Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tidak Memiliki Dendam


__ADS_3

"Serahkan semua ramuan itu!" ucap bawahan Lu Zhong, yaitu Lu Ding pada Paman Qian.


Sedangkan Paman Qian hanya diam. Dia menekan sesuatu di tubuhnya. Saat ia ingin melakukan rencananya, pintu didobrak.


Brak!


"Kalau tidak diserahkan, apa yang akan kau lakukan?" tanya Ling yang tiba-tiba masuk.


Paman Qian membeku mendengar suara ini. Suara yang sudah tidak asing lagi baginya. Begitu pula dengan Lu Ding. Dia adalah bawahan Lu Zhong yang selama ini memata-matai Keluarga Bo. Jadi, dia tahu siapa Ling.


"Ada apa? Mengapa kau diam?" tanya Lu Zhong pada Lu Ding. Ketika sadar ada yang aneh, Lu Zhong membalikkan badan dan melihat ke arah pintu.


Mereka melihat seorang pria berdiri dengan senjata di tangannya.


Dia mengenakan jaket hitam dengan celana jeans. Wajahnya terlihat tenang, tapi jika dilihat lebih jelas lagi, ada kemarahan dan kebencian yang mendalam. Matanya penuh dengan haus darah.


Ketika orang-orang dari Keluarga Lu melihat ini, mereka juga merasa takut dengan aura membunuh Ling. Salah satunya bertanya pada Lu Ding, "Tuan ... sebenarnya siapa dia?"


Sebelum dia melihat Ling, ia berpikir Lu Zhong lah yang paling kuat di Kota Bayangan. Namun jika sekarang dibandingkan dengan Ling, ia tertinggal jauh. Terutama aura membunuhnya.


Ia bisa merasa jika orang di depannya bisa membunuh dengan tatapan saja.


"Siapa Anda? Anda dari akademi ramuan mana? Dari negara mana Anda berasal?" tanya orang dari Keluarga Lu.


"Sepertinya kita tidak saling kenal dan tidak memiliki dendam. Namun aku ingin memberitahumu satu hal. Kamilah orang pertama yang datang ke Keluarga Bo. Jika Anda ingin menempati Akademi Ramuan Bo juga, Anda harus berbicara dengan Tuan Besar kami di luar negeri. Yang datang pertama adalah yang berhak," ucap orang itu panjang lebar. Ia tidak ingin menantang, karena ia tahu ia kalah jauh dalam hal kekuatan. Nada suaranya juga sopan.


Dia berpikir jika Ling juga ingin merebut akademi ramuan. Lagipula, aura Ling tidak terlihat seperti datang dari Kota Bayangan.


"Menempati Akademi Ramuan Bo? Tidak memiliki dendam? Siapa cepat dia dapat?" Ling berjalan selangkah demi selangkah. Semua pertanyaannya dilontarkan dengan nada mengejek.

__ADS_1


Keadaan ini membuat orang-orang dari Keluarga Lu ketakutan.


Lu Ding tidak berbicara lagi sejak Ling datang. Pikiran dan pandangannya kosong. Ia dapat mengenali Ling bahkan dari auranya saja.


Namun bagaimana dia bisa kembali? Bukankah dia sudah mati?


"Lu Ding? Siapa dia sebenarnya? Kenapa kau hanya diam?" tanya Lu Zhong yang juga merasa tertekan dengan aura Ling.


Ling berjalan melewati mereka. Ia bahkan tak melirik. Ia berjalan menuju Paman Qian. Ia melihat di tangan Paman Qian terdapat satu barang. Ia langsung mengulurkan tangan dan mengambil barang itu.


"Paman! Apa yang Anda lakukan? Anda ingin berbuat apa?" tanya Ling yang sangat terkejut saat melihat bom rakitannya ada di tangan Paman Qian. Bom ini bisa meledakkan satu pulau.


"Tuan Muda ... untungnya kau masih hidup," ucap Paman Qian sambil menangis.


"Chen Company ... Chen Company ... sudah hilang," ucap Paman Qian tak sanggup lagi menahan getaran tubuhnya.


Namun, Ling merasa lebih hancur saat mendengar ini.


