Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Makanan Pembuka


__ADS_3

Lu Company.


Lu Yan menuangkan teh ke cangkir Chen Lin. Ia berkata dengan sombong, "Bibi Chen, orangtuaku sangat sibuk dengan Proyek L, jadi aku yang menggantikan mereka. Karena aku juga adalah pewaris Lu Company, maka aku memiliki hak untuk menangani hal ini. Aku akan memberi sedikit informasi padamu. Sebentar lagi aku dan Wuzhou akan tunangan. Permasalahan Ling yang telah menindasnya, tentu itu tidak baik dalam kerjasama kita. Apalagi Ling juga meremehkan proyek ini. Jika Chen Company kalian benar-benar ingin bekerjasama, Ling harus meminta maaf pada Wuzhou."


Brak!


Tiba-tiba pintu dibuka paksa oleh seseorang. Dua wanita di dalam ruangan langsung menoleh ke arah pintu.


"Aku memang meremehkan Proyek L," ucap orang itu. Ia memakai seragam Sekolah Menengah Guxian. Satu tangan di saku dan satu lagi memegang tas.


Ia tersenyum dingin dan berkata, "Chen Company tidak akan bergabung dengan Proyek L."


"Ling!" seru Chen Lin yang terkejut.


Ia tidak menyangka putranya akan mengatakan hal seperti ini. Namun saat melihatnya, Chen Lin merasa Ling sangat mengagumkan.


"Kau bahkan tidak mengerti bisnis. Atas hak apa kau meremehkan Proyek L kami? Bibi, Anda sudah lihat Ling memang meremehkan Proyek L kami dan dia sepertinya tidak akan minta maaf," ucap Lu Yan semakin sombong.


"Jangan pedulikan perkataan Ling. Lu Yan, kau sendiri yang memutuskan pertunangan. Kalian bilang kalian tidak akan menarik investasi dari Chen Company. Mengapa kalian mengingkarinya?" tanya Chen Lin yang masih mencoba sabar.


Lu Yan tertawa dan menjawab, "Bibi kau begitu percaya diri. Apa ada yang masih ingin berinvestasi di Chen Company yang akan segera mengalami kehancuran?"


Melihat Chen Lin yang hampir kehilangan kendali, Ling mengelus punggungnya lembut. Kemudian ia berjalan mendekati Lu Yan.


"Apa kau tahu apa yang paling dipedulikan orang Kota Bayangan? Kepercayaan. Penghianat seperti kalian tak akan memiliki tempat di Kota Bayangan. Bahkan jika kalian bisa melakukannya ...," ia menjeda perkataannya.


Ia melanjutkan dengan suara yang lebih pelan, "Aku akan menjatuhkan kalian semua."


Nadanya terdengar tenang. Bahkan ia bisa tersenyum sinis. Namun jantung Lu Yan berdegup cepat. Ia merasa ketakutan hingga hampir gemetar.


Ling terkekeh. Ia merangkul bahu Chen Lin dan berkata, "Bu, ayo pulang."


Chen Lin menatap matanya. Ia merasakan ketenangan setelah itu. Lalu ia dengan patuh mengikuti Ling keluar. Walau ia masih sedikit khawatir Chen Company akan memasuki zona bahaya jika dia tak bekerjasama dengan Lu Company.

__ADS_1


Lu Yan menatap kepergian mereka. Jika itu dulu, mungkin ia tak akan berani membuat masalah dengan Keluarga Chen. Namun sekarang ia mendapat dukungan Wuzhou dan orang misterius di belakangnya.


Tiba-tiba ponselnya berdering.


"Halo, Tuan Han," sapa Lu Yan dengan penuh hormat.


"Kami sudah menyelesaikan langkah pertama. Apalagi langkah selanjutnya?" tanya Lu Yan.


"Segera adakan konferensi pers dan dapatkan dana. Dalam tiga tahun, aku akan membawa Lu Company ke dalam Kota Bayangan," ucap Han dengan gelak tawa.


Lu Yan berbinar. Ia kembali bertanya, "Semua baik-baik saja, kan, Tuan?"


Lu Yan memastikan kembali. Walau ia tahu Han sangat hebat, tapi dana kali ini sangat besar. Ia tidak ingin menyia-nyiakannya.


