Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Keturunan Murni


__ADS_3

Mei Mengyi menelepon seseorang.


"Kau ada di mana?" tanya Mei Mengyi dengan nada malas. Ia menelepon salah satu orang yang berada dalam forum pasar gelap. Yaitu Dokter Lingxi.


"Aku berada di bandara. Aku akan ke Pulau S untuk melakukan sesuatu," jawab Lingxi.


"Bagus. Datang ke Kota Bayangan," ucap Mei Mengyi. Ia menimang-nimang senjatanya.


"Mengapa? Urusanku sangat penting," jawab Lingxi. Ia sudah siap dengan koper dan jas putih kebesarannya.


"Dia sedang tidak baik-baik saja," ucap Mei Mengyi.


Lingxi membeku. Lingxi mengerti siapa dia yang dimaksud. Jasnya jatuh karena ia benar-benar terkejut mendengar pernyataan Mei Mengyi.


"Nona, jas Anda terjatuh," ucap seorang pria yang lewat di depannya.


"Ah terimakasih," ucap Lingxi menerima jas itu. Ia tersenyum hangat. Sedangkan pria di depannya sudah salah tingkah saat melihat Lingxi tersenyum.


Ia segera berbalik. Ia membuang tiket yang sejak tadi ia pegang. Bibirnya melengkung membentuk senyuman. Siapapun yang melihat senyum ini, akan merasakan hawa berbeda darinya.


Mei Mengyi mematikan panggilan. Ia memikirkan kembali kejadian ini sambil berjalan ke ruangan Ling lagi.


A Shui sudah mencurigai gerak-gerik Pegasus. Beberapa hari ini ia selalu mengawasinya. Jadi saat ada kejadian seperti ini, mereka tahu ini bukan kecelakaan biasa.


Namun mereka tak pernah berpikir bahwa target mereka adalah Ling. Karena Pegasus tak mungkin mengenalinya. Namun ternyata mereka bekerja untuk orang lain.


Dia juga tahu kehebatan Ling. Bahkan ia memberi desai bom pada Mei Mengyi. Ia pasti bisa melarikan diri dari ledakan ini. Kecuali seseorang memang membuat jebakan untuknya.


"Nona, kami sudah dokter terbaik di rumah sakit ini sudah datang," ucap Bo Minghao.


"Kalian pikir itu bisa menyembuhkannya? Kalian mimpi!" ucap Mei Mengyi ketus. Ia berjalan ke arah lift dan menunggu Lingxi.


"Kau lambat," ucap Mei Mengyi. Sedetik kemudian, keluar seorang wanita cantik dengan jas putih.


"Kau tidak membelikanku jet pribadi," jawab Lingxi.

__ADS_1


"Memangnya kau mau? Di otakmu hanya ada bahan obat," jawab Mei Mengyi. Ia menyilangkan tangan dan berjalan menuju kamar Ling.


"Periksa dia," ucap Mei Mengyi saat mereka sudah sampai di depan kamar Ling. Ekspresinya berubah menjadi serius.


Sesaat, Lingxi membeku saat melihat Ling dari luar. Ia tak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Sedangkan Mei Mengyi tak memaksanya. Ia hanya ikut menatap Ling.


Setelah beberapa saat, Lingxi membuka pintu dan masuk. Sedangkan Mei Mengyi menunggu di luar.


"Kau adalah teman Ling?" tanya Chen Lin menghampiri Mei Mengyi. Ia juga tahu wanita ini bukan orang biasa karena melihat tatapan Bo Minghao.


"Benar, Bibi," jawab Mei Mengyi. Ia masih menatap heran pada Chen Lin. Namun ia hanya bisa tersenyum.


"Apakah dia bisa menyembuhkan Ling?" tanya Bo Minghao. Ia berdiri di samping Chen Lin dan merangkulnya.


"Dia adalah Dokter Lingxi. Apa sudah cukup?" jawab Mei Mengyi sambil menyilangkan tangan.


Tidak banyak yang tahu tentang Lingxi. Ia hanya diketahui oleh beberapa orang. Termasuk Bo Minghao dan direktur rumah sakit. Jadi saat melihat Lingxi hari ini, mereka sangat terkejut.


Chen Lin juga tidak mengetahuinya. Ia berbalik menatap Bo Minghao. Ia berkata dengan raut wajah berharap, "Siapa Dokter Lingxi? Apa berarti Ling bisa disembuhkan?"


