Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Dia Sangat Penting Bagimu, kan?


__ADS_3

"Takut dipaksa masuk laboratorium setiap hari?" Tuan Shangxuan agak terkejut dengan jawaban Ling.


Ling menghela napas, "Anda tidak tahu? Kemarin itu, Guru Cai sangat ingin aku bergabung ke kelasnya. Jika dia tahu aku di sini, dia pasti akan bersikap lebih baik padaku ketika aku kembali ke akademi."


Tuan Shangxuan tertawa. Ini pertama kalinya ia terlihat begitu bahagia semenjak tiba di luar negeri. Sementara Zhuo Shiaonian telah dilupakan.


Zhuo Shiaonian mengepalkan tangannya erat. Sejak ia tahu jika Ling memiliki kemungkinan berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan, Zhuo Shiaonian sering mencari tahu tentangnya. Apalagi saat ia tahu ada lelang ramuan dengan kemurnian di atas 90% di Kota Bayangan. Ia semakin curiga jika Ling adalah pembuat ramuan itu.


Sekarang kecurigaannya ternyata benar.


Namun, Ling tidak hanya ahli ramuan, tapi bakatnya juga jauh lebih tinggi daripada dirinya. Ia tak ingin mempercayai hasil kompetisi ini. Sejak awal, ia sudah menganggap dirinya sebagai murid Tuan Shangxuan.


Ternyata semua yang dia banggakan tak ada apa-apanya di hadapan Ling.


*


Saat ini, hasil pengumuman peringkat sudah keluar.


Zhuo Nan, Zhuo Kira, Zhuo Ai dan yang lainnya menunggu dengan gelisah.


"Mengapa kalian santai sekali? Menurut kalian, mengapa Tuan Muda Chen sangat ingin memenangkan hati Tuan Shangxuan? Apa ia akan menggunakan metode aneh?" tanya Zhuo Ai pada Yuan.


"Apa kau benar-benar tak mempercayai Ling?" tanya Yuan balik.


"Bukannya aku tidak percaya, tapi Tuan Muda Chen belum pernah belajar ramuan. Selain itu, ia adalah kultivator tingkat keenam," ucap Zhuo Ai. Ia terlihat cemas.


Namun, Yuan hanya tersenyum dan tidak menjawab.


Arena kompetisi disegel. Jadi, orang-orang di luar tidak tahu apa yang terjadi di dalam. Ketika daftar peringkat keluar, semua orang langsung berebut untuk melihat nama pemenangnya.


Wu Shao langsung mencari nama Zhuo Shiaonian. Ternyata ia berada di posisi kedua dengan nilai 200 poin.


Lalu siapa posisi pertama?


Semua orang mendongak melihat nama paling atas.


Chen Ling, 360 poin.


Semua orang merasa tercekat, termasuk Jenderal Qiu. Ia tahu jika Ling berbakat dalam ramuan. Ling pernah memberinya lima botol ramuan tingkat tinggi padanya. Oleh karena itu, ia berada di pihak Ling. Namun, selama ini ia selalu berpikir jika Ling memiliki guru ramuan yang hebat. Ternyata Ling sendiri yang membuat ramuan itu.


Melihat ekspresi terkejut orang-orang, penguji merasa puas. Sekarang bukan hanya dia yang terkejut.


Ia berpura-pura batuk dan berkata, "Posisi pertama adalah Tuan Muda Chen. Selain dia, Tuan Shangxuan akan memilih 10 orang lagi. Hal itu akan diumumkan beberapa hari lagi."


"Zhuo Kira ... Zhuo Kira ... katakan kalau aku salah dengar," ucap Zhuo Ai menelan ludah.


Zhuo Kira dan yang lainnya juga diam. Hanya Yuan dan Liam yang saling pandang dan tertawa kecil.


Wu Shao mengalihkan pandangannya ke Zhuo Xia yang terlihat tenang, "Nona Zhuo, sepertinya Anda tidak terkejut sama sekali jika Tuan Muda Chen mendapat posisi pertama."


Zhuo Xia menjawab dengan lembut, "Keberuntungannya bagus."


