
"Sepuluh bahan obat itu memiliki karakteristik yang bertentangan. Jadi, jika ingin menggabungkannya, Kau harus tahu hal-hal apa yang dapat menangkal pertentangan itu. Soal ini terlalu sulit. Walau aku menulis empat resep, tapi aku hanya yakin resep terakhir yang paling benar. Sisanya aku hanya menulis berdasarkan pemahaman ku terhadap karakteristik-karakteristik bahan obat itu. Aku tidak tahu itu akan berhasil atau tidak," jelas wanita berambut ungu itu.
"Jangan khawatir. Itu pasti akan berhasil," ucap Ling menghiburnya.
"Terimakasih. Jika kalau lolos ujian ini, aku akan mentraktirmu makan," wanita berambut ungu itu tersenyum.
"Tuan Muda Chen, aku tak menyangka bertemu denganmu di sini. Anda pasti mengikuti seleksi juga, kan? Jika tahu begini, aku tak akan berusaha begitu keras. Aku telah mengajakmu bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan, tapi Anda selalu menolaknya," ucap Zhuo Shiaonian yang datang dari kerumunan.
Ling hanya meliriknya dan bergumam pelan.
Zhuo Shiaonian tak merasa risih. Ia malah semakin tersenyum, "Ujian kedua adalah membuat dan memurnikan ramuan. Masih ada waktu 3 hari lagi. Tuan Muda Chen, kita saling mengenal. Jika Anda mengalami kesulitan, cari saja aku di Asosiasi Dewa Ramuan."
"Kalau begitu maaf harus merepotkan Nona Zhuo Shiaonian," ucap Jenderal Qiu datang dari belakang.
"Tuan Muda Chen, Anda sudah selesai ujian. Kebetulan perjamuan juga sudah dimulai. Aku akan memperkenalkan Anda dengan Tuan Shangxuan," ucap Jenderal Qiu pada Ling.
Ling mengangguk. Ia di sini memang untuk Tuan Shangxuan. Sebelum pergi, ia berbicara pada wanita berambut ungu itu.
Wanita berambut ungu itu melambaikan tangannya kaku. Ia terdiam untuk waktu yang lama. Ia baru tersadar saat temannya menyentuhnya.
"Sial! Siapa Chen Ling ini? Ia benar-benar kenal dua orang besar itu?" gumam wanita berambut ungu itu.
*
Perjamuan diadakan di aula utama di kediaman Jenderal Qiu. Tuan Shangxuan duduk di tengah, dengan Tabib Agung di sebelah kirinya. Zhuo Shiaonian duduk di samping Tabib Agung. Tuan Bai duduk di sebelah kanan Tuan Shangxuan. Jenderal Qiu dan Ling berada di sampingnya.
Zhuo Shiaonian mengobrol dengan Tuan Shangxuan. Mereka terlihat sangat akrab. Padahal, Tuan Shangxuan sangat dingin dengan yang lainnya.
Orang-orang yang menonton memaklumi hal ini. Mereka juga semakin takut dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Kini kekuatan mereka akan bersatu dengan Tuan Shangxuan. Semakin tidak ada yang berani menyentuh mereka.
Sampai selesai makan, segala sesuatu berjalan dengan lancar. Zhuo Shiaonian sepertinya sengaja tidak ingin bicara dengan Ling, tapi Ling tak terlalu peduli. Dia hanya memainkan ponselnya.
"Tuan Muda Chen, Tuan Shangxuan ini sulit ditebak. Tadi dia berkata ingin mencari satu murid. Itulah mengapa aku mendaftarkanmu," bisik Jenderal Qiu saat mengantar Ling keluar.
"Tidak apa-apa. Bagaimana jika aku melepas identitasku?" suara Ling terdengar dingin.
__ADS_1
"Melepas identitas?" Jenderal Qiu tidak mengerti.
Ling hanya tersenyum dan menggeleng, "Tidak ada. Zhuo Ai telah menungguku di luar. Kita akan berjumpa lagi lain kali. Adapun untuk masalah di utara, saat ini Anda tidak perlu ikut campur."
"Apakah Anda memiliki cukup tenaga kerja?" tanya Jenderal Qiu ragu-ragu.
"Ya, cukup," jawab Ling. Ia berjalan ke luar.
Jenderal Qiu tak mengatakan apapun lagi. Jika Ling berkata cukup, artinya sudah pasti cukup. Setelah mengantar Ling sampai mobil, Jenderal Qiu lanjut mengantar Tuan Bai.
Zhuo Shiaonian juga kembali.
Penjaga di sampingnya berkata, "Nona, kita tidak menunggu Tabib Agung?"
"Tidak perlu. Ayo pergi ke dermaga menemui seseorang," ucap Zhuo Shiaonian.
*
Ling duduk di kursi penumpang. Zhuo Ai, Zhuo Nan, dan Zhuo Kira menatapnya.
"Ada apa?" tanya Ling tenang.
