Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Menaklukkan Keluarga-keluarga Kecil


__ADS_3

Ling kembali ke akademi. Saat ini, dia dan Yuan sedang melakukan panggilan video bersama Shi Weiheng.


"Ling, akhirnya kau pulang! Aku telah menelepon Yuan berkali-kali, tapi kau tidak ada!" ucap Weiheng dengan mata berbinar.


"Kebetulan aku ada urusan. Apa kalian tidak bermain game? Mengapa kalian melakukan panggilan video?" tanya Ling. Ia meletakkan laptopnya ke samping dan tersenyum.


"Kudengar kau pindah. Di mana kau sekarang?" tanya Ling lagi.


Mendengar pertanyaan Ling, senyum Weiheng memudar, "Saat ini aku tinggal di luar negeri dengan pamanku. Mungkin kalian belum pernah mendengar tentang luar negeri, tapi tidak apa-apa."


Ia sudah lama tidak bertemu Ling dan Yuan. Biasanya, selain Shi Wenhua, ia selalu bercerita kepada mereka berdua. Jadi, saat ia menemui mereka lagi, ia mengeluarkan semua keluh kesahnya, "Aku baru tahu jika keluarga kami memiliki seorang ahli. Pamanku sangat kuat. Ia juga berada di tingkat ke-5, tapi ...."


Ia menghela napas dan tidak melanjutkan.


Ling mengerutkan kening, "Apa yang terjadi?"


"Aku saja yang menjelaskan," ucap Yuan tidak sabar.


"Keluarga Weiheng adalah Keluarga Yu di perbatasan luar negeri. Paman Weiheng diajak kembali ke Keluarga Yu karena ia berbakat. Namun, ia mengajak Weiheng, Wenhua, dan pacar Weiheng. Oh, kau belum tahu ini. Pacar Weiheng bernama Yu Na Bi. Ia adalah penerus Keluarga Yu. Namun, karena bakat Weiheng yang menurut mereka rendah, mereka mengurung Yu Na Bi dan tak merestui hubungan mereka. Bahkan mereka menahan Wenhua dan memisahkannya dari Weiheng," jelas Yuan.


Ling memang belum pernah mendengar tentang ini. Ia menatap Weiheng, "Lalu bagaimana Pamanmu?"


"Karena Paman aku tetap bisa tinggal di sini dan mereka tak menyakiti Wenhua. Aku tidak tahu jika Yu Na Bi adalah penerus keluarga. Jika tahu, aku tidak akan ...," Weiheng kembali menghela napas.


"Aku tak takut dengan mereka. Jika aku tidak bisa tinggal di luar negeri, maka aku akan pergi. Aku hanya takut mereka akan menyakiti Wenhua dan pamanku. Karena ulahku, pamanku menyinggung mereka. Jika bukan karena paman, bagaimana aku tetap bisa hidup sampai sekarang? Keluarga Yu langsung ingin membunuhku saat pertama kali mengetahui masalah ini," lanjut Weiheng bercerita.


Ekspresi Yuan dan Ling langsung muram.


Terutama Ling. Ia sangat memahami perasaan Weiheng. Kejadiannya sama seperti saat ia ditindas oleh Chen Kai dan Zhuo Shiaonian. Walau ia memang mengharapkan itu, ia juga hampir kewalahan. Dia bahkan hampir terbunuh. Itu adalah situasi di mana mereka tak punya hak melawan. Di luar negeri, mereka diinjak-injak. Jika Ling tak memiliki banyak cara, mungkin ia akan berada di posisi yang sama seperti Weiheng.


"Kau di mana sekarang? Alamat tepatnya? Aku akan bermain ke sana," ucap Ling tersenyum.


"Kau akan menemuiku? Tapi aku tidak bebas di sini. Jika kau menemuiku ...," ucapan Weiheng terhenti.


Saat itu, Ling dan Yuan mendengar suara, "Weiheng."


Suara ini terdengar lembut. Sepertinya itu seorang wanita paruh baya.