Bo Minghao memang belum pernah bertemu dengan Lingxi. Namun kehebatannya dalam menyembuhkan sudah tersebar kemana pun. Bahkan kabarnya, ia pernah menghidupkan orang yang telah mati. Selain itu, ia juga memiliki dukungan yang kuat.


Namun beberapa tahun ini Lingxi tak pernah muncul lagi ke permukaan. Dia seolah menghilang tanpa kabar. Tak ada yang bisa menemuinya jika dia tak ingin. Bahkan keluarganya sekalipun.


"Kau dan Dokter Lingxi kenal dengan Ling?" tanya Bo Minghao. Ia tak menyangka dua orang hebat ini akan datang demi Ling. Apalagi Mei Mengyi adalah buronan karena dia menjual senjata-senjata ilegal. Dan Lingxi pun tidak muncul ke permukaan dalam beberapa tahun.


Namun hari ini mereka datang untuk Ling.


"Tentu saja aku mengenalnya," jawab Mei Mengyi santai.


Walau Bo Minghao telah memperkirakan jawabannya, tapi ia tetap terkejut. Anak muda yang baru saja menjadi mahasiswa bisa mengenal orang-orang hebat ini. Seberapa beruntungnya dia?


Kemudian, penjaga Keluarga Bo dengan tergesa-gesa mendatangi Bo Minghao.


"Tuan, banyak pasukan bersenjata mengepung kamar Tuan Muda Bo," ucap penjaga itu dalam satu tarikan napas. Kemudian ia menghembuskan napas panjang.

__ADS_1


Bo Minghao sedikit mengerutkan kening. Kemudian saat ia melihat Mei Mengyi, ia hanya mendesah pelan. Ia tahu ini pasti bawahan Mei Mengyi. Siapa lagi yang berani melakukan itu selain dia.


"Tetap jaga jangan sampai Yunxing pergi," jawab Bo Minghao.


Penjaga itu terkejut. Bisa-bisanya Bo Minghao malah mendukung para pasukan bersenjata itu. Ia berkata dengan gemetar, "Tu ... Tuan ...."


"Lakukan apa yang kuperintahkan," ucap Bo Minghao tegas. Penjaga itu hanya mampu menutup mulut. Ia kembali berlari ke kamar Bo Yunxing.


Pintu ruangan terbuka.


"Nona Mei, Dokter Lingxi ingin menemui Anda," ucap salah satu perawat dengan hormat.


Dengan langkah santai, Mei Mengyi berjalan masuk. Saat ini, ia melihat Lingxi tertegun. Ia membeku tak bergerak. Sama seperti pertama kali Mei Mengyi bertemu dengan Ling.


Jadi ia memaklumi hal ini.


"Apa dia benar-benar Raja?" tanya Lingxi masih belum mengalihkan pandangannya dari Ling.


"Benar. Seperti yang kau lihat," jawab Mei Mengyi santai. Ia sudah duduk di sebelah Ling.


"Dia sangat menyeramkan. Aku tidak menyangka dia masih begitu muda. Artinya dia sudah mendirikan Organisasi Tempur saat umur sembilan tahun? Sangat hebat," ucap Lingxi lagi. Ia benar-benar terkejut dan kagum. Ia selama ini berpikir mengapa orang-orang menyebutnya Raja. Ternyata inilah alasannya.


"Sudahlah. Bagaimana keadaannya?" ucap Mei Mengyi.


"Keadaannya mirip seseorang," ucap Lingxi. Ia membuka layar yang ada di atas nakas.


"Ini adalah penyakit langka. Kejadian ini seperti hidup kembali," ucap Lingxi. Hal ini tentu membuat Mei Mengyi terkejut. Hal-hal seperti itu seperti di luar nalar.


"Darahnya membeku. Namun setelah beberapa perawatan, tubuhnya kembali aktif," ucap Lingxi kembali menjelaskan.


"Melihat keadaannya, hanya ada satu orang yang pernah seperti ini. Itu adalah orang dari Keluarga Bo," ucap Lingxi. Matanya sudah beralih menatap Ling kembali.


"Sepertinya Raja adalah bagian dari Keluarga Bo," ucap Lingxi melanjutkan. Kali ini ia menghela napas panjang.


"Apa? Kau jangan mengatakan hal tidak masuk akal," ucap Mei Mengyi yang tidak bisa menerima kenyataan ini.

__ADS_1


"Aku tidak bercanda. Selain itu, ia juga adalah keturunan murni," ucap Lingxi lagi. Ini semakin membuat Mei Mengyi terkejut.


__ADS_2