Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Pusaran Air


__ADS_3

Kediaman Keluarga Bo hari ini terlihat ramai. Semua anggota keluarga dan para murid hadir. Mereka akan meramaikan upacara Ling. Setiap anak memiliki pendapatnya masing-masing tentang Ling.


Pimpinan tetua dan wakil pimpinan tetua sedang mempersiapkan perlengkapan untuk upacara. Sedangkan tetua lainnya sedang menjamu para murid. Kebanyakan murid dari Keluarga Bo adalah anak jenius. Jadi mereka terbiasa diperlakukan dengan baik.


Hari ini, Bo Shin tidak ikut kompetisi. Karena kompetisi ini hanya dipersiapkan untuk Ling dan Bo Hongyun.


"Hongyun apa kau sudah menyiapkan diri?" tanya pimpinan tetua.


"Ya, tetua. Aku pasti bisa mengalahkannya," ucap Bo Hongyun percaya diri.


"Baiklah. Ajak mereka untuk datang ke aula lima belas menit lagi. Mereka akan ikut tes darah," ucap pimpinan tetua lagi. Ia tersenyum penuh keangkuhan.


Bo Minghao yang mendengar hal ini sangat emosi. Dalam perhitungannya, hanya Bo Hongyun yang akan ikut upacara bersama Ling. Namun pimpinan tetua malah menyuruh semua murid untuk melakukan salah satu syarat.


Ini sama saja ingin mempermalukan Ling.


Sedangkan Ling sangat santai di dalam mobil. Ia duduk sambil memegang ponsel. Ia mengirim pesan kepada Lingxi.


Lingxi adalah orang pertama yang menyadari jika Ling merupakan keturunan Keluarga Bo. Ia juga mengatakan bahwa Ling adalah keturunan murni. Jika begitu, ia pasti tahu seperti apa darah Ling.


"Keluarga Bo akan mengadakan kompetisi hari ini. Mereka sengaja mengundang seluruh anggota keluarga untuk mempermalukan Raja. Cih, mereka tidak tahu jika mereka yang akan malu," ucap Lingxi sambil membaca pesan di ponselnya.


"Sepertinya hari ini akan seru," ucap Mei Mengyi yang juga sedang bersama Lingxi.


"Ayo hubungi A Shui. Minta dia meretas kamera Keluarga Bo," ucap Lingxi lagi. Ia terlihat sangat bersemangat.


Mei Mengyi tak kalah semangatnya. Ia mengambil ponselnya dan mulai menelepon A Shui.


"Cepat retas kamera Keluarga Bo. Kita akan melihat penampilan Raja hari ini," ucap Mei Mengyi langsung. Ia tahu Keluarga Bo memiliki sistem keamanan tingkat tinggi. Namun jika dibandingkan dengan A Shui, mereka tidak ada apa-apanya.


Setelah beberapa menit tak ada jawaban dari A Shui, Mei Mengyi ingin berbicara lagi. Namun sebelum perkataan keluar dari mulutnya, A Shui berbicara, "Selesai."

__ADS_1


Lingxi dan Mei Mengyi melotot. Baru beberapa menit sejak Mei Mengyi bicara, tapi A Shui sudah bisa meretas kamera Keluarga Bo. Meski mereka sudah tahu kemampuan A Shui, mereka tetap terkejut. Memang benar wanita yang mengerikan.


Di waktu yang sama, Ling tiba di kediaman Keluarga Bo. Ia langsung disambut senyum hangat dari Chen Lin.


Tes darah kali ini melibatkan semua keturunan. Biasanya mereka memakai alat penguji kuno yang diwariskan leluhur. Hanya beberapa keluarga besar yang memiliki alat ini, salah satunya Keluarga Bo.


Dalam tes darah terdapat beberapa warna untuk menentukan hasil seseorang. Paling rendah mulai dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan yang paling tinggi adalah warna ungu.


Bo Minghao memiliki warna biru. Karena itu ia dihormati dan ditakuti bahkan oleh orang besar. Orang memiliki keturunan dara biru sangat langka. Apalagi warna ungu. Sepertinya itu belum muncul di Kota Bayangan.


Garis keturunan sangat penting untuk mewarisi keluarga besar. Karena mengelola keluarga besar begitu tak mudah. Maka dibutuhkan orang yang jenius. Itulah alasan Bo Minghao menjadi Tuan Besar Bo.


