Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Menjadi Mayat Tanpa Alasan


__ADS_3

Bo Minghao tiba-tiba muncul di depan rumah Keluarga Bo. Tidak seperti Chen Lin yang sebelumnya tak sadarkan diri, kultivasi Bo Minghao telah dihancurkan dan seluruh tulangnya hancur.


Setelah mendengar berita ini, pimpinan tetua merasa seperti tersambar petir. Ia hampir saja pingsan. Hari ini akhirnya tiba. Bo Minghao yang selama ini mempertahankan Keluarga Bo, dia telah hancur.


Berita ini telah menyebar ke seluruh Kota Bayangan. Tidak ada yang menyangkal jika Keluarga Bo menjadi keluarga besar karena kekuatan Bo Minghao.


Namun, Bo Minghao telah kehilangan seluruh kekuatannya dan menjadi orang yang tidak berguna. Tidak mungkin bisa menyembunyikan ini dari orang-orang.


Kepanikan dan ketakutan melanda seluruh anggota Keluarga Bo. Di saat sensitif seperti ini, terlukanya Bo Minghao menjadi bencana bagi keluarga mereka.


Pimpinan tetua berdiri di sebelah tempat tidur. Ada seorang tabib dari Keluarga Zhao yang memeriksa Bo Minghao. Pimpinan tetua bertanya, "Tuan Zhao, bagaimana keadaan kepala keluarga kami?"


Tuan Zhao menggelengkan kepala. Ia menjawab, "Kepala keluarga kalian pasti telah melakukan kesalahan besar. Pihak yang menyakitinya jelas tidak ingin jiwa Bo Minghao bisa kembali dengan tenang."


Pimpinan tetua pucat. Kini ia benar-benar jatuh ke lantai.


Melihat pimpinan tetua seperti ini, Tuan Zhao hanya bisa menghela napas. Memberikan kata-kata menghibur juga tidak berguna lagi. Jadi, ia pergi dan memberikan sebotol ramuan.


Setelah kepergian Tuan Zhao, seluruh anggota Keluarga Bo sangat hancur mendengar kabar ini. Itu adalah Tuan Zhao, ia tak mungkin berbohong. Apalagi mereka melihat sendiri saat Bo Minghao muncul di depan rumah Keluarga Bo.


Sebenarnya Keluarga Bo masih baik-baik saja karena mereka cukup kaya. Namun, mereka juga mempunyai tambahan keluarga kecil. Keluarga kecil itu hanya bisa bergantung pada Bo Minghao. Jika Bo Minghao seperti ini, mereka tidak tahu akan ke mana.


"Pimpinan tetua, jika memang Tuan Besar Bo tidak bisa disembuhkan lagi, lebih baik sumber daya miliknya dibagikan saja," ucap salah satu keluarga kecil.


Sebuah keluarga harus bergantung pada seorang pemimpin. Saat ini, hanya Bo Minghao yang ditakuti di Keluarga Bo oleh orang di Kota Bayangan. Tanpa adanya Bo Minghao, sumber dayanya akan menjadi bencana karena banyak dari mereka yang iri hati.


Kini, pimpinan tetua mengerti sesuatu. Tanpa kehadiran Bo Minghao, Keluarga Bo bukanlah apa-apa.


"Apa kalian berpikir untuk memberontak?" tanya pimpinan tetua dan menatap mereka dingin.


"Apa maksudmu? Ini untuk kebaikan kita semua. Pimpinan tetua, kau sudah mendengar sendiri jika Tuan Besar Bo tidak lagi memiliki kekuatan. Saat ini sumber dayanya hanya sia-sia jika tetap disimpan untuknya," ucap pimpinan keluarga kecil sambil tersenyum palsu.


"Kau brengsek!" ucap kepala pelayan Keluarga Bo yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Ia ingin menampar orang itu, tapi serangannya dengan mudah diblokir.

__ADS_1


"Kau hanya seorang pelayan. Sebelumnya aku menghargaimu karena kau melayani Tuan Besar Bo. Namun sekarang Tuan Besar Bo bukan siapa-siapa lagi," ucap orang itu sambil mencekik leher kepala pelayan.


"Kau pikir kami takut padamu? Kau begitu memalukan," ucap orang lainnya.


"Kalian ... kalian ...," pimpinan tetua kehabisan kata-kata. Selama ini mereka selalu sombong. Ia tak tahu jika mereka juga memiliki pemikiran seperti ini.


"Satu orang undang seluruh tetua untuk ke aula utama. Kita akan membahas rincian pembagian sumber daya. Jika kau tidak bisa melakukannya, aku akan mengajarimu," ucap pimpinan keluarga kecil. Mereka semua tersenyum puas.


Di dalam Keluarga Bo, hanya Bo Minghao yang mengerti segalanya. Para tetua dan orang-orang ini sebenarnya setara. Namun karena sebelumnya para tetua dihormati, mereka tidak bisa melakukan apa pun.


Kepala pelayan yang bertugas di tempat Ling telah melihat kejadian ini dari jauh. Ia melihat pimpinan tetua dan wakil pimpinan tetua di tangkap. Kemudian, dari ekor matanya ia melihat seseorang.


