Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tidak Mungkin Melakukan Hal yang Sia-Sia


__ADS_3

Di sisi lain, keesokan harinya.


"Apa kau ingin dia kembali ke Keluarga Chen?" tanya Zhuo Xia.


Ahli Sihir Agung yang sudah sangat putus asa, merasa berbinar saat melihat Zhuo Xia. Ia berkata, "Nona Zhuo, aku salah saat itu. Selama dia kembali, aku akan melakukan apa pun yang akan dia inginkan. Dia akan paling di hormati di Keluarga Chen."


Tuan Tua Chen tidak mengenal Zhuo Xia. Namun dari ekspresi Ahli Sihir Agung, ia tahu jika Zhuo Xia bukan wanita biasa.


Mereka ingin Ling kembali dan mereka akan memberikan seluruh warisan kepada Ling? Mereka benar-benar licik. Mereka sudah takut dengan Ling sekarang.


Zhuo Xia tidak banyak berekspresi. Ia hanya mencibir. Ia menatap dingin ke arah Tuan Tua Chen dan Ahli Sihir Agung. Ia berkata, "Menurutmu dia itu apa? Apa kalian pikir dia bisa diajak dan diusir sesuka hati? Jangan bicarakan tentang kutukan. Dia bahkan bisa menghancurkan Keluarga Chen sekarang juga. Kau baru saja menghapus namanya dari daftar nama Keluarga Chen, kan? Sekarang kau memintanya untuk kembali? Di mana keberanianmu tadi? Apa kau tak memiliki wajah?"


Wajah Ahli Sihir Agung dan Tuan Tua Chen sangat muram. Tentu saja mereka sangat menyesal. Jika tidak, mereka tidak akan datang menemuinya.


"Ini adalah Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Apa menurut kalian dia bisa menghancurkan kalian dengan satu tangan? Tenang saja, terkadang kematian tidak semudah itu," ucap Zhuo Xia lagi. Ia tersenyum dan memasukkan satu tangan ke saku. Ia pergi meninggalkan mereka.


"Siapa ... siapa dia tadi?" tanya Tuan Tua Chen pada Ahli Sihir Agung. Saat mendengar suara Zhuo Xia, ia merasa seperti sedang bermimpi. Ia bahkan hampir terjatuh karena melamun.


"Keluarga Zhuo," jawab Ahli Sihir Agung. Sekarang ia tahu jika ia tak bisa menyelamatkan diri lagi.


Tuan Tua Chen juga tercengang. Setelah beberapa hari lalu diperingatkan oleh Ling, saat ini diperingatkan oleh Zhuo Xia, ia sudah lupa bagaimana cara berbicara. Tanpa Ling, Keluarga Chen sekarang akan menjadi target semua orang. Tidak ada jalan untuk melarikan diri.


*


"Di mana Bo Minghao?" tanya Chen Lin. Saat ini ia sedang berada di kediaman Keluarga Chen.


"Mereka ada di sini, kan? Jangan sembunyikan sesuatu dariku," ucap Chen Lin.


"Ibu, apa maksudmu menyembunyikan sesuatu? Siapa yang ada di sini?" tanya Ling. Ia duduk di kursi dan menatap Chen Lin lekat.


"Apakah ada yang terjadi dengan Kota Bayangan akhir-akhir ini?" tanya Chen Lin.


"Tidak ada, Bu. Nanti aku akan menyuruh seseorang untuk mengajakmu berjalan-jalan. Jadi Ibu bisa lihat sendiri jika Kota Bayangan baik-baik saja," jawab Ling santai.


Chen Lin goyah karena Ling sangat percaya diri.

__ADS_1


"Ling, aku ingin ke Kota Urban," ucap Chen Lin tiba-tiba.


Ling terdiam sejenak. Mengapa semua orang ingin ke Kota Urban? Kemudian dia tersenyum polos dan berkata, "Bu, sebaiknya jangan pergi."


Kemudian Ling menjelaskan tentang keadaan Bo Minghao. Setelah mendengar ini, Chen Lin mengurungkan niat untuk kembali ke Kota Urban. Pikirannya tidak lagi ke Kota Urban. Dia mendengarkan Ling dan menunggu Bo Minghao pulih.


Saat Ling pergi, Chen Lin sedikit bingung. Seharusnya akhirnya tidak seperti ini.


*


Ling yang telah membujuk Chen Lin agar tidak pergi ke Kota Urban, saat ini ia sudah bersiap untuk pergi ke sana bersama Zhuo Xia, Bai Xiaoqi, Han Shuangfu, dan yang lainnya.


"Di mana 3 orang di belakangmu?" tanya Zhuo Xia saat melihat Ling berjalan sendirian.


Ling berhenti dan mengangkat alisnya, "Siapa?"


Dengan cepat dia menyadari jika Zhuo Xia mengacu kepada Liam dan yang lainnya.


"Bukankah berbahaya jika mereka pergi? J-adi aku menolak mereka bertiga," jawab Ling melanjutkan.