"Ini hanya Kota Urban. Aku bisa menjatuhkan beberapa orang jika aku mau. Selama aku berkuasa, hanya satu orang yang bisa merusak rencanaku," jawab Han. Setelah itu ia terdiam sejenak.


"Siapa itu?" tanya Lu Yan takut. Ia takut orang itu akan merusak rencana mereka juga.


Han tak langsung menjawab. Bayangan orang itu masih tergambar jelas di otaknya.


*


Kediaman Zhuo.


Liam bangkit dari bak mandi. Ia kemudian menyeka tubuhnya dengan handuk. Ia buru-buru memakai pakaian.


"Kakek, Ayah, Ibu, aku akan mencari Ling," ucap Liam yang datang dari atas. Ia sedikit berlari saat menuruni tangga.


"Apa yang kau rasakan?" tanya Tuan Tua Zhuo mendekatinya.


"Tubuhku lebih baik dari sebelumnya. Aku telah menguasai teknik pertama di buku 'Teknik Kalajengking Merangkak'. Kakek, buku dari Ling lebih baik daripada buku 'Teknik Tinju Api'-mu," jawab Liam yang membuat Tuan Tua Zhuo memelototinya.


"Lupakan hal itu. Kau tidak berada di luar selama beberapa hari ini. Lihat, Keluarga Chen mengalami masalah besar," ucap Tuan Tua Zhuo sambil memberikan Liam setumpuk dokumen.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Liam sambil membuka dokumen.


"Keluarga Lu menjadi semakin sombong. Mereka sengaja tidak memasukkan Chen Company ke dalam proyek mereka. Proyek besar di Chen Company juga banyak yang tertunda karena kekurangan dana sejak para pemegang saham beralih ke Proyek L Keluarga Lu. Mereka tinggal menunggu Chen Company mengumumkan kebangkrutan mereka. Maka dari itu harus ada yang membantu Keluarga Chen dari belakang," jawab Tuan Tua Zhuo menjelaskan.


"Keluarga Lu sangat tidak tahu malu!" ucap Liam sambil memegang erat dokumen di tangannya.


"Apa ini?" tanyanya setelah membaca isi dokumen.


"Ini cara kita membantu Keluarga Chen. Kita hanya bisa membantu sampai sini," jawab Tuan Tua Zhuo.


Dengan segera, Liam mengambil jaket dan melesat ke kediaman Keluarga Chen.


*


Ling dan Chen Lin sedang berada di dalam mobil. Ling tidak tahu jika Liam akan menuju kediaman Chen.


"Ling, mengapa kau pergi ke Lu Company?" tanya Chen Lin. Ia duduk bersandar di mobil. Wajahnya terlihat anggun seperti biasa, walau matanya menunjukkan betapa emosinya dia.


"Wuzhou yang memberitahuku saat pulang sekolah," jawab Ling apa adanya.


"Wuzhou ...," saat menyebut nama itu, ekspresi Chen Lin menjadi suram.


"Jangan pernah mendekatinya. Dia sangat licik. Walau dia belum tahu tentang ibu kandungnya dan masih menganggap aku sebagai ibunya, tapi dia tetap tega melakukan ini," ucap Chen Lin.


"Ibu," ucap Ling. Ia sudah mengalihkan kepalanya untuk menatap Chen Lin. Sekarang Chen Lin merasa Ling sangat tampan. Tatapan matanya juga kembali menenangkannya.


"Aku tahu aku telah membuat Ibu dan Kakek khawatir selama 17 tahun ini. Namun percayalah padaku sekarang," ucap Ling melanjutkan.


"Baiklah. Aku mengerti," jawab Chen Lin.


Ling paham jika Chen Lin dan Chen Qi berbeda dengan Liam. Liam tidak pernah berinteraksi dengannya sebelumnya, jadi dia hanya menganggap Ling menyembunyikan bakatnya. Namun Chen Lin dan Chen Qi yang membesarkannya. Mereka yang paling tahu Ling bagaimana.


Tentu akan sulit dipercaya, jika orang bodoh begitu tiba-tiba berubah menjadi lebih baik. Awalnya ia tak masalah jika harus menunggu Chen Lin dan Chen Qi menyadari perubahannya seiring berjalannya waktu. Namun sepertinya ia harus menunjukkannya sekarang.

__ADS_1


"Aku yang mengalahkan Bibi Sin pada pertandingan ramuan," ucap Ling.


__ADS_2