"Apa?! Anda Bilang senjata itu kuat? Mungkinkah itu benar-benar senjata nuklir?" ucap tetua Chen yang terlihat lebih terkejut.
"Anda tidak bercanda, kan?" tanya tetua Chen memastikan. Ia belum mempercayai hal ini. Ini adalah berita besar bagi Keluarga Chen. Apalagi memikirkan darimana dan bagaimana Ling bisa mendapatkan senjata yang begitu kuat?
"Aku tidak tahu apa itu senjata nuklir, tapi tidak mungkin aku bercanda tentang masalah ini. Apa Anda sedang berada di rumah? Jika ya, cepatlah ke sini," ucap tetua departemen senjata.
Tetua Chen segera pergi ke departemen senjata.
Saat tetua Chen sampai di departemen senjata, tanpa berkata apa-apa, tetua di sana segera membawanya ke ruang rahasia.
"Lihat itu!" ucap tetua departemen senjata menunjuk ke sebuah dinding yang berlubang.
Melihat lubang itu, mata tetua Chen hampir keluar. Ia menelan ludah, "Ini ... ini ... efek dari senjata itu?"
"Benar sekali. Kekuatannya bisa menyaingi serangan kultivator level tujuh. Darimana Anda mendapatkan senjata ini?" tanya tetua departemen senjata.
"Saya tidak sengaja mendapatkannya. Pelajarilah lebih dulu dan lihat apakah bisa memproduksi senjata ini. Saya akan menyelesaikan yang lainnya," jawab tetua Chen. Kemudian, ia menghubungi kepala keluarga.
Namun, masalah ini sebenarnya tidak sederhana. Senjata ini diberikan oleh Ling. Ia berpikir itu hanya senjata biasa, tapi ternyata itu lebih kuat dari senjata nuklir yang dimiliki keluarga lain. Bagaimana orang dari seberang pulau bisa memiliki senjata yang lebih kuat yang bahkan tidak dimiliki Asosiasi Dewa Ramuan? Apalagi, Ling memberikannya begitu saja. Ia berasal dari Kota Urban yang merupakan kota biasa. Jika Ling berasal dari sana, mengapa dia bisa begitu kuat?
Kini, tetua Chen mengeluarkan ponselnya. Sebelumnya, ia menghormati Ling dengan tidak mencari informasi tentangnya lebih jauh. Namun, untuk Keluarga Chen, ia meneliti lebih dalam latar belakang Ling.
*
__ADS_1
Saat Chen Zhi kembali, ekspresinya tak terlalu bagus. Nyonya Chen tahu jika dia baru saja mencari Zhuo Shiaonian. Dari kelihatannya, sepertinya hasilnya tidak seperti yang diharapkan.
"Aku dengar kau memperlakukan orang luar itu seperti memperlakukan putra kita?" tanya Nyonya Chen memandang Chen Zhi.
"Aku tahu apa yang harus dilakukan. Jangan khawatir," jawab Chen Zhi dan duduk di kursi.
"Apa maksudmu jangan khawatir? Kau tiba-tiba memperlakukan orang luar dengan sangat baik dan kau menyuruhku untuk tidak perlu khawatir? Jangan lupa jika Chen Kai adalah putra kita dan penerus Keluarga Chen. Sekarang, kau memperlakukan orang lain sama seperti dia. Apa yang akan dipikirkan orang lain? Meski Chen Ling kuat, dia bukan garis keturunan murni. Garis keturunannya sudah bercampur," ucap Nyonya Chen dengan dingin.
Jika itu sebelumnya, Chen Zhi akan membantah ucapan Nyonya Chen. Namun, saat ingat dengan ucapan tetua, ia meragukan identitas Ling. Bukannya dia curiga, tapi terlalu banyak kebetulan.
Oleh karena itu, ia hanya membiarkan Nyonya Chen pergi.
Nyonya Chen pergi menemui Chen Kai. Sementara itu, Chen Kai juga telah mendapatkan informasi dari badan intelijen rahasia tentang Ling.
"Bagaimana?" tanya Nyonya Chen setelah Chen Kai selesai membaca dokumen.
Chen Kai membakar dokumen itu. Mendengar pertanyaan ibunya, ia tersenyum meremehkan, "Aku berpikir dia benar-benar berbakat, tapi ternyata tidak. Informasinya mudah ditemukan. Bu, apa Ibu tahu siapa dia? Dia dari kota tingkat tiga. Dia tidak berguna dan merupakan anak haram. Yang merupakan keturunan Keluarga Chen adalah ibunya. Jangan khawatir, dia mungkin tak memiliki hubungan dengan Ayah."
Mendengar ini, Nyonya Chen merasa lega, "Bagus lah. Tapi ayahmu tetap saja aneh karena memperlakukan orang luar dengan sangat baik."
Chen Kai teringat dengan kata-kata Zhuo Yao Shi, "Dia hanya murid baru yang beruntung disukai banyak orang. Jangan khawatir, bermain dengannya adalah hal kecil."
"Benar sekali. Kau juga memiliki warna darah biru. Chen Ling ini baru saja datang ke luar negeri, bagaimana dia bisa disandingkan denganmu?" ucap Nyonya Chen sangat membanggakan putranya.
Tiba-tiba, dia teringat sesuatu, "Putraku, saat Ibu berjalan-jalan hari ini, semua orang bertanya padaku. Aku dengar, saat kau naik kelas, orang itu mengunjungimu?"
Mendengar pertanyaan Nyonya Chen, penghinaan di wajah Chen Kai langsung menghilang. Ia merasa kikuk, "Bu, sepertinya ada yang tidak beres. Saat itu ... ia belum mengunjungiku."
Malam itu, satu-satunya orang yang dikunjungi adalah Ling. Ini juga salah satu alasan Chen Kai menargetkan Ling.
"Benarkah? Chen Kai, jangan berpikiran buruk. Saat kau naik kelas, aku ada di sana. Aku melihatnya sangat gugup. Bagaimana mungkin dia tak melihatmu?" ucap Nyonya Chen menenangkan Chen Kai.
Chen Kai sedikit tenang. Sedikit keraguannya tadi segera menghilang.
__ADS_1
"Dan Bai Chengsi itu ... walau Keluarga Bai kuat, tetap saja pewarisnya adalah Bai Xiaoqi. Kau harus menjaga jarak dengan Bai Chengsi," lanjut Nyonya Chen.
Chen Kai juga tahu jika Bai Chengsi berbakat, tapi dia tertinggal jauh dari kakaknya. Bahkan, jika Chen Kai menyukainya, mustahil Bai Xiaoqi akan menyukainya juga.