Weiheng tak mematikan panggilan. Ia hanya menutup laptopnya dan membiarkan Ling dan Yuan mendengar percakapan mereka.


"Bibi," jawab Weiheng.


"Kau seharusnya tahu mengapa aku ke sini. Padahal para tetua dan orang-orang di rumah sudah banyak yang tahu jika aku mengurung Yu Na Bi. Namun, aku tak menyangka jika kau masih di sini," ucap wanita itu lembut.


"Bibi, aku akan pergi setelah ulang tahun paman," jawab Weiheng. Ekspresinya berubah.


"Kuharap kau menepati janji. Weiheng, aku tahu kau adalah anak yang baik. Kau juga tampan. Aku dengar, kau adalah orang yang agak berbakat di sebuah kota, kan?" tanya ibu Yu Na Bi.


Weiheng tak menjawab.


"Tapi ... itu di kotamu. Sekarang kau berada di luar negeri dan bakatmu itu terlalu biasa. Seharusnya kau sudah tahu bagaimana hidup di luar negeri. Kau dan aku hidup di dunia yang berbeda. Aku tidak menyentuhmu juga karena pamanmu. Dan Tuan Muda Ye, dia adalah murid di Akademi Bintang. Bahkan bakat temannya tak bisa dibandingkan denganmu. Kau mengerti, kan?" ucap ibu Yu Na Bi.


Yuan menggertakkan gigi. Walau ia tak dapat melihat ekspresi wanita itu, tapi dia tahu nada suaranya penuh penghinaan.


Setelah cukup lama, Weiheng yang sejak tadi diam, akhirnya bicara, "Baiklah, jangan sentuh paman dan adikku."


"Asalkan kau patuh, aku tak akan menyentuh mereka. Namun, jika kau berontak, bertarung dengan kalian adalah hal yang mudah," ucap ibu Yu Na Bi. Ia tersenyum pada Weiheng sebelum pergi dari kamar Weiheng.


Setelah ibu Yu Na Bi pergi, Weiheng kembali membuka laptopnya. Ekspresinya tak beda jauh seperti pertama kali mereka bertelepon.


"Huh, sepertinya aku tak bisa menunggu sampai kalian datang. Setelah ulang tahun pamanku, aku dan Wenhua akan pergi. Saat kami sampai di Kota Bayangan, kami akan mencari kalian," ucap Weiheng tersenyum.


"Keluarga macam apa mereka itu? Mereka benar-benar tega melakukan itu padamu?" ucap Yuan emosi.


"Sudahlah, Yuan, ini hal wajar. Yu Na Bi memang berbakat. Selain itu, mereka juga tak menyakiti paman dan adikku," jawab Weiheng.


"Apa hubungannya dengan bakat? Apa kau pikir kau tidak berbakat?" ucap Yuan lagi. Bisa memasuki Universitas Internasional Kota Bayangan sudah bisa dianggap jenius.


"Jelas sekali, ibu wanita itu menyukai Tuan Muda Ye," ucap Yuan lagi melirik Ling.


"Kau berada di Keluarga Yu?" tanya Ling.

__ADS_1


"Benar. Ling, kau dan Yuan tak boleh melakukan apapun. Aku dan Wenhua baik-baik saja di sini. Lagipula mereka tak berani menyakiti kami karena ada pamanku," jawab Weiheng.


"Aku tahu, tapi kebetulan aku punya urusan di sana. Sekalian -saja aku mengunjungimu," ucap Ling tersenyum.


Paman Weiheng sepertinya datang. Weiheng buru-buru kembali mengingatkan agar Ling tak melakukan apa pun. Setelah itu ia langsung mengakhiri panggilan video.


*


Ling mengambil ponselnya dan menelepon Bo Jie.


Saat menerima panggilan Ling, Bo Jie panik. Ia segera mengangkatnya, "Tuan Muda Chen, Anda memiliki perintah apa?"


