Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tuan Bo Baik-Baik Saja


__ADS_3

"Sama persis? Bagaimana itu mungkin? Tabib, apa Anda salah lihat?" ekspresi Lin Guxi berubah. Ia tidak pernah melihat plakat phoenix atau pun plakat naga. Lagipula siapa yang akan berkeliaran memakai plakat itu?


"Aku tidak buta. Statusku di sini juga tidak tinggi. Apa Anda tahu? Sebelum Zhuo Shiaonian menerima plakat itu, Akademi Dewa Ramuan hanya akademi biasa. Begitupula dengan Keluarga Zhuo. Sebelum Zhuo Xia menerima plakat itu, mereka hanya keluarga biasa," ucap tabib menjelaskan.


"Alasanku sangat yakin jika plakat itu mirip, karena Nona Zhuo Shiaonian pernah menyuruh penjaganya untuk meminta bahan obat denganku dengan plakat itu," lanjut tabib menjelaskan.


"Meminta bahan obat?" tanya Lin Guxi bingung.


"Benar. Dia juga ahli ramuan tingkat tinggi meski dia masih muda," ucap tabib lagi.


"Apa mungkin itu kebetulan?" tanya Lin Guxi lagi.


"Bagaimana mungkin bisa sangat kebetulan seperti itu. Dulu saat Akademi Dewa Ramuan terpuruk, banyak orang yang pergi. Aku yakin dia termasuk bagian orang-orang itu. Aku akan melaporkan ini pada kepala akademi," ucap tabib yang langsung meninggalkan Lin Guxi.


*


"Tuan Muda, ahli ramuan dari keluarga utama sudah datang," lapor penjaga rahasia.


Mereka tahu kondisi Bo Minghao tidak baik. Namun mereka juga tidak mau meremehkan kemampuan Ling. Mereka tahu jika Ling adalah orang dari Akademi Dewa Ramuan. Namun mereka hanya berpikir jika Ling sudah menyembuhkan luka luar Bo Minghao. Untuk memperbaiki energi dalam tubuh Bo Minghao, ia perlu seorang ahli ramuan.


Ling hanya mengangguk dan berbalik.


Status Bo Minghao pasti sangat tinggi. Jika tidak, tidak akan mudah menghadirkan ahli ramuan tingkat tinggi ke sini.


"Tuan Bo ada di dalam," ucap penjaga rahasia dengan hormat. Ia membawa ahli ramuan yang sudah tua itu ke dalam kamar Bo Minghao. Saat penjaga rahasia itu melihat Ling, mereka membungkuk hormat. Wajah mereka sedikit ketakutan.


Ahli ramuan sangat bingung saat melihat penjaga rahasia itu begitu menghormati Ling. Saat ia melihat Ling, Ling tersenyum dan berkata, "Silahkan masuk."


Ahli ramuan itu tidak terlalu memikirkan hal itu. Ia lebih khawatir tentang keadaan Bo Minghao. Jadi, dia pun segera masuk. Saat ahli ramuan sedang mengobati seseorang, tidak ada yang diperbolehkan masuk.


Namun pimpinan tetua mengerutkan dahi.


"Mengapa? Apa kau meragukan ahli ramuan?" tanya penjaga rahasia. Ia merasa pimpinan tetua menghina ahli ramuan itu.

__ADS_1


"Bukan, tapi Tuan Muda ...," ucap pimpinan tetua.


"Aku tahu kau mengagumi Tuan Muda. Aku sebenarnya juga mengaguminya. Namun aku tidak memujanya berlebihan seperti yang kau lakukan. Apa kau sadar betapa buruknya kondisi Tuan Bo? Bahkan ahli ramuan tingkat tinggi belum tentu bisa menyembuhkannya," ucap penjaga rahasia itu sambil mengerutkan kening.


Saat itu, ahli ramuan yang baru saja masuk, keluar.


"Bagaimana keadaan Tuan Bo? Apa dia masih tidak membaik?" tanya penjaga rahasia yang sangat cemas.


"Tidak membaik? Berapa lama kau akan menyembunyikan hal ini dariku?" tanya ahli ramuan itu dengan wajah muram.


Bo Xuang kebingungan. Ia bertanya, "Menyembunyikan hal ini? Hal apa?"


Melihat ini, Ling hanya tersenyum malas. Ia keluar dari ruangan menuju taman belakang. Ia memetik daun mint dan memakannya. Aroma dan rasanya membuat otaknya lebih tenang.


Tidak ada yang sadar akan kepergiannya. Semua orang masih khawatir dengan Bo Minghao.


"Apa yang kau coba sembunyikan dariku? Kau masih ingin membohongiku sekarang? Keadaan Tuan Bo baik-baik saja. Meski dia sedikit lemah, tapi kekuatannya akan pulih dengan sendirinya. Kenapa kau berbohong padaku?" ucap ahli ramuan sambil melotot. Matanya hampir keluar.


"Itu memang benar. Jadi apakah Tuan Bo itu pulih sendiri?" tanya ahli ramuan.


