
"Kita bertemu lagi," tidak seperti Gao Yu Xi dan yang lainnya, Ling hanya menjawab dengan tenang sambil memegang ponselnya. Ia menatap Zhuo Shiaonian dan tersenyum.
Zhuo Shiaonian tertegun. Ia melihat ke arah Liam, Su Wen Ai, dan Yuan hingga akhirnya ke Ling lagi, "Aku tak pernah menyangka kalian akan datang ke luar negeri."
Dia sedikit takut dengan orang-orang di sekitar Ling, terutama sejak kejadian di Suku Su itu. Apalagi ia juga mengetahui jika Ling berhubungan baik dengan Bai Xiaoqi.
"Kita ini teman sekolah. Tolong jaga kami di sini," ucap Liam tersenyum tipis. Ia ingat ucapan Gao Yu Xi tentang tiga keluarga teratas. Oleh karena itu ia mengatakan ini.
Zhuo Shiaonian menyeringai, "Kau pasti bercanda. Dengan kemampuan Tuan Muda Chen, apa kalian masih perlu penjagaanku? Namun, aku dengar Nona Zhuo sedang tidak sehat akhir-akhir ini. Apa kalian memang benar tetap di sini?"
Ling mengernyit. Tadi malam Zhuo Xia masih tampak baik-baik saja. Ling memikirkan masalah ini.
Sedangkan dalam pikiran Zhuo Shiaonian, berhadapan dengan Ling bukan hal yang mudah. Mereka memiliki dendam satu sama lain. Akhirnya, ia pun pergi bersama rombongannya dan melempar tatapan dingin pada Ling.
Ling, aku tak bisa menyentuhmu di Kota Bayangan karena aturan Keluarga Zhuo dan Kota Bayangan. Namun, kau malah memilih pergi ke neraka. Di luar negeri, Asosiasi Dewa Ramuan adalah kekuatan dari segala kekuatan, batin Zhuo Shiaonian.
"Selidiki gerakan mereka," ucap Zhuo Shiaonian pada penjaganya setelah mereka cukup jauh dari Ling.
*
Setelah Zhuo Shiaonian pergi, Gao Yu Xi dan yang lainnya mulai tersadar. Hampir semua mata tertuju pada Ling. Kini semua orang diam, termasuk Jun Ye Li. Ia menatap Ling dengan kaget.
Gao Yu Xi mulai bertanya, "Kau ... kau kenal dengan Nona Zhuo Shiaonian?"
Ling tersenyum, "Kami bertemu beberapa kali di Kota Bayangan. Terimakasih traktirannya malam ini. Lain kali aku yang akan mentraktir kalian. Kami masih memiliki beberapa urusan. Kalau begitu kami pergi dulu."
Yuan menarik Jun Ye Li yang masih terpaku.
Bahkan Song Yi tak berani menghentikannya. Mereka hanya bertemu beberapa kali dan Zhuo Shiaonian memanggilnya Tuan Muda?
Setelah beberapa lama, seseorang bicara lagi, "Sial! Siapa sebenarnya murid baru itu?"
"Gao Yu Xi, kau akrab dengannya. Apa kau tahu tentang hal ini?" tanya Song Yi dengan serius.
Gao Yu Xi menarik napas dalam dan menjawab, "Aku hanya tahu jika kepala dan ketua akademi sangat menghormatinya. Apalagi dia memang berasal dari luar negeri. Seharusnya tidak salah jika dia mengenal Nona Zhuo Shiaonian."
__ADS_1
Song Yi berpikir keras mengenai identitas Ling.
*
Saat ini, Jun Ye Li lebih terkejut daripada Gao Yu Xi dan yang lainnya. Ia ingat dengan semua ucapannya sebelumnya. Ia selalu mengira jika Ling tak pernah mendengar nama Zhuo Shiaonian. Bahkan ia memperkenalkan nama Zhuo Shiaonian dengan sangat semangat. Namun ternyata, Ling malah lebih kenal dengan Zhuo Shiaonian dibandingkan dirinya?
Ia menyadari jika ia sudah melakukan hal bodoh.
Untuk menghibur dirinya, ia memilih keluar. Ada markas judi batu terbesar di luar negeri yang dia ketahui. Ia pun mengajak Liam, Yuan, dan Su Wen Ai.
Sedangkan Ling tetap kembali ke asrama.
Saat Zhuo Yao Shi melihatnya, ia segera meletakkan ponsel dan berdiri dengan hormat. Keringat dinginnya mengucur saat melihat Ling. Dengan hati-hati, ia memberi sesuatu kepada Ling, "Murid Chen, seseorang memintaku untuk memberikan ini padamu."
Adik sepupu Zhuo Yao Shi meliriknya dengan kaget. Jelas sekali mereka mengejek Ling dan gengnya saat pertama kali bertemu. Meski sikap mereka membaik beberapa hari lalu, tapi sikap Gao Yu Xi sekarang berubah drastis setelah menerima panggilan dari seseorang.
Ling mengambil barang itu, "Terimakasih."
"Tidak apa-apa. Memang sudah tugasku," jawab Zhuo Yao Shi seperti ketakutan.
Gao Yu Xi tersenyum pahit, "Ingat ini. Jangan mengusiknya."
"Mengapa? Ceritakan apa yang terjadi, Kak!" ucap adik sepupunya.