Bo Jie menjadi hormat. Bukan hanya karena masalah Hongli. Tapi, pagi tadi, Bo Jie melihat sekelompok orang merenovasi gedung sebelah. Selain itu, Kepala Keluarga Song bahkan mengirim sekelompok penjaga untuk membantu mereka. Bo Jie sadar, jika ia tak bisa sombong lagi sekarang. Secara alami ia tahu untuk siapa Keluarga Song melakukan itu.


"Apa Keluarga Yu itu termasuk dalam wilayah kita?" tanya Ling sambil melihat peta yang dikirim Bo Xue Ning.


"Benar, tapi mereka berada di perbatasan utara. Bahkan mereka lebih makmur daripada kita. Walau begitu, mereka tak mau mengakui jika keluarga mereka di bawah kekuasaan Keluarga Bo," jawab Bo Jie.


"Kalau begitu, sebarkan berita kalau aku akan memimpin wilayah ini. Pastikan setiap keluarga yang masuk dalam wilayah kita mengetahui hal ini," ucap Ling. Ia bersandar di kursinya dan tersenyum.


"Baik, sesuai perintah Tuan Muda," jawab Bo Jie. Ia tak tahu rencana apa yang akan dilakukan Ling, tapi Bo Jie percaya jika Ling dapat menaklukkan keluarga-keluarga kecil itu. Jenderal Qiu dan Tuan Song saja tunduk padanya, apalagi mereka.


*


Kediaman Keluarga Yu.


Orang-orang di Keluarga Yu duduk di aula.


"Kau bilang Weiheng akan pergi setelah ulang tahun Tuan Shi Yizhong?" tanya Yu Zhong.


"Ya, aku sudah bicara padanya. Kupikir dia akan pergi setelah aku mengatakan hal itu, tapi ternyata dia keras kepala dan tak mau mendengarkan siapa pun," jawab Nyonya Yu.


"Weiheng ini ... baiklah lupakan dia dulu. Selama dia menepati ucapannya, kita tak perlu memikirkannya lagi. Yang harus kita persiapkan sekarang adalah kunjungan mendadak dari Tuan Muda Keluarga Bo. Apa dia benar-benar akan datang?" tanya Yu Zhong lagi.


"Mungkin. Karena Bo Jie sendiri yang mengatakannya, sepertinya itu benar. Tapi penerus macam apa dia? Mengapa ia memiliki wilayah tandus seperti ini? Bahkan ia ingin mengambil alih keluarga kita?" ucap Nyonya Yu.


"Nyonya, kita tetap harus menyambutnya dengan baik. Kalau tidak, selama dia mengatakan sesuatu pada atasan di Keluarga Bo, kita bisa hancur," jawab seorang manajer.


"Apa kita harus begitu hormat? Jika dia berstatus tinggi, mengapa dia dibuang di wilayah utara?" ucap Nyonya Yu.


Seseorang kembali menyahut, "Benar, Nyonya, Anda jangan salah. Jika Bo Jie mematuhinya, artinya dia tidak sederhana. Selain itu, aku sudah menyelidikinya. Ternyata dia putra Bo Minghao. Apa Anda berani menyinggung orang gila sepertinya?"


Nyonya Yu langsung membelalak. Bagaimana pun mereka, mereka tetap di bawah Keluarga Bo. Menghancurkan mereka dengan satu kata tidak lah mustahil.


"Walau kita tak tahu alasannya memilih wilayah utara, tetap saja kita harus menghormatinya. Siapkanlah jamuan dan sambut mereka dengan baik," ucap Yu Zhong.


"Benar sekali. Jika dia menyukai kita, mungkin saja kita bisa keluar dari tempat terkutuk ini. Oh, kapan Tuan Muda Chen akan datang?" tanya seorang pria paruh baya.


"Dua hari lagi. Ah, mengapa harus dua hari lagi? Bukankah itu ulang tahun Shi Yizhong?" ucap Yu Zhong.


"Hanya kebetulan. Ia baru saja datang ke sini dan tidak tahu masalah yang kita hadapi," jawab Nyonya Yu tersenyum.