"Ujian itu, ya? Menurutku itu lancar-lancar saja. Aku bahkan bisa mendapatkan posisi pertama. Soalnya adalah menulis resep ramuan. Aku berhasil menulis 9 resep. Aku dengar Zhuo Shiaonian hanya menulis 6. Posisi pertama kali ini akan menjadi milikku," jawab Ling santai. Ia menahan senyum melihat mereka begitu gugup.
"Hah?" mereka bertiga malah lebih terkejut. Walau mereka tidak bisa membuat ramuan, mereka tahu itu resep asli atau palsu. Jika Zhuo Shiaonian saja hanya menulis 6, bagaimana Ling bisa menulis 9? Ling pasti menjawab dengan asal.
Ling memandang 3 orang itu dan hanya tertawa.
*
Di dermaga.
Zhuo Shiaonian menunggu disana menggunakan pakaian putih. Jika Ling ada disini, ia pasti tahu jika ini jet tempur Keluarga Bo.
"Nona Zhuo Shiaonian," sapa seseorang yang baru saja turun dari jet tempur dengan hormat.
__ADS_1
Zhuo Shiaonian mengerutkan kening, "Bo Yushen, apa benar Keluarga Bo memberikan wilayah di utara pada Chen Ling?"
"Benar," Bo Yushen tersenyum.
Zhuo Shiaonian akhir-akhir ini terlalu fokus pada ramuan. Jadi, ia tidak tahu masalah-masalah yang sedang terjadi. Saat mendengar ini, ia juga mendapat informasi jika dulunya itu adalah wilayah yang makmur. Pasti ada hal yang luar biasa hingga wilayah itu bisa makmur. Mendengar Keluarga Bo menyerahkannya begitu saja pada Ling, ia sedikit tidak senang.
Bo Yushen menjawab, "Nona Zhuo Shiaonian, Anda tak perlu mengkhawatirkan hal ini. Ini adalah wilayah yang dipilih oleh Tuan Muda Wu untuk Chen Ling. Walau wilayah itu luas, tapi tanahnya sangat gersang. Penjaga Keluarga Bo juga tidak ada yang pergi ke sana. Untungnya Chen Ling ini buta. Ia tetap memilih tempat itu walau tidak ada penjaga yang ikut. Cih."
Zhuo Shiaonian merasa lega setelah mendengar penjelasannya, "Tuan Muda Wu selalu memiliki pemikiran yang luar biasa."
Bo Yushen tersenyum. Ia menanyakan hal lain, "Nona, apa Anda mengenal Nona Zhuo?"
"Nona Zhuo? Mengapa kau tiba-tiba bertanya tentangnya?" tanya Zhuo Shiaonian heran.
"Tidak. Apa Nona Zhuo itu begitu kuat?" Bo Yushen mengingat kejadian hari itu dan sedikit takut.
"Begitulah. Penerus plakat phoenix memang sedikit arogan," jawab Zhuo Shiaonian santai.
"Bagaimana posisinya jika dibandingkan dengan Tuan Muda Wu?" tanya Bo Yushen lagi.
Zhuo Shiaonian tertawa, "Bo Yushen, apa kau bodoh? Bagaimana kau bisa membandingkan seseorang dengan Tuan Muda Wu? Apa kau tidak tahu siapa Tuan Muda Wu?"
Bo Yushen menggeleng, "Tapi, ketika aku meminta bantuan pada Tuan Muda Wu untuk berurusan dengan Chen Ling, Nona Zhuo datang. Dan Tuan Muda Wu benar-benar pergi karena perintahnya."
"Apa kau bilang?" senyum Zhuo Shiaonian memudar.
"Aku juga merasa Tuan Muda Wu sedikit takut padanya," ucap Bo Yushen lagi.
Wajah Zhuo Shiaonian menjadi lebih serius, "Zhuo Xia selalu melindungi Chen Ling. Jika Tuan Muda Wu takut padanya, mengapa ia tak mengatakan apa-apa saat Ling mengambil wilayah di utara?"
"Jadi namanya Zhuo Xia. Saat itu, tetua ingin dia mengubah pilihannya, tapi Chen Ling sangat bersikeras. Apa gunanya menjadi jenius jika ia hanya memiliki tanah gersang? Dalam setengah tahun, para pewaris keluarga akan berkumpul. Setiap wilayah biasanya memiliki banyak keunggulan. Kita lihat saja akan menjadi apa wilayah utara itu."
"Aku paham. Saat waktunya tiba, Zhuo Xia pasti akan membencinya," ucap Zhuo Shiaonian mempercayai Bo Yushen. Ia tak mengatakan apa pun lagi dan melambai pada Bo Yushen.
"Nona," setelah Bo Yushen pergi, seorang penjaga menghampirinya.
__ADS_1
"Tabib Agung baru saja mendapat kabar jika beberapa orang dari Kota Bayangan kelihatannya memasuki wilayah utara itu. Namun, jejak mereka hilang saat di laut. Anda pernah tinggal di Kota Bayangan, apa ada orang yang Anda curigai?"
"Orang-orang dari Kota Bayangan?" Zhuo Shiaonian mengerutkan kening.