Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Hanya Kebetulan


__ADS_3

Chen Kai membeku saat melihat layar.


Semua orang juga terkejut bukan main.


Tak ada yang bicara. Setelah melihat itu, semua mata mereka otomatis menatap Ling. Zhuo Ai, Zhuo Nan, dan Zhuo Kira juga menatapnya.


Melihat mereka seperti ini, Ling tersenyum malas, tapi wajahnya malah terlihat misterius. Ia bertanya, "Apa hasilnya sudah bisa diumumkan?"


"Pemenangnya adalah Tuan Muda Chen!" ahli pemotong batu itu menarik napas dalam-dalam dan menatap Ling dengan mata berapi-api.


Kapan terakhir kali muncul batu level 10? Itu ratusan tahun lalu. Kemunculannya tahun ini pasti akan mengguncang luar negeri.


"Tuan Luo, bukankah Anda mengatakan ia tak tahu tentang judi batu?" tanya seseorang.


Tuan Luo juga bergetar. Ia tak bisa merespon sekarang.


"Tidak mungkin. Itu pasti kebetulan. Bagaimana mungkin dia bisa memilih batu level 10? Ya, itu hanya kebetulan," ucap Chen Kai menggelengkan kepalanya.


Tuan Luo melirik Ling. Kemudian ia berjalan menuju halaman terakhir kali mereka bertemu. Lalu ia mengambil tiga batu untuk dipotong.


Semua orang penasaran dengan apa yang akan dilakukan Tuan Luo.


"Ini ... adalah batu yang dipilih Tuan Muda Chen. Ini ... coba potong ini," ucap Tuan Luo pada ahli pemotong batu.


Ahli pemotong batu pun langsung memotong ketiganya.


Hasilnya, satu batu level 8 dan dua batu level 7.


Kini semua orang merasa Ling sangat menakutkan.


Namun, Chen Kai malah terus-menerus mengatakan jika itu hanya kebetulan. Jika memang hanya kebetulan, mengapa banyak sekali kebetulan?

__ADS_1


"Bukankah Anda mengatakan Chen Ling berasal dari seberang pulau dan tak tahu judi batu? Tapi lihatlah sekarang! Ia mendapat batu level tujuh, delapan, bahkan sepuluh! Chen Kai, jika Anda tak mampu mengalahkannya, jangan buat kami bertaruh untukmu. Aku sudah mempertaruhkan semuanya dan aku kehilangannya sekarang! Bahkan sebelumnya Anda begitu yakin akan menang dan memaksa kami membagi keuntungan padamu. Tapi, semua sudah hilang sekarang!" seorang master berbicara dengan marah. Dulu ia tak akan berani bicara seperti ini pada Chen Kai, tapi baginya uang lebih penting sekarang.


Master dan orang lainnya yang hanya bertaruh sedikit, mereka tak segila itu. Namun, mereka memandang Chen Kai dengan ekspresi berbeda dari biasanya. Awalnya mereka sangat menghormati Chen Kai, tapi ia terus bicara tentang kebetulan. Mana mungkin ada empat kebetulan berturut-turut.


Chen Kai panik. Rasanya ia ingin pulang saat itu juga.


Namun, tiba-tiba seseorang berteriak, "Bisa jadi itu palsu! Dia pasti curang!"


Chen Kai kembali bersemangat mendengar ini.


Ling mengambil batu level sepuluh itu dari ahli pemotong. Rasanya ia tak bisa menahan tawa. Ia berkata, "Curang? Cih, jika itu batu level tujuh masih memungkinkan, tapi ini level sepuluh. Menurutmu orang mana yang mau memberiku batu level sepuluh? Kupikir itu sudah cukup membuktikan."


Semua orang tersenyum pahit. Ling memang benar. Siapa yang mau melepas batu level sepuluh saat ia sudah mendapatkannya?


"Tuan Muda Chen, selamat Anda berhasil mendapat batu level sepuluh," ucap Cheng Rui. Ia orang pertama yang memberi selamat pada Ling. Yang lain juga mengikuti.


"Tuan Muda, apakah Anda ingin menjualnya?" tanya Cheng Rui.


Ling memasukkan batu itu ke saku, "Tidak."


Saat ia keluar, ia berpapasan dengan Bai Chengsi dan Nyonya Bai.


Nyonya Bai melirik Chen Kai, "Kai, acara judi batu telah berakhir. Aku terlambat kali ini jadi aku tak bisa melihatmu menerima penghargaan. Hasilnya bagus, kan?"


"Tentu saja, Bu. Kekuatan Kai diakui semua orang," jawab Bai Chengsi.


Namun, ia memperhatikan Chen Kai hanya diam. Ekspresinya juga muram. Ia bertanya, "Kai, ada apa?"


Chen Kai hanya meliriknya. Ia bahkan tak bisa tersenyum. Ia berjalan melewati mereka berdua.


"Apa yang terjadi?" Bai Chengsi bingung.

__ADS_1


"Sudah, Kak, jangan pikirkan itu. Ayo masuk dulu," ucap Bai Na Ri.


Mereka bertiga berjalan masuk dan menemui Bai Xiaoqi. Saat itu, Bai Xiaoqi langsung bicara, "Kita tak perlu bekerjasama lagi dengan Chen Kai."


"Apa ada masalah?" tanya Nyonya Bai.


Bai Xiaoqi menggeleng, "Tidak."


"Mengapa kita tak bekerjasama lagi dengannya, Kak? Dan tadi apa kau mengatakan sesuatu yang buruk pada Chen Kai? Ekspresinya terlihat muram," ucap Bai Chengsi.


"Tentu saja diam muram. Apa kau tahu siapa juara tahun ini?" tanya Han Shuangfu dengan nada mengejek.


"Mungkinkah Nona Cheng?" tebak Bai Chengsi.


Han Shuangfu menggeleng, "Tidak."


"Tidak? Lalu siapa?" tanya Bai Chengsi lagi.


Han Shuangfu hanya tersenyum tipis.


"Jika Anda mengatakan itu adalah Chen Ling, maka ini tidak lucu," ucap Bai Chengsi curiga.


"Benar sekali. Chen Kai berpikir masalah ini bisa mempermalukan kakak ipar. Nyatanya kakak ipar mendapat batu level sepuluh dan Chen Kai lah yang dipermalukan," jawab Han Shuangfu tersenyum puas.


"Level sepuluh?" Bai Chengsi tak menyangka. Bukankah Ling tak tahu tentang judi batu? Bagaimana ia bisa mendapat batu level tinggi?


Ling dan yang lainnya berjalan ke arah mereka. Bai Chengsi tak berani menatapnya.


Sedangkan Bai Na Ri sejak tadi hanya diam karena ia tak tahu tentang judi batu. Namun, saat melihat Ling, matanya membelalak.


"Ada apa?" tanya Nyonya Bai.

__ADS_1


Bai Na Ri menunjuk ke arah Ling. Ia berkata dengan semangat, "Ibu selalu ingin tahu Tuan Muda Wei yang menyelamatkan Ibu itu, kan? Itu dia!"


Bai Chengsi kembali tercengang.


__ADS_2