
Di luar negeri.
Di sebuah bar.
Ling sedang menelepon Gao Feng.
"Tuan Muda, Jenderal Qiu sepertinya tahu jika bukan aku yang membuat keputusan. Ia ingin menemuimu," ucap Gao Feng. Siapa yang akan menduga, Chen Ling yang mereka remehkan, malah ingin ditemui oleh Jenderal Qiu.
"Dia tak mencari Chen Kai, ya?" Ling menopang dagunya. Jenderal Qiu ini cukup pintar.
"Aku juga tidak tahu. Sepertinya ia sangat yakin ada orang lain di belakangku dan itu bukan Chen Kai," jawab Gao Feng.
"Baiklah. Berikan aku nomornya. Aku akan mencarinya setelah urusanku selesai," ucap Ling. Ia menutup panggilan.
"Aku akan menelepon Wan Yi. Seharusnya tempatnya memang ini," ucap Liam.
Saat mereka sedang menunggu di depan pintu, seorang wanita muda keluar. Sifat agresifnya dalam game sangat berbeda dengan aslinya. Ia adalah wanita yang sangat lembut.
"Kau pasti Nona Chen Wan Yi. Perkenalkan nama asliku Liam. Ini teman-temanku," ucap Liam sambil mengenalkan mereka dengan semangat.
"Halo," sapa Chen Wan Yi hangat.
"Ayo, masuk. Pekerjaanku selesai satu jam lagi. Kalian bisa bermain sebentar," ucap Chen Wan Yi.
Chen Wan Yi membawa mereka masuk. Ketika mereka duduk, seorang wanita muda lain datang sambil membawa anggur.
"Kakak, siapa mereka?" tanyanya.
Ling melihat wanita itu menggunakan seragam Akademi Bintang.
"Mereka temanku," jawab Chen Wan Yi.
Kemudian ia menatap Ling dan gengnya, "Ini adikku. Ia masuk ke Akademi Bintang tahun ini."
Walau ia tak menunjukkannya, mereka tahu jika Chen Wan Yi sangat menyayangi adiknya.
"Benar sekali. Semua orang di bar senang karena Chen Wan Yu bisa masuk ke Akademi Bintang," ucap kepala bar.
"Adikmu ini sangat kuat. Ia juga sangat cantik," puji Yuan.
Mendengar ini, wajah Chen Wan Yu memerah. Ia diam-diam melirik Ling.
"Kalau begitu biarkan Wan Yi bekerja. Ayo, Wan Yu, kami akan mentraktirmu," ucap Yuan sambil tersenyum.
Walau ini pertama kalinya mereka bertemu, tapi Chen Wan Yi sangat mempercayai mereka. Ia pun kembali menyelesaikan pekerjaannya agar segera bergabung dengan Ling dan gengnya. Ia tak punya banyak teman. Selama ini ia hanya bekerja untuk membiayai uang sekolah adiknya yang mahal.
*
__ADS_1
Ling duduk dan memainkan ponselnya. Ia mendapat pesan dari Jun Ye Li jika Kepala Keluarga Bai mencarinya.
Belum sempat ia memikirkan apa pun, tiba-tiba pintu bar ditendang dengan keras. Sekelompok orang berpakaian hitam dengan dipimpin seorang pemuda memasuki bar dengan wajah angkuh.
Orang di sekitar yang mengenal mereka langsung panik.
"Aku mencari Chen Wan Yu! Yang tidak berkepentingan, keluar!" ucap pemuda itu dengan arogan.
Karena di bar kebanyakan orang biasa, mereka pun lari ketakutan.
Ling meletakkan gelas anggurnya dan menatap Chen Wan Yu.
"Kau? Apa yang kau lakukan di sini?!" wajah Chen Wan Yu pucat.
"Apa yang kulakukan? Tentu saja aku mencarimu, Wan Yu. Bagaimana? Kau sudah memiliki jawaban?" pemuda itu tersenyum mengejek.
"Wan Yu, apa yang terjadi? Siapa mereka?" tanya Chen Wan Yi. Ia datang dengan raut khawatir.
Pemuda itu tersenyum, "Sepertinya Wan Yu belum memberitahu kalian. Aku Tang Xiao, teman sekelas Wan Yu. Aku hanya memiliki satu permintaan. Biarkan Wan Yu tinggal bersamaku dan aku akan membiayai semua kehidupan kalian, termasuk uang sekolahnya. Kalian juga tak akan tinggal di tempat kumuh lagi. Bagaimana?"
"Kau ... adikku adalah murid dari Akademi Bintang!" ucap Chen Wan Yi menahan amarahnya.
"Lalu? Apa kau pikir aku takut?" Tang Xiao meremehkan.
"Wan Yu, kau ingin ikut denganku sekarang, atau setelah aku membunuh kakakmu?" ucap Tang Xiao tertawa iblis.
"Kau ...," Chen Wan Yu mengepalkan tangannya. Saat ia maju selangkah, ia ditahan oleh resepsionis.
