
Di antara kelompok orang itu, Cheng Rui hanya mengenal Kepala Keluarga Xiao. Ketika ia memikirkan ini, ia menyadari jika ada yang salah.
Untuk bisa membuat Kepala Keluarga Xiao turun tangan, seharusnya itu adalah tamu yang ia undang hari ini. Status tamu itu pasti tidak rendah.
Mungkin itu adalah sekelompok orang berpengaruh di luar negeri. Orang-orang itu mengobrol di sini. Namun, mereka pasti tidak menduga akan terganggu oleh tiga orang ini. Itulah alasan refleks cepat Cheng Rui.
Walau mereka tidak mendengar apa-apa, tetapi muncul tiba-tiba di sini bukanlah hal yang baik.
"Nona Zhuo, saya menemui Keluarga Shi, tapi mereka tidak langsung setuju," ucap Long Hua. Ia berdiri di samping Zhuo Nan dan membelakangi Ling. Tadinya, ia ingin menunggu Zhuo Xia dan yang lainnya turun, kemudian ia akan mengikuti mereka. Namun, karena suatu hal penting, Zhuo Nan melarangnya ikut.
Zhuo Xia sama sekali tidak merespon ucapannya. Ia hanya melihat ke samping, ke arah pintu. Matanya yang dalam itu bagaikan lubang tidak berdasar.
Zhuo Xia menuangkan sisa anggurnya. Kemudian, ia berkata dengan lembut kepada Kepala Keluarga Xiao, "Tuan Xiao, Anda tidak perlu terlalu sungkan. Walaupun kami tidak terlibat dalam dunia ramuan, tapi tidak sulit untuk membangun satu tempat di pusat luar negeri untuk kalian."
Tidak hanya Long Hua, bahkan Zhuo Nan dan Kepala Keluarga Xiao juga terkejut.
Walau Ling memang akrab dengan Lingxi, tetapi permintaan pribadi seperti ini, tak bisa mempertaruhkan masalah besar seperti itu.
Long Hua tidak tahu apa yang mereka diskusikan di ruang kerja, tetapi dia tahu dengan jelas jika mereka tidak mencapai kesepakatan. Lalu, mengapa dia tiba-tiba setuju? Perubahan ini benar-benar mengejutkan.
Zhuo Nan tiba-tiba tersadar dari lamunannya dan melirik ke samping. Ia melihat sosok yang menghadap pintu. Matanya langsung melebar.
"Ini ... dia ... sebenarnya ... orang ini ...," Zhuo Nan tidak berbicara dengan benar karena dia sangat gugup. Ia pikir ia salah lihat.
Long Hua juga melirik tiga orang itu. Wajahnya langsung menjadi serius, "Apa yang kalian bertiga lakukan di sini?"
"Maaf, mengganggu kalian. Kami akan segera pergi," ucap Cheng Rui diikuti anggukan Shi Jiu. Mereka memang tidak tahu nama wanita yang bersandar di pintu, tapi mereka mengenali simbol di kerah Zhuo Nan.
Namun, Ling tidak bergerak.
Matanya perlahan menatap ke gelas anggur yang kosong. Munafik jika mengatakan ia tidak terkejut. Walau banyak hal yang terjadi di pulau ini, ia benar-benar tidak menyangka jika Zhuo Xia akan peduli tentang masalah sekecil itu, yaitu masalah tentang anggur.
Melihat Ling masih tidak bergerak dan terus menatap Zhuo Xia, Long Hua bingung apakah harus memuji Ling atau harus mengejeknya karena ia terlalu percaya diri. Akhirnya, ia hanya tersenyum sinis dan mengabaikannya. Ia sudah sangat paham gaya Zhuo Xia.
Lengan baju Ling ditarik oleh Cheng Rui. Ia berpikir lebih baik segera meninggalkan tempat ini. Atmosfer di sekitar kelompok itu ada yang salah. Apalagi pemimpin kelompok itu.
Zhuo Xia melihat jika dia benar-benar bergerak dan sepertinya akan pergi. Dia benar-benar ingin tertawa, tapi hatinya merasa sangat marah. Ia menggenggam erat gelasnya hingga terdengar bunyi 'krek'.
Zhuo Nan yang melihat Zhuo Xia hampir menghancurkan gelasnya, ia tahu jika Zhuo Xia benar-benar marah. Zhuo Nan sendiri sangat tahu jika Zhuo Xia hanya beberapa kali meminum anggur tahun ini.
