
Di dalam jet, Walikota Xue dan yang lainnya bergegas menuju Kota Urban. Komandan Xie memegang ponselnya dan memandang Walikota Xue. Dia berkata dengan cemas, “Apa Anda menerima pesan itu?”
Walikota Xue bergetar saat membaca pesan itu.
Saat mereka masih terpaku membaca pesan itu, seorang penjaga datang dengan membawa ponsel dan melapor, “Komandan Xie, Panglima Tertinggi melakukan panggilan video."
“Apa kau sudah menerima kabar itu?” tanya Panglima Tertinggi.
Komandan Xie mengikuti orang itu dan memberi hormat kepada Panglima Tertinggi. Dia kemudian menjawab dengan nada hormat, “Walikota Xue dan saya telah menerima kabar itu. Kami akan tiba di Kota Urban dalam waktu sekitar satu jam. Panglima Tertinggi, apakah Anda tahu siapa Tuan Muda ini? “
Panglima itu menggelengkan kepalanya dan menatap Walikota Xue.
Walikota Xue merasakan jantungnya berdebar kencang. Dia juga telah memikirkan kemungkinan ini. Ia berbicara dengan lembut, “Hanya ... aku hanya memiliki satu putra ...."
Pada saat ini, Walikota Xue menjadi pusat perhatian.
Ketika Xue Jun dan Xie Jin dipilih oleh Area Satu, orang-orang ini sangat terkejut. Xue Jun memang diakui luar biasa. Namun ada yang lebih luar biasa dibandingkan Xue Jun, tapi mereka memilih Xue Jun. Pasti ini alasan mereka memilih Xue Jun.
“Tidak salah lagi, itu pasti putramu. Kalian harus melindunginya apapun yang terjadi," ucap Panglima Tertinggi sambil menghela napas berat.
“Aku tahu," jawab Komandan Xie.
"Bergerak lebih cepat. Kita harus segera sampai di Kota Urban," ucap Komandan Xie melanjutkan.
*
Di kediaman keluarga Chen di Kota Urban.
Xie Jin, wakil kepala Han, dan yang lainnya masih berdiri di sana. Xie Jin melihat sekeliling dengan takut, tapi ia tak menemukan pria berjubah hitam itu. Yang ia lihat hanyalah Ling dan yang lainnya sedang memberi minum kepada para pelayan keluarga Chen.
Liam tahu jika para pelayan ini tidak mampu meminum ramuan dengan dosis tinggi. Jadi dia mencampurkan ramuan dengan cukup banyak air.
Sedangkan Xie Jin masih kebingungan. Dia bertanya, "Di mana orang-orang itu?"
"Aku tidak tahu. Aku sama seperti kalian. Saat aku bangun aku juga tidak melihat siapapun," jawab Liam sambil tersenyum.
__ADS_1
Sopir yang sedang meminum ramuan hampir tersedak. Ia merasa Liam sudah banyak berubah. Dulu ia adalah bocah yang naif, tapi sekarang ia sudah pandai berbohong.
"Tentu saja. Jika kami pingsan, tidak mungkin kau tidak pingsan," ucap wakil kepala Han. Padahal Ia tak tahu mereka pingsan karena Ling.
Xie Jin hanya mengangguk.
Ia membuka ponselnya dan melihat pesan yang dikirim beberapa menit lalu. Saat dia melihat pesan itu bertuliskan "Tuan Muda", ia sangat tercengang. Apalagi saat melihat nomor pengirim pesan, yaitu 999. Jelas sekali ini adalah server Kota Bayangan.
Mendengar ucapan Xie Jin dan wakil kepala Han, Liam merasa penasaran. Ia mendongak dan melihat isi pesan itu. Namun wakil kepala Han segera menarik kembali ponselnya. I berkata, "Ini pesan rahasia. Orang biasa tak boleh melihatnya."
Liam hanya menaikkan alisnya saat ia melihat sekilas nomor pengirim pesan. Ia ingat jika itu adalah nomor Ketua Dai. Mengapa mereka terlihat sangat takut?
"Nona Xie, apa Tuan Muda ini adalah Tuan Muda Xue Jun?" tanya wakil kepala Han dengan hati-hati.
“Pfft ...,” mendengar percakapan mereka, Liam dan Yuan hampir tersedak.