"Dia berasal dari luar negeri. Tuan Besar kami berasal dari luar negeri. Kau tidak bisa membunuhnya begitu saja. Jika kau membunuhnya, kau bisa diincar oleh seluruh orang kuat dari luar negeri," ucap Lu Zhong yang sudah sangat takut. Lu Ding adalah bawahan yang dikirim oleh ayahnya untuk menjaganya.


"Konyol! Apa kau pikir peraturan itu dapat menghentikanku?" tanya Ling meremehkan.


Ia memandang Lu Ding dengan dingin.


Orang-orang inilah yang memaksa Paman Qian membawa seluruh bom yang bisa menghancurkan dirinya dan orang lain. Orang-orang inilah yang menghancurkan Chen Company, harapan semua Keluarga Chen.


Ling tidak ingin menahan diri lagi. Ia langsung menancapkan pisau kecil ke leher Lu Ding. Dengan tangan masih menancapkan pisau, ia berkata dengan santai, "Namaku Chen Ling. Apa kau pernah mendengarnya?"


Wajah Lu Zhong pucat seketika. Awalnya ia tidak peduli saat Lu Ding menyebutkan tentang Chen Ling. Ia dengan santai meledakkan Chen Company sesuai arahan Chen Namgung. Ia tidak peduli dengan orang mati. Namun kenapa dia masih hidup?

__ADS_1


"Apa kau tahu mengapa aku menganggapmu konyol?" cibir Ling sambil melihat Lu Zhong yang membeku.


"Kau menangkap Keluarga Bo ku dan memaksa pamanku sampai berbuat seperti ini. Kau bilang aku tidak punya dendam? Kau bilang tidak boleh membunuh orang dari luar negeri? Apa kau pikir mereka begitu kuat dan aku lemah?" ia kembali mencibir.


"Apa kau benar-benar berpikir jika Kota Bayangan sudah kosong? Apa kau tidak pernah memikirkannya? Bahkan jika aku tidak kembali, apa kau tidak takut Ayahku akan datang? Jika dia datang, kalian tidak bisa melarikan diri!" Ling melanjutkan hinaannya.


Ling melempar Lu Ding ke samping. Setelah itu, ia berbalik ke arah Ketua Dai.


"Ketua Dai, awasi dia saat menghubungi tuan besar Keluarga Lu. Aku harap mereka bisa memberiku jawaban yang memuaskan," ucap Ling dengan nada haus darah. Setelah mengatakan itu, ia berlalu dan pergi.


Barulah saat ini Keluarga Lu lainnya bisa bernapas lega.


Tadi, mereka sangat sombong saat menghadapi Kota Bayangan. Namun, saat di depan Ling, mereka bahkan tidak berani menegakkan kepala.


Sekarang Ling berada di kediaman Wei Lang. Wei Lang menghampirinya dan berkata, "Baguslah kau masih hidup. Jika kau mati, rivalku akan berkurang satu."


"Kau tidak terkejut?" tanya Ling sambil menaikkan alis.


"Bahkan ledakan besar tidak membuatmu mati. Aku tidak percaya jika wilayah kultivasi itu bisa membunuhmu. Selain itu, ada Zhuo Xia di sana," jawab Wei Lang. Ling hanya menyeringai dan tidak menjawab.


Setelah mengatakan itu, Wei Lang menceritakan dengan detail semua yang terjadi di Kota Bayangan.


Meskipun situasi keluarga besar lainnya tidak seburuk Keluarga Bo, tapi tetap saja tidak lebih baik.


Sedangkan orang-orang biasa tidak banyak yang berubah. Orang-orang dari luar negeri mengincar sumberdaya dari keluarga kultivator. Semua warisan ingin mereka kuasai. Karena hal ini, mereka menganggap Kota Bayangan memiliki harta karun. Satu per satu dari mereka datang dan memaksa keluarga-keluarga itu untuk menandatangani perjanjian yang merugikan.


"Tidak aneh. Mereka mengira kita semua sudah mati. Jadi, mereka berani muncul di permukaan," cibir Ling.


"Lu Zhong? Chen Namgung? Pegasus? Tunggu saja," ucap Ling melanjutkan.

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Wei Lang tercengang. Saat ini Ling memutar banyak pisau kecil di tangannya.


"Tentu saja pergi balas dendam," jawab Ling sambil menyeringai.


__ADS_2