Wu Shao tak berkata apa-apa lagi. Ia pergi dengan diikuti Zhuo Shiaonian.


Ketika ia melewati Ling, ia berhenti dan menatap Ling dalam, "Tuan Muda Chen, aku kagum dengan kemampuan aktingmu."


Ling memasukkan satu tangannya ke saku Dan tersenyum, "Kau terlalu memujiku."


Wu Shao tak lanjut bicara. Ia pergi. Namun, dalam hatinya ia merasa sangat kesal. Beruntung? Siapa yang seberuntung itu bisa menulis sembilan resep ramuan dan membuatnya tanpa gagal sekalipun? Hanya Zhuo Xia yang bisa mengatakan itu.


"Selidiki latar belakang Chen Ling. Dengan adanya dia, mungkin hal-hal selanjutnya akan lebih repot daripada yang dibayangkan," ucap Wu Shao.


Pria berbaju hitam itu segera pergi menjalankan tugasnya.


Wu Shao duduk di mobil dengan wajah merengut. Ia menerima panggilan masuk, "Rencana berubah. Aku telah memeriksa. Itu adalah kekuatan dari Kota Bayangan. Baru-baru ini, mereka juga berkembang ke luar negeri. Mereka memiliki banyak anggota, tapi tak ada jejak yang ditinggalkan. Mereka adalah ancaman terbesar sekarang."


"Siapa mereka? Hanya kekuatan dari Kota Bayangan bisa membuat kalian takut?" jawab Wu Shao.


Orang di telepon menghela nafas dalam-dalam, "Aku tidak tahu. Mereka telah menghancurkan salah satu benteng kita dan menyisakan huruf X. Mereka tak bisa menyentuh kita dan kita juga tak bisa menyentuh mereka. Nona Zhuo Shiaonian pernah ke Kota Bayangan. Mungkin ia tahu sesuatu."


Wu Shao menutup telepon dan memanggil Zhuo Shiaonian.


*

__ADS_1


Di kediaman Jenderal Qiu.


"Selamat Tuan Shangxuan, Anda telah menerima murid jenius seperti Tuan Muda Chen," ucap orang-orang memberi selamat pada Tuan Shangxuan.


Tuan Shangxuan menatap Ling dalam, "Aku tak menyangka akan menerima murid luar biasa sepertinya."


Ling hanya diam dan memijat pelipisnya. Terlalu banyak orang di sini dan itu terlalu berisik. Ia bekerja terlalu keras untuk membuat ramuan. Kini ia merasa sedikit pusing.


"Mengapa?" tanya Zhuo Xia mendekatinya.


Ling menatapnya dan menghela nafas, "Xia, aku telah membongkar identitasku."


"Ya, ini juga bukan pertama kalinya. Sembunyikan sisanya," jawab Zhuo Xia tersenyum.


"Baiklah. Aku ingin mendiskusikan sesuatu dengan Tuan Shangxuan. Tunggu aku," ucap Ling.


"Kenapa kau mencarinya?" nada suara Zhuo Xia terdengar tidak senang.


"Dia adalah Master ramuan. Jika Aku mengakuinya sebagai guruku, pasti keterampilan ramuanku akan meningkat," jawab Ling tersenyum.


Ling pergi begitu saja.


Ia memang ingin menemui Tuan Shangxuan, tapi bukan untuk menjadi muridnya. Ia tetap pada tujuannya dari awal hingga akhir.


"Kau bilang tak ingin menjadi muridku? Mengapa? Banyak orang di luar negeri yang mati-matian berjuang ingin menjadi muridku," Tuan Shangxuan tak mengerti dengan pemikiran Ling.


Ling tersenyum, "Aku tak punya banyak waktu."


"Lalu, mengapa kau mencariku?" Tuan Shangxuan masih merasa tidak percaya.


"Bantu aku menyelamatkan seseorang. Jenderal Qiu berkata jika Anda pasti tidak akan mau membantuku jika aku mencarimu secara langsung. Aku tak punya pilihan lain selain melakukan ini," jawab Ling.