Ling mengikuti Bo Minghao masuk ke aula. Ia melihat aula itu di desai sebaik mungkin. Di sana sudah ada seluruh murid dan para tetua. Mereka semua berbaris seolah menunggu kehadiran Ling.


Di tengah aula terdapat sebuah guci dengan air yang bersinar di dalamnya. Ia baru pertama kali melihat ini. Jika dia tak membaca dokumen dari Bo Shin, mungkin ia akan berpikir inilah harta karun Keluarga Bo.


"Baiklah karena Tuan Muda sudah ada di sini, kita sudah bisa mulai," ucap pimpinan tetua.


Tes darah di mulai.


Para murid dengan teratur maju ke tengah aula. Mereka berbaris rapi dan memasukkan darah mereka ke dalam guci itu. Beberapa saat kemudian, guci bergetar. Dari dalam guci keluar cahaya kuning keemasan.


Ini pertama kalinya Ling menyaksikan secara langsung hal seperti ini. Ia memperhatikan dengan seksama. Setiap darah yang masuk akan diproses otomatis oleh air yang ada di dalam guci.


Ling sengaja diletakkan di urutan terakhir.


Hal ini untuk menunjukkan pada Ling jika semua Keluarga Bo memiliki garis keturunan yang baik. Hampir semua berwarna kuning. Hanya ada beberapa yang berwarna jingga.


Bo Shin hanya menatap dari kejauhan. Ia tersenyum tipis saat melihat Ling yang begitu santai.


Saat ini giliran Bo Hongyun. Ia meneteskan darahnya ke air. Tak lama, guci bergetar dan mengeluarkan cahaya.

__ADS_1


Cahaya itu berwarna hijau.


Semua mata memandangnya kagum. Bo Hongyun bagaikan cahaya yang bersinar terang di Keluarga Bo. Ia selalu menjadi bintang yang bersinar dalam keluarga itu.


Meski ia tak bisa dibandingkan dengan Bo Minghao dan Bo Shin, darah keturunan berwarna hijau masih merupakan jenis yang langka. Ia sudah bisa disebut jenius.


Pimpinan tetua menghampiri Bo Hongyun. Ia berkata dengan nada penuh pujian, "Hongyun memang sangat berbakat. Meski kau tidak sejenius Bo Shin, kau masih memasuki peringkat paralel dalam lingkaran keluarga."


Kini pimpinan tetua berganti menghampiri Bo Minghao. Kali ini ia bicara dengan nada yang sangat berbeda dari yang tadi, "Tuan Besar Bo, warna darahmu sangat tinggi. Tentu saja keturunanmu akan memiliki darah yang baik pula. Aku ingin tahu ia mendapat warna apa?"


Pimpinan tetua terang-terangan mencemooh Ling.


Tanpa mempedulikan ucapan pimpinan tetua, Ling maju mendekati guci. Ia meneteskan darahnya ke dalam air. Ia tenggelam dalam pusaran air itu.


Hal-hal seperti ini merupakan hal yang langka. Saat ia hidup dulu juga tak pernah melihat hal ini apalagi mencobanya. Jadi kali ini ia sedikit takjub.


Setelah lewat beberapa menit, pusaran air itu tak juga bereaksi. Ia masih seperti sebelumnya.


"Tuan Muda, kau harusnya menyerah sejak awal," ucap pimpinan tetua yang merasa sangat puas.


"Kakak Pertama, kau cukup kuliah dengan baik di universitas. Tidak buruk tidak memiliki garis keturunan murni," ucap Bo Hongyun yang sudah menekan kebahagiaannya. Ia dapat bernapas lega sekarang.


Baru saja Ling ingin menarik tangannya, guci itu bergetar, pusaran air itu berputar kencang.


Ling mundur selangkah.


Cahaya di air itu berubah menjadi merah, lalu dalam detik berikutnya menjadi jingga, detik berikutnya lagi menjadi kuning, bahkan tak memberi jeda untuk sampai di warna hijau. Pusaran itu tak berhenti. Itu masih lanjut menjadi warna biru.


Semua mata terkejut melihat ini. Warna biru sangat langka. Memiliki warna itu benar-benar dianggap jenius.


Belum berhenti keterkejutan mereka, pusaran air itu berubah warna lagi.

__ADS_1


Kali ini menjadi warna ungu.


__ADS_2