Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Terpukul Dengan Kenyataan


__ADS_3

"Paman, aku dan Nona Cheng memiliki beberapa urusan pribadi. Aku akan ke atas untuk mendiskusikannya. Tunggu di sini sebentar," ucap Mei Mengyi pada Gao Feng. Setelah itu ia pergi bersama Cheng Rui.


Gao Feng yang masih linglung, ia melihat ponselnya. Ada satu pesan dari Ling.


[Kejutan.]


Gao Feng mencengkram erat ponselnya. Walau ini sungguh membuatnya terkejut ..., tapi dia menyukainya.


"Kepala Keluarga Gao," ucap seseorang dari belakang.


Gao Feng berbalik badan dan melihat orang itu. Dia adalah kepala petugas hukum. Gao Feng pun menjawab dengan hormat, "Jenderal Qiu."


Jenderal Qiu tersenyum, "Saya dengar seseorang menghapus slot Keluarga Gao dari kompetisi sumber kultivasi. Mengapa Anda tak mencari saya? Jangan khawatir, saya telah menghukum orang itu dan menambah slot untuk keluarga kalian."


Jenderal Qiu tetap tersenyum sambil menatap Kepala Keluarga Gao. Awalnya ia memang bekerjasama dengan Keluarga Zhuo, tapi itu karena Asosiasi Dewa Ramuan. Sekarang situasinya berbalik. Gao Feng adalah paman Mei Mengyi. Setiap orang pintar pasti paham mana yang akan dipilih.


Lagipula, tim penegakan hukum mereka juga harus memiliki senjata. Jika senjata ini dimiliki lawan, mereka yang akan hancur.


"Aku memang mengkhawatirkan hal ini. Aku tak menyangka Jenderal Qiu akan membantuku menyelesaikan ini," jawab Gao Feng. Ia mengangkat gelas anggurnya dan memberikan kepada Jenderal Qiu.


Jenderal Qiu menerima anggur itu dan meminumnya. Ia berkata, "Itu hanya masalah kecil."


*


Saat semua orang sibuk mengelilingi Gao Feng, Gao Meng dan Yiqin Zhao tak bergabung. Tentu saja mereka sangat terpukul dengan kenyataan ini.


"Tuan Muda Gao, Anda baik-baik saja?" tanya seorang pelayan saat melihat Gao Meng menjatuhkan gelas anggurnya.


Namun, ia tak menjawab pertanyaan pelayan. Ia menatap Yiqin Zhao, "Tuan Yiqin, apakah orang yang berbicara dengan Gao Feng adalah Jenderal Qiu?"


Yiqin Zhao mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia sangat tidak percaya. Bagaimana mungkin dia bisa kenal bos-nya? Bahkan dia baru bertemu beberapa kali dengannya. Namun, Gao Feng terlihat sangat akrab dengannya?


Tidak hanya Jenderal Qiu, satu per satu orang mulai mendekati Gao Feng untuk berbicara.


"Tuan Muda Zhuo, apa yang terjadi?" tanya Gao Meng.


Zhuo Hu hanya menatap mereka. Ia mengepalkan tangannya erat.


Saat ini, Mei Mengyi, Cheng Rui, dan yang lainnya turun.

__ADS_1


"Saya dengar Nona Mei berasal dari Kota Bayangan. Bagaimana bisa mengenal Kepala Keluarga Gao?" tanya Jenderal Qiu mewakili rasa penasaran semua orang.


Mei Mengyi tersenyum, "Aku suka superstar yang mengenal Paman Gao. Aku adalah fans beratnya."


"Seorang superstar? Siapa itu?" tanya Zhuo Hu.


"Oh, dia adalah Chen Ling. Aku suka aksi-aksinya selama di Kota Bayangan. Kalian tidak tahu betapa mengerikannya Kota Bayangan. Raja Ling adalah idolaku. Aku datang jauh-jauh ke sini hanya untuknya," jawab Mei Mengyi santai.


Jawaban Mei Mengyi memecah pertahanan hati mereka. Tak ada yang bisa menyembunyikan keterkejutan. Ternyata Mei Mengyi datang ke sini demi Ling.


"Aku juga tidak terlalu tahu tentang masalah luar negeri. Jadi, aku akan membiarkan Paman Gao yang menjual senjata itu. Aku akan menjualnya kepada siapa pun yang dipilih Paman Gao," ucap Mei Mengyi menatap Gao Feng.


Kini semua orang langsung memuja Gao Feng dalam hati. Jenderal Qiu juga merasa keputusannya tepat. Ia tersenyum puas.


Satu-satunya orang yang tak berubah ekspresi adalah Cheng Rui. Bahkan Cheng Lan di sampingnya pun terkejut. Ia berkata, "Nona, Gao Feng ini benar-benar pandai menyembunyikan rahasia. Dia beruntung sekali secara kebetulan menyelamatkan seorang pemuda yang mengenal Ahli Bom Mei."


"Keberuntungan? Belum tentu," jawab Cheng Rui.


Namun, Cheng Rui mengakui hal ini tak masuk akal.