Tuan Shangxuan menggeleng dan menjawab, "Maaf, aku sudah bersumpah tidak akan menyelamatkan siapapun lagi. Sekarang aku hanya akan mengajar."


Ling tidak menyangka dengan jawaban Tuan Shangxuan. Ia membeku sejenak.


"Tuan Shangxuan, Anda yakin?" tanya Ling.


Tuan Shangxuan mengangguk. Ia menghela napas. Saat Ling mendapat posisi pertama, ekspresinya masih tetap santai. Ia pikir tak ada yang bisa mengubah ekspresi Ling. Ternyata, jawabannya membuat perubahan pada Ling.


Ling menatap Tuan Shangxuan dengan ekspresi serius, "Apa Anda yakin tak akan menyelamatkannya?"


Tuan Shangxuan menghela napas dan kembali mengangguk.


Ling mengeluarkan jarumnya dan mengarahkannya ke leher Tuan Shangxuan, "Bagaimana dengan hal ini?"


Tuan Shangxuan tidak takut dan hanya menggeleng, "Jika aku bisa membantu, pasti aku akan membantu. Sayangnya, dulu aku sudah pernah bersumpah tidak akan menyelamatkan orang lain lagi."


Ling tidak menjawab atau pun tersenyum. Ia keluar.


Saat pintu terbuka, ia melihat Zhuo Xia bersandar di pintu dan menyilangkan tangannya. Ia tidak memakai pakaian mewah. Ia hanya menggunakan gaun biasa. Ia menatap Ling dengan tatapan dalam.


Ling sedikit kikuk, "Xia."


Zhuo Xia merasa jika suara Ling terdengar berbeda. Namun, ia tak mengatakan apapun. Ia melangkah maju dan menggandeng tangan Ling. Tatapannya jauh lebih hangat. Ia menyentuh lembut wajah Ling, "Tidak apa-apa, ayo kembali."


Ling mengangguk.


Tuan Shangxuan mengikuti Ling keluar. Ia terkejut ketika melihat Zhuo Xia mengapitkan lengannya ke tangan Ling dan memberinya tatapan yang sangat dingin.


"Chen Ling, Apakah orang yang ingin kau selamatkan adalah Nona Zhuo?" tanya Tuan Shangxuan.


Ling berbalik menatap Tuan Shangxuan. Ia tak bersuara dan hanya mengangguk.


Tuan Shangxuan kembali diam.


*


Setelah melakukan banyak usaha dan berhasil menemui Tuan Shangxuan, ternyata Ling ditolak. Ia merasa ini mimpi buruk. Ia kembali bergelut dengan pikirannya. Ia tak percaya jika tidak ada cara lain selain Tuan Shangxuan.


Setelah sampai di rumah, Ling naik ke atas, "Aku akan mandi dulu. Bau bahan obatnya terlalu menyengat."


Suaranya dalam. Orang-orang di sana langsung mengangguk. Mereka tahu jika Ling dalam suasana hati yang buruk. Jadi mereka tak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Saat ini, tetua masuk dan berteriak, "Zhuo Kira!"


Namun, ketika ia menyadari jika ada Zhuo Xia di sana, ia merasa langsung kehilangan suaranya.


Zhuo Xia tak mengatakan apapun dan naik ke atas.


Setelah dia pergi, barulah tetua Zhuo kembali bicara, "Ada apa dengan Nona Zhuo? Mengapa tatapannya seperti ingin menerkamku?"


"Aku tidak tahu. Memang ada yang aneh. Oh, tetua, mengapa Anda ke sini?" tanya Zhuo Ai.


Tetua langsung teringat tujuannya, "Aku datang untuk mencari Tuan Muda Chen. Aku ingin bertanya apakah dia bersedia membantu menyelesaikan masalah kantor. Aku akan mengajinya."


Yuan menjawab, "Tetua, lakukan itu di kehidupanmu selanjutnya."


"Mengapa? Ia tak ingin gaji?" tetua bingung.


Namun, yang lainnya hanya menghela napas.


*


Di lantai atas, Ling sudah selesai mandi dan hanya menggunakan jubah mandi. Sebelum ia menyeka rambutnya, ponselnya berdering.