Tidak hanya ahli ramuan, tapi orang yang ada di sana juga tersadar. Mereka menoleh ke arah Ling dan membeku. Secara alami, tidak mungkin Bo Minghao akan pulih sendiri, pasti ada yang menolongnya.


Namun, dari awal sampai akhir hanya Ling yang bersama Bo Minghao. Ia juga melakukan akupuntur. Jelas sekali siapa yang menyelamatkannya.


Ling yang masih berjalan, merasakan tatapan mereka. Ia balik dan dan tersenyum ke arah mereka.


Ahli ramuan tidak tahu jika sejak tadi Ling lah yang merawat Bo Minghao. Jadi saat melihat penjaga rahasia itu melihat ke arah Ling, ia bertanya, "Siapa yang menyelamatkan Tuan Bo? Apa kau tidak bisa bicara? Mengapa sejak tadi kau hanya diam? Aku harus menemui orang itu."


Penjaga rahasia itu masih diam untuk waktu yang lama. Ahli ramuan yang tidak sabar kembali bertanya, "Apa yang kalian lihat? Mengapa sejak tadi kalian melihat ke arah sana? Apa kalian tahu siapa yang menyelamatkan Tuan Bo?"


"Itu dia," ucap Bo Xuang. Suaranya masih serak.


"Dia siapa? Ketika aku datang, aku merasakan seseorang dari Akademi Dewa Ramuan, apakah mereka yang menyelamatkan Tuan Bo?" tanya ahli ramuan terus mendesak.

__ADS_1


Bo Xuang menyeka keringatnya. Ia menunjuk ke arah Ling terakhir kali berdiri, "Anda bertanya siapa yang menyelamatkan Tuan Bo, kan? Orang yang sejak tadi bersama Tuan Bo hanya Tuan Muda."


"Tuan Muda? Tuan Muda yang mana? Berasal dari keluarga besar mana" tanya ahli ramuan masih tidak mengerti.


"Dia adalah putra Tuan Bo. Dia tidak berasal dari keluarga besar. Ia berasal dari kota kecil," jawab Bo Xuang.


Saat ahli ramuan itu ingin mengatakan sesuatu, seorang penjaga Keluarga Bo masuk. Ia melapor pada pimpinan tetua, "Tetua, seseorang dari Pulau Bintang ingin bertemu denganmu."


"Pulau Bintang? Mengapa mereka di sini?" tanya pimpinan tetua. Ia tidak pernah mendengar tentang pulau ini.


Ahli ramuan itu juga bingung. Ia berkata, "Apa Keluarga Bo kenal dengan seseorang dari pulau golongan 2? Apa keluarga utama sudah membuang Keluarga Bo? Apa kalian ingin bergabung dengan keluarga di pulau golongan 2?"


Saat ahli ramuan itu selesai bicara, penjaga itu kembali melapor, "Mereka mengatakan jika mereka tidak seharusnya menyinggung Tuan Muda. Jadi mereka ke sini untuk meminta maaf dan membawa hadiah."


"Beritahu Tuan Muda," jawab pimpinan tetua. Selama ini sudah banyak yang datang dan memberi hadiah pada Ling. Jadi dia tidak heran lagi.


*


Di taman belakang, Ling sedang bicara santai seolah dia tidak bicara dengan orang dari Pulau Bintang.


Melihat ini, ahli ramuan bingung. Ia berkomentar, "Bagaimanapun ini adalah orang-orang dari pulau golongan 2. Bukankah dia terlalu berani bersikap tidak sopan seperti itu? Apa dia tidak tahu apa sebenarnya pulau golongan 2 itu?"


"Kami tidak berani berkomentar tentang Tuan Muda," jawab penjaga rahasia.


Ahli ramuan semakin bingung. Ia berkata, "Kau ... mengapa kau terlihat sangat hormat padanya? Mengapa kau sangat menghormati tetua di Keluarga Bo? Biasanya kau tidak seperti ini."


"Apakah aku berani tidak hormat di depan Tuan Muda? Apa Anda tahu siapa yang datang untuk minta maaf? Itu adalah Lin Guxi. Dia keturunan langsung dari Lin Tian yang paling berbakat. Anda mengatakan aku berani? Bahkan aku tidak memiliki secuil nyali Tuan Muda," jawab Bo Xuang sambil menggelengkan kepalanya.


Ahli ramuan hanya bisa melotot. Jika dia tidak mengenal penjaga rahasia itu, ia akan menganggap dia sedang bercanda.


"Bahkan Lin Guxi pun takut? Tunggu ... apakah dia yang menyelamatkan Tuan Bo? Berarti dia yang harus kutemui?" ahli ramuan tiba-tiba tersadar akan sesuatu.


Melihat betapa terkejutnya ahli ramuan itu, penjaga rahasia merasa mereka tidak terlalu buruk. Mereka tidak mungkin menjadi yang paling terpuruk, kan?

__ADS_1


__ADS_2