Zhuo Yao Shi menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Apa kau ingat jika Keluarga Lin datang ke rumah kita kemarin?"
"Ya, Keluarga Lin memang berhubungan baik dengan keluarga kita," jawab adik sepupunya sambil mengangguk.
"Apa kau ingat jika Keluarga Lin menyuruh kita agar memperhatikan Tuan Chen yang baru saja datang ke luar negeri? Tuan Chen yang dibilang rendah hati, tapi kita tetap tak mampu menyinggungnya. Tidak hanya itu, bahkan Keluarga Lin takut dengannya," jelas Zhuo Yao Shi sedikit gemetar.
"Ya, aku ingat. Mengapa kau mengatakan ini?" tanya adiknya lagi.
"Keluarga Lin telah menelepon jika mereka telah menemukan Tuan Chen itu. Apa kau tahu siapa yang mereka maksud? Itu adalah Chen Ling!" ucap Zhuo Yao Shi membuang napas berat.
"Kak, apa kau yakin?" adik sepupunya tercengang.
__ADS_1
Zhuo Yao Shi mengangguk, "Tetua Lin yang memberitahu kakek secara pribadi. Jangan beritahu siapa pun tentang hal ini. Ah ... lagipula tak akan ada yang percaya jika mereka mendengarnya."
Adik sepupu Zhuo Yao Shi masih tertegun tak percaya.
*
Ling duduk di depan laptopnya. Ia membuka laptop, kemudian melihat ke tas yang diberikan oleh Zhuo Yao Shi. Tas itu tak besar, barang di dalamnya juga tidak banyak.
Satu kartu koin roh, tiga ramuan tingkat tinggi, dan giok murni. Semua bahan itu sangat bernilai. Ini semua adalah pemberian Bai Xiaoqi.
Ling menyimpan barang itu dan mulai mengetik di laptopnya. Ia mengirim pesan pada Bo Shin untuk menyelidiki latar belakang Keluarga Chen dan Asosiasi Dewa Ramuan.
Bo Shin sudah tiba di luar negeri bersama sepupunya, Bo Xue Ning. Bo Xue Ning membantu Bo Shin untuk mencari informasi yang diperintahkan Ling. Hal ini karena luar negeri berbeda dengan Kota Bayangan. Internet tak terlalu berkembang di sini, jadi banyak informasi yang tidak disimpan di komputer.
Namun, Bo Xue Ning telah mengeluarkan pasukan elitnya. Seluruh bawahannya mulai bergerak menyusup ke berbagai celah untuk memperoleh informasi. Meski bukan informasi inti, setidaknya mereka bisa mendapat informasi umum. Selain itu, informasi tentang Asosiasi Dewa Ramuan juga telah diselidiki oleh Bo Xue Ning. Saat Bo Shin mengatakan ini, ia langsung mengirim informasi pada Ling.
Menurut informasi yang didapat oleh Bo Xue Ning, kekuatan yang ada di luar negeri lebih rumit dari yang diperkirakan. Hampir semuanya tersembunyi di pulau-pulau terpencil.
Asosiasi Dewa Ramuan hampir menjadi kekuatan terbesar di luar negeri. Alasannya karena mereka memproduksi ramuan. Alasan lainnya adalah bakat Zhuo Shiaonian yang semakin meningkat.
Di sini, ada banyak pulau yang tak terhitung jumlahnya, tapi hanya sedikit pulau golongan 2 ke atas. Sedangkan pulau tempat Ling tinggal adalah pulau netral. Hampir seluruh kekuatan di luar negeri berkumpul di sini.
Pulau ini dikuasai oleh empat keluarga besar, yaitu Keluarga Song, Keluarga Bai, Keluarga Bo, dan Keluarga Cheng. Empat keluarga ini dipimpin oleh Keluarga Bai. Sedangkan Asosiasi Dewa Ramuan berada di atas mereka.
Hubungan antara lima kekuatan ini sangat rumit. Walau mereka sama-sama berada di puncak, tapi celah mereka sangat besar. Di antara mereka, hanya Keluarga Bai dan Asosiasi Dewa Ramuan yang berhubungan dekat.
Namun, baru-baru ini, Keluarga Bai dan Asosiasi Dewa Ramuan berselisih. Hal ini dikarenakan Keluarga Han, keluarga yang dekat dengan Keluarga Bai, memiliki konflik dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Karena hal inilah pertahanan terakhir luar negeri pecah.
Adapun tiga keluarga lainnya, Keluarga Cheng tak terlalu menonjolkan diri, Keluarga Bo selalu sombong, dan Keluarga Song tak ada apa-apanya jika dibandingkan mereka. Namun, itu sedikit lebih baik.
Mereka semua berpihak pada Asosiasi Dewa Ramuan.
"Selain lima kekuatan ini, ada juga kekuatan yang sangat misterius. Bahkan Asosiasi Dewa Ramuan tampaknya takut dengan mereka. Namun, aku belum menemukan kekuatan itu," ucap Bo Xue Ning melalui alat komunikasi.
Ling menopang dagunya dan merenung.
__ADS_1
Berdasarkan semua informasi itu, ternyata Keluarga Chen tak terlalu berpengaruh di luar negeri. Namun, ini aneh karena Chen Kai sangat dihormati di akademi, seolah ia memiliki latar belakang luar biasa.