Itu adalah Tuan Shangxuan, "Halo?"


"Chen Ling, sebenarnya tidak mustahil jika kau ingin menyelamatkan Nona Zhuo," ucap Tuan Shangxuan.


Mata Ling berbinar, "Tuan Shangxuan, Anda bersedia menyelamatkan dia?"


Tuan Shangxuan menggeleng, "Tidak. Aku sudah pernah bersumpah dan tak akan melanggarnya. Aku membicarakan cara lain."


Mendengar kalimat pertama, Ling langsung menjadi dingin. Namun, mendengar kalimat terakhir, ia kembali merasakan cahaya harapan, "Katakan."


"Aku telah meneliti kondisi Nona Zhuo selama bertahun-tahun lalu. Kondisinya akan melemah setiap setengah tahun. Jika kita tidak segera menghentikan ini, paling lama ia bisa bertahan tiga tahun lagi," jawab Tuan Shangxuan.


Ling mengepalkan tangannya sangat erat hingga jari-jarinya pucat.


Tuan Shangxuan merasakan perubahan Ling. Ia melanjutkan, "Tapi, ada cara lain. Aku mengetahuinya karena sebelumnya aku telah mempelajari penyakitnya. Kau sangat berbakat. Selama kau mau belajar dariku selama setahun, kau pasti bisa menyembuhkannya. Ini adalah penawaranku. Pikirkan lebih dulu."


Setelah itu panggilan ditutup.


Ponsel Ling tetap di telinganya.


Tiga tahun ... saat mendengar Tuan Shangxuan mengatakan angka ini, dia tercengang. Ia tahu jika Tuan Shangxuan tak akan membohonginya pada saat seperti ini. Jari-jarinya gemetar memegang ponsel yang masih ada di telinganya.


Zhuo Xia masuk dan melihat Ling berdiri di dekat jendela. Ia melihat Ling sudah selesai mandi dan belum menyeka rambutnya. Zhuo Xia mengambil handuk dan menghampiri Ling. Ia menyeka rambutnya perlahan.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Zhuo Xia merapikan rambut Ling dengan satu tangan. Sedangkan tangan lainnya membuka kepalan tangan Ling, lalu dia menggenggamnya. Kini, Zhuo Xia mengalihkan pandangannya ke wajah Ling. Matanya terlihat sangat dalam.


"Aku ingin mempertimbangkan apakah aku harus pergi ke tempat Tuan Shangxuan," jawab Ling.


"Abaikan dia," ucap Zhuo Xia.


Mereka berdua menghela nafas berat.


Ling memindahkan tangannya ke belakang leher Zhuo Xia. Ia mencium bibirnya dengan intens. Tangannya mengisi celah di jari-jari Zhuo Xia satu persatu. Ia bisa merasakan perbedaan di antara jari-jari mereka. Kini setiap sentuhan kecil akan begitu membekas dalam pikiran mereka.


Seseorang mengetuk pintu. Seseorang mencari Ling.


Zhuo Xia mengatur napasnya kembali dan perlahan-lahan menjadi tenang. Ia tertawa kecil, "Itu Bo Xue Ning."


Ling mengelus telinganya, "Baik."


Zhuo Xia menyentuh telinganya. Ia berjalan dan menyalakan lampu. Samar-samar, ia bisa melihat tulang selangka Ling. Ia berkata, "Ganti pakaianmu."


Zhuo Xia mengambil pakaian yang biasa dia pakai dan menyerahkannya kepada Ling. Ia menatap wajah Ling sejenak. Ia segera menarik pandangannya kembali ketika ia menyadari wajahnya memanas. Kemudian, ia sedikit menjinjit dan menciumnya.


***


Kemarin pulang ke rumah, yey, walau cuma beberapa hari😄


Mau nulis, tapi kecapekan dan berakhir ketiduran🙃


Ada komen yang kebaca author. Salah satu reader minta doa sama author karna dia lagi covid, kita doain bareng yaa🤲

__ADS_1


Buat yang lain, stay safe, stay healthy❤️


__ADS_2