Zhuo Nan menundukkan kepalanya. Ia benar-benar tidak bisa menghadapi dua Bos Besar ini.
Sementara itu, Long Hua tidak terlalu terkejut melihat Ling akan pergi. Bahkan Long Hua merasa sedikit menyesal karena tidak melihat Ling membuat Zhuo Xia marah sepenuhnya. Ia berkata untuk memprovokasi, "Nona Zhuo, Tuan Xiao, ayo kita cari tempat lain. Lebih baik kita hindari beberapa orang yang bodoh ini."
Namun, sebelum Ling mengambil langkah, ia sadar jika seseorang meraih tangan kirinya.
Ling tidak terkejut. Ia memutar kepalanya dan melihat orang di belakangnya. Lebih tepatnya, tatapannya masih tertuju pada gelas di tangannya.
"Nona Zhuo?" orang-orang dari Keluarga Xiao dan Long Hua sangat terkejut. Mereka tidak pernah menyangka Zhuo Xia akan melakukan hal seperti itu.
Namun, Kepala Keluarga Xiao langsung mengenali Ling. Matanya berbinar, "Tuan Muda Chen! Aku baru saja memberitahu Nona Zhuo jika aku akan menemui Anda nanti. Aku tak berharap Anda datang sekarang. Namun, ini juga bagus."
Shi Jiu dan Cheng Rui belum bisa memahami situasinya. Yang mereka tahu hanyalah Kepala Keluarga Xiao kelihatannya sangat menghormati Ling.
Ling mengangguk pada Kepala Keluarga Xiao, "Ya, Tuan Xiao. Lama tidak bertemu."
Kemudian, Ling menatap Zhuo Xia, "Nona Zhuo?"
Zhuo Xia mengenakan kemeja hitam dengan celana yang senada. Matanya yang hitam pekat memandang gelas di tangannya. Sedangkan tangannya semakin erat menggenggam gelas itu.
__ADS_1
"Nona Zhuo? Chen Ling, coba panggil aku seperti itu lagi," cibir Zhuo Xia.
Ling tahu jika dia tidak bisa melarikan diri. Kemudian, ia berkata pada Shi Jiu dan Cheng Rui yang masih terkejut di belakangnya, "Kalian berdua kembali saja dulu. Ada hal yang harus aku urus."
"Oh, oke, baiklah," jawab Cheng Rui kaku. Ia mengangguk dan menarik tangan Shi Jiu.
Saat ia berjalan, ia tak bisa menahan diri untuk tidak menatap Zhuo Xia dengan rasa penasaran. Begitu juga dengan Shi Jiu yang menatap Zhuo Xia penasaran.
Namun, Zhuo Xia memberi tatapan dingin pada mereka.
Zhuo Nan pun sudah mengerti sekarang. Ia menoleh ke orang-orang dari Keluarga Xiao dan berkata, "Tuan Xiao, mari kita naik dan mendiskusikan kerjasama ini. Nona Muda sebenarnya tidak pernah terlalu peduli tentang hal ini."
Kemudian, orang-orang dari Keluarga Xiao pun pergi. Beberapa orang yang mengenal Ling, mereka bahkan membungkuk hormat padanya sebelum pergi.
Zhuo Nan juga mulai bergerak, tapi dia melihat Long Hua masih terdiam di sana. Ia berdiri di sana menatap Ling dengan ekspresi yang mengerikan. Lebih tepatnya, ia melihat mereka berdua berpegangan tangan.
"Long Hua, ayo ikuti aku," Zhuo Nan meliriknya dengan lembut dan memanggilnya.
Setelah semua orang pergi, Zhuo Nan menutup pintu dengan hati-hati.
*
Zhuo Xia membuang gelas yang sudah retak ke tempat sampah terdekat. Namun, matanya tak pernah meninggalkan Ling.
Ling mencoba menenangkan diri dan hanya bisa menghela napas, "Minum alkohol itu salah."
Namun, dia juga melakukan kesalahan, jadi ucapannya tidak terlalu percaya diri.
Mata Zhuo Xia tetap dingin, tetapi wajahnya terlihat sedikit tirus. Dibandingkan dengan sebelumnya, itu terlihat lebih tajam. Entah di bagian mana, tapi dengan sekali lihat dapat merasakan perbedaannya. Namun, sikapnya masih acuh tak acuh.
Zhuo Xia mengalungkan lengannya ke leher Ling, menariknya mendekat. Ling merasakan ada bau alkohol yang samar, tidak terlalu kuat.
