
Su Hao tahu seberapa mengerikannya Ling dan yang lainnya. Jadi ia berkata, "Su Qiu, kami berjarak 100 meter dari Nona Zhuo Shiaonian. Bagaimana mungkin kami mengganggunya?"
"Su Hao, kau adalah salah satu generasi terbaik di suku kita. Jika kepala suku melihat kau membawa orang biasa ke suku kita, menurutmu apa yang akan dia lakukan?" tanya Su Qiu sambil memandang jijik ke arah Ling dan yang lainnya.
Liam sedang memainkan ponselnya. Saat ia mendengar perkataan Su Qiu, ia juga menatapnya dengan jijik. Ia berkata, "Sepertinya mulutmu itu perlu dicincang."
Ketika mendengar ini, Su Hao ketakutan. Ia tahu Liam tidak bercanda. Jadi ia hanya bisa berkata, "Su Qiu, mereka berempat adalah tamu terhormat kepala suku. Jika kau tidak bisa menghormati mereka, aku akan melaporkanmu pada kepala suku."
Su Qiu jelas takut saat Su Hao mengancamnya dengan nama kepala suku. Sekarang ia ragu-ragu sejenak. Ia bertanya, "Apa kepala suku akan membiarkan orang biasa datang ke sini?"
Saat ini, Zhuo Shiaonian berjalan ke arah mereka. Namun saat ia melihat sosok yang dikenalnya, ia berhenti sejenak sebelum lanjut berjalan.
"Jadi itu memang benar Tuan Muda Chen. Aku pikir aku salah lihat," ucap Zhuo Shiaonian.
Kemudian ia lanjut berjalan dan menghampiri Su Qiu. Ia berkata, "Su Qiu, aku kenal dengan Tuan Muda Chen ini. Sepertinya mereka tidak sengaja. Jadi jangan berdebat dengan mereka. Tidak apa kan kau melakukan ini untukku?"
Setelah itu, Su Qiu membungkuk dengan hormat dan menjawab, "Karena itu untuk Nona Zhuo Shiaonian, maka aku akan melakukannya."
Zhuo Xia dan Han Shuangfu yang melihat ini, kini mereka tahu seberapa tinggi status Zhuo Shiaonian di desa ini. Sedangkan Ling hanya menatap tak acuh pada orang-orang di depannya. Ia menunduk dan memutar-mutar ponselnya.
"Tuan Muda Chen, Nona Zhuo Shiaonian ingin membuat ramuan di sini. Apakah Anda ingin melihatnya atau kita pergi dari sini?" tanya Su Hao dengan hati-hati.
Ling mencengkram ponselnya.
Saat ia ingin menjawab, Zhuo Shiaonian lebih dulu bicara, "Su Hao, mengapa kau mengundang Tuan Muda Chen untuk melihatku membuat ramuan? Tuan Muda Chen adalah pedagang senjata terkenal di Kota Bayangan. Dia pasti belum pernah melihat ramuan sama sekali. Jika kau mengundangnya, apa dia akan mengerti?"
Zhuo Shiaonian menggelengkan kepalanya. Ia lanjut bicara, "Ahli ramuan di dunia ini sangat sedikit. Bagaimana mungkin orang biasa seperti dia ingin melihatnya? Kau mungkin tidak tahu tentang luar negeri, Tuan Muda Chen, tapi tidak apa. Su Hao, apa kau benar tidak ingin bermain dengan Tuan Muda Chen? Cepatlah pergi. Setelah aku selesai membuat dan memurnikan ramuan, maka aku akan memberimu dan Su Qiu ramuan."
Mendengar ini, Su Qiu merasa sangat bahagia. Ia menstabilkan lebih dulu suaranya dan menjawab, "Terimakasih, Nona Zhuo Shiaonian."
__ADS_1
Zhuo Shiaonian berpikir jika Su Hao juga akan senang dan terkejut seperti Su Qiu. Namun ternyata, ekspresi Su Hao malah terlihat bingung. Su Hua yang menghampirinya juga memiliki ekspresi sama. Sebenarnya mereka juga akan mendukung Zhuo Shiaonian, jika hal ini terjadi beberapa hari lalu. Namun, mereka berdua telah minum ramuan dari Liam. Ramuan itu pasti tidak kalah dengan yang dibuat oleh Zhuo Shiaonian.
Terutama, ramuan itu diletakkan di sebuah botol minum biasa.
"Su Qiu, Tuan Muda Chen adalah tamu terhormat yang diundang oleh kepala suku," ucap Su Hua dingin. Ia berjalan ke arah Su Qiu.
Sebenarnya, saat Zhuo Shiaonian dan Bo Hongyun datang ke desa, dia adalah orang yang paling tenang. Dia juga menolak ramuan yang diberikan oleh Zhuo Shiaonian.
Su Hua memang selalu menghormati yang kuat. Namun ia tak akan pernah menghormati Zhuo Shiaonian karena dia berusaha mendominasi sukunya. Dia juga tidak bodoh. Ia mengucilkan Ling dan yang lainnya karena dia berpikir orang-orang ini memiliki tujuan yang sama seperti Zhuo Shiaonian. Namun ternyata Zhuo Xia benar-benar bisa menyelesaikan masalah di suku mereka.
Su Qiu tidak takut pada Su Hao. Namun ia sangat takut dengan Su Hua. Saat Su Hua berjalan mendekatinya, hatinya seperti akan copot. Kebahagiaannya tadi seketika hilang.