*


Keluarga Yu bersemangat menyiapkan jamuan. Sementara Ling dan Yuan juga bersiap untuk mengunjungi Shi Weiheng. Sedangkan Liam dan yang lainnya bersiap untuk membuka toko ramuan Ling.


Ling sudah lama memikirkan tentang toko ramuan, tapi tak pernah terealisasi. Di luar negeri, orang-orang hanya tahu jika Asosiasi Dewa Ramuan yang memonopoli ramuan. Jadi, Ling ingin membuka toko ramuan besar. Namun, hampir tidak ada yang tahu tentang toko ramuan ini. Jika mereka tahu Ling akan membangun pangkalan militer dan sebuah toko ramuan, ia pasti akan menggemparkan banyak orang.


Namun, ini semua masih tahap awal. Ling hanya membuat proposal dan menyerahkan sisanya ke Liam. Sedangkan Paman Qian dan yang lainnya sudah berangkat dari Kota Bayangan.


Yang akan pergi menemui Shi Weiheng adalah Ling, Yuan, dan Jun Ye Li.


*


Keluarga Yu berada di perbatasan. Meski begitu, mereka dapat berkembang dengan baik. Saat mereka tiba di sini, Yuan langsung menelepon Shi Weiheng.


"Bagaimana kalian bisa menemukan tempat ini?" Shi Weiheng sangat terkejut. Ia langsung keluar dari rumah dan melihat Ling. Matanya memerah. Mungkin karena ia melihat orang yang selama ini menjadi tempatnya bersandar, kesedihannya semakin memuncak.


"Aku masih harus mengurus sesuatu nanti. Ayo lihat bagaimana keadaanmu sekarang," ucap Ling menepuk bahunya dan tersenyum.


Selain dia, Bo Jie sudah ada di sini.

__ADS_1


"Ini adalah Jun Ye Li. Aku dan Ling bertemu dengannya saat pertama kali datang ke luar negeri," ucap Yuan


"Ling, Yuan, Tuan Muda Jun, ayo ikuti aku," ucap Weiheng membawa mereka bertiga masuk.


Sebelum mereka sampai di kamar Weiheng, wanita paruh baya menghampiri mereka.


"Weiheng, apakah mereka temanmu?" tanya wanita itu.


"Ya, Nyonya Yu. Mereka bertiga adalah temanku," jawab Weiheng seadanya.


"Apa aku boleh tahu nama mereka?" tanya Nyonya Yu lembut.


"Nama keluarganya adalah Qi," ucap Weiheng tak ingin menyebutkan nama mereka. Karena yang berada di depan adalah Yuan dan Jun Ye Li, ia memperkenalkan mereka.


"Baik. Bagaimanapun itu, kau harus tetap ingat janjimu. Setelah hari ini, segera tinggalkan Keluarga Yu," ucap Nyonya Yu. Ia pergi tanpa mengatakan apa pun pada Yuan, Jun Ye Li, dan Ling. Ia tak mempedulikan mereka karena ada tokoh penting yang akan datang hari ini.


Nyonya Yu berhenti dan bicara pada pelayannya. Kemudian, ia berbalik menatap Weiheng, "Weiheng, bersenang-senang lah dengan teman-temanmu. Jika ada sesuatu, biar pelayan itu yang melapor padaku."


Kemudian, ia lanjut berjalan bersama pelayannya yang lain ke aula depan.


Weiheng menarik napas dalam-dalam, "Pamanku ada di sini. Nyonya Yu tak akan berani melakukan apa pun pada kalian. Namun, aku masih tak menyangka kalian benar-benar datang."


Walau ia senang, ia juga sedikit khawatir.


Ling merasa Nyonya Yu ini sangat sopan. Menurut logika, Weiheng dan Wenhua seharusnya bagian dari keluarga mereka, tapi Nyonya Yu bersikap sangat sopan padanya dan ingin menyingkirkannya.


*


Di sisi lain, Yu Zhong menyambut Bo Jie dan sekelompok orang yang dia bawa. Jika bukan karena putra Bo Minghao, ia tak akan begitu hormat seperti ini. Ia benar-benar tak berani padanya.