Ling memeluk pinggangnya dan Zhuo Xia semakin menariknya. Wanginya masih tetap sama, sangat menyegarkan, dan mungkin sedikit berbau alkohol. Bau alkohol yang tidak terlalu kuat menandakan dia jarang meminum alkohol selama setahun terakhir.
Untuk beberapa alasan, kata 'lagi' membuat Ling tersenyum pahit.
*
Long Hua dan yang lainnya hanya menjauh, tetapi tidak pergi. Mereka semua menatap Zhuo Nan. Long Hua bertanya, "Siapa pemuda itu tadi?"
Cheng Rui dan Shi Jiu juga tidak pergi. Mereka menunggu jawaban Zhuo Nan.
Zhuo Nan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Shi Jiu dan tiba-tiba berkata, "Kau telah bersama Tuan Muda Chen selama 3 hari yang lalu, kan?"
Sebenarnya sudah empat hari berlalu sejak Ling meninggalkan gunung dan bermasalah dengan Zhuo Shiaonian. Shi Jiu merasa orang di depannya sangat akrab dengan Ling. Jadi, ia menjawab jujur dan tidak menyembunyikannya.
"Itu benar," jawab Shi Jiu.
"Ternyata begitu. Dengan adanya Tuan Muda Chen, orang-orang itu sama sekali bukan ancaman untuk kalian," jawab Zhuo Nan mengangguk. Awalnya, ia merasa agak aneh saat Zhuo Xia mengambil jarum perak dari tubuh orang itu. Sekarang, itu tidak terlihat aneh sama sekali.
Zhuo Nan terlihat sangat tenang. Ia tidak menjawab pertanyaan Long Hua dan hanya mengatakan hal itu.
Yang lainnya yang berada di sana tidak mengerti. Tetapi Shi Jiu dan Cheng Rui tahu apa yang Keluarga Shi hadapi beberapa hari yang lalu. Mereka berdua saling pandang. Bahkan setelah Zhuo Nan pergi, mereka tetap bingung untuk waktu yang lama.
"Nona Muda, Nona Cheng, kalian belum kembali? Di mana Tuan Muda Chen?" tanya tetua Keluarga Shi yang tiba-tiba datang. Ia merasa aneh saat melihat mereka berdua berdiri dengan linglung. Apalagi Ling tidak ada bersama mereka.
Shi Jiu menatap tetua, "Tetua, tetua, apakah Tuan Muda Chen yang menyelamatkan kita hari itu?"
"Kapan?" pertanyaan Shi Jiu yang tiba-tiba membuat tetua Shi terkejut karena Ling telah menyelamatkan mereka sebelumnya. Namun, melihat ekspresi Shi Jiu, ia tiba-tiba mengerti apa yang dibicarakan Shi Jiu.
__ADS_1
Setelah memikirkannya, ia langsung menyadari jika yang dimaksud adalah kejadian ketika di dalam gua. Lalu, tiba-tiba semuanya menjadi jelas.
Tetua menjawab, "Benar sekali! Aku juga masih bertanya-tanya kultivator misterius mana yang menyelamatkan kita. Jika itu memang Tuan Muda Chen, seharusnya itu wajar. Astaga! Aku benar-benar bodoh! Hari itu, Tuan Muda Chen memang menyelamatkan kita dari kehancuran gunung itu. Ia pasti sudah merasakannya. Dia tidak lelah sama sekali dan hanya ingin menyelamatkan kita!"
"Di mana Tuan Muda Chen sekarang?" tanya tetua Shi dengan sedikit berbisik. Ia menahan suaranya.
"Nona Muda, Nona Cheng, Tuan Muda Chen kelihatannya baik pada kalian. Jangan sia-siakan kesempatan ini dan bertemanlah dengan yang lebih kuat," ucap tetua Shi.
Saat tetua mengatakan ini, Cheng Rui dan Shi Jiu mengerti maksudnya.
Cheng Rui berpikir, "Inilah seorang kultivator kuat yang sebenarnya. Pengakuan orang lain tidak penting lagi."
Itu memang ide yang bagus, tapi mereka belum memikirkan untuk berteman dengannya. Mereka hanya merasa bersemangat. Dia adalah salah satu orang yang akan berdiri di puncak luar negeri.
Tetua juga memikirkan untuk bersikap lebih baik lagi padanya. Jika ada kesempatan, ia akan membuat Ling memiliki kesan baik terhadapnya.