"Tuan Muda kau kembali!" ucap kepala pelayan itu berbinar.


Ling bergegas. Ia sudah melihat aula berantakan. Rambut dan pakaian para tetua berantakan. Pimpinan dan wakil pimpinan tetua sudah di tangkap. Sekarang di aula tersisa orang-orang berwajah angkuh dan arogan.


Bagaimana mungkin Ling tidak paham dengan apa yang terjadi. Ia menatap sekelompok orang itu dengan dingin. Lalu ia berkata dengan tegas, "Satu menit. Aku memberi kalian waktu satu menit untuk pergi dari sini."


Orang-orang yang menarik paksa para tetua, mereka berhenti saat mendengar Ling. Mereka mungkin berani kurang ajar pada tetua. Namun, mereka sama sekali tidak berani dengan Ling. Jadi, mereka segera berbaris dan berdiri dengan hormat.


Semua orang hanya mengangguk. Mereka tidak berani bersuara. Lagipula darimana nyali mereka? Ling adalah orang yang bisa menggunakan bom besar 2. Tentu saja mereka masih ingin hidup.


"Jika begitu, dia perlu memulihkan diri dan mendapatkan ketenangan. Aku harap selama periode ini, kalian bersikap sewajarnya. Kalian tidak ingin menjadi mayat tanpa alasan, kan?" ucap Ling sambil memberi senyum dingin pada mereka.


"Tuan Muda, siapapun yang berani memberontak pada Keluarga Bo, aku akan bersamamu untuk melawannya," ucap salah satu tetua.


"Benar, Tuan Muda. Kami akan selalu berada di sisimu," ucap tetua lainnya.


Kini, orang-orang dari keluarga kecil merasa sangat lemas. Mereka berlutut di lantai dan berkata, "Tuan Muda, ampuni kami. Kami mengaku salah."


Ling menjawab dengan dingin, "Tidak ada 'lain kali'. Pergi!"


"Terimakasih Tuan Muda. Terimakasih Tuan Muda," jawab mereka sambil bersujud. Setelah itu mereka segera berdiri dan keluar dari aula. Mereka takut Ling akan berubah pikiran dan memukul mereka sampai mati.

__ADS_1


Mereka tahu jika Bo Minghao adalah yang terkuat di Keluarga Bo. Namun, Ling bukanlah orang yang bisa mereka singgung.


"Jelaskan detailnya," ucap Ling. Ia berjalan menuju Bo Minghao. Matanya semakin dingin saat ia melihat keadaan Bo Minghao.


Pimpinan tetua mengikuti di belakangnya. Ia menceritakan seluruh kejadian dan tentang perkataan dari Tuan Zhao.


"Kepala pelayan, ambilkan jarum perakku," perintah Ling pada kepala pelayannya.


Sejak kehadiran Ling, kepala pelayan seperti menemukan tuan barunya. Setelah mendengar perintah Ling, ia buru-buru lari dan melakukan apa yang disuruh Ling. Para penjaga yang melihat juga menyadari jika kepala pelayan tidak sesombong sebelumnya. Ia berdiri dengan sopan dan hormat di depan Ling.


"Baiklah, kalian keluar juga. Aku butuh ketenangan," ucap Ling. Para tetua pun segera keluar dari ruangan itu.


Tak lama, seorang penjaga ingin masuk. Pimpinan tetua yang menjaga di depan pintu menahannya. Ia berkata, "Tuan Muda ada di dalam. Tidak ada yang boleh masuk."


"Pimpinan tetua, seseorang dari Keluarga Zhao mengatakan jika kepala keluarga mereka akan datang ke sini," lapor penjaga itu.


"Aku mengerti. Kau boleh pergi," ucap pimpinan tetua.


*


Di luar kediaman Keluarga Bo.


Sekelompok pria berseragam hitam berdiri di antara kerumunan. Aura yang mereka keluarkan membuat semua orang takut. Pimpinan dan wakil pimpinan tetua yang melihat ini terkejut.


"Kami adalah penjaga rahasia Tuan Bo. Dia adalah jenius terbaik di klan kami. Ketua kami tahu tentang keadaannya. Ia menyuruh kami untuk menjemput Tuan Bo dan Bo Shin," ucap salah satu orang dari sekelompok pria itu.


Pimpinan tetua dengan segera menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Ia berkata, "Tuan-tuan, Tuan Besar Bo telah memprediksi jika hari ini akan terjadi. Dia mengatakan agar kalian melindungi Tuan Muda."


"Apa? Kau ingin kami melindungi orang dari Kota Bayangan?" tanya salah satu orang itu. Ia menaikkan alisnya merasa heran.


Namun saat melihat apa yang dititipkan oleh Bo Minghao, orang berbaju hitam itu menjawab, "Baiklah kami akan tinggal di sini selama 2 hari."


Setelah tetua dan yang lainnya pergi, sekelompok orang itu bertanya, "Mengapa kota harus tinggal di sini?"

__ADS_1


"Putra Tuan Bo hanya orang biasa. Kita hanya perlu mengawasinya saja. Jika tidak, kita yang akan disalahkan saat Tuan Bo bangun," jawab salah satu orang sambil tersenyum meremehkan.


__ADS_2