"Apa yang kalian berdua tertawakan? Cepat kalian bersiap, kami akan membawa kalian keluar dengan selamat," ucap wakil kepala Han dengan nada tidak suka.
Sopir Liam masih linglung. Ia ikut saja dengan penjaga yang membawanya. Lagipula Liam tak menghentikannya. Jadi ia tetap berjalan keluar. Namun pikirannya masih membayangkan kejadian di mana Liam memukuli pria berjubah hitam itu.
Tidak disangka, bawahan Xie Jin malah berpikir mereka takut mati.
Setelah mendengar ini, para pelayan Keluarga Chen saling memandang dan tetap diam.
Pada saat itulah sopir menerima telepon dari Tuan Zhuo.
Tuan Zhuo sedikit terkejut karena ia bisa menghubungi sopir Keluarga Chen. Ia segera berbicara, "Kau benar-benar berhasil melewatinya? Bagaimana Keluarga Chen sekarang? Apakah Tuan Muda Chen dan yang lainnya sudah tiba? Jika kau bertemu dengan mereka, katakan pada mereka jangan buru-buru pergi. Tunggu Tuan Muda Xue kembali."
Di aula utama, wakil kepala Han masih membujuk Liam dan yang lainnya, "Aku tidak tahu kapan orang-orang berbaju hitam itu akan kembali. Kalian pergilah sekarang."
“Tidak. Aku akan menunggu Ling," jawab Yuan sambil bermain kartu.
Wakil kepala Han menyerah. Ia memilih naik ke atas untuk menemui Ling.
*
__ADS_1
Di atas, di kamar Ling.
Wakil kepala Han menemukan Ling berada di kamarnya. Ia segera berkata, "Tuan Muda, sebaiknya cepat pergi dari sini. Aku tidak tahu lagi kapan mereka akan kembali."
Ling memasuki kamarnya sejak Liam selesai memberi pelajaran pada orang berjubah hitam itu. Ia juga sudah tahu dari sopir jika mereka mengincar sesuatu. Ia juga tahu telah mengkonfirmasi jika orang-orang itu berasal dari luar negeri. Namun sepertinya mereka tahu ini adalah wilayah Zhuo Xia, jadi mereka tak mengirim orang yang terlalu kuat.
Namun, apa sebenarnya yang mereka inginkan dari Keluarga Chen?
Ling memikirkan kembali hal-hal yang terjadi sebelumnya. Ia pernah menemukan kertas kuno di kamarnya, tapi itu hanya potongan. Ia juga sudah mendapat beberapa potongan lainnya.
Namun Ling tetap mencoba untuk mencari lagi.
Benar saja, dia memang menemukan sesuatu di dalam.
Itu adalah kertas kuno yang sama seperti yang ia temukan di buku cokelat kusam. Saat ia menatap kertas itu, ia merasa ingatan terputar di otaknya. Ia hanya diam untuk beberapa saat.
Sampai suara wakil kepala Han terdengar.
Ling tersadar.
"Tuan Muda, cepat keluar," wakil kepala Han mengerutkan kening saat melihat Ling hanya diam padahal ia telah bicara panjang lebar.
Sedangkan Xie Jin menunggunya dengan sabar.
"Ayo pergi," Ling mengulurkan tangan dan menutup pintu kamarnya.
Wakil kepala Han merasa lega.
Sambil berjalan, ia berbicara, "Kau adalah pemilik rumah ini, kan? Aku tahu kau kembali untuk menyelamatkan pelayanmu. Meski niatmu baik, jangan lakukan hal seperti itu lagi di masa depan. Kau tidak tahu betapa berbahayanya orang-orang itu."
Ling hanya mengangguk kecil.
“Jangan khawatir. Meskipun keluargamu dalam bahaya sekarang, dengan adanya Nona Xie Jin dan Tuan Muda Xue Jun, orang-orang itu akan segera diusir dari Kota Urban," ucap wakil kepala Han yang merasa Ling membutuhkan informasi ini.
Namun, Ling tidak menjawab dan hanya mengambil walkie-talkie.
__ADS_1
Wakil kepala Han tercengang saat melihat Ling mengambil walkie-talkie. Padahal ia sangat kaya, tapi ia masih menggunakan ponsel tua seperti itu?
Ling mengangkat panggilan itu. Itu adalah panggilan dari Ketua Dai. Ia segera menjawab, "Semuanya ada di sini? Baiklah tunggu aku."