*
Ling tidak tahu apa yang dipikirkan orang-orang itu. Bahkan jika dia tahu, dia tidak akan peduli. Saat ini dia pergi ke laboratorium Keluarga Xiao bersama Zhuo Xia.
Lingxi ingin mandi dulu, tetapi saat dia kembali ke kamarnya, seseorang memberitahunya jika Ling telah pergi ke laboratorium. Ia pun segera menggunakan jas laboratoriumnya dan berlari ke laboratorium, bahkan tanpa menyisir rambutnya.
Orang-orang dari Keluarga Xiao memandang Lingxi dengan kagum. Dia adalah orang yang telah mengembangkan virus KKR-9.
Ketika dia masuk, Ling belum tiba. Saat ia hendak menjemput Ling, seseorang dari Asosiasi Dewa Ramuan mengirim pesan padanya.
Lingxi berpikir sejenak. Ia merasa jika ia tidak bisa menyinggung Asosiasi Dewa Ramuan sekarang. Jadi, ia mengambil ponselnya yang dibawakan oleh bawahannya.
Karena Asosiasi Dewa Ramuan adalah tokoh besar di dunia ramuan, tentu saja mereka memiliki basis rahasia sendiri. Dalam dunia ramuan, hanya ada beberapa laboratorium yang luar biasa. Laboratorium-laboratorium itu sering digunakan untuk rapat dan bertukar pikiran.
Lingxi menjawab panggilan dari Asosiasi Dewa Ramuan. Sebuah suara terdengar, "Lingxi, katakan sejujurnya padaku. Apakah keluarga kalian benar-benar mengembangkan virus itu? Bahkan Nona kami tidak bisa!"
Di laboratorium Asosiasi Dewa Ramuan, sekelompok besar orang berdesak-desakan untuk mendengar percakapan dalam telepon itu. Mereka menajamkan pendengaran mereka.
Pria tua berjanggut putih yang memegang telepon itu terlihat lebih berwibawa, jadi tidak ada yang berani terlalu dekat dengannya. Namun, ia juga menyalakan speaker agar semua orang bisa mendengarnya.
Lingxi menjawab dengan lembut. Ia bersandar di pintu dan memainkan rambutnya, "Benar sekali. Anda dapat mengirim seseorang untuk mengeceknya."
Lingxi tidak mungkin berbohong kepada orang yang sangat dihormati dari Asosiasi Dewa Ramuan. Dan itu juga tidak perlu.
"Lingxi, jangan berbohong padaku! Keluarga kalian bahkan tidak berpartisipasi dalam rapat dunia ramuan tahun ini. Kau bahkan tidak tahu penyakit apa itu, kan? Jika tidak, mengapa kau masih mengundang Nona Zhuo Shiaonian?" ucap pria tua itu. Orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan juga masih tidak bisa mempercayainya. Keluarga Xiao hanya perlu bekerja keras selama setahun dan bahkan tidak perlu repot mengikuti rapat tahunan ramuan untuk mengembangkan virus itu?
Siapa yang akan percaya ini?
Asosiasi Dewa Ramuan mereka adalah yang terkuat.
Lingxi menyeringai malas dan melirik ke luar jendela. Sebuah sosok perlahan mendekati laboratorium. Matanya berbinar, tapi ia masih ingat jika sedang menelepon, "Apakah Anda tahu KKR-9?"
Orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan langsung hening. Walaupun itu adalah rahasia Keluarga Xiao, beberapa orang dari mereka telah mendengar tentang apa yang terjadi beberapa hari yang lalu. Saat ini, mereka menekan gengsi dan mengangguk mengakuinya.
"Apakah Anda tahu siapa orang pertama yang mengusulkan ini?" tanya Lingxi lagi.
"Siapa?" tanya pria tua itu.
Lingxi menjawab dengan suara yang sangat pelan.
Kebanyakan orang-orang di laboratorium tidak bisa mendengarnya. Mereka menatap pria tua berjanggut putih itu, "Tuan Besar, apa yang baru saja dikatakan Lingxi?"
Tanpa diduga, ternyata pria tua berjanggut putih itu tertegun. Ia baru tersadar dari lamunannya ketika seseorang menegurnya.
__ADS_1
"Apa ada yang salah?" tanya orang-orang merasa khawatir.
Pria tua berjanggut putih itu menatap mereka dan menjawab dengan pelan, "Katakan pada Tabib Agung jika dia sudah kembali."