
Di Kediaman Chen. Suasana di sini tidak sekacau yang dipikirkan publik. Sebaliknya, mereka terlihat sangat tenang.
"Lin, kita akan segera menyelesaikan masalah ini," ucap Chen Wu di telepon.
"Terimakasih Wu kau masih berdiri di sisi Chen Company. Besok aku akan mengadakan rapat dengan para pemegang saham," jawab Chen Lin. Wajahnya telah anggun seperti semula. Bebannya tak terlalu berat saat ini, saat ia tahu masih ada yang mendukungnya.
"Senang rasanya kau bisa lebih baik," ucap Chen Wu sambil tertawa di seberang telepon.
"Baiklah, kita akan mengumumkan ini setelah konferensi pers Keluarga Lu," lanjut Chen Wu.
"Tidak perlu," jawab Ling yang sudah masuk ke rumah.
Chen Qi dan Chen Lin yang ada di rumah langsung menatapnya. Sedangkan Chen Wu sudah merinding saat menerka siapa pemilik suara.
"Paman, Anda bisa mematikan teleponnya sekarang," ucap Ling. Nadanya tegas dan tak menerima bantahan. Sepertinya, Chen Wu juga tak ingin membalas apalagi membantah.
Ia mengatakan kalimat terakhir sebelum menutup telepon, "Jika kau butuh sesuatu, hubungi saja aku."
Setelah bertemu dengan Ling beberapa kali, Chen Wu tahu ia adalah orang yang tidak suka basa basi. Ia pun langsung menutup telepon.
Semua orang menatap heran kejadian ini. Termasuk Chen Qi.
Dia selalu tahu bahwa Chen Wu memendam niat jahat pada Chen Company. Ketika Chen Wu tetap berdiri untuk Chen Company, ia tak mempercayainya. Namun saat melihat hari ini, ternyata Chen Wu tetap bertahan untuk Ling.
"Kakek, Ibu, jangan khawatir tentang konferensi pers itu. Jika keluarga Lu mengundang kalian, maka datang saja," ucap Ling lagi.
Setelah itu ia menaiki tangga. Dari matanya terpancar aura tajam sedingin es. Dia akan membuat Keluarga Lu membayar dua kali lipat dari apa yang mereka perbuat.
*
Di sebuah rumah di Kota Urban.
"Nona Zhuo Xia, dengan adanya pengawasan A Shui, kita tidak perlu mengkhawatirkan keselamatan Profesor Luohai," ucap Yu Bin yang sedang duduk santai di kursi kerjanya.
"Kau tidak ada di sini dalam beberapa hari terakhir, pasti kau tidak tahu apa yang sedang terjadi. Keluarga Lu berhasil menarik perusahaan besar dan kecil dalam kerjasama mereka. Aku tidak tahu bagaimana cara mereka melakukannya. Yang pasti Chen Company menjadi tertekan karena hal ini. Jadi Chen Company sedang berada dalam keadaan genting," ucap Yu Bin memberi informasi.
"Chen Company? Apa yang terjadi?" tanya Zhuo Xia sambil mengalihkan pandangannya dari komputer.
"Mungkin Keluarga Lu menyuap beberapa perusahaan untuk bekerjasama. Ya begitulah pebisnis. Hanya mementingkan keuntungan diri sendiri," jawab Yu Bin sambil mengangkat bahu.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk membuat kontrak kerjasama dengan Chen Company? Mengapa kau tidak melakukannya?" tanya Zhuo Xia dengan nada dingin. Pandangannya semakin dalam.
Yu Bin tertegun. Ia tak menyangka Zhuo Xia ingin membantu Chen Company.
"Aku sudah membuat kontrak itu, tapi ketika aku menyerahkannya pada para pejabat dan petinggi, mereka bilang Chen Company tidak cocok untuk diajak kerjasama. Jadi mereka tidak menyetujuinya," jawab Yu Bin dengan segera.
Saat Yu Bin melihat ekspresi suram Zhuo Xia, kata-katanya tersangkut di tenggorokan.
"Buat kontrak baru," ucap Zhuo Xia sambil bangkit dari duduknya. Ia memberi tatapan dingin pada Yu Bin.
"Aku ingin tahu keputusannya besok. Katakan pada mereka aku akan mendukung Chen Company. Jika ada yang tidak setuju, suruh mereka datang menemuiku," ucap Zhuo Xia dengan nada tak bersahabat.