Namun, Zhuo Shiaonian dan penduduk yang lain mendukungnya. Jadi ia mengumpulkan keberanian untuk menjawab Su Hua, "Su Hua, jangan berpikir bahwa aku takut padamu karena kau adalah cucu dari kepala suku. Tuan Muda Chen adalah tamu terhormat yang kau undang. Coba katakan padaku apa yang membuat mereka terhormat? Apa hanya karena dia lebih kuat dari kami, jadi dia lebih terhormat? Melihat Nona Zhuo Shiaonian masih mau mencari bahan obat untuk membuat ramuan untuk ayahmu, dia pasti telah membuang-buang waktunya untuk sampah seperti itu."
Zhuo Shiaonian menghela napas. Ia berkata, "Su Hua, aku telah menemukan ramuan yang bisa menyembuhkan Ayahmu."
"Aku tidak memintamu untuk merawat Ayahku," tolak Su Hua mentah-mentah.
"Su Qiu!" nada bicara Su Hao berubah. Su Hua juga mengeluarkan senjatanya dan ia berjalan lebih dekat ke arah Su Qiu.
Ling sebenarnya ingin pergi dari sana. Namun saat melihat ini, ia menatap Su Hua sambil tersenyum. Ia berkata, "Su Hua, kembalilah."
Setiap katanya diucapkan dengan lembut. Jika seseorang tidak memperhatikan, mereka tidak akan bisa mendengarnya. Namun, Zhuo Shiaonian mendengarnya. Orang-orang di sampingnya juga mendengarnya. Mereka saling pandang dengan tatapan mengejek.
Bahkan ahli ramuan terkemuka seperti Zhuo Shiaonian saja dibenci oleh Su Hua. Orang biasa seperti Ling tidak mungkin bisa memerintahnya.
Tidak hanya Zhuo Shiaonian. Bahkan Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi yang sudah bergerak untuk menghentikan Su Hua, mereka berhenti. Jika saja perang saudara pecah dan orang-orang di suku ini lebih memilih Zhuo Shiaonian, maka suku ini akan jelek di mata orang lain.
Namun yang mereka lihat sekarang di luar dugaan.
__ADS_1
Tangan Su Hua berhenti dan dia benar-benar mundur. Ia menangkupkan tangannya kepada Ling dan berkata, "Tuan Muda Chen, aku akan membawamu kepada kepala suku."
"Kalau begitu ayo pergi," jawab Ling langsung balik badan tanpa melirik Zhuo Shiaonian.
Ling memiliki ingatan yang baik. Setelah ia melihat kepala suku pergi, ia tahu di mana kepala suku sekarang. Jadi, ia memimpin jalan di depan dengan Su Hua di sebelahnya. Su Hao melirik Zhuo Shiaonian sebelum ia mengikuti Ling.
Wajah Zhuo Shiaonian muram. Para penduduk juga saling pandang dengan bingung. Padahal Su Qiu sudah hampir mati jika Su Hua jadi memukulnya. Namun Zhuo Shiaonian tidak menyangka jika Su Hua mendengarkan Ling.
Saat ia memikirkan hal ini, ide licik muncul di otaknya. Ia bertanya, "Su Hua, apa kau adalah pembantunya?"
Mendengar ini, Ling berhenti. Ia berbalik dan merapikan bajunya. Sedangkan Liam yang paling dekat dengan Su Qiu, ia menendang perutnya.
"Aku orang biasa? Hah?" ucap Liam.
Gerakannya sangat cepat dan tepat. Karena kekuatannya, bahkan Zhuo Shiaonian dan yang lainnya mundur selangkah. Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu juga terpaku di tempat. Mereka tidak menyangka jika Liam memiliki kekuatan seperti itu. Mereka sangat terkejut hingga tak bisa bergerak.
Ling tersenyum dan menyuruh Liam kembali. Ia melihat ke arah Zhuo Shiaonian dan yang lainnya. Ia berkata, "Jika kau ingin membalas dendam, datanglah ke kediaman kepala keluarga. Ingat, nama keluargaku adalah Chen. Aku akan menunggumu kapan saja. Apa kau dengar?"
Orang-orang itu tidak ada yang berani menjawab Ling.
Ling mengelus telinganya. Ia kembali bertanya, "Apa kau mendengarkanku?"
Setelah itu, Ling mengalihkan pandangannya dan mengajak pergi orang-orangnya. Zhuo Shiaonian yang ada di sana wajahnya sangat muram.
"Nona Zhuo Shiaonian, apakah Su Hua dan Su Hao kerasukan? Mengapa mereka mau mendengarkan perintah orang biasa seperti itu? Bahkan dia tidak pantas jika dibandingkan dengan Anda," ucap salah satu orang dengan marah. Setelah Ling dan yang lainnya pergi, mereka menghampiri Zhuo Shiaonian.
Zhuo Shiaonian memandang Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi yang satu kelompok dengan Ling. Ia berkata dengan nada mengejek, "Jika hal ini karena sebuah bantuan, maka aku akan membuatkan ramuan untuk seluruh penduduk desa."
Namun ternyata, saat ia membuat ramuan, ramuan itu gagal. Sepertinya ini karena suasana hatinya sedang buruk.
__ADS_1
Sedangkan Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi sudah kembali ke rumah. Han Shuangfu bertanya pada Liam, "Liam, aku lihat kau sangat kuat. Darimana kau mempelajari hal itu?"
Ia bingung karena saat Liam menendang tadi, ia hanya menggunakan kekuatan fisik.