Di sisi lain, Yuan mengerutkan kening, "Tang Xiao? Ia berasal dari Akademi Bintang juga? Mengapa aku belum pernah mendengar namanya?"
"Kita lihat dulu siapa di belakangnya," jawab Su Wen Ai. Ling dan Liam tak bicara, tapi mereka memperhatikan tempat ini.
Tak lama, manajer datang. Ia menyukai Chen Wan Yi dan Chen Wan Yu. Jadi, tentu saja dia akan membela mereka.
"Tang Xiao, mereka adalah bawahanku. Aku tak tahu bagaimana mereka bisa menyinggungmu, tapi jika kau berbuat onar di sini, aku akan melaporkanmu ke tim penegak hukum," ucap manajer itu.
"Penegak hukum? Bahkan aku tak takut dengan kapten mereka! Kau tahu aku bergabung dengan keluarga mana?" Tang Xiao menyombongkan diri.
"Keluarga Song?" mereka menahan napas.
"Wan Yi, maaf aku tak bisa membantu kali ini. Kau tahu sendiri siapa Keluarga Song itu," ucap manajer dengan nada menyesal.
Chen Wan Yi tak terkejut. Ia juga tahu siapa Keluarga Song. I berkata, "Baiklah. Tapi teman-temanku tak bersalah. Lepaskan mereka."
Namun, Ling dan gengnya tetap minum dengan santai. Chen Wan Yi berteriak, "Mengapa kalian masih di sini? Cepat pergi sebelum penjaga Keluarga Tang dan Song datang!"
"Keluarga Song? Apa mereka sangat kuat?" Liam bingung.
__ADS_1
Di sisi lain, Song Yi masih memikirkan cara untuk mendapatkan nomor telepon Ling.
"Kau belum pernah mendengar tentang Keluarga Song, kan? Mereka sangat kuat dan bisa menghancurkan kita dalam satu tepukan tangan. Ayo, cepat kabur sebelum Tang Xiao menyadari keberadaan kalian," jawab Chen Wan Yi.
Namun, mereka berempat malah tertawa kencang.
Amarah Tang Xiao memuncak. Ia melihat ke arah mereka.
"Siapa mereka? Bawa mereka ke sini!" ucap Tang Xiao.
Chen Wan Yi dan adiknya panik, "Kalian cepat pergi! Tang Xiao, urusanmu denganku, jangan ganggu teman-temanku!"
Ling berjalan mendekati Tang Xiao. Ia tersenyum jahat. Teman-temannya hanya menyaksikan adegan ini dengan tatapan dingin.
Setelah memikirkan keadaannya, kini Ling memiliki kesimpulan. Sebelumnya ia sudah membuat Yiqin Zhao dipecat, pasti gantinya sekarang dari Keluarga Tang.
Ling tersenyum padanya, "Kau dari kelas berapa?"
"Aku tahun lima," jawab Tang Xiao angkuh.
"Tahun kelima?" Ling mengangguk.
Tang Xiao menghela napas. Ia segera memberi perintah, "Cepat tangkap dua orang itu!"
Ekspresi Chen Wan Yu berubah. Ia mengambil posisi menyerang.
Namun, ada dua sosok yang lebih cepat darinya.
Liam dan Su Wen Ai sangat cepat sehingga mereka bergerak seperti bayangan. Mereka segera menangkap dua orang penjaga dan melempar mereka ke dinding.
Su Wen Ai menangkap Tang Xiao dan menekan kepalanya ke meja hingga dahinya berdarah.
"Kau ... kau ... kau berani menyerangku?!" mata Tang Xiao melirik Su Wen Ai yang menekannya.
Chen Wan Yi, Chen Wan Yu, dan manajer yang melihat ini sangat shock. Tang Xiao adalah kultivator level empat. Oleh karena itu Keluarga Song mau merekrutnya, tapi mereka tak menyangka ia akan dijatuhkan oleh seorang wanita yang kelihatan lebih muda darinya.
"Kalian ... di mana kalian menemukan teman sekuat ini?" tanya manajer pada dua kakak beradik itu.
"Mereka ... ah lupakan. Liam, ayo pergi! Ajak teman-temanmu," ucap Chen Wan Yi lagi.
Chen Wan Yu juga menarik Ling, tapi ia tak bergerak.
"Jangan khawatir. Aku akan menyelesaikan masalah ini hari ini," ucap Ling santai.
Saat itu ponsel Ling berdering. Ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Ia mengangkatnya.
Ling hanya mengatakan beberapa kata dan memberitahu alamatnya.
__ADS_1
Setelah ia selesai, Tang Xiao dan yang lainnya menatapnya.
Ling memutar ponsel dan tersenyum pada Tang Xiao, "Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau ingin tahu siapa yang menelepon barusan? Itu adalah Jenderal Qiu, bos ayahmu. Apa kau kenal dia?"