Brak!
Ia keluar dari ruangan dan membanting pintu.
Setelah beberapa saat, Yu Bin menenangkan diri. Ia berkata, "Tuan Yuan, sepertinya Nona Zhuo Xia sangat peduli pada Chen Company. Jika dia berpartisipasi dalam pertempuran ini, semuanya akan menjadi menarik."
Yuan Ming menyalakan komputer dan berkata, "Sebaiknya cepat kau selesaikan kontrak itu."
Prang!
"Besok, pukul 12. Di Cafetaria Kota Urban," Yu Bin membaca pesan itu.
"Wow! Ternyata dia ada di Kota Urban juga. Namun jika begitu kau tetap tak bisa pergi. Kau harus mengantar kami menemui Profesor Luohai," ucap Yu Bin setelah itu.
"Tidak," jawab Yuan Ming cepat. Ia mengetikkan nomor ponselnya di komputer.
"Aku harus menemui orang ini. Masalah tentang Profesor Luohai, kalian harus menunggu," Yuan Ming melanjutkan.
"Tidak mungkin! Jika kau seperti itu, Zhuo Xia akan membunuhku," ucap Yu Bin dengan mata melotot.
"Apakah orang itu sangat penting?" tanyanya.
"Ya, dia sangat penting. Taktik dan metodenya sangat mirip dengan Chen Company. Apa kau tahu nama akunnya sebelumnya?" tanya Yuan Ming sambil menatap Yu Bin.
"Ling X," ucap Yuan Ming sambil menekan setiap suku kata yang diucapkan.
Yu Bin melihat tangan Yuan Ming yang bergetar.
__ADS_1
"Apa maksudmu? Apakah orang ini adalah dia?" tanya Yu Bin penasaran.
"Bagaimana mungkin? Aku hanya ingin memastikan siapa orang ini," jawab Yuan Ming. Ia segera membereskan barang-barangnya dan pergi. Yuan Ming tak memberitahu Yu Bin jika taktik dan metode ini tidak mudah untuk dilakukan.
"Jangan lupa tutup pintu," ucap Yu Bin melihat kepergian Yuan Ming.
Setelah kepergian Yuan Ming, Yu Bin melakukan panggilan video di komputernya.
"Nona Yu," ucap seorang wanita paruh baya.
"Aku akan mengirimkan dokumen," ucap Yu Bin berterus terang.
Setelah wanita itu menerima dokumen, ia mengerutkan alis saat membaca judulnya.
"Nona Yu, bukankah para pejabat dan petinggi sudah menolak kontrak ini? Chen Company tidak cocok untuk kerjasama. Cobalah temukan yang lebih baik," ucap wanita itu.
"Nona Zhuo sendiri yang memilih Chen Company. Aku tidak tahu mereka cocok atau tidak. Namun jika Anda ingin mengeluh, Anda bisa langsung menghubungi Nona Zhuo," jawab Yu Bin.
Brak!
Dokumen di tangan wanita itu jatuh. Dia bertanya dengan nada bergetar, "Apakah benar Nona Zhuo?"
Yu Bin mendekatkan kepalanya ke komputer. Ia berkata, "Lihat wajahku! Apakah aku terlihat bercanda?"
"Oh satu lagi. Nona Zhuo ingin melihat keputusannya besok," ucap Yu Bin lagi. Ia langsung mematikan panggilan video.
Setelah mematikan panggilan video, 30 menit kemudian, ia menerima laporan di ruangannya.
"Nona Yu, para pejabat dan petinggi sudah setuju untuk kerjasama dengan Chen Company. Mereka akan mengirimkan semua dokumen itu ke Kota Urban," ucap seorang wanita. Yu Bin hanya mengangguk dan wanita itu langsung pergi.
"Perkataan Xia memang yang paling di dengar," gumam Yu Bin.
Minggu lalu dia sudah mengirim dokumen itu dan baru mendapat balasan dalam seminggu. Itu juga berisi penolakan.
Namun saat menyebut nama Zhuo Xia, mereka langsung menyelesaikannya dalam 30 menit dan akan mengirim dokumen ke Kota Urban.
Setelah memikirkan ini, ia mengeluarkan ponsel dan mengetik pesan.
[Tuan Muda Chen, ini aku Yu Bin. Aku ingin mendiskusikan sesuatu yang penting denganmu. Bisakah kita bertemu besok siang?]
__ADS_1