
Ling tak kembali ke asrama. Ia berjalan-jalan lebih dulu.
Perawatan Jun Ye Li membutuhkan ramuan tingkat menengah. Bahkan, jika Bai Xiaoqi, Han Shuangfu, dan yang lainnya mengirim bahan obat, itu tidak banyak. Jadi, Ling keluar untuk mencari bahan obat.
Jalanan ini selalu ramai seperti biasa. Di luar negeri, banyak orang yang menjual ramuan. Jadi, hanya beberapa langkah berjalan, Ling sudah menemukan bahan obat yang dia butuhkan.
Namun, saat dia hendak pulang, dia tak sengaja melihat batu permata oranye di sebuah kios kecil pinggir jalan. Ia berhenti di sana.
Pemilik kios langsung melayaninya, "Tuan Muda, meski ini kios kecil, tapi sudah banyak orang yang membeli batu permata dari tokoku. Anda suka yang mana?"
Ling mengambil batu permata oranye itu.
"Batu permata itu menjadi favorit akhir-akhir ini," ucap pemilik kios.
"Baiklah, aku beli satu untuk Chester," ucap Ling.
"Chester?" tanya pemilik toko.
"Oh, dia adalah kucing peliharaanku," jawab Ling santai. Ia membeli batu itu dan membayar dengan sejumlah uang.
Saat pemilik kios menerima uang itu, ia terkejut, "I-ini ... koin emas!"
Saat pemilik kios itu mendongak, pemuda itu telah menghilang.
*
Ling berjalan sambil membawa batu permata dan bahan obatnya. Saat ia melewati toko barang antik, ia berhenti. Terdengar teriakan dari sana dan banyak orang yang menonton.
Seorang wanita tiba-tiba pingsan dan tak ada dokter di sekitar sana. Putrinya kebingungan tidak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
Orang biasa ingin membantu, tapi dilihat dari pakaian mereka, mereka tahu jika orang itu berstatus tinggi. Jika mereka membantu, mereka malah akan mati.
Ling bukan orang yang mudah tersentuh. Jika ini di Kota Urban, dia pasti akan membantu. Namun, ini di luar negeri. Sudah banyak masalah yang ia dapat. Ia tak ingin menambah lagi.
Namun, saat melihat sebuah belati tergantung di pinggang putri wanita itu, Ling berhenti.
Gadis itu duduk di samping ibunya sambil menangis. Di sampingnya ada seseorang yang terlihat seperti kepala pelayan yang sedang menelepon.
"Jika Anda mempercayai saya, biarkan saya memeriksa," ucap Ling. Ia melewati kerumunan dan berkata pada gadis itu.
Gadis itu bingung. Ia telah memohon pada begitu banyak orang, tapi tak ada yang berani maju. Saat dia mendengar suara itu, ia mengangkat kepalanya dan melihat sepasang mata hitam pekat.
Pemuda itu terlihat lebih muda darinya. Ia juga terlihat tak memiliki kemampuan. Namun, melihat matanya, gadis itu memilih untuk mempercayainya.
"Nona, dokter di rumah akan segera tiba. Mengapa Anda membiarkan seseorang menyelamatkan Nyonya? Dokter di rumah berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan. Dia berkata jangan menyentuh Nyonya. Pemuda itu pasti memanfaatkan status Anda yang luar biasa," ucap kepala pelayan saat melihat pemuda itu benar-benar menyelamatkan nyonyanya.
Gadis itu tetap diam. Untuk beberapa alasan, ia mempercayai Ling.
Ia hanya berpikir Ling adalah pemuda yang memanfaatkan situasi untuk mendapat keuntungan.
Tak lama, sebuah jet tempur tiba.
Melihat dokter keluarga mereka telah datang, kepala pelayan itu berkata pada Ling yang ingin menusukkan jarum lagi, "Tuan Muda, dokter keluarga kami datang. Jangan melawan dan pergilah. Ia berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan dan tak pernah memakai jarum untuk mengobati Nyonya."
"Cukup, kepala pelayan. Tidak bisakah Anda membiarkannya mengobati penyakit ibu? Jika dokter itu sangat kuat, mengapa ia gagal menyembuhkan penyakit ibuku selama sepuluh tahun? Tidak apa-apa, Tuan Muda. Anda bisa lanjut mengobatinya. Aku ada di sini," ucap gadis itu mengepalkan tangannya.
Karena kepala pelayan itu takut dengan nonanya, ia hanya memelototi Ling dan tak mengatakan apa pun.
Dokter dari Asosiasi Dewa Ramuan saja sudah mencoba berbagai macam ramuan dan tak dapat menyembuhkan nyonya, bagaimana seorang pemuda bisa begitu percaya diri?
__ADS_1
Melihat Ling selesai, gadis itu segera bertanya, "Bagaimana keadaannya?"
Ling menarik jaketnya. Dengan santai, ia meletakkan sebotol ramuan ke tangan gadis itu, "Saat ibumu bangun, berikan ramuan ini. Maka penyakitnya tak akan kambuh lagi dalam tiga tahun."
Mendengar ini, gadis itu sangat gembira. Sedangkan kepala pelayan hanya memutar matanya. Tidak akan kambuh dalam tiga tahun? Hanya nonanya yang akan percaya dengan kebohongan itu.
Kepala pelayan pun segera pergi untuk menyambut dokter dari Asosiasi Dewa Ramuan.
Saat dokter itu melihat jarum di seluruh kepala wanita itu, ia berteriak, "Siapa yang menyuruhmu untuk menusukkan jarum itu? Bodoh!"
Ling dan gadis itu mengabaikannya. Gadis itu menyimpan ramuan dan menatap Ling, "Bagaimana aku bisa membalas kebaikan Anda?"
Ling mencabut jarum perak terakhir. Kemudian ia memberikan kertas berisikan beberapa digit angka, "10.000 koin. Transfer ke kartu saya."
Kepala pelayan sudah menduga jika pemuda itu akan meminta uang. Sedangkan dokter itu berkata dengan marah, "Nona, apa Anda tak bisa melihat jika dia berbohong? Anda tahu betul bagaimana kondisi Nyonya!"
Ling tak peduli. Setelah memberi nomor kartunya, ia pergi dengan santai sambil bermain ponsel.
Kepala pelayan memberi isyarat pada penjaga untuk menangkap Ling. Namun, gadis itu menghentikannya. Ia memegang ramuan itu dengan erat dan menatap Ling, "Tuan Muda, Anda belum memberitahuku namamu."
Ling bahkan tak menoleh dan menjawab santai, "Wei Hu."
"Nona, Anda sangat bodoh!" ucap dokter itu. Ia tak menyangka bahkan gadis itu masih bertanya nama.
Namun, saat ia melihat ramuan di tangan gadis itu, ia bertanya, "Apa ini?"
"Tuan Muda Wei memberiku ramuan ini. Katanya ibuku tidak akan kambuh dalam tiga tahun," jawab gadis itu memegang erat ramuannya.
"Tiga tahun? Ramuan tingkat menengah dari Asosiasi Dewa Ramuan saja tak bisa menahan penyakit Nyonya selama tiga tahun," ucap dokter.
__ADS_1
Namun, saat dokter itu membuka tutup ramuan, ia kaget.