"Kita harus bisa menarik Tuan Muda Chen ini ke sisi kita," ucap Yu Zhong mengepalkan tangan.


"Bukankah itu Weiheng?" Yu Zhong mengerutkan kening.


Pria paruh baya di sampingnya menjawab, "Biarkan saja dulu dia. Setelah perjamuan ini selesai, jika dia tak juga pergi, jangan salahkan kita jika tak bisa menahan diri."


Mendengar jawaban ini, Yu Zhong jadi tak keberatan. Jika Weiheng mengingkari janji, ia bisa dengan mudah menghancurkan paman dan adiknya. Ia berkata, "Ayo, kita sambut Tuan Muda Chen."


*


Ling dan yang lainnya tiba di kamar Weiheng. Dalam hal makanan, tempat tinggal, Keluarga Yu sebenarnya tak terlalu menekan Weiheng.


Sebenarnya, Weiheng pernah sedikit populer di Keluarga Yu karena ia lumayan jenius. Tapi setelah kejadian itu, tak hanya Yu Na Bi yang dikurung, tapi Weiheng juga dipisahkan dengan Wenhua dan pergerakannya dibatasi.


"Kau baru berusia 21 tahun dan sudah level 3. Kau juga tak seburuk itu di Keluarga Yu. Mereka berani menindasmu karena kau tak memiliki keluarga atau pun teman di luar negeri," ucap Jun Ye Li yang emosi saat ia mendengar cerita Weiheng.


Weiheng menggeleng dan sudah tak merasa terlalu sedih, "Inilah kenyataannya. Lupakan saja. Karena kalian di sini, mengapa kalian masih khawatir? Aku akan memperkenalkan kalian pada pamanku. Kemudian, kita akan menghadiri perjamuan nanti. Pasti sangat ramai di sana. Namun, jika kalian tak ingin ke sana, aku bisa membawa kalian berkeliling.


Ling sedang duduk sambil memegang gelas. Ia memiringkan kepalanya dan menatap tajam ke arah pintu. Kemudian, ia melemparkan gelasnya.


Weiheng terkejut dengan tindakannya.


Namun, penjaga yang ada di luar lebih terkejut.


Saat penjaga itu baru saja mengangkat tangan, gelas itu terbang ke arahnya. Seketika tangannya langsung mati rasa. Saat ia mendongak, ia melihat tatapan tajam dan aura membunuh. Namun dalam sekejap, tatapan dan aura itu menghilang menjadi tatapan tak peduli.


"Long Yan? Mengapa kau di sini?" tanya Weiheng. Ia membeku saat melihat penjaga itu.


"Tuan Muda Shi, aku tak bermaksud menguping. Aku memiliki sesuatu yang harus disampaikan," jawab penjaga itu. Ia melirik ke arah Ling. Padahal ia kapten penjaga, tapi ia merasa Ling dapat membunuhnya dengan mudah.


"Tuan Muda Shi, aku membawa pesan dari Nona. Saat ini ia sedang dipantau oleh Nyonya dan Tuan Tua. Jadi ia tak bisa keluar. Ia ingin memberitahu Anda jika ia ingin bertemu di dermaga selatan pada pukul 3 sore. Sebelum tiba waktunya, dia ingin aku berada di sisi Anda," ucap penjaga itu melanjutkan.


Weiheng tercengang. Sebelum ia sempat bicara, Ling berdiri dan tersenyum. Ia berkata, "Dermaga? Apa yang dia inginkan?"


***


Ngerjakan soal matematika itu menyenangkan, kok, tapi ... kalo tahu rumus, cara, dan maksud soalnya. Yang buat pusing ... kalo gak nemu jawabannya padahal udah mutar otak kemana-mana.


Itulah yang dihadapin author seharian ini, pusing dan capek banget🤯


But stay enjoy dan happy kiyowo😎😆

__ADS_1


Hari ini satu dulu deh kayanya, mau istirahat🤭


Good night🌌🌙


__ADS_2