Ling tahu jika Zhuo Xia tidak mungkin melakukan hal yang sia-sia, jadi dia pasti memiliki alasan mengapa dia mengajak Su Wen Ai. Ling ingat saat pertama kali ia bertemu dengan Su Wen Ai, ia sedang dikejar oleh Pegasus.


Memikirkan hal ini dia pun menelepon Su Wen Ai. Su Wen Ai yang sedang berlatih sangat mendengarkan Ling. Dia segera menjawab, "Baik aku akan ke sana."


Su Wen Ai membereskan pakaiannya dan bersiap pergi.


Namun, tentu saja yang datang tidak hanya Su Wen Ai. Liam dan Yuan juga ikut bersamanya. Dengan demikian, kelompok mereka yang awalnya berempat menjadi bertujuh.


Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu tidak bisa mengatakan apa pun. Beberapa kali mereka mencoba mengingatkan Zhuo Xia jika misi ini sangat berbahaya. Namun mereka terdiam saat Zhuo Xia memberi tatapan tajam pada mereka.


Liam selalu aktif. Baru saja bertemu, ia sudah bertengkar dengan Han Shuangfu. Sedang Bai Xiaoqi menggali informasi tentang mereka berempat dari Liam.


Setelah mengetahui latar belakang mereka berempat, Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu terdiam.


"Nona Bai, Nona Han, mengapa kalian hanya diam?" tanya Liam bingung.

__ADS_1


"Apa kalian bermain game?" tanya Liam lagi.


Setelah mendengar ini, Bai Xiaoqi menghela napas pasrah. Ia menjawab, "Kalian bermain saja. Aku dan Han Shuangfu akan mencari udara segar."


Liam hanya mengangguk. Namun ia berpikir sejenak. Saat ini mereka sedang berada di dalam jet pribadi. Di mana mereka akan mencari udara segar? Apakah mereka akan membuka jendela jet?


Di sisi lain jet, Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu sedang mencari Zhuo Xia. Sekarang mereka benar-benar pasrah tentang hidup dan mati.


"Bos, mengapa kau membiarkan empat orang biasa ikut dalam misi ini? Kau tahu misi kali ini sangat berbahaya," ucap Bai Xiaoqi protes.


"Saat kita menjalankan misi nanti, fokus kita akan terbagi. Jika kita tidak memperhatikan mereka, mereka berempat bisa mati," lanjut Han Shuangfu.


Awalnya mereka tidak masalah jika Ling ikut. Mereka masih bertiga masih bisa melindungi satu orang. Namun, sekarang tambah 3 orang lagi. Jika digabungkan, mereka harus melindungi 4 orang biasa.


Saat mendengar ini, Zhuo Xia berhenti membaca buku. Ia tersenyum dan menjawab, "Tidak apa-apa. Jika kalian keberatan, urus saja sendiri diri kalian. Tidak usah pedulikan mereka."


Han Shuangfu merasa sangat tertekan dalam keadaan ini. Ia berkata, "Bagaimana mungkin aku tidak peduli? Dia adalah Kakak Ipar dan temannya Kakak Ipar. Aku akan melindungi mereka bahkan jika aku harus mati. Kakak Xia, mengapa kau begitu kejam pada mereka?"


"Kau sudah selesai?" tanya Zhuo Xia. Ia menutup bukunya dan menatap ke arah Han Shuangfu. Wajahnya masih secantik biasanya, tapi Han Shuangfu bisa merasakan tatapan Zhuo Xia sangat dingin.


"Baiklah, baiklah. Lindungi mereka jika kau ingin saja. Aku tidak percaya komandan tertinggi tidak bisa melindungi empat orang biasa," ucap Bai Xiaoqi. Setelah itu mereka berdua meninggalkan ruangan Zhuo Xia.


"Hey katakan padaku. Kita dan Zhuo Xia seumuran. Lalu mengapa kita harus setakut itu padanya? Bukankah ini tidak masuk akal?" tanya Han Shuangfu. Ia mengelus dadanya karena lega tidak satu ruangan lagi dengan Zhuo Xia.


Bai Xiaoqi juga menghela napas. Ia menjawab, "Kau sudah menggali kuburanmu sendiri. Bagaimanapun keadaannya, kau tetap harus menepati perkataanmu."


"Apa maksudmu?" tanya Han Shuangfu tidak mengerti.


"Bukankah kau sendiri sudah mengatakan akan melindungi empat orang itu sampai mati? Apa kau lupa?" tanya Bai Xiaoqi.


Han Shuangfu seperti tersambar petir.


"Bai Xiaoqi, apa kau tega melihatku mati? Kau mau melihatku mati? Kau tidak seperti ini sebelumnya," ucap Han Shuangfu.


"Tenang saja, aku mau melihatmu mati. Lagipula, organisasi akan memberi penghargaan padamu jika kau mati," jawab Bai Xiaoqi.

__ADS_1


Han Shuangfu merasa kesal dan pergi mencari Liam dan teman-temannya.


__ADS_2