Ia kembali berkata, "Kirim seseorang untuk bernegosiasi dengan Keluarga Gao. Lalu selidiki Chen Ling dan aksinya di Kota Bayangan. Jangan lupa selidiki Keluarga Chen juga."


Di sisi lain, saat Zhuo Hu masuk ke mobil, kepala pelayan segera bertanya padanya, "Tuan Muda, bagaimana hasilnya? Apa penjual senjata itu setuju?"


Namun, ia menyadari Zhuo Hu bengong dan wajahnya pucat.


"Tuan Muda, ada apa?" tanya kepala pelayan panik.


Zhuo Hu tersentak. Ketika ia mendengar pertanyaan kepala pelayan, ia segera menjawab dan menjelaskan semua yang terjadi di dalam.


Ekspresi kepala pelayan berubah, "Tidak heran Gao Feng terlihat santai. Cari Nona sekarang. Aku khawatir Anda akan menjadi target selanjutnya."


Dengan wajahnya yang masih pucat, ia menghubungi Zhuo Shiaonian.


*


Di sisi lain, Keluarga Gao juga gempar.


Saat ini, ayah Gao Meng sedang menunggu putranya pulang dari jamuan. Ia sudah tidak sabar menunggu kabar baik yang ingin dia dengar.

__ADS_1


Ketika itu, seseorang melapor pada ayah Gao Meng, "Tuan, Tuan Muda Gao Yu Xi mencari Anda."


"Mengapa dia masih bersikeras? Aku tak akan menemuinya. Kalian juga jangan mendekatinya. Mengerti?" jawab ayah Gao Meng.


"Iya ... tapi Tuan, Tuan dan Nyonya Gao tak terlihat tertekan saat menghadapi masalah ini," ucap penjaga itu ragu-ragu.


"Mereka hanya tersenyum palsu. Apa kau tahu siapa yang mendukung Zhuo Hu? Apa kau ingin tahu rahasianya? Itu adalah Nona Zhuo Shiaonian. Jenderal Qiu juga sudah menarik semua slot Keluarga Gao. Kita lihat saja berapa lama lagi Gao Feng dalat bertahan," jelas ayah Gao Meng.


Setelah tahu rahasia ini, penjaga itu tak ragu lagi. Ia segera keluar dan mengusir Gao Yu Xi.


Saat ini, Gao Meng juga sudah pulang. Ia segera menemui ayah dan tetua. Tetua itu bertanya, "Tuan Muda, bagaimana pembicaraanmu dengan Tuan Muda Zhuo? Apa lagi tugas yang harus kita lakukan?"


"Aku dengar banyak orang besar yang datang. Gao Feng juga datang, kan? Apa dia membuat kekacauan di sana?" tanya tetua lainnya.


Semua orang bertanya dengan gembira. Namun, Gao Meng malah merasa tertekan.


"Ada apa?" tanya ayah Gao Meng menyadari gelagat putranya.


"Ayah ... celaka! Semua sudah berakhir sekarang!" ucap Gao Meng bergetar.


"Berakhir? Apa yang berakhir? Bukankah kita mendukung orang yang tepat? Seharusnya kita akan melesat tinggi," jawab ayah Gao Meng. Meski ia percaya diri, jantungnya juga berdegup kencang.


Gao Meng tertawa pahit, "Ayah ... kepala keluarga tahu hal ini akan terjadi. Bahkan, Jenderal Qiu juga mengembalikan slot pada mereka dan menambah slot lagi."


"Tidak mungkin!" ayah Gao Meng menjatuhkan gelas.


Ia pun mengeluarkan walkie-talkienya untuk memastikan hal ini. Ia menghubungi teman baiknya. Saat itu, temannya berkata, "Tuan Gao, mengingat pertemanan kita, aku hanya ingin memberitahumu untuk berhati-hati. Jangan hubungi aku lagi."


Gao Meng tak bisa berkata-kata. Tetua yang mendengar ini, ia segera mendatangi kediaman Gao Feng.


"Tetua, Anda mencari Tuan?" tanya Nyonya Gao tersenyum.


"Benar, Nyonya. Apa kepala keluarga punya waktu? Aku akan menunggu kapan pun," jawab tetua sopan.


"Ah, sayang sekali. Tuan sedang ada tamu kehormatan, yaitu Jenderal Qiu. Sepertinya ia tak bisa menemui Anda. Aku harap Anda tak merasa tersinggung," jawab Nyonya Gao ramah.


Tidak heran, mereka sangat santai. Mereka memang sudah menunggu hari ini. Tetua merasa de javu melihat senyum Nyonya Gao. Sebelumnya, ia lah yang memohon pada mereka, tapi sekarang keadaan berbalik.


Nyonya Gao tersenyum meremehkan. Ia memanggil Gao Yu Xi, "Yu Xi, apakah Jun Ye Li kehabisan ramuan? Aku akan bersiap dan datang ke akademi."

__ADS_1


Setelah itu, Nyonya Gao meninggalkan tetua yang merasa putus asa.


__ADS_2